Thermal Oil Heater CPO 4,5 Ton: Perhitungan Kapasitas Heater, Heating Coil dan Burner BEJO BT18 LR

Analisa Kapasitas Thermal Oil Heater Berdasarkan Target Waktu Pemanasan

Berdasarkan kebutuhan pemanasan 4,5 ton CPO dari 30°C menuju 100°C, diperlukan energi sekitar 172.000 kcal. Berikut merupakan simulasi kebutuhan kapasitas heater berdasarkan target waktu pemanasan yang diinginkan.

Analisa Kapasitas Thermal Oil Heater Berdasarkan Target Waktu Pemanasan
Target WaktuTotal KaloriKebutuhan TeoritisSafety Factor +20%Rekomendasi Heater
1 Jam172.000 kcal172.000 kcal/jam206.400 kcal/jam250.000 kcal/jam
2 Jam172.000 kcal86.000 kcal/jam103.200 kcal/jam120.000 kcal/jam
3 Jam172.000 kcal57.333 kcal/jam68.800 kcal/jam80.000 kcal/jam
4 Jam172.000 kcal43.000 kcal/jam51.600 kcal/jam60.000 kcal/jam
5 Jam172.000 kcal34.400 kcal/jam41.280 kcal/jam50.000 kcal/jam
6 Jam172.000 kcal28.667 kcal/jam34.400 kcal/jam40.000 kcal/jam
7 Jam172.000 kcal24.571 kcal/jam29.485 kcal/jam35.000 kcal/jam
8 Jam172.000 kcal21.500 kcal/jam25.800 kcal/jam30.000 kcal/jam
9 Jam172.000 kcal19.111 kcal/jam22.933 kcal/jam25.000 kcal/jam
10 Jam172.000 kcal17.200 kcal/jam20.640 kcal/jam25.000 kcal/jam

Video ini menampilkan sistem BEJO Thermal Oil Heater 600 MCal

yang digunakan sebagai sumber panas untuk kebutuhan proses industri. Terlihat rangkaian utama yang terdiri dari burner, ruang bakar, coil thermal oil, pompa sirkulasi, panel kontrol, dan jalur perpipaan thermal oil. Sistem ini dirancang untuk menghasilkan temperatur tinggi secara stabil dengan tekanan operasi yang relatif rendah dibandingkan boiler steam.

Prinsip kerjanya adalah burner membakar bahan bakar untuk memanaskan thermal oil di dalam coil heater. Thermal oil yang telah mencapai temperatur kerja kemudian dipompa menuju peralatan proses seperti tangki CPO, heat exchanger, rotary dryer, oven, maupun mesin produksi lainnya. Setelah melepas panas, thermal oil kembali ke heater untuk dipanaskan ulang sehingga membentuk sistem sirkulasi tertutup.

Keunggulan sistem thermal oil heater adalah mampu mencapai temperatur hingga 250–300°C tanpa memerlukan tekanan tinggi, sehingga lebih aman, efisien,
dan ekonomis untuk aplikasi industri yang membutuhkan pemanasan kontinyu.

Semakin singkat target waktu pemanasan, semakin besar kapasitas Thermal Oil Heater yang dibutuhkan. Untuk tangki CPO 4,5 ton dengan kebutuhan energi sekitar 172.000 kcal, kapasitas heater yang direkomendasikan berada pada rentang 50.000–100.000 kcal/jam untuk mendapatkan keseimbangan terbaik antara investasi awal, konsumsi bahan bakar, dan waktu pemanasan.

Pada aplikasi industri kelapa sawit, kapasitas 100.000 kcal/jam sering menjadi pilihan paling ekonomis karena mampu mencapai temperatur target dalam waktu relatif cepat tanpa menyebabkan oversizing pada sistem burner, pompa thermal oil, heating coil, dan tangki ekspansi.

Keterangan: Total energi yang diperlukan untuk memanaskan 4,5 ton CPO dari 30°C hingga 100°C adalah sekitar 172.000 kcal. Tabel di atas menunjukkan kapasitas Thermal Oil Heater yang direkomendasikan berdasarkan target waktu pemanasan, termasuk faktor keamanan (Safety Factor) sebesar 20% untuk mengantisipasi heat loss pada tangki, pipa, dan heating coil.

BEJO BT18 LR memiliki kapasitas sekitar 180.000 kcal/jam sehingga secara teoritis mampu memasok kebutuhan panas seluruh tanki dalam waktu sekitar satu jam.

ini gambar thermal oil heater 100.000Kcal dan tanki CPO 4.5ton
ini gambar thermal oil heater 100.000Kcal dan tanki CPO 4.5ton

Namun pada praktik lapangan, waktu pemanasan akan lebih lama karena adanya:

  • Heat transfer dari thermal oil ke coil.
  • Heat transfer dari coil ke CPO.
  • Stratifikasi temperatur dalam tanki.
  • Kehilangan panas ke lingkungan.
  • Sirkulasi alami atau agitasi CPO.

Dalam kondisi lapangan yang baik, waktu aktual biasanya berkisar 1,5 hingga 3 jam
untuk mencapai suhu 100°C.

 

 

Perhitungan Konsumsi Solar Burner BEJO BT18 LR
Target WaktuOutput HeaterKonsumsi Solar / JamTotal Solar
1 Jam180.000 kcal/jam18 Liter18 Liter
2 Jam90.000 kcal/jam9 Liter18 Liter
4 Jam45.000 kcal/jam4,5 Liter18 Liter
6 Jam30.000 kcal/jam3 Liter18 Liter
10 Jam18.000 kcal/jam1,8 Liter18 Liter
Kesimpulan:
Secara teoritis energi yang dibutuhkan untuk memanaskan 4,5 ton CPO dari 30°C menjadi 100°C adalah sekitar 172.000 kcal. Oleh karena itu total konsumsi solar relatif sama, sedangkan yang berubah adalah laju pembakaran dan waktu yang diperlukan untuk mencapai temperatur target.
Desain Heating Coil Internal Tangki CPO 4,5 Ton
ParameterNilai Rekomendasi
Diameter Tanki2 – 2,5 Meter
Tinggi Cairan1,5 – 2 Meter
Material CoilCarbon Steel SCH40
Ukuran Coil1½ Inch
Panjang Coil Minimum25 Meter
Panjang Coil Ideal35 Meter
Jumlah Layer Coil3 – 4 Layer
Jarak Antar Coil150 mm
Suhu Thermal Oil280 – 300°C
Pressure Design6 Bar
Catatan Engineering:
Pada banyak kasus, burner berkapasitas besar tidak mampu bekerja optimal karena coil terlalu pendek sehingga energi panas dari thermal oil tidak terserap secara maksimal oleh CPO.
Analisa Kerugian Panas (Heat Loss) Tangki CPO
Kondisi TangkiHeat LossEfisiensi SistemRekomendasi
Tanpa Insulasi25 – 35%RendahTidak Disarankan
Rockwool 25 mm15 – 20%CukupAplikasi Ringan
Rockwool 50 mm8 – 12%BaikStandar Industri
Rockwool 75 mm5 – 8%Sangat BaikKapasitas Besar

 

Rekomendasi Engineering PT Indira Mitra Boiler

Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan panas, kapasitas tangki, serta target waktu pemanasan, sistem yang paling ekonomis untuk aplikasi tangki CPO kapasitas 4,5 ton adalah menggunakan Thermal Oil Heater 100.000 kcal/jam yang dipadukan dengan Burner BEJO BT18 LR. Konfigurasi ini mampu memberikan keseimbangan antara investasi awal, konsumsi bahan bakar, dan kecepatan pemanasan sehingga cocok digunakan pada sebagian besar industri kelapa sawit.

Kontrol Temperatur yang Stabil

Selain memiliki kapasitas yang memadai, burner dapat dioperasikan secara otomatis menggunakan digital thermostat controller. Dengan sistem kontrol tersebut, temperatur thermal oil dan temperatur CPO dapat dipertahankan pada nilai yang diinginkan secara lebih stabil. Oleh karena itu, konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien dan umur peralatan dapat lebih panjang.

Rekomendasi Untuk Pemanasan Cepat

Namun demikian, apabila perusahaan membutuhkan waktu pemanasan kurang dari 3 jam, maka kapasitas heater dapat ditingkatkan menjadi 180.000 kcal/jam. Pada kondisi tersebut disarankan menggunakan heating coil minimal 35 meter, pompa sirkulasi thermal oil yang sesuai kapasitas, serta insulasi Rockwool 50 mm agar perpindahan panas berlangsung lebih optimal.

Optimasi Efisiensi Sistem

Selain pemilihan kapasitas heater, efisiensi sistem juga dipengaruhi oleh desain coil, kualitas insulasi, ukuran pipa, dan kapasitas pompa sirkulasi. Oleh sebab itu, seluruh komponen harus dirancang secara terpadu agar panas dari thermal oil dapat ditransfer secara maksimal ke dalam CPO tanpa kehilangan energi yang berlebihan.

Kesimpulan Engineering

Dengan kombinasi desain yang tepat antara thermal oil heater, burner, heating coil, pompa sirkulasi, dan sistem insulasi, proses pemanasan CPO dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan ekonomis. Dengan demikian, produktivitas pabrik dapat meningkat, biaya operasional dapat ditekan, dan kualitas produk CPO tetap terjaga selama proses penyimpanan maupun distribusi.

Kondisi Awal Studi Kasus
ParameterNilai
Kapasitas Tanki4,5 Ton
Temperatur Awal30°C
Temperatur Target100°C
LokasiOutdoor
InsulasiRockwool 50 mm
Sistem PemanasThermal Oil Heater
Hasil Perhitungan:
Kebutuhan panas total untuk memanaskan 4,5 ton CPO dari 30°C menjadi 100°C adalah sekitar 172.000 kcal.
Studi Banding Thermal Oil Heater 50.000 vs 100.000 vs 180.000 kcal/jam
Parameter50.000 kcal100.000 kcal180.000 kcal
Estimasi Waktu Pemanasan3,4 Jam1,7 Jam1 Jam
Konsumsi Solar5 Liter/Jam10 Liter/Jam18 Liter/Jam
Investasi AwalRendahSedangTinggi
Kebutuhan RuangKecilSedangBesar
Cocok UntukTanki KecilTanki MenengahMulti Tanki
Studi Banding Steam Coil vs Thermal Oil Coil
ParameterSteam CoilThermal Oil Coil
Temperatur Maksimum180°C300°C
KorosiTinggiRendah
Tekanan Operasi6 – 10 Bar1 – 3 Bar
Efisiensi Sistem70 – 80%85 – 92%
MaintenanceTinggiRendah
Konsumsi AirAdaTidak Ada
Risiko Water HammerTinggiTidak Ada
Umur PeralatanMenengahLebih Panjang
Biaya OperasionalLebih TinggiLebih Rendah
Aplikasi Tangki CPOCukup BaikSangat Direkomendasikan

Pengaruh Temperatur Terhadap Viskositas CPO

CPO memiliki viskositas tinggi pada temperatur ruang sehingga sulit dipompa.
Pemanasan akan menurunkan viskositas dan mempercepat proses transfer produk.
Penelitian menunjukkan pemanasan CPO dapat meningkatkan karakteristik aliran dan mengurangi hambatan pemompaan.

Pengaruh Temperatur Terhadap Viskositas CPO
Temperatur CPOKondisi Aliran
30°CSangat Kental
40°CKental
50°CMulai Lancar
60°CBaik Untuk Transfer
80°CSangat Baik
100°CViskositas Rendah

Kesalahan Desain Yang Sering Terjadi Pada Tangki Crude Palm Oil

  1. Burner terlalu besar tetapi coil terlalu kecil.
  2. Tidak menggunakan expansion tank.
  3. Tidak memasang air vent pada titik tertinggi.
  4. Tidak menggunakan flow switch thermal oil.
  5. Tidak menginsulasi tanki dan pipa.
  6. Tidak memasang PT100 pada outlet dan return thermal oil.
  7. Menggunakan pompa yang terlalu kecil.
  8. Tidak menyediakan bypass line maintenance.

Kesimpulan terakhir

Untuk tangki CPO 4,5 ton,  direkomendasikan Menggunakan Thermal Oil Heater  100.000 kcal/jam hingga 180.000 kcal/jam, include  burner BEJO BT18 LR, heating coil 30–40 meter SCH40 1½ inch, di lengkapi pompa thermal oil high temperature, expansion tank, PT100 digital control, serta insulasi rockwool 50 mm.

Konfigurasi tersebut mampu memberikan pemanasan cepat, konsumsi bahan bakar lebih hemat, kualitas CPO lebih terjaga, dan umur peralatan lebih panjang.
Penyimpanan CPO umumnya dijaga pada kisaran 40–60°C untuk menjaga kualitas dan mencegah kristalisasi, sedangkan pemanasan lebih tinggi dilakukan saat proses khusus atau transfer tertentu.

BACA JUGA ARTIKEL BEJOBURNER.CO.ID

PT Indira Mitra Boiler
📞 Phone : (021) 352 95874
🟢 WhatsApp : 0813 8866 6204
📧 Email : info@indira.co.id
🌐 Website : https://burner.co.id
🌐 Website : https://indiramitraboiler.co.id

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top