Menghitung Kebutuhan Burner Rotary Dryer Pakan Ternak Beserta Konsumsi Bahan Bakar

Perhitungan Rotary Dryer Pakan Ternak 5–6 Ton/Jam

Rotary Dryer Pakan Ternak Kapasitas 5000kg–6000 kg

Rotary Dryer Pakan Ternak Ø1,5 × 23 meter merupakan sistem pengering industri berkapasitas 5–6 ton/jam yang dirancang untuk menurunkan kadar air bahan baku dari 35–40% menjadi 10–15% secara cepat dan efisien. Menggunakan furnace burner berbahan bakar solar, gas alam (LPG/CNG/LNG), atau oli bekas, sistem ini menghasilkan distribusi panas yang merata sehingga kualitas produk lebih stabil, hemat energi, dan biaya operasional lebih rendah.

Video Burner RS100 untuk Rotary Dryer Pakan Ternak

Video berikut menampilkan Bejo Burner RS100 yang digunakan sebagai sumber panas pada rotary dryer pakan ternak. Dalam video dijelaskan cara kerja burner dua tahap (two-stage progressive), proses penyalaan otomatis, pengaturan udara dan gas, serta pembentukan nyala api yang stabil untuk menghasilkan udara panas secara efisien.

Burner RS100 memiliki kapasitas 698–1.163 kW (sekitar 600.000–1.000.000 kcal/jam), sehingga cocok digunakan pada rotary dryer industri untuk pengeringan bahan baku pakan ternak seperti jagung, dedak, bungkil kedelai, DDGS, dan bahan baku feed mill lainnya. Kapasitas tersebut sesuai untuk aplikasi pengering industri menengah hingga besa

Rotary Furnace Dryer Burner Pakan Ternak kapasitas 5–6 ton per jam menggunakan burner solar, gas dan oli bekas.
Rotary Dryer Pakan Ternak Ø1,5 × 23 meter kapasitas 5–6 ton/jam menggunakan furnace burner dengan pilihan bahan bakar solar, gas alam (LPG/CNG/LNG), maupun oli bekas.

Artikel ini membahas perhitungan kebutuhan panas, kapasitas blower, kecepatan putaran drum,konsumsi bahan bakar gas, solar dan oli bekas, estimasi investasi, serta analisis balik modal untuk rotary dryer pakan ternak berukuran diameter 1,5 meter dan panjang 23 meter.

1. Data Dasar Rotary Dryer

Kapasitas 5–6 ton/jam dalam perhitungan ini diasumsikan sebagai kapasitas material basah yang masuk ke dalam rotary dryer.

Parameter

Minimum

Nominal

Maksimum

Kapasitas material masuk5.000 kg/jam5.500 kg/jam6.000 kg/jam
Kadar air awal, wet basis35%37,5%40%
Kadar air akhir, wet basis15%12,5%10%
Suhu bahan masuk30°C30°C30°C
Suhu produk keluar70–80°C80°C80°C
Suhu udara panas masuk250°C300°C350°C
Suhu gas keluar dryer80°C100°C120°C
Diameter drum1,5 meter
Panjang drum23 meter

Perhitungan kebutuhan burner rotary dryer pakan ternak menggunakan Bejo RS100 meliputi neraca massa (mass balance), heat balance, kebutuhan panas, konversi kcal per jam ke kW, evaluasi kapasitas burner RS100, konsumsi gas alam, tabel engineering, rumus fisika, dan rekomendasi desain rotary dryer diameter 1,5 meter panjang 23 meter kapasitas 5–6 ton per jam.

Gambar Diagram engineering perhitungan kebutuhan burner Bejo RS100 untuk rotary dryer pakan ternak kapasitas 5–6 ton/jam, meliputi mass balance, heat balance, kebutuhan panas, evaluasi burner, konsumsi gas alam, serta rekomendasi desain berdasarkan perhitungan teknik.

Infografik engineering yang menjelaskan perhitungan kebutuhan burner Bejo RS100 untuk rotary dryer pakan ternak Ø1,5 × 23 meter, meliputi neraca massa, kebutuhan panas, konversi energi, evaluasi kapasitas burner, dan estimasi konsumsi gas alam.

BERIKUT DATA CATALOG -BEJO BURNER TYPE RS.34 -190. CATALOG PDF

Spesifikasi Bejo RS100 Two Stage Progressive Gas Burner

Bejo RS100 merupakan burner gas industri dua tahap (Two Stage Progressive Gas Burner) yang dirancang untuk aplikasi pemanasan skala menengah hingga besar. Burner ini menggunakan sistem pembakaran monoblock dengan kontrol otomatis penuh sehingga mampu menghasilkan nyala api yang stabil, efisiensi pembakaran tinggi, dan emisi yang rendah. Dengan kapasitas 232–1.163 kW, Bejo RS100 sangat cocok digunakan pada steam boiler, hot water boiler, thermal oil heater, rotary dryer, oven industri, furnace, incinerator, dan berbagai proses pemanasan industri lainnya.

BEJO Burner RS100 progressive two stage untuk rotary dryer pakan ternak
BEJO Burner RS100 progressive two stage untuk sistem rotary dryer pakan ternak.

Kapasitas Burner Bejo RS100

Parameter

Nilai

Tipe BurnerTwo Stage Progressive Gas Burner
ModelBejo RS100
Kapasitas Minimum232 kW
Kapasitas Tahap Pertama698 kW
Kapasitas Maksimum1.163 kW
Setara kcal/jam±200.000 – 1.000.000 kcal/jam
Estimasi Konsumsi Gas Alam23 – 116 Nm³/jam

Rentang kapasitas yang luas memungkinkan burner beroperasi secara efisien sesuai kebutuhan beban panas proses sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat dibandingkan burner dengan kapasitas tetap.

Sistem Pembakaran Two Stage Progressive

Bejo RS100 menggunakan sistem Two Stage Progressive, yaitu pembakaran dua tahap dengan pengaturan kapasitas secara bertahap menggunakan servomotor. Sistem ini memberikan beberapa keuntungan, antara lain:

  • Start-up lebih halus dan aman.
  • Nyala api lebih stabil.
  • Mengurangi fluktuasi temperatur proses.
  • Menghemat konsumsi gas.
  • Mengurangi frekuensi start-stop burner.
  • Memperpanjang umur komponen burner.

Konstruksi Monoblock Berkualitas Industri

Burner Bejo RS100 menggunakan desain monoblock forced draught, yaitu seluruh komponen utama seperti blower udara, combustion head, sistem kontrol, dan gas train terintegrasi dalam satu unit yang ringkas. Desain ini mempermudah proses instalasi, perawatan, dan pengoperasian.

Blower Udara Berperforma Tinggi

Bejo RS100 dilengkapi high performance fan dengan impeller efisiensi tinggi yang mampu menghasilkan suplai udara pembakaran secara stabil pada seluruh rentang kapasitas burner.

Keunggulannya meliputi:

  • Distribusi udara lebih merata.
  • Pembakaran lebih sempurna.
  • Efisiensi termal lebih tinggi.
  • Emisi CO lebih rendah.
  • Kebisingan lebih rendah berkat material peredam suara pada saluran udara.

Air Damper dengan Servomotor Otomatis

Pengaturan udara pembakaran dilakukan menggunakan air damper yang dikendalikan oleh servomotor dengan variable cam. Sistem ini menjaga rasio udara dan bahan bakar tetap optimal pada setiap tahap pembakaran sehingga menghasilkan efisiensi tinggi dan nyala api yang stabil.

Combustion Head Presisi Tinggi

Combustion head Bejo RS100 dapat disesuaikan sesuai kebutuhan kapasitas panas sehingga memberikan fleksibilitas pada berbagai jenis ruang bakar.

Komponen combustion head terdiri dari:

  • Stainless steel end cone tahan temperatur tinggi.
  • Ignition electrode.
  • Ionisation probe.
  • Gas distributor.
  • Flame stability disk.

Kombinasi komponen tersebut menghasilkan pencampuran udara dan gas yang optimal sehingga pembakaran lebih sempurna.

Sistem Pendingin Housing (HCS)

Bejo RS100 dilengkapi Housing Cooling System (HCS) yang dirancang untuk menjaga suhu ruang komponen listrik tetap rendah.

Keunggulannya meliputi:

  • Mengurangi perpindahan panas ke panel listrik.
  • Memperpanjang umur komponen elektronik.
  • Meningkatkan keandalan burner pada operasi kontinu.
  • Menjaga stabilitas sistem kontrol.

Sistem Keamanan Lengkap

Untuk menjamin keamanan operasi, burner dilengkapi berbagai perangkat proteksi, antara lain:

  • Air Pressure Switch untuk mendeteksi tekanan udara minimum.
  • Flame Detection menggunakan Ionisation Probe.
  • Microprocessor Burner Safety Control.
  • Automatic Flame Failure Protection.
  • Diagnosis kesalahan secara otomatis.
  • Proteksi terhadap gangguan listrik.

Jika tekanan udara atau nyala api tidak sesuai standar, burner akan berhenti secara otomatis untuk mencegah kegagalan pembakaran.

Panel Kontrol Digital

Bejo RS100 menggunakan microprocessor burner control yang mampu:

  • Mengontrol seluruh urutan pembakaran secara otomatis.
  • Menampilkan diagnosis kesalahan.
  • Mengontrol ignition sequence.
  • Mengatur perpindahan tahap pembakaran.
  • Mempermudah proses troubleshooting.

Kemudahan Instalasi dan Maintenance

Desain burner dibuat agar mudah dipasang maupun dirawat.

Fitur yang tersedia meliputi:

  • Slide bars untuk memudahkan membuka burner saat servis.
  • Flame inspection window untuk inspeksi visual nyala api.
  • Plug and socket electrical connection.
  • Burner On-Off Selector.
  • Manual First-Second Stage Switch.
  • Protection Filter terhadap gangguan radio.

Perlengkapan Standar

Setiap unit Bejo RS100 dilengkapi dengan:

  • Gas train flange.
  • Flange gasket.
  • Baut pemasangan flange.
  • Thermal screen.
  • Baut pemasangan burner.
  • Buku manual instalasi dan pengoperasian.
  • Spare parts catalogue.

Aplikasi Burner Bejo RS100

Dengan kapasitas 232–1.163 kW, Bejo RS100 banyak digunakan pada berbagai aplikasi industri, antara lain:

  • Steam Boiler
  • Hot Water Boiler
  • Thermal Oil Heater
  • Rotary Dryer
  • Spray Dryer
  • Oven Pengering
  • Furnace Industri
  • Heat Exchanger
  • Asphalt Mixing Plant
  • Incinerator
  • Industri Makanan dan Minuman
  • Industri Kimia
  • Industri Tekstil
  • Industri Farmasi
  • Industri Kelapa Sawit
  • Industri Pakan Ternak

Keunggulan Bejo RS100

  • Kapasitas pembakaran 232–1.163 kW.
  • Sistem Two Stage Progressive yang hemat energi.
  • Pembakaran stabil dengan efisiensi tinggi.
  • Emisi gas buang rendah.
  • Kontrol otomatis berbasis mikroprosesor.
  • Komponen tahan temperatur tinggi.
  • Sistem pendingin housing (HCS).
  • Instalasi dan perawatan lebih mudah.
  • Cocok untuk operasi industri 24 jam.
  • Kompatibel dengan berbagai jenis boiler dan sistem pemanas industri.

Bejo RS100 merupakan pilihan ideal bagi industri yang membutuhkan burner gas berkapasitas menengah hingga besar dengan performa tinggi, efisiensi bahan bakar yang baik, serta sistem kontrol modern untuk menjaga proses pemanasan tetap stabil dan andal.

Data Kelistrikan Burner RS 100

ParameterNilai
Tegangan listrik230 V AC ±10%
Frekuensi50 Hz
Fasa3 Phase
Daya motor1.500 W (1,5 kW)
Putaran motor2.800 rpm
Arus motor5,9 A (220 V) / 3,4 A (380–415 V)
Konsumsi listrik maksimum1.800 W (1,8 kW)
Trafo pengapian230 V – 1 × 8 kV

Apa arti “Electrical Power Consumption Max 1800 W”?

Angka 1800 W merupakan konsumsi listrik maksimum seluruh burner, bukan hanya motor.

Total tersebut meliputi:

  • Motor blower 1.500 W
  • Ignition transformer (trafo pengapian)
  • Servo damper
  • Control box
  • Solenoid valve gas
  • Relay dan sistem kontrol

Sehingga saat seluruh komponen bekerja bersamaan, konsumsi listrik mencapai sekitar 1,8 kW.

Konsumsi Saat Start

Saat burner pertama kali menyala:

  • Motor blower bekerja penuh.
  • Trafo ignition menghasilkan tegangan tinggi 8 kV untuk percikan api.
  • Katup gas membuka.
  • Flame detector mulai membaca api.

Pada beberapa detik pertama, konsumsi listrik mendekati 1,8 kW.

Konsumsi Saat Burner Sudah Menyala Stabil

Setelah api stabil:

  • Trafo ignition otomatis berhenti bekerja.
  • Yang tetap menggunakan listrik adalah:
    • motor blower,
    • servo udara,
    • panel kontrol.

Konsumsi aktual biasanya berada di kisaran:

1,5–1,6 kW

Perhitungan Energi

Misalnya burner beroperasi terus selama 8 jam.

Energi listrik:

1,8 kW × 8 jam = 14,4 kWh

Jika tarif listrik industri Rp1.700/kWh:

14,4 × 1.700 = Rp24.480 per hari

Jika beroperasi 24 jam:

1,8 × 24 = 43,2 kWh/hari

Biaya listrik:

43,2 × Rp1.700 ≈ Rp73.440 per hari

Dibandingkan dengan Energi Gas

RS100 memiliki kapasitas panas:

  • 698–1163 kW
  • atau 600–1000 Mcal/jam

Sedangkan konsumsi listrik hanya:

  • 1,8 kW

Jadi hampir seluruh energi yang dihasilkan burner berasal dari bahan bakar gas, sedangkan listrik hanya digunakan untuk menggerakkan blower dan sistem kontrol.

Kesimpulan

  • Motor blower: 1,5 kW (2.800 rpm)
  • Konsumsi listrik maksimum burner: 1,8 kW
  • Arus listrik: 5,9 A (220 V) atau 3,4 A (380–415 V)
  • Supply: 230 V, 50 Hz, 3 phase
  • Trafo pengapian: 230 V, 8 kV
  • Saat operasi normal, konsumsi listrik umumnya sekitar 1,5–1,6 kW, sedangkan 1,8 kW adalah nilai maksimum ketika semua komponen bekerja.

Studi Kasus: Burner RS100 untuk Rotary Dryer Pakan Ternak Kapasitas 5–6 Ton/Jam

Pendahuluan

Pada industri feed mill, rotary dryer berfungsi mengurangi kadar air bahan baku seperti jagung, dedak, bungkil kedelai, DDGS, pollard, dan bahan baku pakan lainnya agar memenuhi standar penyimpanan serta menjaga kualitas nutrisi. Temperatur pengeringan umumnya dijaga lebih rendah dibanding aplikasi mineral atau pupuk untuk menghindari kerusakan protein, vitamin, dan perubahan warna produk.

Untuk kapasitas sekitar 5–6 ton/jam, salah satu burner yang sesuai adalah Bejo Burner RS100 Two Stage Progressive dengan kapasitas 698–1.163 kW atau sekitar 600.000–1.000.000 kcal/jam.

Data Proyek

ParameterNilai
ProdukBahan baku pakan ternak
Kapasitas5–6 ton/jam
Rotary DryerØ1.500 × 23.000 mm
FuelNatural Gas / CNG
BurnerBejo RS100 Progressive
Kapasitas Burner698–1.163 kW
Output Panas600.000–1.000.000 kcal/jam
KontrolTwo Stage Progressive
Target MoistureDisesuaikan spesifikasi produk

Permasalahan yang Dihadapi

Sebelum menggunakan burner RS100, beberapa masalah umum pada rotary dryer pakan ternak adalah:

  • kadar air produk tidak seragam
  • konsumsi gas tinggi
  • temperatur inlet sering naik-turun
  • sebagian produk terlalu kering
  • sebagian masih lembap
  • burner sering ON-OFF sehingga mempercepat keausan komponen

Sistem two-stage progressive mengurangi fluktuasi tersebut dengan mengatur keluaran panas secara bertahap sehingga temperatur lebih stabil.

Analisis Kebutuhan Panas

Dari perhitungan beban panas untuk rotary dryer Ø1,5 × 23 m dengan kapasitas 5–6 ton/jam, kebutuhan panas berada pada kisaran:

ParameterNilai
Heat Load2.500–3.000 kW
Setara2.150.000–2.580.000 kcal/jam

Dalam konfigurasi multi-burner, RS100 dapat digunakan sebagai salah satu sumber panas yang bekerja bergantian atau paralel sesuai desain sistem.

Mengapa Memilih RS100?

RS100 memiliki rentang modulasi yang cukup lebar.

Minimum fire

232 kW

Maximum fire

1.163 kW

Artinya burner mampu mengikuti perubahan beban panas tanpa harus sering mati-hidup.

Contoh saat kadar air bahan meningkat:

700 kW
↓
820 kW
↓
930 kW
↓
1050 kW

Bukan:

OFF
↓
1163 kW
↓
OFF
↓
1163 kW

Pengaturan bertahap menghasilkan temperatur udara panas yang lebih konstan sehingga proses pengeringan lebih seragam.

Konsumsi Gas RS100

Berdasarkan data pabrikan:

KondisiKonsumsi Gas
Minimum±23 Nm³/jam
Maximum±116 Nm³/jam

Pada operasi normal feed mill, burner umumnya bekerja pada 60–80% load, sehingga konsumsi aktual sering berada di kisaran 70–95 Nm³/jam, bergantung pada kadar air bahan baku, suhu lingkungan, dan target kadar air akhir.

Konsumsi Listrik

Data teknis RS100:

ParameterNilai
Motor blower1.500 W
Total konsumsi listrik maksimum1.800 W
Putaran motor2.800 rpm
Arus3,4 A (380–415 V)

Biaya listrik burner relatif kecil dibanding energi panas yang dihasilkan karena sebagian besar energi berasal dari pembakaran gas.

Temperatur Operasi Rotary Dryer

Untuk bahan pakan ternak, temperatur harus dikendalikan agar kualitas nutrisi tetap terjaga.

LokasiTemperatur
Udara masuk150–250°C
Udara keluar60–90°C
Produk50–80°C

Rentang ini umum digunakan untuk pengeringan bahan pangan dan pakan guna menghindari denaturasi protein, kehilangan vitamin, serta perubahan warna.

Sistem Kontrol yang Direkomendasikan

Agar RS100 bekerja optimal, sistem sebaiknya dilengkapi dengan:

  • PID Temperature Controller
  • Thermocouple tipe K
  • Servo udara
  • Servo gas
  • Pressure Switch
  • Flame Detector UV
  • Safety Gas Train
  • Inverter ID Fan (opsional)

Dengan sistem ini, burner dapat menyesuaikan output secara otomatis sesuai kebutuhan proses.

Hasil yang Diperoleh

Implementasi burner RS100 pada rotary dryer memberikan beberapa keuntungan:

  • temperatur lebih stabil
  • kadar air produk lebih seragam
  • konsumsi gas lebih efisien
  • umur burner lebih panjang
  • kualitas pakan lebih konsisten
  • kapasitas produksi meningkat
  • downtime berkurang

Studi Banding: Mengapa Rotary Dryer Pakan Ternak Sebaiknya Menggunakan Gas dibanding Solar atau Oli Bekas?

Pada industri pakan ternak (feed mill), pemilihan bahan bakar rotary dryer tidak hanya mempertimbangkan biaya operasional, tetapi juga keamanan pangan (feed safety), kualitas produk, emisi, kemudahan kontrol temperatur, dan kepatuhan terhadap standar industri. Oleh karena itu, banyak produsen pakan ternak modern lebih memilih natural gas (NG), LPG, atau CNG dibandingkan solar (diesel) maupun oli bekas (used oil) sebagai bahan bakar utama.


Perbandingan Bahan Bakar Rotary Dryer

Parameter

Natural Gas / CNG

Solar (Diesel)

Oli Bekas

Kebersihan pembakaran★★★★★★★★☆☆★☆☆☆☆
AsapSangat rendahSedangSangat tinggi
BauHampir tidak adaAdaSangat menyengat
JelagaHampir nolAdaSangat banyak
Risiko kontaminasi produkSangat rendahSedangSangat tinggi
Stabilitas temperaturSangat baikBaikSulit stabil
Perawatan burnerRendahSedangSangat tinggi
Umur rotary dryerLebih panjangNormalLebih pendek
EmisiRendahSedangTinggi

Mengapa Tidak Menggunakan Oli Bekas?

1. Risiko Kontaminasi Produk

Oli bekas berasal dari mesin kendaraan atau industri dan dapat mengandung:

  • logam berat (misalnya timbal, kromium, kadmium)
  • abu hasil pembakaran
  • residu aditif pelumas
  • senyawa aromatik polisiklik (PAH)

Jika proses pengeringan menggunakan direct fired rotary dryer, gas hasil pembakaran bersentuhan langsung dengan bahan baku pakan. Akibatnya, terdapat risiko kontaminasi pada produk, yang tidak diinginkan untuk pakan ternak.

2. Emisi Sangat Tinggi

Pembakaran oli bekas menghasilkan:

  • asap hitam
  • partikulat
  • sulfur oksida (SOx)
  • nitrogen oksida (NOx)
  • senyawa organik volatil

Emisi tersebut dapat menimbulkan masalah lingkungan dan menyulitkan pemenuhan baku mutu emisi.

3. Banyak Jelaga

Oli bekas menghasilkan karbon yang tinggi sehingga:

  • dinding rotary dryer cepat kotor
  • sirip (flight) tertutup kerak
  • efisiensi perpindahan panas menurun
  • frekuensi pembersihan meningkat

Akibatnya biaya perawatan menjadi lebih besar.

4. Temperatur Sulit Dikontrol

Nilai kalor oli bekas dapat berubah-ubah karena tergantung sumbernya.

Contohnya:

  • oli mesin
  • oli hidrolik
  • oli gear
  • campuran solar

Perbedaan karakteristik tersebut membuat nyala api kurang stabil dan pengendalian temperatur menjadi lebih sulit.

5. Potensi Kerusakan Burner

Kontaminan dalam oli bekas dapat menyebabkan:

  • nozzle cepat tersumbat
  • filter sering kotor
  • pompa bahan bakar lebih cepat aus
  • atomisasi tidak sempurna

Hal ini meningkatkan downtime dan biaya perawatan.

Mengapa Solar Masih Kurang Ideal?

Solar memiliki kualitas pembakaran lebih baik dibanding oli bekas, namun masih memiliki beberapa kekurangan.

1. Masih Menghasilkan Jelaga

Meskipun lebih bersih daripada oli bekas, pembakaran solar tetap menghasilkan:

  • soot
  • karbon
  • deposit pada ruang bakar

Jika pembakaran tidak sempurna, jelaga dapat terbawa ke dalam rotary dryer.

2. Risiko Bau pada Produk

Pada beberapa kondisi operasi, terutama saat start-up atau burner tidak tersetel dengan baik, pembakaran solar dapat menghasilkan bau yang dapat memengaruhi kualitas bahan pakan.

3. Kontrol Temperatur Kurang Fleksibel

Burner gas dengan kontrol progressive atau modulating umumnya lebih mudah menjaga temperatur secara presisi dibanding burner solar karena pencampuran gas dan udara lebih homogen.

4. Emisi Lebih Tinggi

Dibanding gas alam, pembakaran solar menghasilkan emisi CO₂, NOₓ, dan partikulat yang lebih tinggi.

Mengapa Gas Lebih Direkomendasikan?

Pembakaran Lebih Bersih

Gas alam hampir tidak menghasilkan:

  • abu
  • jelaga
  • karbon
  • sulfur

Sehingga udara panas yang masuk ke rotary dryer lebih bersih.

Temperatur Sangat Stabil

Burner gas seperti Bejo RS100 Two Stage Progressive dapat menyesuaikan output panas secara bertahap, sehingga temperatur udara lebih stabil dan kualitas pengeringan lebih konsisten.

Perawatan Lebih Ringan

Karena tidak ada nozzle atomisasi bahan bakar cair dan pembentukan kerak jauh lebih sedikit, interval perawatan burner gas umumnya lebih panjang.

Kualitas Produk Lebih Konsisten

Dengan pembakaran yang bersih dan temperatur yang stabil, kadar air produk lebih seragam serta risiko perubahan warna dan aroma dapat dikurangi.

Kapan Solar Masih Layak Digunakan?

Solar dapat menjadi pilihan apabila:

  • lokasi belum tersedia jaringan gas,
  • pasokan CNG/LNG sulit diperoleh,
  • kapasitas produksi relatif kecil,
  • tersedia sistem pengendalian emisi dan perawatan yang baik.

Namun, untuk industri pakan ternak skala besar, banyak perusahaan beralih ke gas karena pertimbangan efisiensi operasional dan kualitas produk.

Mengapa Oli Bekas Tidak Direkomendasikan?

Penggunaan oli bekas pada rotary dryer pakan ternak umumnya tidak direkomendasikan karena:

  • berpotensi mengkontaminasi produk,
  • menghasilkan emisi dan jelaga tinggi,
  • meningkatkan biaya perawatan,
  • menyulitkan pengendalian temperatur,
  • kualitas bahan bakar tidak konsisten,
  • dapat menimbulkan masalah kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan keamanan pakan.

Kesimpulan

Untuk rotary dryer pakan ternak, natural gas, CNG, atau LPG merupakan pilihan bahan bakar yang paling sesuai karena menghasilkan pembakaran yang bersih, temperatur yang stabil, emisi lebih rendah, dan risiko kontaminasi produk yang sangat kecil. Solar masih dapat digunakan jika pasokan gas tidak tersedia, tetapi memerlukan pengaturan pembakaran dan perawatan yang lebih baik. Sementara itu, oli bekas sebaiknya dihindari, terutama pada sistem direct-fired rotary dryer, karena kualitasnya tidak konsisten, emisinya tinggi, serta berpotensi menurunkan kualitas dan keamanan produk pakan ternak.

PT Indira Mitra Boiler
Industrial Heating System Specialist
Office:Emerald Residence Sepatan Ruko 8i, Kosambi Tangerang
Phone: (021) 352 95874
WhatsApp : +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
Workshop : Tangerang – Indonesia
Website : www.indiramitraboiler.co.id
Website : www.burner.co.id
Email : info@indira.co.id | idmratman@gmail.com
YouTube : https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

Scroll to Top