R40 G3B Burner Diesel untuk Pyrolysis Plastik
Bejo Burner Diesel Oil untuk Destilasi Sampah Plastik Menjadi Solar B50
Burner diesel oil tipe R40 G3B merupakan salah satu burner industri yang banyak digunakan pada sistem boiler, thermal oil heater, oven industri, furnace, hingga reaktor destilasi sampah plastik menjadi bahan bakar solar B50. Burner ini terkenal memiliki sistem pembakaran stabil, spare part mudah ditemukan, konstruksi sederhana, dan biaya perawatan relatif rendah dibanding burner industri kapasitas besar lainnya.
Dalam aplikasi industri modern, kebutuhan burner yang mampu bekerja kontinyu dengan temperatur tinggi menjadi faktor penting. Oleh karena itu, burner R40 G3B banyak dipilih karena mampu menghasilkan pembakaran stabil, efisiensi bahan bakar cukup baik, serta mudah disetting sesuai kebutuhan lapangan.
Bejo Burner telah menggunakan dan memasang lebih dari 10 unit burner R40 G3B pada sistem destilasi sampah plastik menjadi solar B50. Penggunaan burner ini terbukti mampu membantu menjaga temperatur reaktor tetap stabil sehingga proses pyrolysis berjalan optimal dan menghasilkan bahan bakar lebih konsisten.
Mengenal Diesel Oil
Burner R40 G3B merupakan pressure jet oil burner yang menggunakan sistem atomisasi tekanan tinggi. Solar dipompa menuju nozzle menggunakan oil pump dengan tekanan tertentu sehingga berubah menjadi kabut halus dan mudah terbakar saat terkena percikan ignition electrode.
Sistem pembakaran model ini sangat umum digunakan pada industri karena menghasilkan nyala api lebih stabil dibanding pembakaran manual. Selain itu, sistem otomatis pada control box membuat burner mampu melakukan penyalaan dan pengamanan secara otomatis.
Spesifikasi Umum B
- Fuel : Diesel oil / light oil
- Kapasitas : sekitar 19 – 35 kW
- Supply listrik : 1 phase 220 – 230V
- Tekanan oil pump : 8 – 14 bar
- Ignition transformer : 8 kV
- Sistem pembakaran : pressure jet oil burner
- Aplikasi : boiler, oven, furnace, thermal oil heater, pyrolysis plastik
Komponen Utama Type G3B dan Fungsinya
1. Control Box Burner
Control box merupakan pusat kontrol utama burner. Komponen ini mengatur urutan kerja motor blower, ignition transformer, solenoid valve, serta flame sensor. Saat burner dinyalakan, control box akan memeriksa sistem keamanan sebelum membuka aliran bahan bakar.
Apabila control box mengalami kerusakan biasanya burner akan mengalami lockout, tidak mau menyala, atau mati mendadak setelah start.
2. Oil Pump atau Pompa Solar
Oil pump berfungsi menghisap solar dari tangki menuju nozzle dengan tekanan tertentu. Tekanan ini sangat penting karena mempengaruhi kualitas atomisasi bahan bakar.
Tekanan terlalu rendah menyebabkan api tidak stabil, sedangkan tekanan terlalu tinggi membuat konsumsi solar lebih boros dan nozzle cepat aus.
3. Solenoid Valve
Solenoid valve berfungsi membuka dan menutup aliran solar secara otomatis. Saat burner berhenti, valve akan menutup agar solar tidak terus keluar menuju nozzle.
4. Motors Burner
Pengerak burner digunakan untuk memutar blower fan dan oil pump secara bersamaan. Motor yang sehat akan menghasilkan putaran stabil dan suara halus.
5. Blower Fan atau Fan Wheel
Blower fan berfungsi mensuplai udara pembakaran menuju ruang api. Jumlah udara sangat mempengaruhi warna api dan efisiensi pembakaran.
Udara terlalu sedikit menyebabkan api merah dan berasap. Udara terlalu besar menyebabkan api mudah putus dan burner lockout.
6. Ignition Transformer
Ignition transformer menghasilkan tegangan tinggi sekitar 8 kV untuk menciptakan percikan api pada electrode ignition. Percikan ini digunakan untuk membakar kabut solar dari nozzle.
7. Electrode Ignition
Electrode ignition merupakan ujung pemantik api burner. Jarak electrode harus disetting dengan benar agar percikan api stabil dan mudah menyalakan burner.
8. Nozzle Holder
Nozzle holder berfungsi sebagai dudukan nozzle sekaligus jalur distribusi solar menuju ruang pembakaran.
9. Nozzle Burner
Nozzle merupakan komponen penting yang menentukan kapasitas api burner. Pemilihan ukuran nozzle harus disesuaikan dengan kapasitas ruang bakar dan kebutuhan panas.
Nozzle yang aus dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan konsumsi solar meningkat.
10. Flame Tube atau Blast Tube
Blast tube merupakan ruang awal pembakaran tempat bercampurnya udara dan kabut solar sebelum terbakar sempurna.
11. Photocell Flame Sensor
Photocell digunakan untuk mendeteksi keberadaan api. Jika sensor tidak membaca nyala api maka burner akan otomatis lockout sebagai sistem keamanan.
12. Flexible Oil Hose
Flexible hose digunakan untuk menyalurkan solar dari tangki menuju oil pump dan nozzle.
Aplikasi Burners pada Destilasi Sampah Plastik
Pada industri pyrolysis plastik, burner digunakan sebagai sumber panas utama untuk memanaskan reaktor destilasi. Temperatur tinggi dibutuhkan agar plastik dapat terurai menjadi uap minyak dan kemudian dikondensasikan menjadi bahan bakar solar B50.
Penggunaan burner otomatis jauh lebih stabil dibanding sistem pembakaran manual menggunakan kayu atau burner rakitan sederhana.
Keunggulan Burner pada Sistem Pyrolysis
- Temperatur lebih stabil
- Pembakaran lebih efisien
- Mudah dikontrol
- Operasi lebih aman
- Konsumsi bahan bakar lebih hemat
- Perawatan relatif mudah
- Spare part mudah ditemukan
Tantangan Burner pada Destilasi Plastik
Aplikasi burner pada destilasi sampah plastik memiliki tantangan lebih berat dibanding aplikasi boiler biasa.
1. Temperatur Operasi Tinggi
Reaktor pyrolysis bekerja pada temperatur tinggi sehingga burner harus mampu bekerja kontinyu dalam jangka panjang.
2. Lingkungan Banyak Karbon
Asap hasil pyrolysis sering mengandung karbon dan residu minyak yang dapat menyebabkan ruang blower lebih cepat kotor.
3. Operasi Nonstop
Banyak unit pyrolysis bekerja hingga 24 jam nonstop sehingga burner harus mendapatkan maintenance berkala agar tidak mudah rusak.
Cara Setting Burners G3B
Setting Tekanan Oil Pump
Tekanan pompa biasanya disetting pada angka 10 hingga 12 bar untuk aplikasi destilasi plastik.
Langkah Setting Pressure Pump
- Pasang pressure gauge pada oil pump.
- Nyalakan burner.
- Putar baut regulator pressure secara perlahan.
- Naikkan tekanan sesuai kebutuhan api.
- Perhatikan warna dan kestabilan nyala api.
Setting Air Damper
Air damper digunakan untuk mengatur jumlah udara pembakaran.
Ciri Setting Udara Terlalu Kecil
- Api merah
- Banyak asap hitam
- Kaca inspection cepat hitam
- Konsumsi solar meningkat
Ciri Setting Udara Terlalu Besar
- Api mudah putus
- Burner lockout
- Api terlalu tipis
- Pembakaran kurang stabil
Cara Perawatan Burner Diesel Oil
pengecekan Harian
- Cek suara motor burner
- Cek tekanan pompa
- Periksa kebocoran solar
- Perhatikan warna api
- Bersihkan area burner
pemantauan Mingguan
- Bersihkan nozzle
- Bersihkan photocell
- Periksa electrode ignition
- Cek filter solar
- Cek baut dan koneksi listrik
analisa Bulanan
- Bongkar blower fan
- Bersihkan kipas blower
- Periksa bearing motor
- Cek kondisi flexible hose
- Periksa ruang pembakaran
Pemecahan Masalah
Burner Tidak Mau Menyala
Penyebab
- Tidak ada solar
- Control box rusak
- Nozzle mampet
- Photocell kotor
- Ignition transformer rusak
Solusi
- Cek tangki solar
- Bersihkan nozzle
- Periksa spark ignition
- Bersihkan photocell
- Reset burner control
Burner Menyala Lalu Mati Lockout
Penyebab
- Api tidak terbaca photocell
- Tekanan solar drop
- Filter solar tersumbat
- Udara pembakaran tidak sesuai
Solusi
- Bersihkan flame sensor
- Ganti filter solar
- Setting ulang pressure pump
- Atur kembali air damper
Api Merah dan Berasap
Penyebab
- Udara kurang
- Nozzle aus
- Solar kotor
- Blower kotor
Solusi
- Tambahkan udara pembakaran
- Ganti nozzle
- Bersihkan blower
- Gunakan filter solar
Burner Berisik
Penyebab
- Bearing motor aus
- Kipas blower tidak balance
- Blower penuh karbon
Solusi
- Ganti bearing motor
- Balancing fan blower
- Bersihkan blower wheel
Studi Kasus Lapangan Bejo Burner
Kasus 1 – Burner Lockout Saat Distilasi Plastik
Salah satu unit pyrolysis mengalami masalah burner sering mati setelah operasi sekitar 20 menit. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan filter solar tersumbat residu bahan bakar B50 sehingga tekanan pompa turun drastis.
Perbaikan yang Dilakukan
- Mengganti filter solar
- Membersihkan jalur bahan bakar
- Flushing tangki solar
- Setting ulang tekanan pompa 11 bar
Setelah dilakukan perbaikan burner kembali normal dan mampu bekerja nonstop selama proses destilasi berlangsung.
Kasus 2 – Api Tidak Stabil
Pada salah satu unit destilasi ditemukan api kadang besar dan kadang kecil. Setelah dilakukan pembongkaran ternyata nozzle sudah aus akibat temperatur operasi tinggi.
Solusi
- Mengganti nozzle baru
- Membersihkan blast tube
- Setting ulang udara pembakaran
Hasilnya pembakaran menjadi lebih stabil dan konsumsi solar lebih hemat.
Kasus 3 – Burner Sulit Start Pagi Hari
Beberapa unit burner mengalami kesulitan start saat pagi hari karena terdapat udara palsu pada jalur solar sehingga pompa kehilangan tekanan awal.
Perbaikan
- Mengganti flexible hose
- Mengencangkan fitting solar
- Melakukan bleeding jalur solar
Setelah perbaikan burner kembali normal dan proses start lebih cepat.
Kelebihan Burning G3B untuk Industri
1. Spare Part Mudah Didapat
Komponen seperti nozzle, photocell, control box, oil pump, dan ignition transformer tersedia luas di pasaran.
2. Mudah Diservis
Konstruksi burner sederhana sehingga mudah diperbaiki teknisi lapangan.
3. Cocok untuk Operasi Kontinyu
Burner mampu bekerja dalam operasi panjang jika maintenance dilakukan dengan benar.
4. Efisiensi Pembakaran Baik
Dengan setting udara dan tekanan yang tepat, konsumsi solar dapat ditekan lebih hemat.
5. Cocok untuk Pyrolysis Plastik
Burner ini sangat cocok digunakan pada sistem destilasi sampah plastik karena nyala api stabil dan mudah dikontrol.
Kesimpulan
Burner R40 G3B diesel oil merupakan solusi pembakaran industri yang handal untuk berbagai aplikasi pemanas termasuk destilasi sampah plastik menjadi solar B50. Burner ini memiliki sistem kerja stabil, spare part mudah ditemukan, serta biaya maintenance relatif terjangkau.
Pengalaman Bejo Burner memasang lebih dari 10 unit burner pada sistem pyrolysis plastik membuktikan bahwa G3B mampu bekerja optimal pada temperatur tinggi dan operasi kontinyu.
Dengan setting tekanan yang tepat, maintenance berkala, pemilihan nozzle sesuai kapasitas, serta sistem bahan bakar yang bersih, burner dapat menghasilkan pembakaran efisien, aman, dan tahan lama untuk kebutuhan industri modern.
PT Indira Mitra Boiler
Industrial Heating System Specialist
Office:Emerald Residence Sepatan Ruko 8i, Kosambi Tangerang
Phone: (021) 352 95874
WhatsApp : +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
Workshop : Tangerang – Indonesia
Website : www.indiramitraboiler.co.id
Website : www.burner.co.id
Email : info@indira.co.id | idmratman@gmail.com
YouTube : https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

