Efisiensi Tinggi Asphalt Mixing Plant (AMP): Menilik Keunggulan Bejo Gas Burner Kapasitas 1000 MBH
Dalam industri konstruksi jalan raya, Asphalt Mixing Plant (AMP) merupakan jantung dari seluruh operasional produksi Hot Mix. Kunci utama dari kualitas aspal yang dihasilkan serta efisiensi biaya produksi terletak pada satu komponen vital: sistem burner (pembakar). Proses pengeringan agregat di dalam drum dryer membutuhkan suhu yang stabil dan konsumsi bahan bakar yang terkontrol ketat.
Merespons tantangan tersebut, Bejo Gas Burner hadir sebagai solusi lokal dengan standar internasional, khususnya melalui lini produk Bejo Gas Burner Kapasitas 1000Ton. Unit ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan AMP skala medium di Indonesia yang menuntut performa tinggi dengan biaya operasional yang kompetitif.
Dalam video kali ini, kami mengulas tuntas unit burner industri performa tinggi Bejo RLS 650/M MX Series, komponen pemanas heavy-duty yang menjadi pilihan utama untuk sistem Rotary Dryer drum pada Asphalt Mixing Plant (AMP) kapasitas 100 TPH (Ton Per Jam).
Seri RLS 650/M MX dirancang dengan struktur modular monoblock kompak yang menyatukan seluruh komponen vital dalam satu unit. Keunggulan utamanya terletak pada sistem Dual Fuel (Gas & Solar/Light Oil) serta teknologi Mechanical Cam Modulation yang menjamin kontrol rasio udara dan bahan bakar sangat presisi di setiap rentang daya kerja (hingga batas aman kurva lapangan 5.750 kW).
✨ Fitur Utama Riello RLS 650/M MX untuk Industri Asphalt Mixing Plant :
Output Termal Maksimal: Handal menyuplai energi panas masif untuk menguapkan kadar air (moisture) batuan agregat basah secara konstan.
Sistem Kontrol Modulasi Mekanis: Menjaga kestabilan suhu aspal matang secara otomatis di kisaran 150°C – 170°C, memangkas fluktuasi panas, dan menghemat bahan bakar hingga 15% – 20%.
Konversi Energi Fleksibel: Memudahkan operasional beralih dari bahan bakar gas (LPG/CNG/LNG) ke solar industri tergantung ketersediaan energi di lokasi proyek.
Emisi Bersih & Senyap: Kepala pembakaran modern memastikan gas buang ramah lingkungan (Low NOx < 80 mg/kWh pada mode gas).
🛠️ Dukungan Suku Cadang & Maintenance (Ready Stock di Indonesia):
PT Indira Mitra Boiler berkomitmen menjamin kelancaran proyek infrastruktur Anda dengan menyediakan spare part range lengkap yang siap dikirim langsung dari gudang kami (Tangerang), mulai dari Ignition Electrode, Flame Scanner, Servo Motor, Air/Gas Pressure Switches, hingga elemen Gas Filter.
Mengapa Gas Menjadi Masa Depan Industri di Indonesia?
Banyak pelaku industri AMP konvensional yang mulai beralih dari bahan bakar solar (High Speed Diesel) atau residu (Marine Fuel Oil) ke bahan bakar gas (LPG / LNG / CNG). Alasan utamanya adalah:
Efisiensi Biaya: Nilai kalori gas memberikan cost per kcal yang lebih ekonomis dibanding solar industri.
Pembakaran Lebih Bersih: Gas tidak menghasilkan jelaga atau residu karbon berat pada agregat, sehingga kualitas hot mix lebih terjaga.
Ramah Lingkungan: Menurunkan emisi karbon secara signifikan, membantu perusahaan memenuhi regulasi lingkungan yang kian ketat di Indonesia.
Keunggulan Teknis Bejo Dual Fuel Gas Burner
Unit Bejo Gas Burner dengan kapasitas 1.000.000 BTU/Hr (1000 MBH) dirancang sebagai sweet spot untuk AMP kapasitas medium (kisaran produksi 40 hingga 60 ton per jam). Berikut adalah keunggulan utama yang ditawarkan:
1. Akurasi Kontrol Suhu dengan Sistem Modulasi (Full Modulation)
Proses pengeringan batu dan pasir di drum dryer AMP membutuhkan suhu konsisten di kisaran 150°C hingga 170°C. Fluktuasi suhu yang terlalu tinggi dapat merusak kualitas aspal bitumen. Bejo Gas Burner menggunakan sistem firing rate yang dapat memodulasi pasokan gas dan udara secara otomatis (mengikuti beban output), sehingga suhu tetap stabil dan tidak ada energi yang terbuang sia-sia.
2. Rasio Turndown Tinggi & Hemat Bahan Bakar
Dengan turndown ratio yang optimal, burner ini tetap dapat menyala dengan stabil bahkan pada kondisi beban rendah (low fire). Ini sangat krusial saat AMP sedang dalam fase standby atau saat pasokan agregat basah berkurang, sehingga mencegah pemborosan gas saat mesin tidak beroperasi penuh.
3. Desain Kompak dan “Asset-Light”
Bejo Burner mengusung filosofi desain yang modern dan modular. Komponen gas train dan blower dirancang kompak, memudahkan proses instalasi (retrofit) pada AMP lama yang ingin melakukan konversi dari solar ke gas, tanpa perlu merombak total struktur mekanikal yang sudah ada.
4. Sistem Keamanan Berlapis (Safety Interlocks) Standard Industri
Keamanan operasional gas adalah prioritas utama. Unit ini dilengkapi dengan:
High & Low Gas Pressure Switches untuk mendeteksi tekanan gas yang tidak normal.
Air Proving Switch untuk memastikan blower bekerja sebelum gas dialirkan.
Advanced Flame Scanner (sensor api) sensitif tinggi untuk mendeteksi misfire (gagal pengapian) secara instan demi mencegah akumulasi gas di dalam ruang bakar.
Perawatan Mudah (Maintenance-Friendly) di Lapangan
Salah satu tantangan terbesar AMP di Indonesia adalah lokasi proyek yang sering kali berada di luar jangkauan kota besar. Bejo Gas Burner menjawab tantangan ini dengan menggunakan komponen-komponen standar industri yang mudah dirawat, memiliki akses swing-out untuk pembersihan kepala pembakar (burner head), serta didukung oleh ketersediaan suku cadang teknis yang melimpah.
| Komponen Perhitungan (Rotary Dryer) | Nilai / Input | Kebutuhan Energi (kcal/jam) | Kebutuhan Daya (kW) |
|---|---|---|---|
| 1. Pemanasan Agregat Kering (50.000 kg/jam × 0,22 kcal/kg°C × 130°C ΔT) | 50 Ton/Jam | 1.430.000 | 1.662 kW |
| 2. Menaikkan Suhu Kandungan Air (2.500 kg air/jam × 1 kcal/kg°C × 70°C ΔT) | Moisture 5% | 175.000 | 203 kW |
| 3. Menguapkan Air (Panas Laten) (2.500 kg air/jam × 540 kcal/kg) | 2.500 kg air | 1.350.000 | 1.570 kW |
| Net Heat Required (Beban Bersih) | – | 2.955.000 | 3.435 kW |
| Total Gross Heat Required (Termasuk Heat Loss & Efisiensi Dryer ~65%) | Faktor 1,54 | 4.550.700 | 5.291 kW |
Strategi Optimalisasi Konstruksi: Efisiensi Energi, Dual Fuel System, dan Kontrol Presisi pada Asphalt Mixing Plant.
CATALOG DUAL FUEL BURNERS
RLS 310-610_M MX
RLS 500-1200_M MX

Dalam industri pengolahan aspal hotsmix, kapasitas produksi 100 Ton Per Jam (TPH) merupakan standar emas untuk pengerjaan proyek infrastruktur skala besar, mulai dari jalan tol hingga jalan nasional. Namun, mempertahankan konsistensi produksi 1000 TPH menuntut performa sistem pemanas (dryer drum) yang stabil dan efisien.
Untuk menjawab tantangan tersebut, integrasi burner tipe RLS 650/M MX Series menjadi jawaban terbaik. Burners monoblock berperforma tinggi ini dirancang khusus untuk menyuplai energi panas secara presisi, menjadikannya pasangan ideal untuk sistem Rotary Dryer pada Mixing Plant kapasitas 100 Ton

Firing Rates
ini grafik Firing Rates (Kurva Kerja/Diagram Pemilihan) untuk burner Riello seri RLS. Grafik ini sangat krusial karena digunakan oleh para engineer dan pemilik pabrik untuk memastikan apakah burner yang dipilih kuat menahan tekanan balik (back pressure) di dalam ruang bakar (combustion chamber) pada kapasitas daya tertentu.
Mari kita bedah cara membaca grafik ini agar Anda bisa menjelaskan atau memasukkannya ke dalam materi teknis website Anda:
1. Memahami Sumbu Grafik
Sumbu Horizontal (Bawah): Menunjukkan daya atau kapasitas panas burner. Ada dua satuan di sana:
Mcal/h (skala atas).
kW (skala bawah). Di sini kita bisa melihat rentang daya dari 0 hingga 9.000 kW.
Sumbu Vertikal (Kiri): Menunjukkan tekanan udara di dalam ruang bakar dalam satuan hPa (hectopascal) atau mbar (millibar). Rentangnya dari 0 hingga 22 mbar. Semakin besar kapasitas boiler atau drum dryer AMP, biasanya tekanan baliknya juga semakin tinggi.
2. Arti Garis Putus-putus vs Garis Tegas (Legenda Kanan)
Garis Putus-Putus (Modulation Range): Ini adalah area transisi atau batas minimum saat burner mulai menyala dan melakukan modulasi dari posisi api kecil (low fire).
Garis Tegas (Useful Working Field): Ini adalah area kerja aman dan optimal burner yang sesungguhnya. Saat memilih burner, pastikan titik pertemuan antara kW panas yang Anda butuhkan dan mbar tekanan ruang bakar Anda berada di dalam kotak garis tegas ini.
3. Cara Membaca Grafik Khusus untuk Tipe RLS 650/M MX (Garis Merah)
Karena Anda berencana mengambil tipe RLS 650/M MX, mari kita fokus pada kurva yang berwarna merah:
Batas Minimum Kerja Efektif: Garis tegas merah dimulai di angka 3.000 kW (pada sumbu horizontal bawah). Artinya, untuk kerja modulasi yang stabil dan aman tanpa merusak kepala burner, beban panas minimal yang disarankan berada di kisaran 3.000 kW.
Kemampuan Menahan Tekanan Ruang Bakar:
Pada daya 3.000 kW, burner RLS 650 sanggup menahan tekanan ruang bakar yang sangat tinggi, hingga 17 mbar (puncak tertinggi garis merah).
Jika daya dinaikkan ke 4.500 kW, kemampuan menahan tekanan ruang bakarnya sedikit turun ke kisaran 15,5 mbar.
Kapasitas Maksimal Maksimum: Ujung kanan bawah garis merah berhenti tepat di angka 5.750 kW pada tekanan 0–1.5 mbar.
⚠️ Catatan Koreksi Teknis Penting: > Di brosur teks sebelumnya tertulis kapasitas maksimal RLS 650 adalah 6.550 kW. Namun, berdasarkan grafik uji kondisi standar (Test Conditions) yang ada di gambar ini, batas aman maksimal (useful working field) untuk tipe RLS 650/M MX sebenarnya berada di angka 5.750 kW.
Angka 6.550 kW tampaknya merupakan rating kapasitas kotor komponen mekanis (maximum thermal power), namun kurva kerja aman di lapangan mengikuti grafik merah ini (maksimal 5.750 kW).
Kesimpulan untuk Anda
Jika AMP kapasitas 100 TPH Anda membutuhkan daya sekitar 4.000 hingga 5.000 kW, maka posisi titik kerja Anda akan berada di tengah-tengah kotak merah RLS 650/M MX.
Selama tekanan balik (back pressure) di dalam dryer drum AMP Anda tidak melebihi 12 hingga 15 mbar, maka tipe RLS 650/M MX ini dijamin sangat aman, stabil, dan sanggup bekerja long-duty tanpa kendala di lapangan.
Kesesuaian Kapasitas: Mengapa RLS 650 Tepat untuk AMP 100?
Proses pengeringan dan pemanasan agregat batuan pada AMP 100 TPH membutuhkan pasokan energi termal yang masif guna menguapkan kadar air (moisture) hingga mencapai suhu aspal ideal (150°C–170°C). Tipe RLS 650/M MX memiliki spesifikasi kapasitas daya yang sangat ideal:
| Model Burner | Kapasitas Minimum (kW) | Kapasitas Maksimum (kW) | Kesesuaian Sistem |
|---|---|---|---|
| RLS 650/M MX | 1.430 / 3.000 kW | 6.550 kW | Sangat Sesuai (AMP 100 TPH) |
Dengan batas atas daya mencapai 6.550 kW, burner ini mampu memberikan suplai panas yang konstan bahkan saat material agregat di lapangan memiliki kelembapan tinggi akibat faktor cuaca atau musim hujan di Indonesia.
Fitur Unggulan Seri RLS 650/M MX
1. Struktur Monoblock Modular
Burner ini mengusung desain modular monoblock, di mana seluruh komponen esensial terintegrasi dalam satu unit ringkas. Keunggulan desain ini membuat proses instalasi awal di dudukan dryer AMP menjadi lebih cepat, menghemat ruang di area pabrik, serta mempermudah fleksibilitas tata letak mekanikal.
2. Fleksibilitas Dual Fuel (Gas & Solar)
Salah satu tantangan terbesar operasional AMP di Indonesia adalah stabilitas pasokan bahan bakar di lokasi proyek. Seri RLS 650/M MX memberikan solusi mutlak dengan kemampuan Dual Fuel. Mesin dapat beroperasi menggunakan gas alam (LNG/CNG/LPG) maupun minyak ringan (Solar/HSD). Pengguna dapat beralih bahan bakar dengan mudah sesuai dengan ketersediaan dan nilai ekonomi paling efisien di lapangan.
3. Akurasi Tinggi Melalui Mechanical Cam Modulation
Sistem regulasi pembakaran digerakkan oleh perangkat mechanical cam yang dikombinasikan dengan regulator logika PID. Sistem ini memungkinkan burner mencapai rasio modulasi yang sangat tinggi di setiap rentang pembakaran. Hasilnya, burner dapat menyesuaikan keluaran panas secara otomatis mengikuti fluktuasi volume material batuan yang masuk, mengurangi fluktuasi suhu aspal, dan memangkas biaya operasional akibat pemborosan bahan bakar.
4. Standar Emisi Rendah (Low NOx) & Senyap
Selain fokus pada efisiensi, desain kepala pembakaran (combustion head) modern pada tipe ini menjamin emisi gas buang yang bersahabat (NOx < 80 mg/kWh saat mode gas). Ditambah dengan desain bodi yang meredam kebisingan dan konsumsi daya listrik yang rendah, sistem ini membantu perusahaan memenuhi regulasi lingkungan hidup setempat.
Kesimpulan Strategis Bisnis
Mengaplikasikan burner tipe RLS 650/M MX pada Asphalt Mixing Plant kapasitas 100 TPH adalah investasi jangka panjang yang cerdas. Kombinasi daya yang tangguh hingga 6.550 kW, fleksibilitas pergantian bahan bakar gas/solar yang cepat, serta akurasi kontrol modulasi PID terbukti mampu menekan pengeluaran bahan bakar harian secara signifikan sekaligus meningkatkan kualitas mutu aspal hotmix produksi Anda.
I. Studi Kasus & Studi Banding Operasional Asphalt 1000ton
Berikut adalah tabel analisis perbandingan performa lapangan antara penggunaan burner konvensional sistem Two-Stage (On/Off atau High/Low) berbasis Solar dengan RLS 650/M MX (Modulasi dengan Sistem Gas) pada kapasitas produksi aspal 100 TPH.
| Parameter Evaluasi | Burner Konvensional (Solar / Two-Stage) | RLS 650/M MX (Gas / Mechanical Modulation) |
|---|---|---|
| Kontrol Suhu Agregat | Sering terjadi fluktuasi (± 10°C) karena sistem hanya berpindah dari api besar ke api kecil secara mendadak. Atas-bawah suhu tidak stabil. | Sangat Stabil (± 2°C). Mekanisme modulasi cam menyesuaikan panas secara linear sesuai volume batu yang masuk. |
| Kualitas Hasil Produksi (Hotmix) | Risiko aspal overheating (gosong) atau kurang matang akibat fluktuasi suhu drum pengering. Jelaga solar kadang menempel pada agregat. | Mutu campuran homogen dan konstan. Pembakaran gas bersih tanpa residu karbon (jelaga) pada batuan. |
| Efisiensi Konsumsi Bahan Bakar | Banyak energi terbuang (boros) saat fase transisi pembakaran dan saat material agregat di lapangan dalam kondisi kering/bersih. | Hemat hingga 15% – 20%. Burner hanya menyuplai kW panas yang benar-benar dibutuhkan secara presisi. |
| Dampak Emisi Lingkungan | Gas buang pekat, kadar emisi NOx dan karbon tinggi. Sering memicu komplain polusi di sekitar lokasi AMP. |
Consumables Part
Untuk seri RLS 500-1200/M MX, manajemen spare part gudang untuk operasional kritis seperti AMP 100 TPH sebaiknya dibagi menjadi tiga kategori utama.
Di industri pengolahan aspal, kita tidak boleh membiarkan mesin berhenti (downtime) hanya karena part kecil seperti busi pemantik atau sensor api sekecil kelingking mati, sebab kerugian operasional hotmix per jamnya sangat besar.
Berikut adalah daftar spare part esensial dari katalog yang wajib Anda list dan stok di gudang, dikelompokkan berdasarkan tingkat kekritisannya:
1. Kategori Kritis & Consumables (Wajib Stok Minimal 1-2 Set)
Ini adalah part yang berhadapan langsung dengan api, panas, atau arus tinggi. Sifatnya cepat aus (wear and tear) dan paling sering menyebabkan burner tiba-tiba lockout (mogok).
Ignition Electrode (Elektroda Pemantik): Sepasang busi pemantik api awal. Ujung besi elektroda ini lambat laun akan terkikis oleh panas api konstan di combustion head.
Flame Sensor / UV Detector: Sensor pembaca api (photocell/UV cell). Jika sensor ini kotor atau melemah, burner akan mati sendiri setelah 3–5 detik menyala karena sistem mengira api tidak keluar.
High Voltage Ignition Cable: Kabel busi tegangan tinggi. Sering kali menjadi getas, retak, atau bocor arusnya akibat hawa panas di area sekitar bodi burner.
Gas Element Filter: Saringan pada lini pipa gas (gas train). Wajib diganti berkala karena debu atau kotoran karat dari pipa gas eksternal berisiko menyumbat katup solenoid.
Light Oil Nozzles (Jika Mode Solar Aktif): Nosel pengabut minyak solar. Lubang nosel sangat presisi dan rentan terkikis atau tersumbat oleh sulfur atau kotoran solar industri.
2. Kategori Mekanikal & Transmisi Kontrol (Stok Minimal 1 Unit)
Komponen yang mengontrol pergerakan rasio udara dan bahan bakar. Karena tipe RLS 650/M MX menggunakan teknologi Mechanical Cam, bagian mekanis dan motor penggeraknya adalah nyawa dari modulasi burner.
Servo Motor (Modulation Motor): Motor elektrik kecil yang memutar poros tuas cam. Jika servo ini terbakar atau macet, burner tidak akan bisa beralih dari api kecil (low fire) ke api besar (high fire).
Mechanical Cam Linkage Joint (Sendi Sendok): Sendi-sendi kecil penghubung antara servo motor ke katup udara dan katup gas. Sendi ini harus bebas dari aus/longgar agar rasio campuran pembakaran tetap presisi.
Flexible Oil Pipes / Hose: Selang fleksibel minyak solar (untuk koneksi masuk dan kembali/return). Sering bocor atau retak karena getaran konstan mesin AMP.
3. Kategori Elektrikal & Safety Interlock (Stok Minimal 1 Unit)
Komponen otak elektronik pembakaran dan sensor batas aman tekanan.
Burner Control Box / Programmer (Contoh: Seri LFL atau sejenisnya): Ini adalah “otak” elektronik utama burner. Jika komponen ini tersambar petir, korsleting, atau terkena fluktuasi tegangan listrik lapangan yang tidak stabil, seluruh burner akan mati total.
Air Pressure Switch: Sensor tekanan udara blower. Bertugas memastikan bahwa kipas fan benar-benar berputar meniupkan udara sebelum gas/solar disemprotkan.
Gas Pressure Switches (Low & High): Sensor tekanan gas pada gas train. Berfungsi memutus arus jika tekanan suplai gas dari regulator pusat terlalu rendah atau melonjak berbahaya.
Tabel Ringkasan Spare Part List untuk Admin Gudang
Berikut adalah format tabel HTML siap pakai untuk database gudang Anda, lengkap dengan rekomendasi jumlah minimum stok di lapangan (safety stock):
| No | Nama Komponen (Sesuai Katalog) | Fungsi Utama pada RLS 650 | Klasifikasi Risiko | Min. Stok Gudang |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Ignition Electrode (Elektroda Pemantik) | Pemicu percikan api awal pembakaran | Sangat Tinggi (Consumable) | 2 Pasang |
| 2 | Flame Scanner / UV Cell Sensor | Mendeteksi dan mengawasi keberadaan lidah api | Sangat Tinggi (Kritis) | 1 Pcs |
| 3 | Ignition Cable (Kabel Busi) | Menghantarkan arus tegangan tinggi ke elektroda | Tinggi (Wear & Tear) | 1 Set |
| 4 | Servo Motor Modulation | Menggerakkan mechanical cam pembagi udara/gas | Tinggi (Mekanikal) | 1 Unit |
| 5 | Air Pressure Switch | Memastikan pasokan udara blower normal sebelum firing | Sedang (Safety) | 1 Pcs |
| 6 | Gas Filter Element | Menyaring kotoran mikro pada jalur pipa gas train | Sedang (Perawatan berkala) | 2 Pcs |
| 7 | Main Control Box / Programmer (PLC/LFL) | Otak kendali sekuensial seluruh sistem burner | Sangat Tinggi (Elektrikal) | 1 Unit |
Tips Manajemen Stok Lapangan:
Pastikan area penyimpanan komponen elektrikal seperti Control Box dan Flame Scanner terlindung dari debu semen/batu halus khas lingkungan AMP serta bebas dari kelembapan tinggi, agar saat part tersebut hendak digunakan, kondisinya tetap prima 100%.
KESIMPULAN TEKNIS: Optimalisasi Sistem Burner pada (AMP)
Berdasarkan analisis perhitungan beban termal (thermal load), kurva unjuk kerja mekanis (firing rates), serta dinamika operasional di lapangan, sistem pembakaran (burner) merupakan penentu utama efisiensi biaya produksi harian sekaligus penjamin mutu aspal hotmix. Pemilihan teknologi burner yang tepat berdampak langsung pada daya saing operasional perusahaan di industri konstruksi jalan.
Berikut adalah 4 poin kesimpulan teknis utama:
- Korelasi Presisi Kapasitas (Matching Load):
Perhitungan kapasitas termal harus secara akurat memperhitungkan kadar air (moisture content) agregat batuan. dengan mengunakan Asphalt Mixing Plant kapasitas medium-besar (1000 TPH), diperlukan burner dengan batas atas daya termal yang aman seperti tipe RLS 650/M MX yang memiliki rentang kerja efektif hingga 5.750 kW pada kondisi uji standar. Kapasitas ini memastikan proses penguapan air di dalam rotary dryer berjalan instan tanpa memaksa burner bekerja di zona kritis (*overfiring*). - Keunggulan Modulasi Cam Mekanis (Mechanical Cam Modulation):
Sistem kontrol pembakaran yang menggunakan modulasi linear berbasis PID dan perangkat tuas mekanis jauh lebih unggul dibandingkan sistem konvensional Two-Stage (High/Low). - Fleksibilitas Energi & Konversi Bahan Bakar:
Penerapan sistem Dual Fuel (Gas dan Solar) memberikan ketahanan operasional tingkat tinggi bagi industri AMP di Indonesia. - Strategi Zero-Downtime Melalui Manajemen Suku Cadang:
Karakteristik lingkungan kerja AMP yang sarat akan debu batuan halus dan paparan panas ekstrem menuntut jadwal perawatan berkala yang ketat. . Langkah preventif ini meminimalkan risiko kerugian material akibat berhentinya rantai distribusi aspal ke proyek pengaspalan jalan tol atau nasional.
Rekomendasi Akhir:
Hal ini menjamin alat produksi tetap andal, hemat energi, dan senantiasa memenuhi regulasi ambang batas emisi lingkungan hidup di Indonesia.
PT Indira Mitra Boiler
Industrial Heating System Specialist
Office:Emerald Residence Sepatan Ruko 8i, Kosambi Tangerang
Phone: (021) 352 95874
WhatsApp : +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
Workshop : Tangerang – Indonesia
Website : www.indiramitraboiler.co.id
Website : www.burner.co.id
Email : info@indira.co.id | idmratman@gmail.com
YouTube : https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia
