Petunjuk Cara Mengoperasikan Burners dan Mesin Sirkulasi Panas Industri
MATERI TRAINING BURNER & TOH
Panduan Operasional, Pemeliharaan, dan Troubleshooting Sistem Thermal Industri.

Jasa Service Burner Industri Semua Merk
PT Indira Mitra Boiler melayani service burner, setting burner, troubleshooting boiler,
penggantian spare part burner, commissioning, overhaul burner, dan maintenance sistem pembakaran
untuk berbagai kebutuhan industri di Indonesia.
1. Deskripsi Sistem Boiler Industri
Boiler industri merupakan peralatan yang digunakan untuk menghasilkan uap (steam) atau air panas sebagai sumber energi proses produksi. Sistem boiler terdiri dari burner, ruang bakar, sistem perpipaan, kontrol tekanan, pompa feed water, safety valve, panel kontrol, serta berbagai instrumen pengaman lainnya. Apabila salah satu komponen mengalami gangguan, performa boiler dapat menurun dan berpotensi menyebabkan downtime produksi.
Masalah boiler industri yang paling sering terjadi antara lain burner gagal menyala, tekanan steam tidak stabil, konsumsi bahan bakar meningkat, flame failure, lockout burner, kebocoran pipa, kerusakan kontrol burner, hingga kerusakan pompa dan sistem kelistrikan. Oleh karena itu diperlukan inspeksi rutin, preventive maintenance, serta service burner secara berkala agar boiler tetap bekerja aman dan efisien.
Sistem Thermal Oil Heaters (TOH) adalah teknologi pemanas industri yang menggunakan oli khusus sebagai media pemindah panas (heat transfer fluid). Berbeda dengan boiler uap yang menghasilkan tekanan tinggi pada suhu tinggi, sistem TOH dapat beroperasi pada suhu tinggi (200°C – 300°C atau lebih) dengan tekanan kerja yang sangat rendah (hanya tekanan pompa sirkulasi). Burner berfungsi sebagai sumber panas utama, membakar bahan bakar (gas, solar, atau residu) secara efisien di dalam ruang bakar untuk memanaskan pipa koil yang dialiri thermal oil secara terus-menerus.
2. SOP (Standard Operating Procedure) Burner Thermal Oil Heater

Panduan Pengoperasian Burner Thermal Oil Heater
SOP start-up, operasi normal, monitoring temperatur, serta prosedur shutdown burner thermal oil heater untuk menjaga keamanan dan efisiensi sistem pemanas industri.
SOP (Standard Operating Procedure) burner thermal oil heater dibuat untuk memastikan sistem pemanas bekerja secara aman, efisien, dan memiliki umur operasional yang panjang. Prosedur ini harus dipahami oleh operator, teknisi maintenance, serta personel yang bertanggung jawab terhadap pengoperasian thermal oil heater di pabrik.
A. Prosedur Start-Up (Menyalakan Sistem)
- Pastikan level thermal oil dalam expansion tank berada pada posisi normal sesuai rekomendasi pabrikan.
- Periksa seluruh valve jalur thermal oil dalam posisi terbuka dan tidak terdapat kebocoran pada pipa maupun flange.
- Pastikan pompa sirkulasi thermal oil beroperasi normal sebelum burner dinyalakan.
- Periksa tekanan bahan bakar, tekanan gas (jika menggunakan gas burner), serta kondisi filter bahan bakar.
- Pastikan panel kontrol tidak menunjukkan alarm atau fault sebelum sistem dijalankan.
- Aktifkan pompa thermal oil dan biarkan sirkulasi berlangsung selama beberapa menit.
- Nyalakan burner melalui panel kontrol utama.
- Burner akan melakukan proses pre-purge untuk membersihkan ruang bakar sebelum ignition dimulai.
- Pastikan flame detector mendeteksi nyala api secara normal dan burner masuk ke mode operasi.
- Naikkan temperatur secara bertahap untuk menghindari thermal shock pada sistem.
B. Monitoring Selama Operasi
- Monitor temperatur thermal oil secara berkala.
- Periksa tekanan sistem dan tekanan bahan bakar.
- Pastikan flame burner stabil dan tidak terjadi flame failure.
- Periksa suara pompa sirkulasi dan motor burner.
- Pantau indikator alarm pada panel kontrol.
- Catat temperatur operasi harian untuk kebutuhan maintenance.
C. Prosedur Shutdown (Mematikan Sistem)
- Turunkan set point temperatur secara bertahap.
- Matikan burner melalui panel kontrol.
- Biarkan pompa thermal oil tetap beroperasi selama 15–30 menit untuk pendinginan sistem.
- Pastikan temperatur thermal oil turun ke level aman sebelum mematikan pompa sirkulasi.
- Matikan panel kontrol utama apabila sistem tidak digunakan dalam waktu lama.
- Lakukan inspeksi visual untuk memastikan tidak ada kebocoran atau gangguan setelah shutdown.
D. Tips Keselamatan Operasi Burner Thermal Oil Heater
- Jangan menyalakan burner tanpa sirkulasi thermal oil.
- Selalu lakukan inspeksi kebocoran sebelum start-up.
- Pastikan semua safety device berfungsi normal.
- Lakukan service burner secara berkala.
- Gunakan thermal oil sesuai spesifikasi desain sistem.
- Lakukan analisa kualitas thermal oil secara rutin.
PT Indira Mitra Boiler menyediakan layanan commissioning, SOP training operator, service burner, setting combustion, troubleshooting thermal oil heater, penggantian thermal oil, cleaning coil, serta penyediaan spare part burner dan thermal oil heater untuk berbagai kebutuhan industri di Indonesia.
PT Indira Mitra Boiler
Industrial Burner, Boiler & Thermal Oil Heater Engineering
WhatsApp: 0813-8866-6204
- Pemeriksaan Awal (Pre-Check)
- Pastikan level oli di expansion tank berada pada batas aman.
- Pastikan semua valve utama pada jalur sirkulasi inlet dan outlet heater terbuka penuh.
- Periksa tekanan suplai bahan bakar dan udara kompresor untuk atomisasi.
- Sirkulasi Awal
Hidupkan pompa sirkulasi utama dan biarkan oli mengalir tanpa api selama 10–15 menit. - Proses Purging
Fan burner melakukan pengembusan udara segar untuk membuang sisa gas yang mudah meledak. - Penyalaan Api (Ignition)
Burner memantik elektroda, menyalakan api pilot, mendeteksi api melalui sensor, lalu membuka katup bahan bakar utama. - Peningkatan Suhu Bertahap (Heating-Up)
Naikkan set point suhu secara bertahap (20°C–30°C per jam) untuk mencegah thermal shock.
Fluktuasi tajam dapat menandakan adanya air atau gas di dalam oli.
Vidio diatas Menjelaskan secar Rinci:
- Panduan Pengoperasian
- Tata Cara Pengoperasian Burner
- Langkah-Langkah Operasi
- Prosedur Menjalankan dan Mematikan TOH
- Panduan Operasi Aman Burner dan HTO
- Metode Pengoperasian Sistem Pemanas Industri
- Standar Pengoperasian Sistem Oil Heater
B. Prosedur Shut-Down (Mematikan Sistem)
- Matikan burner melalui tombol stop atau turunkan temperatur kontrol hingga api padam.
- Biarkan pompa sirkulasi tetap berjalan selama proses pendinginan.
- Pompa hanya boleh dimatikan jika suhu thermal oil telah turun di bawah 80°C.
pembentukan kerak karbon (cracking/sludge), dan mempercepat kebocoran pipa koil.
3. Program Maintenance (Perawatan Rutin)
| Frekuensi | Komponen Utama | Aktivitas Pemeliharaan |
|---|---|---|
| Harian | Sistem Log & Fisik |
|
| Mingguan | Burner & Safety Device |
|
| Bulanan | Sistem Pembakaran |
|
| Tahunan | Koil & Fluida Thermal |
|
4. Panduan Troubleshooting Cepat
A. Kegagalan pada Burner
Burner Gagal Memantik (Flame Failure / Lockout)
Penyebab: Elektroda kotor, insulator retak, photocell tertutup jelaga, atau suplai bahan bakar terganggu.
Solusi: Bersihkan elektroda, kalibrasi jarak, bersihkan photocell, dan periksa tekanan bahan bakar.
Keluar Asap Hitam / Efisiensi Menurun
Penyebab: Rasio udara dan bahan bakar tidak seimbang atau nozzle aus/kotor.
Solusi: Sesuaikan damper udara, bersihkan atau ganti nozzle.
B. Masalah pada Sistem Sirkulasi
Tekanan Pompa Naik-Turun Drastis
Penyebab: Kavitasi akibat kantong udara atau kandungan air dalam oli.
Solusi: Lakukan de-aeration melalui bypass expansion tank pada suhu sekitar 100°C.
Alarm Interlock “Low Flow”
Penyebab: Strainer tersumbat atau performa impeller pompa menurun.
Solusi: Matikan burner sesuai SOP, dinginkan sistem, lalu bersihkan strainer.
Suhu Oli Melonjak Terlalu Cepat (Overtemperature)
Penyebab: Kerak karbon pada koil atau laju aliran oli di bawah batas desain.
Solusi: Kurangi load burner, pastikan pompa bekerja normal, dan lakukan pengujian kualitas oli.
GOLDEN RULE KESELAMATAN (MANDATORI)
Jangan pernah memotong, menjumper, atau me-bypass sistem interlock keselamatan seperti Flow Switch, High Differential Pressure, atau High Temperature Limit Switch.
Jika sirkulasi oli berhenti sementara burner tetap menyala, pipa koil dapat pecah dalam hitungan menit dan memicu kebakaran hebat serta ledakan thermal.
Untuk sistem Burner & Thermal Heater, daftar spare part yang sebaiknya selalu tersedia (critical spare parts list) adalah:
1. Spare Part Burner (Prioritas Tinggi)
| Spare Part | Fungsi | Stok Minimum |
|---|---|---|
| Nozzle Burner | Pengabutan bahan bakar | 2–4 pcs |
| Elektroda Ignition | Pemantik api | 1 set |
| Ignition Transformer | Sumber tegangan tinggi pemantik | 1 unit |
| Photocell / Flame Sensor | Deteksi nyala api | 1–2 pcs |
| Solenoid Valve Fuel | Buka-tutup bahan bakar otomatis | 1 unit |
| Fuel Pump Burner | Pompa bahan bakar | 1 unit |
| Fuel Filter Element | Penyaring bahan bakar | 2–4 pcs |
| Damper Actuator | Pengatur udara pembakaran | 1 unit |
| Pressure Switch Air | Pengaman tekanan udara | 1 unit |
| Relay & Contactor Burner | Kontrol kelistrikan | 1 set |
2. Spare Part Pompa Sirkulasi
| Spare Part | Fungsi | Stok Minimum |
|---|---|---|
| Mechanical Seal | Mencegah kebocoran oli | 1–2 set |
| Bearing Pompa | Menopang poros pompa | 1 set |
| Coupling Element | Penghubung motor dan pompa | 1–2 set |
| Gasket Set | Seal sambungan | 1 set |
| Impeller | Komponen utama aliran pompa | 1 unit |
| Shaft Sleeve | Pelindung poros | 1 unit |
3. Spare Part Instrumentasi
| Spare Part | Fungsi | Stok Minimum |
|---|---|---|
| Pressure Gauge | Indikator tekanan | 1–2 pcs |
| Temperature Gauge | Indikator suhu | 1–2 pcs |
| Thermocouple / PT100 | Sensor suhu | 2 pcs |
| Flow Switch | Pengaman aliran oli | 1 unit |
| High Limit Thermostat | Pengaman suhu tinggi | 1 unit |
| Pressure Switch | Pengaman tekanan | 1 unit |
4. Spare Part Fan & Motor
| Spare Part | Fungsi | Stok Minimum |
|---|---|---|
| V-Belt | Penggerak fan | 1 set |
| Bearing Fan | Menopang putaran fan | 1 set |
| Motor Fan Burner | Penggerak blower | 1 unit |
| Motor Pompa Sirkulasi | Penggerak pompa | 1 unit (jika kritikal) |
5. Consumable & General Spare
| Spare Part | Stok |
|---|---|
| Gasket Sheet | 1 roll |
| Packing Graphite | 1 box |
| O-Ring Kit | 1 set |
| Thermal Oil Cadangan | 5–10% dari volume sistem |
| Filter Element | 2–4 set |
| Kabel Sensor | Sesuai kebutuhan |
| Fuse Control Panel | 1 box |
| Lampu Indikator Panel | 2–3 pcs |
Critical Spare yang Wajib Ada di Gudang
Jika anggaran terbatas, minimal sediakan:
- Nozzle Burner
- Elektroda Ignition
- Photocell / Flame Sensor
- Solenoid Valve Fuel
- Ignition Transformer
- Mechanical Seal Pompa
- Bearing Pompa
- Coupling Element
- Thermocouple / PT100
- Flow Switch
- V-Belt
- Fuel Filter Element
Studi Kasus Heat Transfer Oil Cap 1.000.000 kcal/jam dengan Dual Fuel Burner Gas dan Diesel Oil
OilS HeaterS (TOH) kapasitas 1.000.000 kcal/jam banyak digunakan pada industri makanan,tekstil, kimia, plywood, asphalt mixing plant, dan berbagai proses pemanasan industri lainnya.
Artikel ini membahas beberapa studi kasus nyata yang sering terjadi pada unit HTO dengan sistem pembakaran dual fuel (Gas Alam dan Diesel HSD).
Data Sistem
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Kapasitas Heater | 1.000.000 kcal/jam |
| Tipe Burner | Dual Fuel (Gas & Diesel Oil) |
| Suhu Operasi | 280°C |
| Suhu Return | 240°C |
| Thermal Oil | Synthetic Heat Transfer Fluid |
| Pompa Sirkulasi | 1 Duty + 1 Standby |
| Efisiensi Burner | 90% |
Kasus 1: Burner Lockout Saat Transfer dari Gas ke Diesel
Gejala
- Burner normal menggunakan gas.
- Saat berpindah ke diesel burner trip.
- Alarm Flame Failure muncul.
- Api menyala sesaat lalu padam.
Penyebab
- Filter solar kotor.
- Tekanan bahan bakar rendah.
- Nozzle tersumbat.
- Solenoid valve tidak membuka sempurna.
- Terdapat udara dalam jalur solar.
Solusi
- Ganti filter solar.
- Bleeding jalur solar.
- Bersihkan nozzle.
- Set ulang tekanan fuel pump.
Kasus 2: Temperatur Tidak Mencapai Set Point
Gejala
Set point 280°C namun temperatur aktual hanya mencapai 250°C walaupun burner bekerja penuh.
Analisa
- Kerak jelaga pada coil.
- Efisiensi pembakaran menurun.
- Thermal oil mengalami degradasi.
- Excess air terlalu tinggi.
Solusi
- Lakukan soot cleaning.
- Tuning burner.
- Cek kadar O₂ pada flue gas.
- Evaluasi kualitas thermal oil.
Kasus 3: Alarm Low Flow Aktif
Gejala
- Burner trip.
- Alarm Low Flow.
- Suhu thermal oil meningkat cepat.
Penyebab
- Strainer tersumbat.
- Impeller aus.
- Sludge dalam thermal oil.
- Kapasitas pompa menurun.
Tindakan
- Shutdown sesuai SOP.
- Bersihkan strainer.
- Sampling thermal oil.
- Periksa performa pompa.
Kasus 4: Konsumsi Solar Boros
Konsumsi normal sekitar 100 liter/jam meningkat menjadi 125 liter/jam dengan beban produksi yang sama.
Penyebab Umum
- Nozzle burner aus.
- Tekanan bahan bakar tidak stabil.
- Udara pembakaran berlebih.
- Damper tidak terkalibrasi.
Perbaikan
- Kalibrasi damper udara.
- Ganti nozzle burner.
- Cek fuel pressure regulator.
- Analisa gas buang.
Kasus 5: Thermal Over heating
Gejala
- Set point 280°C.
- Suhu aktual mencapai 320°C.
- Alarm High Temperature aktif.
Penyebab
- Flow thermal oil turun.
- Coupling pompa slip.
- RPM pompa berkurang.
Dampak
- Cracking thermal oil.
- Pembentukan sludge.
- Overheating coil.
- Kebocoran pipa heater.
Perhitungan Konsumsi Bahan Bakar
Konsumsi Gas Alam
Kebutuhan panas: 1.000.000 kcal/jam
Nilai kalor gas: 8.500 kcal/Nm³
Efisiensi burner: 90%
Konsumsi Gas ≈ 131 Nm³/jam
Konsumsi Solar (HSD)
Nilai kalor solar: 10.200 kcal/liter
Efisiensi burner: 90%
Konsumsi Solar ≈ 109 liter/jam
Critical Spare Parts yang Wajib Tersedia
Burner System
- Nozzle Diesel
- Ignition Electrode
- Ignition Transformer
- Photocell / UV Flame Detector
- Gas Solenoid Valve
- Diesel Solenoid Valve
- Gas Pressure Switch
- Air Pressure Switch
- Fuel Pump
TOH System
- Mechanical Seal
- Bearing Pompa
- Coupling Element
- Flow Switch
- Pressure Gauge
- Temperature Gauge
- PT100 / Thermocouple
Electrical
- Contactor
- Relay
- Fuse
- MCB
- PLC Module
Kesimpulan
Sebagian besar gangguan pada Heat Transfer Oil 1.000.000 kcal/jam berasal dari masalah burner,kualitas thermal oil, sirkulasi pompa, dan perawatan yang kurang optimal. Dengan program preventive maintenance yang baik serta ketersediaan spare part kritis, downtime produksi dapat ditekan secara signifikan.
Konsultasikan Kebutuhan Mesin Pemanas & Burner Anda
Tim engineer PT Indira Mitra Boiler siap membantu pemilihan unit,
troubleshooting, spare part, service, hingga upgrade sistem pemanas industri.
PT Indira Mitra Boiler
Industrial Heating System Specialist
📞 (021) 352 95874
📱 +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
