Analisa Kapasitas Thermal Oil Heater Berdasarkan Target Waktu Pemanasan
Berdasarkan kebutuhan pemanasan 4,5 ton CPO dari 30°C menuju 100°C, diperlukan energi sekitar 172.000 kcal. Berikut merupakan simulasi kebutuhan kapasitas heater berdasarkan target waktu pemanasan yang diinginkan.
Analisa Kapasitas Thermal Oil Heater Berdasarkan Target Waktu Pemanasan
Video ini menampilkan sistem BEJO Thermal Oil Heater 600 MCalyang digunakan sebagai sumber panas untuk kebutuhan proses industri. Terlihat rangkaian utama yang terdiri dari burner, ruang bakar, coil thermal oil, pompa sirkulasi, panel kontrol, dan jalur perpipaan thermal oil. Sistem ini dirancang untuk menghasilkan temperatur tinggi secara stabil dengan tekanan operasi yang relatif rendah dibandingkan boiler steam. Prinsip kerjanya adalah burner membakar bahan bakar untuk memanaskan thermal oil di dalam coil heater. Thermal oil yang telah mencapai temperatur kerja kemudian dipompa menuju peralatan proses seperti tangki CPO, heat exchanger, rotary dryer, oven, maupun mesin produksi lainnya. Setelah melepas panas, thermal oil kembali ke heater untuk dipanaskan ulang sehingga membentuk sistem sirkulasi tertutup. Keunggulan sistem thermal oil heater adalah mampu mencapai temperatur hingga 250–300°C tanpa memerlukan tekanan tinggi, sehingga lebih aman, efisien, Semakin singkat target waktu pemanasan, semakin besar kapasitas Thermal Oil Heater yang dibutuhkan. Untuk tangki CPO 4,5 ton dengan kebutuhan energi sekitar 172.000 kcal, kapasitas heater yang direkomendasikan berada pada rentang 50.000–100.000 kcal/jam untuk mendapatkan keseimbangan terbaik antara investasi awal, konsumsi bahan bakar, dan waktu pemanasan. Pada aplikasi industri kelapa sawit, kapasitas 100.000 kcal/jam sering menjadi pilihan paling ekonomis karena mampu mencapai temperatur target dalam waktu relatif cepat tanpa menyebabkan oversizing pada sistem burner, pompa thermal oil, heating coil, dan tangki ekspansi. |
|---|
Keterangan: Total energi yang diperlukan untuk memanaskan 4,5 ton CPO dari 30°C hingga 100°C adalah sekitar 172.000 kcal. Tabel di atas menunjukkan kapasitas Thermal Oil Heater yang direkomendasikan berdasarkan target waktu pemanasan, termasuk faktor keamanan (Safety Factor) sebesar 20% untuk mengantisipasi heat loss pada tangki, pipa, dan heating coil.
BEJO BT18 LR memiliki kapasitas sekitar 180.000 kcal/jam sehingga secara teoritis mampu memasok kebutuhan panas seluruh tanki dalam waktu sekitar satu jam.

Namun pada praktik lapangan, waktu pemanasan akan lebih lama karena adanya:
- Heat transfer dari thermal oil ke coil.
- Heat transfer dari coil ke CPO.
- Stratifikasi temperatur dalam tanki.
- Kehilangan panas ke lingkungan.
- Sirkulasi alami atau agitasi CPO.
Dalam kondisi lapangan yang baik, waktu aktual biasanya berkisar 1,5 hingga 3 jam
untuk mencapai suhu 100°C.
| Target Waktu | Output Heater | Konsumsi Solar / Jam | Total Solar |
|---|---|---|---|
| 1 Jam | 180.000 kcal/jam | 18 Liter | 18 Liter |
| 2 Jam | 90.000 kcal/jam | 9 Liter | 18 Liter |
| 4 Jam | 45.000 kcal/jam | 4,5 Liter | 18 Liter |
| 6 Jam | 30.000 kcal/jam | 3 Liter | 18 Liter |
| 10 Jam | 18.000 kcal/jam | 1,8 Liter | 18 Liter |
Secara teoritis energi yang dibutuhkan untuk memanaskan 4,5 ton CPO dari 30°C menjadi 100°C adalah sekitar 172.000 kcal. Oleh karena itu total konsumsi solar relatif sama, sedangkan yang berubah adalah laju pembakaran dan waktu yang diperlukan untuk mencapai temperatur target.
| Parameter | Nilai Rekomendasi |
|---|---|
| Diameter Tanki | 2 – 2,5 Meter |
| Tinggi Cairan | 1,5 – 2 Meter |
| Material Coil | Carbon Steel SCH40 |
| Ukuran Coil | 1½ Inch |
| Panjang Coil Minimum | 25 Meter |
| Panjang Coil Ideal | 35 Meter |
| Jumlah Layer Coil | 3 – 4 Layer |
| Jarak Antar Coil | 150 mm |
| Suhu Thermal Oil | 280 – 300°C |
| Pressure Design | 6 Bar |
Pada banyak kasus, burner berkapasitas besar tidak mampu bekerja optimal karena coil terlalu pendek sehingga energi panas dari thermal oil tidak terserap secara maksimal oleh CPO.
| Kondisi Tangki | Heat Loss | Efisiensi Sistem | Rekomendasi |
|---|---|---|---|
| Tanpa Insulasi | 25 – 35% | Rendah | Tidak Disarankan |
| Rockwool 25 mm | 15 – 20% | Cukup | Aplikasi Ringan |
| Rockwool 50 mm | 8 – 12% | Baik | Standar Industri |
| Rockwool 75 mm | 5 – 8% | Sangat Baik | Kapasitas Besar |
Rekomendasi Engineering PT Indira Mitra Boiler
Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan panas, kapasitas tangki, serta target waktu pemanasan, sistem yang paling ekonomis untuk aplikasi tangki CPO kapasitas 4,5 ton adalah menggunakan Thermal Oil Heater 100.000 kcal/jam yang dipadukan dengan Burner BEJO BT18 LR. Konfigurasi ini mampu memberikan keseimbangan antara investasi awal, konsumsi bahan bakar, dan kecepatan pemanasan sehingga cocok digunakan pada sebagian besar industri kelapa sawit.
Kontrol Temperatur yang Stabil
Selain memiliki kapasitas yang memadai, burner dapat dioperasikan secara otomatis menggunakan digital thermostat controller. Dengan sistem kontrol tersebut, temperatur thermal oil dan temperatur CPO dapat dipertahankan pada nilai yang diinginkan secara lebih stabil. Oleh karena itu, konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien dan umur peralatan dapat lebih panjang.
Rekomendasi Untuk Pemanasan Cepat
Namun demikian, apabila perusahaan membutuhkan waktu pemanasan kurang dari 3 jam, maka kapasitas heater dapat ditingkatkan menjadi 180.000 kcal/jam. Pada kondisi tersebut disarankan menggunakan heating coil minimal 35 meter, pompa sirkulasi thermal oil yang sesuai kapasitas, serta insulasi Rockwool 50 mm agar perpindahan panas berlangsung lebih optimal.
Optimasi Efisiensi Sistem
Selain pemilihan kapasitas heater, efisiensi sistem juga dipengaruhi oleh desain coil, kualitas insulasi, ukuran pipa, dan kapasitas pompa sirkulasi. Oleh sebab itu, seluruh komponen harus dirancang secara terpadu agar panas dari thermal oil dapat ditransfer secara maksimal ke dalam CPO tanpa kehilangan energi yang berlebihan.
Kesimpulan Engineering
Dengan kombinasi desain yang tepat antara thermal oil heater, burner, heating coil, pompa sirkulasi, dan sistem insulasi, proses pemanasan CPO dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan ekonomis. Dengan demikian, produktivitas pabrik dapat meningkat, biaya operasional dapat ditekan, dan kualitas produk CPO tetap terjaga selama proses penyimpanan maupun distribusi.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Kapasitas Tanki | 4,5 Ton |
| Temperatur Awal | 30°C |
| Temperatur Target | 100°C |
| Lokasi | Outdoor |
| Insulasi | Rockwool 50 mm |
| Sistem Pemanas | Thermal Oil Heater |
Kebutuhan panas total untuk memanaskan 4,5 ton CPO dari 30°C menjadi 100°C adalah sekitar 172.000 kcal.
| Parameter | 50.000 kcal | 100.000 kcal | 180.000 kcal |
|---|---|---|---|
| Estimasi Waktu Pemanasan | 3,4 Jam | 1,7 Jam | 1 Jam |
| Konsumsi Solar | 5 Liter/Jam | 10 Liter/Jam | 18 Liter/Jam |
| Investasi Awal | Rendah | Sedang | Tinggi |
| Kebutuhan Ruang | Kecil | Sedang | Besar |
| Cocok Untuk | Tanki Kecil | Tanki Menengah | Multi Tanki |
| Parameter | Steam Coil | Thermal Oil Coil |
|---|---|---|
| Temperatur Maksimum | 180°C | 300°C |
| Korosi | Tinggi | Rendah |
| Tekanan Operasi | 6 – 10 Bar | 1 – 3 Bar |
| Efisiensi Sistem | 70 – 80% | 85 – 92% |
| Maintenance | Tinggi | Rendah |
| Konsumsi Air | Ada | Tidak Ada |
| Risiko Water Hammer | Tinggi | Tidak Ada |
| Umur Peralatan | Menengah | Lebih Panjang |
| Biaya Operasional | Lebih Tinggi | Lebih Rendah |
| Aplikasi Tangki CPO | Cukup Baik | Sangat Direkomendasikan |
Pengaruh Temperatur Terhadap Viskositas CPO
CPO memiliki viskositas tinggi pada temperatur ruang sehingga sulit dipompa.
Pemanasan akan menurunkan viskositas dan mempercepat proses transfer produk.
Penelitian menunjukkan pemanasan CPO dapat meningkatkan karakteristik aliran dan mengurangi hambatan pemompaan.
Pengaruh Temperatur Terhadap Viskositas CPO
|
|---|
Kesalahan Desain Yang Sering Terjadi Pada Tangki Crude Palm Oil
- Burner terlalu besar tetapi coil terlalu kecil.
- Tidak menggunakan expansion tank.
- Tidak memasang air vent pada titik tertinggi.
- Tidak menggunakan flow switch thermal oil.
- Tidak menginsulasi tanki dan pipa.
- Tidak memasang PT100 pada outlet dan return thermal oil.
- Menggunakan pompa yang terlalu kecil.
- Tidak menyediakan bypass line maintenance.
Kesimpulan terakhir
Untuk tangki CPO 4,5 ton, direkomendasikan Menggunakan Thermal Oil Heater 100.000 kcal/jam hingga 180.000 kcal/jam, include burner BEJO BT18 LR, heating coil 30–40 meter SCH40 1½ inch, di lengkapi pompa thermal oil high temperature, expansion tank, PT100 digital control, serta insulasi rockwool 50 mm.
Konfigurasi tersebut mampu memberikan pemanasan cepat, konsumsi bahan bakar lebih hemat, kualitas CPO lebih terjaga, dan umur peralatan lebih panjang.
Penyimpanan CPO umumnya dijaga pada kisaran 40–60°C untuk menjaga kualitas dan mencegah kristalisasi, sedangkan pemanasan lebih tinggi dilakukan saat proses khusus atau transfer tertentu.
BACA JUGA ARTIKEL BEJOBURNER.CO.ID
- Burner BEJO
- Burner Gas BEJO
- Burner BEJO untuk Oven
- Burner BEJO untuk Dryer
- Burner BEJO untuk Rotari dryer
- Burner BEJO untuk Incinerator
- Burner BEJO untuk Crematorium
- Burner BEJO untuk Destilator
- Burner BEJO BT18 LR
- Harga Burner BEJO
- Burner Solar BEJO
- Burner Dual Fuel BEJO
- Distributor Burner BEJO
- Burner untuk Steam Boiler
- Burner untuk Hot Water Boiler
- Burner untuk Thermal Oil Heater
PT Indira Mitra Boiler
📞 Phone : (021) 352 95874
🟢 WhatsApp : 0813 8866 6204
📧 Email : info@indira.co.id
🌐 Website : https://burner.co.id
🌐 Website : https://indiramitraboiler.co.id
