Perhitungan Burner BTN55GC Modulating untuk Rotary Dryer Tepung 1,5 Ton per Jam Menggunakan CNG

STUDI KASUS APLIKASI 2 UNIT BTN55GC MODULATING PADA ROTARY DRYER TEPUNG.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas tersusunnya studi teknis ini yang membahas aplikasi dua unit burner BTN55GC Modulating pada sistem Rotary Dryer untuk proses pengeringan tepung menggunakan bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG).

BTN55GC MODULLATING GAS BURNER PROGRESIF
BTN55GC MODULLATING GAS BURNER PROGRESIF

Dokumen ini disusun sebagai kajian teknis dan referensi engineering untuk mengevaluasi kesesuaian burner BTN55GC Modulating terhadap kebutuhan proses pengeringan tepung dengan kapasitas produksi 1.500 kg/jam, kadar air awal 32%, dan kadar air akhir 8%.

Dalam industri pengolahan tepung, stabilitas temperatur merupakan faktor yang sangat penting karena secara langsung mempengaruhi kualitas produk akhir. Temperatur yang terlalu tinggi dapat menyebabkan perubahan warna, penurunan kualitas produk, bahkan risiko terjadinya gosong. Sebaliknya, temperatur yang terlalu rendah dapat menyebabkan kadar air akhir tidak tercapai sehingga produk menjadi basah, menggumpal, dan memiliki umur simpan yang lebih pendek.

Penggunaan burner modulating menjadi solusi yang sangat relevan karena mampu menyesuaikan kapasitas pembakaran secara bertahap sesuai kebutuhan proses. Sistem ini berbeda dengan burner konvensional tipe On-Off maupun High-Low yang menghasilkan fluktuasi temperatur lebih besar dan berpotensi mempengaruhi kualitas produk.

Melalui studi ini dilakukan analisa terhadap kebutuhan panas proses, kapasitas burner, konsumsi bahan bakar CNG, konsumsi listrik, kemampuan modulasi, sistem kontrol temperatur, serta evaluasi teknis terhadap penerapan dua unit BTN55GC Modulating pada sistem Rotary Dryer yang terdiri dari dua unit Rotary Dryer dan satu unit Rotary Cooler.

Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pemilihan burner yang tepat, efisien, aman, dan mampu menghasilkan kualitas produk yang konsisten sesuai standar produksi yang diinginkan.

Penjelasan Video BEJO BTN55GC Progressive Modulating Gas Burner

Video BEJO BTN55GC Progressive Modulating Gas Burner memperlihatkan cara kerja burner gas industri tipe Progressive Modulating yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran yang stabil, efisien, dan mampu menyesuaikan kapasitas panas sesuai kebutuhan proses secara otomatis.

Pada video ditunjukkan bahwa burner BTN55GC menggunakan sistem modulasi progresif dimana output panas tidak hanya bekerja pada kondisi ON dan OFF, tetapi dapat bergerak secara bertahap dari kapasitas minimum hingga kapasitas maksimum sesuai sinyal kontrol temperatur yang diterima dari PID Temperature Controller.

Prinsip Kerja Burner

Saat sistem menerima perintah start, blower burner terlebih dahulu melakukan proses pre-purge untuk membersihkan ruang bakar dari sisa gas yang mungkin masih berada di dalam furnace atau ruang pembakaran.

Setelah proses purge selesai, ignition transformer akan menghasilkan percikan api pada ignition electrode. Pada saat yang sama pilot gas atau main gas valve mulai membuka sesuai urutan pengamanan burner management system.

Setelah nyala api terdeteksi oleh flame detector, burner masuk ke kondisi low fire dan selanjutnya servo motor modulating mulai mengatur posisi damper udara dan katup gas secara bertahap sesuai kebutuhan panas proses.

Sistem Progressive Modulating

Keunggulan utama BTN55GC terletak pada kemampuan progressive modulating yang memungkinkan kapasitas pembakaran berubah secara bertahap tanpa lonjakan panas yang besar.

Apabila temperatur proses turun dari set point, maka burner akan menaikkan firing rate secara perlahan. Sebaliknya apabila temperatur proses mendekati atau melebihi set point maka burner akan menurunkan firing rate secara otomatis.

Metode ini menghasilkan kontrol temperatur yang jauh lebih stabil dibandingkan burner tipe On-Off maupun High-Low Fire.

Komponen yang Umumnya Ditampilkan Dalam Video

KomponenFungsi
Blower MotorMenyuplai udara pembakaran
Burner HeadMencampur udara dan gas
Gas Valve TrainMengontrol aliran gas
Servo MotorMengatur posisi udara dan gas
Ignition TransformerMenghasilkan percikan api
Ignition ElectrodePenyalaan awal burner
Flame SensorMendeteksi keberadaan api
Pressure SwitchMonitoring tekanan udara dan gas
Burner ControllerMengatur urutan operasi burner

Keterkaitan Dengan Rotary Dryer Tepung

Pada aplikasi Rotary Dryer tepung, sistem Progressive Modulating sangat penting karena perubahan kadar air bahan baku akan menyebabkan perubahan kebutuhan panas. Dengan kemampuan modulasi yang dimiliki BTN55GC, temperatur udara pengering dapat dipertahankan lebih stabil sehingga kadar air produk akhir menjadi lebih konsisten.

Penggunaan burner modulating juga membantu mengurangi risiko produk menjadi basah akibat kekurangan panas maupun gosong akibat lonjakan temperatur yang terlalu tinggi.

Intisari

Video BEJO BTN55GC Progressive Modulating Gas Burner menjelaskan pengoperasian burner gas modulating yang mampu mengatur kapasitas pembakaran secara bertahap dari minimum fire hingga maximum fire menggunakan servo motor dan kontrol PID. Teknologi ini sangat sesuai digunakan pada Rotary Dryer tepung karena mampu menjaga kestabilan temperatur, meningkatkan kualitas produk, serta mengoptimalkan konsumsi bahan bakar CNG.

 

 

BURNER ROTARI DRYER SYSTEM
BURNER ROTARI DRYER SYSTEM

Kapasitas produksi 1.500 kg/jam dengan kadar air awal 32% dan kadar air akhir 8%.
Sistem terdiri dari 2 unit Rotary Dryer Ø950 mm x 7.500 mm dan 1 unit Rotary Cooler.
Sumber energi menggunakan CNG.
Masing-masing Rotary Dryer menggunakan 1 unit burner BTN55GC Modulating.

PERHITUNGAN KEBUTUHAN PANAS ROTARY DRYER TEPUNG MENGGUNAKAN 2 UNIT BTN55GC MODULATING

DATA PRODUKSI

ParameterNilai
Kapasitas Feed1.500 kg/jam
Kadar Air Awal32 %
Kadar Air Akhir8 %
Jumlah Rotary Dryer2 Unit
Diameter Drum950 mm
Panjang Drum7.500 mm
Bahan BakarCNG
Burner2 x BTN55GC Modulating

LANGKAH 1 – HITUNG BERAT PADATAN KERING

Feed = 1.500 kg/jam

Kadar air awal = 32 %

Padatan kering:

= 1.500 x (100% - 32%)

= 1.500 x 68%

= 1.020 kg/jam
ParameterNilai
Padatan Kering1.020 kg/jam

LANGKAH 2 – HITUNG PRODUK AKHIR

Kadar air akhir = 8 %

Produk Akhir

= 1.020 / (1 - 0,08)

= 1.108,7 kg/jam
ParameterNilai
Produk Akhir1.108,7 kg/jam

LANGKAH 3 – HITUNG AIR YANG DIUAPKAN

Kadar awal:

1.500 x 32%

= 480 kg/jam

Kadar akhir:

1.108,7 - 1.020

= 88,7 kg/jam

Air diuapkan:

480 - 88,7

= 391,3 kg/jam
ParameterNilai
Air Awal480 kg/jam
Air Akhir88,7 kg/jam
Air Diuapkan391,3 kg/jam

4 – KEBUTUHAN ENERGI PENGUAPAN

Untuk tepung pada rotary dryer umumnya digunakan:

1.100 sampai 1.300 kcal
per kg air diuapkan

Menggunakan angka desain:

1.200 kcal/kg air

Maka:

391,3 x 1.200

= 469.560 kcal/jam

Konversi ke kW:

469.560 / 860

= 546 kW
ParameterNilai
Kebutuhan Panas Teoritis546 kW

 5 – TAMBAHKAN FAKTOR KEHILANGAN PANAS

Kehilangan panas sistem industri biasanya:

15% sampai 25%

Menggunakan desain konservatif 20%

546 x 1,20

= 655 kW
ParameterNilai
Kebutuhan Panas Aktual655 kW

KONSUMSI LISTRIK

ItemPer Burner2 Burner
Daya Motor Blower0,42 kW0,84 kW
Servo Modulating0,02 kW0,04 kW
Controller dan Instrument0,03 kW0,06 kW
Total Operasi0,47 kW0,94 kW

 6 – CEK KAPASITAS BURNER

ItemKapasitas
BTN55GC Minimum101 kW
BTN55GC Maximum550 kW
Jumlah Burner2 Unit
Total Maximum1.100 kW

 7 – PERSENTASE BEBAN OPERASI

Load

= 655 / 1.100

= 59,5 %
ParameterNilai
Total Kapasitas Burner1.100 kW
Kebutuhan Sistem655 kW
Beban Operasi59,5 %

 8 – ESTIMASI KONSUMSI CNG

Nilai kalor CNG:

± 9,5 kWh/Nm3

Dengan efisiensi pembakaran 90%

Gas

= 655 / (9,5 x 0,90)

= 76,6 Nm3/jam
ParameterNilai
Konsumsi CNG76,6 Nm3/jam

OPERASI NORMAL MASING-MASING BURNER

ParameterNilai
Total Kebutuhan655 kW
Per Burner327,5 kW
Kapasitas Maximum Burner550 kW
Persentase Firing59,5 %

SIMULASI MODULASI

KondisiOutput Per BurnerTotal Output
Start Up150 kW300 kW
Produksi Ringan250 kW500 kW
Produksi Normal327 kW654 kW
Feed Basah Tinggi450 kW900 kW
Maximum Fire550 kW1.100 kW

Catalog bejo Burner 2 api BT40-bt55LR

Bejo Siemens Servo Motor SQM10-SQM20

KURVA BTN55GC
KURVA BTN55GC

Berdasarkan kurva BTN55GC yang Anda lampirkan, grafik tersebut sebenarnya adalah kurva kapasitas burner terhadap tekanan ruang bakar (back pressure / furnace pressure).

Cara membaca kurva BTN55GC

Sumbu horizontal:

  • kW = output panas burner
  • Nm³/h = konsumsi gas alam (Natural Gas)

Sumbu vertikal:

  • mbar = tekanan ruang bakar yang masih mampu diatasi burner

Data BTN55GC dari kurva

Pada titik maksimum:

ParameterNilai
Output maksimum±550 kW
Konsumsi NG±55 Nm³/jam
Tekanan furnace±0 mbar

Artinya:

Jika ruang bakar tidak memiliki tahanan (0 mbar), burner mampu mencapai sekitar 550 kW.

Pada tekanan furnace 3 mbar

Dari kurva terlihat:

TekananKapasitas
3 mbar±500 kW

Konsumsi gas:

≈ 50 Nm³/jam

 Tekanan furnace 5 mbar

TekananKapasitas
5 mbar±460 kW

Konsumsi gas:

≈ 46 Nm³/jam

 Tekanan furnace 7 mbar

TekananKapasitas
7 mbar±400 kW

Konsumsi gas:

≈ 40 Nm³/jam

Yang penting untuk Rotary Dryer Anda

Drum:

  • Diameter 950 mm
  • Panjang 7.5 meter

Biasanya tekanan negatif/positif di rotary dryer hanya:

LokasiTekanan
Inlet burner0.5 – 1.5 mbar
Dalam drum0 – 2 mbar
Exhaust cyclone-0.5 sampai -3 mbar

Jadi kemungkinan besar sistem Anda bekerja di:

1 sampai 2 mbar

Pada titik ini BTN55GC masih mampu menghasilkan:

TekananOutput
1 mbar±540 kW
2 mbar±520 kW

Jika menggunakan 2 unit BTN55GC

Maka:

ParameterNilai
Kapasitas minimum2 × 101 = 202 kW
Kapasitas maksimum2 × 550 = 1.100 kW
Operasi normal estimasi600 – 700 kW
Load burner55 – 65 %

Interpretasi Modulating

Untuk kondisi produksi aktual:

Misalnya kadar air feed naik.

PID akan membaca suhu outlet turun.

Maka servo burner akan bergerak:

250 kW
↓
300 kW
↓
350 kW
↓
400 kW

Bukan:

OFF
↓
550 kW
↓
OFF
↓
550 kW

Inilah keuntungan utama BTN55GC Modulating untuk tepung.

Api naik perlahan dan stabil sehingga:

  • kadar air akhir lebih konsisten
  • warna tepung lebih stabil
  • tidak terjadi shock temperature
  • risiko gosong jauh lebih kecil

Kesimpulan dari kurva

ItemHasil
Minimum Fire BTN55GC±101 kW
Maximum Fire BTN55GC±550 kW
Turndown Ratio±1 : 5,4
Konsumsi Gas Maximum±55 Nm³/jam per burner
2 Burner Maximum±110 Nm³/jam
Cocok untuk Rotary Dryer TepungYa
Cocok untuk Kontrol MoistureYa
Wajib PID + Servo ModulatingYa

Yang menarik, kurva pabrikan menunjukkan konsumsi gas maksimum sekitar 55 Nm³/jam per burner, sehingga 2 burner penuh hanya sekitar 110 Nm³/jam. Pada beban normal pengeringan Anda (sekitar 60% firing), konsumsi aktual kemungkinan berada di kisaran 60–70 Nm³/jam total, yang cukup dekat dengan hasil perhitungan proses sebelumnya.

KESIMPULAN ENGINEERING

EvaluasiStatus
Kapasitas BurnerMemenuhi
Margin CadanganSangat Aman
Kontrol Suhu TepungSangat Baik
Resiko Produk BasahRendah
Resiko Produk GosongRendah
Kesesuaian BTN55GC ModulatingSangat Direkomendasikan

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penggunaan 2 unit BTN55GC Modulating memberikan total kapasitas 1.100 kW, sedangkan kebutuhan aktual pengeringan sekitar 655 kW. Burner bekerja pada kisaran 60% kapasitas sehingga modulasi tetap lebar, temperatur lebih stabil, kualitas tepung lebih konsisten, serta tersedia cadangan kapasitas yang cukup ketika kadar air bahan baku meningkat.

 

Tujuan Penggunaan Burner Modulating

ParameterNon ModulatingBTN55GC Modulating
Kontrol suhuNaik turun drastisStabil dan bertahap
Kualitas tepungBerpotensi gosong atau basahLebih konsisten
Konsumsi gasLebih borosLebih hemat
Umur dryerThermal shock tinggiLebih panjang
Kadar air produkTidak seragamLebih seragam
Kualitas warna produkBerisiko berubahLebih stabil

Kesimpulan Studi Kasus

Untuk pengeringan tepung, burner modulating merupakan pilihan yang lebih aman dibanding burner 1-stage atau 2-stage.
Karena karakteristik tepung sangat sensitif terhadap perubahan temperatur, maka modulasi api yang halus sangat membantu menjaga kualitas produk.

STUDI BANDING

ParameterBTN55GC ModulatingBurner High-LowBurner On-Off
Range Daya101-550 kW275-550 kW550 kW tetap
Turndown Ratio± 1 : 5,4± 1 : 21 : 1
Kontrol MoistureSangat baikCukupBuruk
Efisiensi GasTinggiSedangRendah
Resiko Produk GosongRendahSedangTinggi
Resiko Produk BasahRendahSedangTinggi
Kesesuaian Untuk TepungSangat DirekomendasikanCukupTidak Direkomendasikan

KOMPONEN PER BURNER BTN55GC

NoKomponenFungsi
1Burner HeadPencampuran udara dan gas
2Blower MotorSuplai udara pembakaran
3Gas Valve TrainPengaman dan kontrol gas
4Main Gas ValveMembuka aliran gas utama
5Safety Shut Off ValveMenutup gas saat trip
6Gas Pressure SwitchMonitoring tekanan gas
7Air Pressure SwitchMonitoring tekanan udara
8Ignition TransformerPemantik api
9Ignition ElectrodeElektroda penyalaan
10Flame Sensor UVDeteksi nyala api
11Servo Motor ModulatingPengaturan rasio udara dan gas
12Burner Management ControllerUrutan operasi burner
13Temperature Controller PIDPengatur suhu dryer
14ContactorPenggerak motor
15MCB dan FuseProteksi listrik

SPARE PART YANG HARUS DISTOK

ItemQty Minimum
Ignition Electrode4 pcs
Flame Sensor UV2 pcs
Ignition Transformer2 pcs
Gas Pressure Switch2 pcs
Air Pressure Switch2 pcs
Contactor2 pcs
MCB2 pcs
Fuse20 pcs
Servo Motor Modulating1 pcs
Temperature Controller PID1 pcs
UV Scanner Cable1 set
Solenoid Valve Coil2 pcs
Motor Blower1 pcs

DIAGRAM PANEL CONTROL TANPA PLC

SUPPLY 380VAC
      │
      ▼
 MAIN MCCB
      │
      ▼
 EMERGENCY STOP
      │
      ▼
 CONTROL MCB
      │
      ▼
 SELECTOR AUTO MANUAL
      │
      ▼
 PID TEMPERATURE CONTROLLER
      │
      ▼
 MODULATING OUTPUT 4-20mA
      │
      ▼
 SERVO MOTOR MODULATING
      │
      ▼
 GAS AIR RATIO CONTROL


INTERLOCK CHAIN

LOW GAS SWITCH
      │
HIGH GAS SWITCH
      │
AIR PRESSURE SWITCH
      │
FLAME RELAY
      │
OVER TEMPERATURE
      │
SAFETY RELAY
      │
BURNER ENABLE


START SEQUENCE

START PB
      │
      ▼
 BLOWER MOTOR
      │
      ▼
 PRE PURGE
      │
      ▼
 IGNITION TRANSFORMER
      │
      ▼
 PILOT FLAME
      │
      ▼
 MAIN GAS VALVE
      │
      ▼
 FLAME PROVEN
      │
      ▼
 MODULATING RUN


TEMPERATURE CONTROL

SENSOR PT100
      │
      ▼
 PID CONTROLLER
      │
      ▼
 4-20mA SIGNAL
      │
      ▼
 SERVO MOTOR
      │
      ▼
 GAS VALVE POSITION
      │
      ▼
 FLAME OUTPUT 101-550 kW

STUDI KASUS APLIKASI 2 UNIT BTN55GC MODULATING PADA ROTARY DRYER TEPUNG

Latar Belakang

Sebuah industri pengolahan tepung berencana meningkatkan kualitas dan kestabilan proses pengeringan menggunakan sistem Rotary Dryer berbahan bakar CNG. Produk yang diproses memiliki kadar air awal relatif tinggi sehingga diperlukan sistem pembakaran yang mampu menjaga temperatur pengeringan secara stabil dan presisi.

Berdasarkan layout proses, sistem terdiri dari dua unit Rotary Dryer dan satu unit Rotary Cooler. Masing-masing Rotary Dryer dilengkapi satu unit burner BTN55GC Modulating yang berfungsi sebagai sumber energi panas utama.

Data Operasional

ParameterNilai
Jenis ProdukTepung
Kapasitas Feed1.500 kg/jam
Kadar Air Awal32 %
Kadar Air Akhir8 %
Jumlah Rotary Dryer2 Unit
Jumlah Rotary Cooler1 Unit
Diameter Drum Dryer950 mm
Panjang Drum Dryer7.500 mm
Jumlah Burner2 Unit BTN55GC
Bahan BakarCNG

Permasalahan yang Umum Terjadi

Pada sistem pengeringan tepung menggunakan burner konvensional tipe On-Off atau High-Low sering ditemukan beberapa permasalahan operasional seperti fluktuasi temperatur yang tinggi, kadar air produk yang tidak konsisten, terbentuknya produk yang terlalu kering pada sebagian area, serta masih tingginya kadar air pada sebagian produk lainnya.

Kondisi tersebut menyebabkan kualitas produk tidak seragam dan meningkatkan risiko penolakan produk oleh pelanggan.

Solusi yang Diterapkan

Untuk mengatasi permasalahan tersebut digunakan dua unit BTN55GC Modulating yang bekerja secara independen pada masing-masing Rotary Dryer. Sistem burner dikendalikan menggunakan PID Temperature Controller yang mengatur posisi servo motor modulating berdasarkan suhu aktual proses.

Ketika kadar air bahan baku meningkat, sistem akan secara otomatis menaikkan output burner secara bertahap. Sebaliknya ketika kadar air bahan baku menurun atau temperatur mulai meningkat, burner akan menurunkan output secara perlahan tanpa terjadi lonjakan temperatur yang signifikan.

Analisa Kapasitas Burner

ParameterNilai
Kapasitas Minimum BTN55GC101 kW
Kapasitas Maksimum BTN55GC550 kW
Jumlah Burner2 Unit
Total Kapasitas Maksimum1.100 kW
Kebutuhan Panas Sistem±655 kW
Beban Operasi Normal±60 %
Turndown Ratio±1 : 5,4

Keunggulan BTN55GC Modulating pada Pengeringan Tepung

AspekManfaat
Kontrol TemperaturLebih stabil dan presisi
Kualitas ProdukLebih seragam
Kadar Air AkhirLebih konsisten
Efisiensi Bahan BakarLebih hemat
Risiko Produk GosongSangat rendah
Risiko Produk BasahSangat rendah
Keandalan OperasionalTinggi
Umur PeralatanLebih panjang

Hasil Evaluasi

Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan panas, analisa kapasitas burner, evaluasi kurva performa BTN55GC, dan karakteristik proses pengeringan tepung, penggunaan dua unit BTN55GC Modulating dinilai sangat sesuai untuk aplikasi ini.

Total kapasitas burner sebesar 1.100 kW memberikan cadangan daya yang cukup untuk mengantisipasi perubahan kadar air bahan baku maupun peningkatan kapasitas produksi di masa mendatang. Pada kondisi operasi normal, burner bekerja pada kisaran 55% hingga 65% kapasitas sehingga sistem modulasi dapat bekerja optimal.

Dengan penerapan sistem modulating dan kontrol PID temperatur, kualitas tepung dapat dipertahankan secara konsisten, konsumsi CNG lebih efisien, serta risiko produk basah maupun gosong dapat diminimalkan secara signifikan.

Kesimpulan Studi Kasus

Penggunaan dua unit BTN55GC Modulating pada sistem Rotary Dryer tepung kapasitas 1.500 kg/jam merupakan solusi yang layak secara teknis, efisien secara operasional, dan aman untuk menjaga stabilitas proses pengeringan. Sistem ini mampu memberikan kontrol temperatur yang lebih baik dibandingkan burner konvensional sehingga sangat direkomendasikan untuk aplikasi pengeringan tepung yang membutuhkan kualitas produk yang konsisten.

REKOMENDASI AKHIR

Untuk kapasitas 1.500 kg/jam dengan moisture 32% menjadi 8%, penggunaan 2 unit BTN55GC Modulating merupakan konfigurasi yang layak dan aman.
Kontrol temperatur harus menggunakan PID Controller dan Servo Modulating aktif.
Konfigurasi ini jauh lebih cocok untuk pengeringan tepung dibanding burner High-Low atau On-Off karena mampu menjaga kestabilan kadar air akhir produk dan mencegah terjadinya tepung basah maupun gosong.

diganti dari BTN55GC (101–550 kW) menjadi BTN40GC (70–400 kW), maka kesimpulannya berubah cukup signifikan.

Berdasarkan katalog yang Anda upload sebelumnya:

ModelMin kWMax kWMotor
BTN40GC704000,37 kW
BTN55GC1015500,42 kW

STUDI KASUS BTN40GC VS BTN55GC

Data Aktual Dryer

ParameterNilai
Feed1.500 kg/jam
MC Awal32%
MC Akhir8%
Air diuapkan391 kg/jam
Rotary Dryer2 Unit
Diameter Drum950 mm
Panjang Drum7,5 m
FuelCNG

Kebutuhan Panas Aktual

Dari perhitungan massa dan energi:

ParameterNilai
Teoritis546 kW
Dengan Loss 20%655 kW
Design Safety700 kW

STUDI BANDING KAPASITAS

Jika menggunakan 2 x BTN40GC

ParameterNilai
Kapasitas per burner400 kW
Jumlah burner2
Total kapasitas800 kW
Beban aktual655 kW
Margin145 kW
Load burner82%

Jika menggunakan 2 x BTN55GC

ParameterNilai
Kapasitas per burner550 kW
Jumlah burner2
Total kapasitas1100 kW
Beban aktual655 kW
Margin445 kW
Load burner60%

PENGARUH PRESSURE DRUM

Ini bagian yang sering terlewat.

Kurva katalog burner berlaku pada:

Furnace Back Pressure
bukan udara bebas.

Rotary Dryer 950 mm x 7.500 mm

Biasanya:

LokasiPressure
Burner throat+0,5 sampai +1 mbar
Dalam drum+1 sampai +2 mbar
Cyclone-1 sampai -3 mbar
Bag Filter-2 sampai -6 mbar

Jika tekanan ruang bakar naik:

Kapasitas burner turun.

BTN40GC

Dari kurva tipikal:

Furnace PressureOutput
0 mbar400 kW
2 mbar380 kW
3 mbar360 kW
5 mbar330 kW

BTN55GC

Furnace PressureOutput
0 mbar550 kW
2 mbar520 kW
3 mbar500 kW
5 mbar460 kW

KAPASITAS AKTUAL DI ROTARY DRYER

Asumsi pressure operasi:

2 mbar

2 x BTN40GC

ItemNilai
Output aktual380 kW
Jumlah burner2
Total760 kW

Margin tinggal:

760 - 655 = 105 kW

Hanya sekitar 16%.

2 x BTN55GC

ItemNilai
Output aktual520 kW
Jumlah burner2
Total1040 kW

Margin:

1040 - 655 = 385 kW

TURNDOWN MODULATING

BTN40GC

ParameterNilai
Min Fire70 kW
Max Fire400 kW
Turndown1 : 5

BTN55GC

ParameterNilai
Min Fire101 kW
Max Fire550 kW
Turndown1 : 5,4

Secara modulasi:

BTN40GC sedikit lebih lebar.

KONSUMSI LISTRIK

BTN40GC

ItemPer Burner
Motor0,37 kW

Total:

0,74 kW

BTN55GC

ItemPer Burner
Motor0,42 kW

Total:

0,84 kW

Perbedaan listrik hampir tidak signifikan.

KONSUMSI CNG

Pada kebutuhan aktual:

655 kW

Dengan efisiensi 90%

CNG ≈ 76 - 78 Nm³/jam

Baik BTN40GC maupun BTN55GC akan mengonsumsi gas yang hampir sama pada beban yang sama.

Yang berbeda adalah:

  • BTN40GC bekerja sekitar 80–85% load.
  • BTN55GC bekerja sekitar 55–65% load.

TABEL EVALUASI ENGINEERING

ParameterBTN40GCBTN55GC
Kapasitas Maksimum800 kW1100 kW
Kapasitas Aktual @2mbar760 kW1040 kW
Kebutuhan Dryer655 kW655 kW
Margin Daya105 kW385 kW
Load Operasi82%60%
Risiko Kekurangan PanasSedangRendah
Cadangan MC TinggiTerbatasSangat Baik
Kualitas Kontrol MoistureBaikSangat Baik
Efisiensi GasBaikBaik
Kemampuan Upgrade KapasitasRendahTinggi
RekomendasiBisa DipakaiLebih Direkomendasikan

Kesimpulan Teknik

Untuk kapasitas aktual 1.500 kg/jam, MC 32% menjadi 8%, drum Ø950 × 7.500 mm, 2 dryer dan 2 burner, maka:

  • 2 × BTN40GC masih bisa digunakan, tetapi sudah mendekati batas kapasitas ketika pressure drum, fouling cyclone, perubahan MC bahan baku, atau penurunan tekanan CNG terjadi.
  • 2 × BTN55GC lebih aman, terutama untuk menjaga temperatur stabil saat moisture bahan baku naik dan saat operasi jangka panjang.
  • Jika target utama adalah menghindari tepung basah atau gosong, maka faktor paling penting tetap burner modulating + PID temperature control + pressure balance exhaust fan, bukan sekadar ukuran burner. Untuk aplikasi tepung, BTN55GC memberi ruang modulasi dan cadangan panas yang lebih nyaman secara engineering.

PT Indira Mitra Boiler
Industrial Heating System Specialist
Office:Emerald Residence Sepatan Ruko 8i, Kosambi Tangerang
Phone: (021) 352 95874
WhatsApp : +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
Workshop : Tangerang – Indonesia
Website : www.indiramitraboiler.co.id
Website : www.burner.co.id
Email : info@indira.co.id | idmratman@gmail.com
YouTube : https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top