BEJO Burner Dry Mortar Plant | Sistem Pemanasan Mortar Industri 10–20 Ton/Jam

BEJO Burner Dry Mortar Plant | Sistem Pemanasan Mortar Industri 10–20 Ton/Jam.

 

Apa Itu Dry Mortar Plant?

Dry Mortar Plant adalah fasilitas produksi yang digunakan untuk membuat mortar instan (dry mix mortar) dengan mencampurkan bahan-bahan kering seperti pasir silika, semen, filler, kapur, dan berbagai bahan aditif dalam komposisi yang presisi. Produk akhir dikemas dalam bentuk serbuk kering yang siap digunakan hanya dengan menambahkan air di lokasi proyek.

Saat ini dry mortar banyak digunakan pada industri konstruksi karena menghasilkan kualitas yang lebih konsisten dibandingkan pencampuran manual di lapangan.

BEJO Burner RS100 pada Dry Mortar Plant kapasitas 10-20 ton per jam untuk pengeringan pasir silika dan produksi mortar kering di Indonesia
BEJO Burner RS100 digunakan sebagai sumber panas utama pada Dry Mortar Plant kapasitas 10-20 ton per jam untuk proses pengeringan pasir silika. Sistem pembakaran yang stabil membantu meningkatkan kualitas mortar, efisiensi produksi, dan penghematan energi.

 

Fungsi Utama Dry Mortar Plant

Dry Mortar Plant adalah fasilitas produksi yang digunakan untuk mencampur bahan-bahan mortar kering secara otomatis dengan komposisi yang presisi. Produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang konsisten dan siap digunakan di berbagai proyek konstruksi.

Beberapa produk yang umum dihasilkan oleh Dry Mortar Plant antara lain:

  • Tile Adhesive (perekat keramik dan granit)
  • Wall Putty (acian dinding)
  • Skim Coat (pelapis permukaan dinding)
  • Plaster Mortar (mortar plester)
  • Masonry Mortar (mortar pasangan bata)
  • Waterproof Mortar (mortar tahan air)
  • Self-Leveling Mortar (lantai self leveling)
  • Repair Mortar (mortar perbaikan beton)
  • Grout Mortar (material grouting)

 

Video BEJO Burner RS100 pada Dry Mortar Plant 10–20 Ton per Jam

Video ini menampilkan BEJO Burner RS100 yang digunakan sebagai sumber panas utama pada Dry Mortar Plant kapasitas 10–20 ton per jam. Sistem burner industri ini berfungsi untuk menghasilkan panas yang stabil pada proses pengeringan pasir silika sebelum digunakan dalam produksi mortar kering.

Dalam industri dry mortar, kualitas pasir silika sangat menentukan kualitas produk akhir. Pasir dengan kadar air yang tinggi dapat menyebabkan penurunan kualitas mortar, menggumpal saat penyimpanan, dan mengurangi daya rekat produk. Oleh karena itu, diperlukan sistem pembakaran yang efisien dan mampu menjaga suhu pengeringan secara konsisten.

BEJO Burner RS100 dirancang untuk aplikasi rotary dryer, oven industri, thermal oil heater, dan berbagai proses pemanasan industri lainnya. Dengan efisiensi pembakaran yang tinggi, burner ini mampu membantu mengurangi konsumsi bahan bakar sekaligus meningkatkan produktivitas pabrik.

Produk yang Dihasilkan Dry Mortar Plant

  • Tile Adhesive (Perekat Keramik)
  • Wall Putty
  • Skim Coat
  • Plaster Mortar
  • Waterproof Mortar
  • Repair Mortar
  • Grout Mortar
  • Self Levelling Mortar

Keunggulan BEJO Burner RS100

  • Efisiensi pembakaran tinggi.
  • Hemat konsumsi bahan bakar.
  • Api stabil dan aman untuk operasi 24 jam.
  • Cocok untuk Dry Mortar Plant dan Rotary Dryer.
  • Mudah dalam perawatan.
  • Mendukung sistem kontrol modulating otomatis.

Peran BEJO Burner RS100 pada Dry Mortar Plant

Salah satu tahapan terpenting dalam produksi dry mortar adalah proses pengeringan pasir silika. Pasir dengan kadar air tinggi dapat menyebabkan kualitas mortar menurun, menggumpal saat penyimpanan, dan mengurangi daya rekat produk akhir.

BEJO Burner RS100 berfungsi sebagai sumber panas untuk rotary dryer atau sistem pengering pasir sehingga kadar air pasir dapat diturunkan hingga sesuai standar produksi. Dengan sistem pembakaran yang stabil dan efisiensi tinggi, burner mampu menghasilkan suhu pengeringan yang konsisten sepanjang proses produksi.

  • Menjaga kualitas pasir silika tetap kering dan seragam.
  • Meningkatkan kapasitas produksi Dry Mortar Plant.
  • Mengurangi konsumsi bahan bakar.
  • Menghasilkan suhu pengeringan yang stabil.
  • Mengurangi risiko produk menggumpal saat penyimpanan.
  • Mendukung operasi otomatis dan berkelanjutan.

Keunggulan BEJO Burner RS100

  • Modulating Control untuk pengaturan kapasitas panas secara otomatis.
  • Efisiensi pembakaran tinggi sehingga hemat energi.
  • Api stabil dan aman untuk operasi industri 24 jam.
  • Mudah diintegrasikan dengan rotary dryer dan furnace.
  • Perawatan mudah dengan ketersediaan spare part yang lengkap.
  • Cocok untuk kapasitas Dry Mortar Plant 10–20 ton per jam.

Kesimpulan

Pada industri Dry Mortar Plant, kualitas pasir silika menjadi faktor utama yang menentukan kualitas produk mortar. Oleh karena itu, sistem pengeringan yang handal sangat dibutuhkan. BEJO Burner RS100 memberikan solusi pemanasan yang efisien, stabil, dan hemat energi untuk mendukung proses pengeringan pasir silika sehingga kualitas mortar tetap konsisten dan produksi berjalan optimal.

  • Tile Adhesive (perekat keramik)
  • Tile Grout (nat keramik)
  • Skim Coat
  • Plester Instan
  • Acian Instan
  • Waterproof Mortar
  • Self-Leveling Mortar
  • Repair Mortar
  • Masonry Mortar

Dengan sistem produksi otomatis, kualitas campuran menjadi lebih stabil, kapasitas produksi meningkat, dan pemborosan material dapat dikurangi.

Komponen Utama Dry Mortar Plant

1. Sand Dryer (Pengering Pasir)

Berfungsi mengurangi kadar air pasir hingga mencapai spesifikasi yang dibutuhkan sebelum proses pencampuran.

2. Hot Air Generator atau Burner

Merupakan sumber panas utama yang menghasilkan energi panas untuk proses pengeringan pasir.

Pada tahap ini, BEJO Burner RS100 memiliki peran yang sangat penting karena mampu menyediakan panas yang stabil dan efisien untuk menjaga kualitas pasir yang akan digunakan dalam mortar.

3. Vibrating Screen

Digunakan untuk menyaring pasir berdasarkan ukuran mesh tertentu agar produk lebih konsisten.

4. Storage Silo

Tempat penyimpanan bahan baku seperti pasir kering, semen, dan filler.

5. Mixing System

Mencampurkan seluruh material sesuai formula produksi.

6. Packing Machine

Mengemas produk mortar instan ke dalam kantong 25 kg, 40 kg, atau 50 kg.

Mengapa Dry Mortar Plant Membutuhkan Burner?

Kualitas mortar sangat dipengaruhi oleh kadar air pasir. Pasir yang masih basah dapat menyebabkan:

  • Kualitas produk tidak konsisten
  • Material menggumpal
  • Kesalahan komposisi campuran
  • Penurunan daya rekat mortar
  • Kerusakan saat penyimpanan

Karena itu proses pengeringan pasir menjadi tahap yang sangat krusial.

Burner industri digunakan untuk menghasilkan udara panas yang dialirkan ke rotary dryer sehingga pasir dapat dikeringkan secara merata sebelum masuk ke proses pencampuran.

Peran BEJO Burner RS100 pada Dry Mortar Plant

BEJO Burner RS100 berfungsi sebagai sumber panas utama untuk:

✅ Pengeringan pasir silika
✅ Pengeringan pasir kuarsa
✅ Pengeringan pasir bangunan
✅ Rotary Dryer Dry Mortar Plant
✅ Hot Air Generator System

Keunggulan penggunaan BEJO Burner RS100:

  • Efisiensi pembakaran tinggi
  • Nyala api stabil
  • Temperatur mudah dikontrol
  • Cocok untuk operasi 24 jam
  • Konsumsi bahan bakar lebih hemat
  • Perawatan mudah
  • Tersedia dukungan spare part dan teknisi di Indonesia

Manfaat Dry Mortar Plant bagi Industri Konstruksi

Dengan menggunakan Dry Mortar Plant, perusahaan dapat memperoleh:

  • Kualitas produk yang konsisten
  • Produktivitas lebih tinggi
  • Pengurangan biaya tenaga kerja
  • Pengurangan waste material
  • Produksi dalam skala besar
  • Standar mutu yang lebih terjaga

 

Fungsi Burner dalam Produksi Mortar Instan

Dalam industri Dry Mortar Plant, burner merupakan salah satu komponen paling penting karena berfungsi sebagai sumber energi panas utama untuk proses pengeringan pasir sebelum masuk ke tahap pencampuran. Kualitas mortar instan sangat bergantung pada kadar air pasir, sehingga performa burner akan langsung memengaruhi kualitas produk akhir.

Mengapa Pasir Harus Dikeringkan?

Pasir merupakan bahan baku utama dalam produksi mortar instan. Sebelum dicampur dengan semen, filler, dan bahan aditif lainnya, pasir harus memiliki kadar air yang rendah, umumnya di bawah 0,5%.

Jika pasir masih mengandung kadar air tinggi, dapat menyebabkan:

  • Mortar menggumpal saat penyimpanan
  • Komposisi campuran menjadi tidak akurat
  • Kekuatan rekat menurun
  • Kualitas produk tidak konsisten
  • Umur simpan produk lebih pendek

Karena itu, proses pengeringan menjadi tahap yang sangat penting dalam produksi dry mortar.

Peran Burner pada Sistem Dry Mortar Plant

Burner bertugas menghasilkan panas melalui proses pembakaran bahan bakar seperti:

  • Gas Alam (Natural Gas)
  • CNG (Compressed Natural Gas)
  • LPG
  • Solar (HSD)
  • Biodiesel
  • Dual Fuel (Gas & Solar)

Panas yang dihasilkan burner kemudian dialirkan ke Rotary Dryer atau Hot Air Generator untuk mengeringkan pasir secara merata.

Fungsi Utama Burner

1. Mengeringkan Pasir Silika

Fungsi utama burner adalah menghasilkan udara panas dengan temperatur yang cukup untuk menurunkan kadar air pasir hingga memenuhi standar produksi mortar instan.

Tanpa sistem burner yang baik, pasir tidak dapat mencapai tingkat kekeringan yang dibutuhkan.

2. Menjaga Stabilitas Suhu Produksi

Burner modern seperti BEJO Burner RS100 mampu menjaga temperatur secara otomatis melalui sistem kontrol suhu.

Keuntungan suhu yang stabil:

  • Kualitas pasir lebih konsisten
  • Tidak terjadi over-heating
  • Mengurangi kerusakan material
  • Efisiensi energi lebih tinggi

3. Meningkatkan Kapasitas Produksi

Semakin stabil panas yang dihasilkan burner, semakin cepat proses pengeringan pasir.

Hal ini memungkinkan:

  • Produksi lebih banyak per jam
  • Waktu proses lebih singkat
  • Efisiensi operasional meningkat

Pada Dry Mortar Plant kapasitas 10–20 ton/jam, burner menjadi faktor utama dalam menentukan output produksi.

4. Mengurangi Konsumsi Energi

Burner dengan sistem pembakaran yang efisien dapat menghasilkan panas maksimal dengan konsumsi bahan bakar yang lebih rendah.

Keuntungan yang diperoleh:

  • Biaya operasional lebih hemat
  • Penggunaan gas atau solar lebih efisien
  • Emisi pembakaran lebih rendah

5. Menjaga Kualitas Produk Mortar

Pasir yang kering sempurna akan menghasilkan mortar dengan kualitas yang lebih baik.

Manfaatnya:

  • Daya rekat lebih tinggi
  • Kekuatan tekan lebih baik
  • Konsistensi produk terjaga
  • Risiko komplain pelanggan lebih rendah

Hubungan Burner dengan Rotary Dryer

Pada Dry Mortar Plant, burner biasanya dipasang pada bagian depan Rotary Dryer.

Alur prosesnya:

  1. Burner menghasilkan api dan udara panas.
  2. Udara panas masuk ke Rotary Dryer.
  3. Pasir basah bergerak di dalam drum dryer.
  4. Air dalam pasir menguap.
  5. Pasir kering keluar menuju vibrating screen dan silo penyimpanan.

Semakin baik performa burner, semakin optimal proses pengeringan berlangsung.

 

Studi Kasus Perhitungan Kapasitas Burner Dry Mortar Plant 10–50 Ton/Jam

Dalam proses produksi Dry Mortar Plant, burner berfungsi sebagai sumber panas utama untuk mengeringkan pasir silika sebelum masuk ke proses mixing. Kapasitas burner harus disesuaikan dengan kapasitas produksi, kadar air awal pasir, target kadar air akhir, efisiensi rotary dryer, dan jenis bahan bakar yang digunakan.

Asumsi Dasar Perhitungan Kapasitas Burner Dry Mortar Plant
ParameterNilai AsumsiKeterangan
Kapasitas produksi10, 20, 30, 40, 50 ton/jamMaterial pasir basah masuk ke rotary dryer
Kadar air awal pasir6%Kondisi pasir sebelum dikeringkan
Target kadar air akhir0,5%Standar pasir kering untuk mortar instan
Air yang diuapkan5,5%Selisih kadar air awal dan akhir
Kebutuhan panas penguapan air± 650 kcal/kg airTermasuk pemanasan dan penguapan air
Efisiensi sistem dryer60%Kerugian panas pada rotary dryer, ducting, exhaust, dan radiasi
Safety factor20%Cadangan kapasitas agar burner tidak bekerja terlalu berat

Rumus Perhitungan Kapasitas Panas Burner Dry Mortar Plant

1. Menghitung Selisih Kadar Air

Selisih kadar air (%) = Kadar air awal (%) – Kadar air akhir (%)

Contoh: 6% – 0,5% = 5,5%

2. Menghitung Air yang Harus Diuapkan

Air diuapkan (kg/jam) = Kapasitas material (kg/jam) × Selisih kadar air (%)

Contoh kapasitas 20 ton/jam: 20.000 kg/jam × 5,5% = 1.100 kg/jam

3. Menghitung Panas Teoritis

Panas teoritis (kcal/jam) = Air diuapkan (kg/jam) × 650 kcal/kg

Angka 650 kcal/kg digunakan sebagai pendekatan kebutuhan panas untuk memanaskan dan menguapkan air pada proses rotary dryer.

Contoh: 1.100 kg/jam × 650 kcal/kg = 715.000 kcal/jam

4. Menghitung Panas Aktual Dryer

Panas aktual (kcal/jam) = Panas teoritis ÷ Efisiensi dryer

Jika efisiensi rotary dryer diasumsikan 60%, maka: 715.000 ÷ 0,60 = 1.191.667 kcal/jam

5. Menghitung Safety Factor

Kapasitas burner (kcal/jam) = Panas aktual × Safety factor

Safety factor umum digunakan 20%, sehingga faktor pengali menjadi 1,2.

Contoh: 1.191.667 × 1,2 = 1.430.000 kcal/jam

6. Konversi kcal/jam ke kW

kW = kcal/jam ÷ 860

Contoh: 1.430.000 ÷ 860 = ± 1.663 kW

 

Kesimpulan Rumus

Untuk Dry Mortar Plant kapasitas 20 ton/jam, kadar air awal pasir 6%,target kadar air akhir 0,5%, efisiensi dryer 60%, dan safety factor
20%, maka kapasitas burner yang dibutuhkan adalah:

± 1.430.000 kcal/jam atau ± 1.663 kW

Rekomendasi burner: BEJO Burner RS130 / RS150.

Tabel Perhitungan Kapasitas Burner Dry Mortar Plant
Kapasitas Dry Mortar PlantMaterial MasukAir DiuapkanPanas TeoritisPanas AktualKapasitas Burner + Safety FactorSetara kWRekomendasi BEJO Burner
10 Ton/Jam10.000 kg/jam550 kg/jam357.500 kcal/jam595.833 kcal/jam715.000 kcal/jam± 831 kWBEJO Burner RS100
20 Ton/Jam20.000 kg/jam1.100 kg/jam715.000 kcal/jam1.191.667 kcal/jam1.430.000 kcal/jam± 1.663 kWBEJO Burner RS130 / RS150
30 Ton/Jam30.000 kg/jam1.650 kg/jam1.072.500 kcal/jam1.787.500 kcal/jam2.145.000 kcal/jam± 2.494 kWBEJO Burner RS200
40 Ton/Jam40.000 kg/jam2.200 kg/jam1.430.000 kcal/jam2.383.333 kcal/jam2.860.000 kcal/jam± 3.326 kWBEJO Burner RS300
50 Ton/Jam50.000 kg/jam2.750 kg/jam1.787.500 kcal/jam2.979.167 kcal/jam3.575.000 kcal/jam± 4.157 kWBEJO Burner RS400 / Custom Burner System

 

Penjelasan Hasil Perhitungan

Dari hasil perhitungan di atas, semakin besar kapasitas produksi Dry Mortar Plant, maka semakin besar pula air yang harus diuapkan dari pasir. Pada kapasitas 10 ton/jam,air yang harus diuapkan sekitar 550 kg/jam. Sedangkan pada kapasitas 50 ton/jam,air yang harus diuapkan dapat mencapai 2.750 kg/jam.

Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan burner tidak boleh hanya berdasarkan ukuran fisik,tetapi harus dihitung berdasarkan kebutuhan panas aktual di lapangan.Jika kapasitas burner terlalu kecil, pasir masih basah dan produksi menurun.Jika burner terlalu besar tetapi tidak dikontrol dengan baik,konsumsi bahan bakar menjadi boros.

Kapasitas ProduksiKebutuhan PanasRekomendasi BurnerAplikasiCatatan Teknis
10 ton/jam± 715.000 kcal/jamBEJO Burner RS100Dry mortar kecil-menengahCocok untuk rotary dryer pasir kapasitas awal
20 ton/jam± 1.430.000 kcal/jamBEJO Burner RS130 / RS150Dry mortar kapasitas sedangDisarankan memakai kontrol suhu otomatis
30 ton/jam± 2.145.000 kcal/jamBEJO Burner RS200Dry mortar kapasitas besarPerlu airflow dan tekanan gas stabil
40 ton/jam± 2.860.000 kcal/jamBEJO Burner RS300Rotary dryer besarDirekomendasikan modulating control
50 ton/jam± 3.575.000 kcal/jamBEJO Burner RS400 / CustomDry mortar plant heavy dutyPerlu desain khusus burner, chamber, ducting, dan exhaust

Studi Kasus: Dry Mortar Plant 20 Ton/Jam

Sebuah pabrik mortar instan memiliki kapasitas produksi 20 ton/jam. Pasir silika masuk ke rotary dryer dengan kadar air awal 6% dan ditargetkan keluar dengan kadar air 0,5%.

Studi Kasus Perhitungan Kebutuhan Panas Dry Mortar Plant 20 Ton/Jam

ParameterPerhitunganHasil
Kapasitas Material20.000 kg/jam
Kadar Air Awal6%
Kadar Air Akhir0,5%
Air yang Harus Diuapkan20.000 × (6% – 0,5%)1.100 kg/jam
Panas Teoritis1.100 × 650 kcal/kg715.000 kcal/jam
Efisiensi Rotary Dryer60%
Panas Aktual715.000 ÷ 60%1.191.667 kcal/jam
Safety Factor20%1,2
Kapasitas Burner yang Dibutuhkan1.191.667 × 1,21.430.000 kcal/jam
Konversi ke kW1.430.000 ÷ 860± 1.663 kW
Rekomendasi BurnerBEJO Burner RS130 / RS150

Kesimpulan:

Untuk Dry Mortar Plant kapasitas 20 ton/jam dengan kadar air pasir awal 6% dan target kadar air akhir 0,5%, dibutuhkan kapasitas panas sekitar 1.430.000 kcal/jam atau setara 1.663 kW. Oleh karena itu direkomendasikan menggunakan BEJO Burner RS130 atau RS150 agar proses pengeringan pasir silika berjalan optimal, suhu rotary dryer stabil, dan kualitas mortar instan tetap konsisten. Berdasarkan hasil tersebut, Dry Mortar Plant 20 ton/jam membutuhkan burner sekitar 1.430.000 kcal/jam atau sekitar 1.663 kW. Rekomendasi yang sesuai adalah BEJO Burner RS130 / RS150 dengan sistem kontrol suhu otomatis.

Dampak Jika Kapasitas Burner Tidak Sesuai

MasalahPenyebabDampak ke ProduksiSolusi
Pasir masih basahKapasitas burner kurangMortar menggumpal dan kualitas turunNaikkan kapasitas burner sesuai heat load
Suhu dryer tidak stabilSetting burner manual dan airflow tidak seimbangProduk tidak konsistenGunakan temperature controller dan modulating burner
Konsumsi bahan bakar tinggiRasio udara dan bahan bakar tidak tepatBiaya produksi naikLakukan combustion setting dan commissioning
Flame sering matiTekanan gas tidak stabil atau back pressure tinggiDowntime produksiPeriksa gas train, regulator, blower, dan draft system
Rotary dryer cepat rusakOverheating atau flame terlalu dekat ke drumBiaya maintenance tinggiAtur posisi burner, flame length, dan hot air chamber

Keunggulan BEJO Burner untuk Dry Mortar Plant

  • Efisiensi pembakaran tinggi
  • Nyala api stabil untuk proses pengeringan pasir
  • Temperatur mudah dikontrol
  • Cocok untuk operasi 24 jam
  • Konsumsi bahan bakar lebih hemat
  • Dapat digunakan untuk gas, solar, atau dual fuel
  • Spare part tersedia di Indonesia
  • Dukungan teknisi, instalasi, commissioning, dan training operator

Kesimpulan

Pemilihan kapasitas burner pada Dry Mortar Plant harus dihitung berdasarkan jumlah air yang harus diuapkan dari pasir. Pada kapasitas 10–50 ton/jam, kebutuhan panas dapat berkisar dari sekitar 715.000 kcal/jam hingga 3.575.000 kcal/jam, tergantung kadar air pasir dan efisiensi sistem dryer.

BEJO Burner dapat disesuaikan untuk berbagai kapasitas Dry Mortar Plant, mulai dari kapasitas 10 ton/jam hingga 50 ton/jam. Dengan pemilihan burner yang tepat, proses pengeringan pasir menjadi lebih stabil, hemat energi, dan kualitas mortar instan lebih konsisten.

Konsultasi BEJO Burner Dry Mortar Plant

PT Indira Mitra Boiler menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan burner industri: selain itu bisa baca link di bawah ini .

PT Indira Mitra Boiler
Industrial Heating System Specialist
Office:Emerald Residence Sepatan Ruko 8i, Kosambi Tangerang
Phone: (021) 352 95874
WhatsApp : +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
Workshop : Tangerang – Indonesia
Website : www.indiramitraboiler.co.id
Website : www.burner.co.id
Email : info@indira.co.id | idmratman@gmail.com
YouTube : https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top