Panduan Operasional Burner dan Thermal Oil Heater Industri

standart Prosedur operating Burner thermal Oil Heater

Panduan Operasional Burner dan Thermal Oil Heater Industri

Petunjuk Cara Mengoperasikan  Burners dan Mesin Sirkulasi Panas Industri

MATERI TRAINING BURNER & TOH

Panduan Operasional, Pemeliharaan, dan Troubleshooting Sistem Thermal Industri.

masalah boiler industri

masalah boiler industri

1. Deskripsi Sistem

Sistem Thermal Oil Heaters  (TOH) adalah teknologi pemanas industri yang menggunakan oli khusus sebagai media pemindah panas (heat transfer fluid). Berbeda dengan boiler uap yang menghasilkan tekanan tinggi pada suhu tinggi, sistem TOH dapat beroperasi pada suhu tinggi (200°C – 300°C atau lebih) dengan tekanan kerja yang sangat rendah (hanya tekanan pompa sirkulasi). Burner berfungsi sebagai sumber panas utama, membakar bahan bakar (gas, solar, atau residu) secara efisien di dalam ruang bakar untuk memanaskan pipa koil yang dialiri thermal oil secara terus-menerus.

2. SOP (Standard Operating Procedure)

Panduan Pengoperasian Burner Thermal Oil Heater

Panduan Pengoperasian Burner mesin Pemanas

A. Prosedur Start-Up (Menyalakan Sistem)

  1. Pemeriksaan Awal (Pre-Check)
    • Pastikan level oli di expansion tank berada pada batas aman.
    • Pastikan semua valve utama pada jalur sirkulasi inlet dan outlet heater terbuka penuh.
    • Periksa tekanan suplai bahan bakar dan udara kompresor untuk atomisasi.
  2. Sirkulasi Awal
    Hidupkan pompa sirkulasi utama dan biarkan oli mengalir tanpa api selama 10–15 menit.
  3. Proses Purging
    Fan burner melakukan pengembusan udara segar untuk membuang sisa gas yang mudah meledak.
  4. Penyalaan Api (Ignition)
    Burner memantik elektroda, menyalakan api pilot, mendeteksi api melalui sensor, lalu membuka katup bahan bakar utama.
  5. Peningkatan Suhu Bertahap (Heating-Up)
    Naikkan set point suhu secara bertahap (20°C–30°C per jam) untuk mencegah thermal shock.
PENTING: Selama proses pemanasan awal, awasi tekanan pada pressure gauge pompa.
Fluktuasi tajam dapat menandakan adanya air atau gas di dalam oli.

Vidio diatas  Menjelaskan secar Rinci:

  • Panduan Pengoperasian
  • Tata Cara Pengoperasian Burner
  • Langkah-Langkah Operasi
  • Prosedur Menjalankan dan Mematikan TOH
  • Panduan Operasi Aman Burner dan HTO
  • Metode Pengoperasian Sistem Pemanas Industri
  • Standar Pengoperasian Sistem  Oil Heater

B. Prosedur Shut-Down (Mematikan Sistem)

  1. Matikan burner melalui tombol stop atau turunkan temperatur kontrol hingga api padam.
  2. Biarkan pompa sirkulasi tetap berjalan selama proses pendinginan.
  3. Pompa hanya boleh dimatikan jika suhu thermal oil telah turun di bawah 80°C.
KONSEKUENSI: Mematikan pompa saat ruang bakar masih panas dapat menyebabkan overheating lokal,
pembentukan kerak karbon (cracking/sludge), dan mempercepat kebocoran pipa koil.

3. Program Maintenance (Perawatan Rutin)

FrekuensiKomponen UtamaAktivitas Pemeliharaan
HarianSistem Log & Fisik
  • Catat suhu inlet/outlet heater.
  • Catat tekanan pompa dan bahan bakar.
  • Periksa kebocoran oli.
  • Periksa noise atau getaran abnormal.
MingguanBurner & Safety Device
  • Bersihkan lensa photocell.
  • Bersihkan strainer bahan bakar.
  • Uji fungsi interlock safety.
BulananSistem Pembakaran
  • Bersihkan nozzle dan elektroda.
  • Periksa jarak elektroda (3–4 mm).
  • Periksa v-belt dan alignment coupling pompa.
TahunanKoil & Fluida Thermal
  • Uji laboratorium thermal oil.
  • Lakukan soot cleaning pada pipa koil.
  • Lakukan Ultrasonic Test (UT) ketebalan pipa.

4. Panduan Troubleshooting Cepat

A. Kegagalan pada Burner

Burner Gagal Memantik (Flame Failure / Lockout)

Penyebab: Elektroda kotor, insulator retak, photocell tertutup jelaga, atau suplai bahan bakar terganggu.

Solusi: Bersihkan elektroda, kalibrasi jarak, bersihkan photocell, dan periksa tekanan bahan bakar.

Keluar Asap Hitam / Efisiensi Menurun

Penyebab: Rasio udara dan bahan bakar tidak seimbang atau nozzle aus/kotor.

Solusi: Sesuaikan damper udara, bersihkan atau ganti nozzle.

B. Masalah pada Sistem Sirkulasi

Tekanan Pompa Naik-Turun Drastis

Penyebab: Kavitasi akibat kantong udara atau kandungan air dalam oli.

Solusi: Lakukan de-aeration melalui bypass expansion tank pada suhu sekitar 100°C.

Alarm Interlock “Low Flow”

Penyebab: Strainer tersumbat atau performa impeller pompa menurun.

Solusi: Matikan burner sesuai SOP, dinginkan sistem, lalu bersihkan strainer.

Suhu Oli Melonjak Terlalu Cepat (Overtemperature)

Penyebab: Kerak karbon pada koil atau laju aliran oli di bawah batas desain.

Solusi: Kurangi load burner, pastikan pompa bekerja normal, dan lakukan pengujian kualitas oli.

GOLDEN RULE KESELAMATAN (MANDATORI)

Jangan pernah memotong, menjumper, atau me-bypass sistem interlock keselamatan seperti Flow Switch, High Differential Pressure, atau High Temperature Limit Switch.
Jika sirkulasi oli berhenti sementara burner tetap menyala, pipa koil dapat pecah dalam hitungan menit dan memicu kebakaran hebat serta ledakan thermal.

Untuk sistem Burner & Thermal  Heater, daftar spare part yang sebaiknya selalu tersedia (critical spare parts list) adalah:

1. Spare Part Burner (Prioritas Tinggi)

Spare PartFungsiStok Minimum
Nozzle BurnerPengabutan bahan bakar2–4 pcs
Elektroda IgnitionPemantik api1 set
Ignition TransformerSumber tegangan tinggi pemantik1 unit
Photocell / Flame SensorDeteksi nyala api1–2 pcs
Solenoid Valve FuelBuka-tutup bahan bakar otomatis1 unit
Fuel Pump BurnerPompa bahan bakar1 unit
Fuel Filter ElementPenyaring bahan bakar2–4 pcs
Damper ActuatorPengatur udara pembakaran1 unit
Pressure Switch AirPengaman tekanan udara1 unit
Relay & Contactor BurnerKontrol kelistrikan1 set

2. Spare Part Pompa Sirkulasi

Spare PartFungsiStok Minimum
Mechanical SealMencegah kebocoran oli1–2 set
Bearing PompaMenopang poros pompa1 set
Coupling ElementPenghubung motor dan pompa1–2 set
Gasket SetSeal sambungan1 set
ImpellerKomponen utama aliran pompa1 unit
Shaft SleevePelindung poros1 unit

3. Spare Part Instrumentasi

Spare PartFungsiStok Minimum
Pressure GaugeIndikator tekanan1–2 pcs
Temperature GaugeIndikator suhu1–2 pcs
Thermocouple / PT100Sensor suhu2 pcs
Flow SwitchPengaman aliran oli1 unit
High Limit ThermostatPengaman suhu tinggi1 unit
Pressure SwitchPengaman tekanan1 unit

4. Spare Part Fan & Motor

Spare PartFungsiStok Minimum
V-BeltPenggerak fan1 set
Bearing FanMenopang putaran fan1 set
Motor Fan BurnerPenggerak blower1 unit
Motor Pompa SirkulasiPenggerak pompa1 unit (jika kritikal)

5. Consumable & General Spare

Spare PartStok
Gasket Sheet1 roll
Packing Graphite1 box
O-Ring Kit1 set
Thermal Oil Cadangan5–10% dari volume sistem
Filter Element2–4 set
Kabel SensorSesuai kebutuhan
Fuse Control Panel1 box
Lampu Indikator Panel2–3 pcs

Critical Spare yang Wajib Ada di Gudang

Jika anggaran terbatas, minimal sediakan:

  1. Nozzle Burner
  2. Elektroda Ignition
  3. Photocell / Flame Sensor
  4. Solenoid Valve Fuel
  5. Ignition Transformer
  6. Mechanical Seal Pompa
  7. Bearing Pompa
  8. Coupling Element
  9. Thermocouple / PT100
  10. Flow Switch
  11. V-Belt
  12. Fuel Filter Element

 

Studi Kasus Heat Transfer Oil Cap 1.000.000 kcal/jam dengan Dual Fuel Burner Gas dan Diesel Oil

OilS HeaterS (TOH) kapasitas 1.000.000 kcal/jam banyak digunakan pada industri makanan,tekstil, kimia, plywood, asphalt mixing plant, dan berbagai proses pemanasan industri lainnya.
Artikel ini membahas beberapa studi kasus nyata yang sering terjadi pada unit HTO dengan sistem pembakaran dual fuel (Gas Alam dan Diesel HSD).

Data Sistem

ParameterNilai
Kapasitas Heater1.000.000 kcal/jam
Tipe BurnerDual Fuel (Gas & Diesel Oil)
Suhu Operasi280°C
Suhu Return240°C
Thermal OilSynthetic Heat Transfer Fluid
Pompa Sirkulasi1 Duty + 1 Standby
Efisiensi Burner90%

Kasus 1: Burner Lockout Saat Transfer dari Gas ke Diesel

Gejala

  • Burner normal menggunakan gas.
  • Saat berpindah ke diesel burner trip.
  • Alarm Flame Failure muncul.
  • Api menyala sesaat lalu padam.

Penyebab

  • Filter solar kotor.
  • Tekanan bahan bakar rendah.
  • Nozzle tersumbat.
  • Solenoid valve tidak membuka sempurna.
  • Terdapat udara dalam jalur solar.

Solusi

  • Ganti filter solar.
  • Bleeding jalur solar.
  • Bersihkan nozzle.
  • Set ulang tekanan fuel pump.

Kasus 2: Temperatur Tidak Mencapai Set Point

Gejala

Set point 280°C namun temperatur aktual hanya mencapai 250°C walaupun burner bekerja penuh.

Analisa

  • Kerak jelaga pada coil.
  • Efisiensi pembakaran menurun.
  • Thermal oil mengalami degradasi.
  • Excess air terlalu tinggi.

Solusi

  • Lakukan soot cleaning.
  • Tuning burner.
  • Cek kadar O₂ pada flue gas.
  • Evaluasi kualitas thermal oil.

Kasus 3: Alarm Low Flow Aktif

Gejala

  • Burner trip.
  • Alarm Low Flow.
  • Suhu thermal oil meningkat cepat.

Penyebab

  • Strainer tersumbat.
  • Impeller aus.
  • Sludge dalam thermal oil.
  • Kapasitas pompa menurun.

Tindakan

  • Shutdown sesuai SOP.
  • Bersihkan strainer.
  • Sampling thermal oil.
  • Periksa performa pompa.

Kasus 4: Konsumsi Solar Boros

Konsumsi normal sekitar 100 liter/jam meningkat menjadi 125 liter/jam dengan beban produksi yang sama.

Penyebab Umum

  • Nozzle burner aus.
  • Tekanan bahan bakar tidak stabil.
  • Udara pembakaran berlebih.
  • Damper tidak terkalibrasi.

Perbaikan

  • Kalibrasi damper udara.
  • Ganti nozzle burner.
  • Cek fuel pressure regulator.
  • Analisa gas buang.

Kasus 5: Thermal  Over heating

Gejala

  • Set point 280°C.
  • Suhu aktual mencapai 320°C.
  • Alarm High Temperature aktif.

Penyebab

  • Flow thermal oil turun.
  • Coupling pompa slip.
  • RPM pompa berkurang.

Dampak

  • Cracking thermal oil.
  • Pembentukan sludge.
  • Overheating coil.
  • Kebocoran pipa heater.

Perhitungan Konsumsi Bahan Bakar

Konsumsi Gas Alam

Kebutuhan panas: 1.000.000 kcal/jam
Nilai kalor gas: 8.500 kcal/Nm³
Efisiensi burner: 90%

Konsumsi Gas ≈ 131 Nm³/jam

Konsumsi Solar (HSD)

Nilai kalor solar: 10.200 kcal/liter
Efisiensi burner: 90%

Konsumsi Solar ≈ 109 liter/jam

 

Critical Spare Parts yang Wajib Tersedia

Burner System

  • Nozzle Diesel
  • Ignition Electrode
  • Ignition Transformer
  • Photocell / UV Flame Detector
  • Gas Solenoid Valve
  • Diesel Solenoid Valve
  • Gas Pressure Switch
  • Air Pressure Switch
  • Fuel Pump

TOH System

  • Mechanical Seal
  • Bearing Pompa
  • Coupling Element
  • Flow Switch
  • Pressure Gauge
  • Temperature Gauge
  • PT100 / Thermocouple

Electrical

  • Contactor
  • Relay
  • Fuse
  • MCB
  • PLC Module

Kesimpulan

Sebagian besar gangguan pada Heat Transfer Oil 1.000.000 kcal/jam berasal dari masalah burner,kualitas thermal oil, sirkulasi pompa, dan perawatan yang kurang optimal. Dengan program preventive maintenance yang baik serta ketersediaan spare part kritis, downtime produksi dapat ditekan secara signifikan.

Konsultasikan Kebutuhan Mesin Pemanas  & Burner Anda

Tim engineer PT Indira Mitra Boiler siap membantu pemilihan unit,
troubleshooting, spare part, service, hingga upgrade sistem pemanas industri.


Hubungi via WhatsApp

PT Indira Mitra Boiler
Industrial Heating System Specialist

📞 (021) 352 95874
📱 +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)

🌐 indiramitraboiler.co.id |
burner.co.id

 

 

Share the Post

About the Author