Cara Setting Siemens LMV pada Panel Control Burner DB6 AMP1500 PT Haka Aston Indralaya Palembang

lmv Servo Siemens SQM dan SQN

Cara Setting Siemens LMV pada Panel Control Burner DB6 AMP1500 PT Haka Aston Indralaya Palembang

Langkah setting dasar LMV pada burner AMP sebagai beriku.

LMV SIEMENS CONTROL BURNER INDUSTRY

LMV SIEMENS CONTROL BURNER INDUSTRY

Pendahuluan

Siemens LMV (Linkageless Burner Management System) merupakan sistem kontrol pembakaran modern yang digunakan pada burner industri untuk mengatur rasio udara dan bahan bakar secara otomatis, akurat, dan aman. Sistem ini banyak digunakan pada steam boiler, thermal oil heater, hot water boiler, oven industri, dryer, incinerator, hingga Asphalt Mixing Plant (AMP).

LMV51_LMV52_Burner management system

Catalog ,Siemens Servo Motor SQM10-SQM20

Catalog Bejo Gas -oil-burner-controller-rmo-88-53c2

Berbeda dengan sistem mekanikal konvensional yang menggunakan linkage atau batang penghubung, Siemens LMV menggunakan teknologi electronic parallel positioning sehingga posisi servo udara dan bahan bakar dapat dikontrol secara independen dengan tingkat presisi yang lebih tinggi. Hal ini membuat proses pembakaran menjadi lebih stabil, efisien, hemat bahan bakar, dan menghasilkan emisi yang lebih rendah.

VIDIO INI MEMASANG BURNER DB6 SERIES YANG MENGUNAKAN CONTROL MANAGENT SYSTEM

Fungsi Utama

Beberapa fungsi utama Siemens LMV antara lain:

  • Kontrol rasio udara dan bahan bakar (Air-Fuel Ratio)
  • Flame Safeguard System (sistem pengaman nyala api)
  • Kontrol servo actuator udara dan bahan bakar
  • Pengaturan kurva pembakaran (Combustion Curve)
  • Monitoring alarm dan lockout burner
  • PID control untuk tekanan atau temperatur
  • Integrasi O₂ Trim dan VFD pada tipe tertentu

Perbedaan Siemens LMV2, LMV3, dan LMV5

TipeAplikasiFitur Utama
LMV2Burner kapasitas kecil hingga menengahKontrol pembakaran elektronik dasar
LMV3Burner industri single fuel dan dual fuelParallel positioning, VFD control, commissioning mudah
LMV5Burner industri kapasitas besarO₂ Trim, PID Control, Multi Servo, efisiensi tinggi

LMV3 banyak digunakan pada burner boiler industri, sedangkan LMV5 umumnya diaplikasikan pada burner kapasitas besar yang membutuhkan kontrol pembakaran lebih presisi dan efisiensi energi maksimal.

Komponen Utama

Sistem Siemens LMV terdiri dari beberapa komponen utama:

  • LMV Main Controller
  • AZL Display & Operator Unit
  • SQM Servo Actuator
  • Flame Detector (QRA / QRB / QRI)
  • Air Pressure Switch
  • Gas Pressure Switch
  • Fuel Valve Actuator
  • VFD (Variable Frequency Drive) pada aplikasi tertentu

Penggunaan  pada Burner Industri

Yang banyak digunakan pada:

  • Burner Boiler Steam
  • Thermal Oil Heater
  • Hot Water Boiler
  • Oven Industri
  • Dryer Industri
  • Asphalt Mixing Plant (AMP)
  • Incinerator Industri
  • Burner Dual Fuel Gas dan Solar

Pada unit AMP1500 seperti yang digunakan di PT Haka Aston Indralaya Plant Palembang, Siemens LMV berfungsi mengontrol proses pembakaran dryer agar suhu agregat tetap stabil serta konsumsi bahan bakar lebih efisien selama proses produksi aspal berlangsung.

Langkah setting dasar LMV pada burner AMP

1. Masuk Menu Commissioning LMV

  • Tekan tombol ESC + ENTER beberapa detik pada display AZL.
  • Masuk ke menu:
    • Commissioning
    • Burner Setup
    • Actuator Setting

2. Cek Posisi Servo

Biasanya terdapat:

  • Servo udara (Air Damper)
  • Servo gas atau solar (Fuel Valve)

Pastikan:

  • Posisi 0% benar-benar tertutup.
  • Posisi 100% terbuka penuh.
  • Linkage tidak macet.

3. Setting Titik Api (Ignition Position)

Parameter yang biasa disetting:

  • Pre Purge Air
  • Ignition Position
  • Low Fire
  • Medium Fire
  • High Fire

Contoh umum:

ModeAir DamperFuel Valve
Ignition15-25%10-15%
Low Fire25-35%20-30%
Medium Fire45-60%40-55%
High Fire80-100%75-100%

Nilai ini hanya contoh, harus disesuaikan dengan:

  • Kapasitas burner DB6
  • Jenis bahan bakar
  • Kapasitas dryer AMP 1500
  • Hasil pembacaan combustion analyzer

4. Auto Learning Servo

Pada LMV:

Commissioning → Actuator Test

Lakukan:

  • Min Position
  • Max Position
  • Store Position

Setelah itu simpan parameter.

5. Setting Kurva Pembakaran

Masuk:

Burner Curve / Fuel-Air Ratio

Biasanya titik yang disetting:

  • Point 1 = Ignition
  • Point 2 = 25%
  • Point 3 = 50%
  • Point 4 = 75%
  • Point 5 = 100%

Target pembakaran dryer AMP:

  • O₂ : 3 – 6 %
  • CO : serendah mungkin
  • Flame stabil
  • Tidak ada asap hitam

6. Cek Safety Interlock

Pastikan normal:

  • Air Pressure Switch
  • Fuel Pressure Switch
  • Flame Detector (QRB/QRA)
  • Emergency Stop
  • Motor Fan

7. Simpan Parameter

Masuk:

Commissioning → Save

atau

Parameter Backup

Karena setelah listrik mati parameter bisa hilang bila belum tersimpan dengan benar.

Yang perlu saya ketahui supaya bisa bantu lebih detail:

  1. Tipe LMV berapa?
    • LMV2?
    • LMV3?
    • LMV5?
  2. Burner DB6 menggunakan:
    • Solar?
    • Gas?
    • Dual Fuel?
  3. Bisa kirim foto:
    • Display AZL Siemens
    • Panel LMV
    • Tampilan alarm yang muncul

 

Komponen Part (LMV2 / LMV3 / LMV5)

Sistem Siemens LMV terdiri dari beberapa komponen utama yang saling terhubung untuk mengontrol proses pembakaran burner secara otomatis, aman, dan presisi. Komponen ini umum digunakan pada boiler, thermal oil heater, dryer, oven industri, hingga Asphalt Mixing Plant (AMP).

1. LMV Main Controller

Merupakan otak utama sistem burner management.

Fungsi:

  • Mengontrol sequence burner
  • Mengatur air-fuel ratio
  • Monitoring safety interlock
  • Menyimpan parameter pembakaran
  • Menampilkan alarm dan lockout

Contoh:

  • LMV26
  • LMV36
  • LMV51
  • LMV52

2. AZL Display & Operating Unit

AZL digunakan untuk:

  • Setting parameter
  • Commissioning burner
  • Monitoring posisi servo
  • Membaca fault code
  • Backup dan restore data parameter

Jenis:

  • AZL23 (LMV2/LMV3)
  • AZL52 (LMV5)

3. SQM Servo Actuator

Servo actuator berfungsi mengatur posisi:

  • Air Damper
  • Gas Butterfly Valve
  • Oil Regulating Valve
  • Fuel Valve

Tipe yang sering digunakan:

  • SQM33
  • SQM40
  • SQM45
  • SQM48
  • SQM9

4. Flame Detector

Fungsi:

  • Mendeteksi nyala api burner
  • Memberikan sinyal flame proven ke LMV
  • Menghindari kebocoran bahan bakar tanpa api

Jenis sensor:

  • QRB (Photo Cell)
  • QRA2
  • QRA4
  • QRA7 UV Scanner
  • QRI Infrared Scanner

5. Air Pressure Switch

Fungsi:

  • Memastikan blower menghasilkan tekanan udara yang cukup sebelum burner start.
  • Jika tekanan kurang, burner lockout.

6. Gas Pressure Switch

Fungsi:

  • Monitoring tekanan gas minimum.
  • Monitoring tekanan gas maksimum.

Komponen ini wajib pada burner gas maupun dual fuel.

7. Oil Pressure Switch

Digunakan pada burner solar atau heavy oil.

Fungsi:

  • Monitoring tekanan pompa bahan bakar.
  • Proteksi tekanan bahan bakar rendah.

8. Ignition Transformer

Fungsi:

  • Menghasilkan tegangan tinggi untuk percikan api saat ignition.
  • Membantu proses penyalaan burner.

9. Fuel Solenoid Valve

Fungsi:

  • Membuka dan menutup aliran bahan bakar secara otomatis.
  • Terhubung langsung dengan sequence LMV.

Jenis:

  • Gas Solenoid Valve
  • Oil Solenoid Valve

10. OCI Interface Module

Fungsi:

  • Komunikasi LMV ke laptop atau PC.
  • Digunakan saat commissioning dan backup parameter.

Model:

  • OCI412
  • OCI420

11. VFD (Variable Frequency Drive)

Pada LMV3 dan LMV5 dapat diintegrasikan dengan VFD.

Fungsi:

  • Mengatur kecepatan motor blower.
  • Menghemat konsumsi listrik.
  • Menjaga stabilitas pembakaran.

12. O₂ Trim System (LMV5)

Fungsi:

  • Monitoring kadar oksigen hasil pembakaran.
  • Mengoreksi rasio udara dan bahan bakar secara otomatis.
  • Meningkatkan efisiensi burner.

Komponen:

  • PLL52 Module
  • QGO20 Oxygen Sensor

Spare Part  yang Wajib Stok di Gudang

Untuk burner industri yang beroperasi 24 jam, part berikut biasanya wajib tersedia:

PrioritasSpare Part
Sangat PentingFlame Detector QRB/QRA
Sangat PentingIgnition Transformer
Sangat PentingAir Pressure Switch
Sangat PentingGas Pressure Switch
Sangat PentingSolenoid Valve Coil
PentingAZL Display
PentingServo SQM
PentingOCI Interface
PentingFuse Panel LMV
BackupLMV Main Controller

Pada AMP1500, boiler, maupun thermal oil heater, kerusakan paling sering biasanya terjadi pada:

  • Flame scanner
  • Servo actuator
  • Pressure switch
  • Ignition transformer
  • Solenoid valve coil

Studi Kasus pada Burner Industri

Studi Kasus 1: Burner Dryer AMP 1500 PT Haka Aston Palembang

Burner DB6 yang digunakan pada Asphalt Mixing Plant (AMP) 1500 mengalami masalah suhu dryer tidak stabil dan konsumsi bahan bakar meningkat. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan posisi servo udara dan fuel valve pada sistem Siemens LMV mengalami pergeseran parameter akibat gangguan listrik.

Tindakan Perbaikan

  • Backup parameter LMV menggunakan AZL Display.
  • Kalibrasi ulang servo actuator SQM.
  • Setting ulang ignition position dan combustion curve.
  • Pemeriksaan flame detector dan pressure switch.
  • Tuning pembakaran menggunakan combustion analyzer.

Hasil

  • Suhu dryer lebih stabil.
  • Konsumsi solar menurun.
  • Produksi AMP kembali normal.
  • Emisi asap lebih rendah.

Studi Kasus 2: Flame Failure pada Steam Boiler 10 Ton

Sebuah boiler industri mengalami alarm Flame Failure secara berulang pada panel Siemens LMV.

Penyebab

  • Sensor flame detector QRA4 kotor.
  • Posisi UV scanner tidak tepat.
  • Konektor kabel longgar akibat getaran burner.

Perbaikan

  • Membersihkan sensor UV scanner.
  • Menyetel ulang arah deteksi api.
  • Mengencangkan terminal kabel.
  • Melakukan reset dan test burner.

Hasil

Burner dapat beroperasi normal tanpa lockout berulang.

Studi Kasus 3: Servo Actuator SQM Rusak

Burner dual fuel mengalami kegagalan modulasi dan posisi damper tidak bergerak sesuai perintah LMV.

Penyebab

  • Gear servo SQM aus.
  • Potensiometer feedback rusak.

Perbaikan

  • Penggantian Servo Siemens SQM45.
  • Re-commissioning LMV.
  • Kalibrasi posisi minimum dan maksimum.

Hasil

Air fuel ratio kembali normal dan efisiensi pembakaran meningkat.

Perbaikan  yang Sering Dilakukan

1. Penggantian Flame Detector

Kerusakan yang sering terjadi:

  • QRB tidak mendeteksi api.
  • QRA4 UV Scanner error.
  • Flame signal rendah.

2. Penggantian Servo Actuator SQM

Gejala:

  • Damper macet.
  • Posisi servo tidak sesuai.
  • Alarm actuator fault.

3. Perbaikan AZL Display

Gejala:

  • Display blank.
  • Tombol tidak berfungsi.
  • Gagal masuk menu commissioning.

4. Penggantian Pressure Switch

Gejala:

  • Burner gagal start.
  • Alarm Air Pressure Low.
  • Alarm Gas Pressure Fault.

5. Re-Commissioning

Dilakukan setelah:

  • Penggantian servo.
  • Penggantian controller LMV.
  • Parameter hilang.
  • Upgrade burner.

Call To Action

Service Siemens LMV, Burner Boiler, Thermal Oil Heater, dan AMP

✔ Troubleshooting Siemens LMV2, LMV3, LMV5
Kalibrasi Servo SQM
✔ Setting Air Fuel Ratio
✔ Tuning Combustion Analyzer
✔ Spare Part Siemens Original
✔ Service Seluruh Indonesia

PT Indira Mitra Boiler – Bejo Burner
📞 WA: 0813-8866-6204
🌐 burner.co.id

Share the Post

About the Author