Analisa Sistem Dryer, Destilator Industri dan Pemilihan Burner yang Tepat
Dalam industri modern, sistem dryer dan destilator memiliki peran penting dalam proses pengeringan, pemisahan, serta pengolahan berbagai bahan baku dan produk akhir. Kinerja kedua sistem tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan menghasilkan panas yang stabil, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan proses. Oleh karena itu, pemilihan burner yang tepat menjadi faktor utama dalam mencapai efisiensi energi, kualitas produk, serta biaya operasional yang lebih rendah.
Burner berfungsi sebagai sumber energi panas yang mengubah bahan bakar menjadi energi termal untuk mendukung proses pengeringan maupun distilasi. Setiap aplikasi memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari kebutuhan temperatur, kapasitas produksi, jenis bahan bakar, hingga sistem kontrol yang digunakan. Kesalahan dalam memilih burner dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar berlebih, ketidakstabilan suhu, penurunan kualitas produk, serta meningkatnya biaya perawatan.
Dokumen ini disusun untuk memberikan analisis teknis mengenai sistem dryer dan destilator industri serta kriteria pemilihan burner yang sesuai dengan kebutuhan proses. Pembahasan mencakup kebutuhan panas, jenis burner, efisiensi pembakaran, sistem kontrol, dan faktor operasional lainnya. Dengan memahami aspek-aspek tersebut, perusahaan dapat menentukan solusi pembakaran yang optimal guna meningkatkan produktivitas, efisiensi energi, dan keandalan operasi industri secara berkelanjutan.

High Temperature Furnace Process Menggunakan BEJO Burner Series
Video ini menjelaskan proses pemanasan temperatur tinggi (High Temperature Furnace Process) menggunakan BEJO Burner Series yang dirancang untuk aplikasi furnace industri,thermal oil heater, oven dryer, rotary dryer, heat treatment furnace, serta berbagai proses pemanasan yang membutuhkan kontrol temperatur presisi dan pembakaran yang stabil.
Pada sistem ini, burner berfungsi menghasilkan energi panas melalui proses pembakaran gas atau bahan bakar cair yang kemudian ditransfer ke ruang bakar furnace. Temperatur tinggi yang dihasilkan digunakan untuk proses pemanasan material, pengeringan, perlakuan panas logam (heat treatment),pemanasan crude oil, hingga proses manufaktur yang memerlukan suhu stabil dalam jangka waktu lama.
Komponen Utama Sistem High Temperature Furnace
- BEJO Burner Series dengan sistem pembakaran efisien.
- Blower udara pembakaran untuk menjaga rasio udara dan bahan bakar.
- Gas Train atau Oil System sesuai jenis bahan bakar.
- Burner Management System (BMS) untuk keamanan operasi.
- Temperature Controller dan PLC untuk kontrol suhu otomatis.
- Furnace Chamber dengan refractory tahan temperatur tinggi.
Keunggulan BEJO Burner Series untuk Furnace Industri
- Nyala api stabil pada temperatur tinggi.
- Efisiensi pembakaran lebih baik.
- Mudah diintegrasikan dengan sistem kontrol otomatis.
- Dapat menggunakan gas, solar, atau dual fuel.
- Cocok untuk operasi kontinyu 24 jam.
- Emisi lebih rendah dengan setting pembakaran yang tepat.
Aplikasi High Temperature Furnace
BEJO Burner Series banyak digunakan pada furnace industri untuk proses heat treatment,forging, aluminium melting, steel heating, ceramic kiln, thermal oil heater, crude oil heater, boiler industri, serta berbagai aplikasi yang membutuhkan panas tinggi secara kontinyu dan terkontrol.
Rekomendasi Engineering
Pemilihan kapasitas burner harus disesuaikan dengan kebutuhan panas proses,volume ruang bakar, temperatur target, jenis bahan bakar, dan efisiensi sistem.
Dengan perhitungan heat load yang tepat, konsumsi bahan bakar dapat ditekan,temperatur lebih stabil, dan umur peralatan menjadi lebih panjang.
PT Indira Mitra Boiler
Supply BEJO Burner Series • Burner Management System • Gas Train • Service & Commissioning
Ratman Bejo
📞 WA 0813-8866-6204
Perhitungan Panas Furnace Crude Oil 5000 Ton dalam Satuan kcal dan kW
Perhitungan ini digunakan untuk mengubah kebutuhan panas furnace dari satuan Btu menjadi kcal dan kW. Dalam aplikasi industri, konversi ini penting agar kapasitas burner,
kebutuhan bahan bakar, serta efisiensi furnace dapat dianalisis dengan lebih mudah.
1. Data Dasar Perhitungan
| Parameter | Nilai | Satuan | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Massa crude oil | 5000 ton | 5.000.000 kg | Basis perhitungan massa crude oil |
| Cp crude oil | ± 1,824 | kJ/kg°C | Konversi dari 0,4356 Btu/lb°F |
| Suhu masuk crude oil | 235,4°F | 113°C | Temperatur awal crude oil |
| Suhu keluar crude oil | 643,87°F | 339,9°C | Temperatur keluar furnace |
| ΔT | ± 226,9 | °C | Selisih suhu keluar dan masuk |
2. Rumus Panas yang Diserap Crude Oil
Q = m × Cp × ΔT
| Simbol | Arti | Satuan | Nilai pada Studi Kasus |
|---|---|---|---|
| Q | Panas yang dibutuhkan crude oil | kJ | Hasil perhitungan |
| m | Massa crude oil | kg | 5.000.000 kg |
| Cp | Panas jenis crude oil | kJ/kg°C | 1,824 kJ/kg°C |
| ΔT | Selisih temperatur | °C | 226,9°C |
3. Hasil Perhitungan Panas Crude Oil 5000 Ton
Q = 2.069.592.000 kJ
| Hasil Konversi | Nilai | Satuan | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Total panas | 2.069.592.000 | kJ | Energi panas total untuk menaikkan suhu crude oil |
| Total panas | 494.600.000 | kcal | Konversi dari kJ ke kcal |
| Total panas | 575.000 | kWh | Energi total dalam satuan listrik panas |
4. Jika Proses Pemanasan Dilakukan dalam Waktu Tertentu
Untuk menentukan kapasitas burner dalam kW atau kcal/jam, total panas harus dibagi
dengan waktu pemanasan. Oleh karena itu, semakin cepat target waktu pemanasan, semakin besar kapasitas burner yang dibutuhkan.
| Target Pemanasan/ jam | Kebutuhan Panas kWh | Setara kW | Setara kcal/jam | Catatan Engineering |
|---|---|---|---|---|
| 24 | 575.000 ÷ 24 | ± 23.958 | ± 20.605.000 | Membutuhkan burner kapasitas sangat besar atau multi burner |
| 48 | 575.000 k ÷ 48 | ± 11.979 | ± 10.302.000 | Cocok untuk proses pemanasan bertahap |
| 72 j | 575.000 ÷ 72 | ± 7.986 | ± 6.868.000 | Beban burner lebih ringan dan kontrol lebih stabil |
5. Konversi Data Furnace dari Btu/jam ke kcal/jam dan kW
Berdasarkan data perhitungan furnace, total panas masuk adalah 171.129.033,688 Btu/jam.
Nilai ini dapat dikonversi menjadi kcal/jam dan kW agar lebih mudah digunakan untuk pemilihan burner industri.
1 Btu/jam = 0,000293071 kW
| Parameter | Nilai Btu/jam | Nilai kcal/jam | Nilai kW |
|---|---|---|---|
| Total panas masuk furnace | 171.129.033,688 | ± 43.158.000 | ± 50.153 kW |
| Efisiensi furnace | 84,0073% | Efisiensi termal | Perbandingan panas termanfaatkan terhadap panas masuk |
6. Rumus Efisiensi Furnace
η = (Panas termanfaatkan ÷ Total panas masuk) × 100%
| Parameter | Rumus | Fungsi |
|---|---|---|
| Total panas masuk | Qin = bahan bakar × nilai kalor | Menentukan energi total dari pembakaran |
| Panas termanfaatkan | Quseful = m × Cp × ΔT | Menentukan panas yang benar-benar diserap crude oil |
| Kehilangan panas | Qloss = Qflue gas + Qdinding + Qradiasi | Mengetahui energi yang terbuang |
| Efisiensi | η = Quseful / Qin × 100% | Menilai kinerja furnace |
7. Rekomendasi BEJO Burner untuk Kebutuhan Panas Besar
| Kebutuhan Panas kcal/jam | Setara kW | Rekomendasi Sistem | Catatan |
|---|---|---|---|
| 5.000.000 – 10.000.000 kcal/jam | ± 5.800 – 11.600 | BEJO RS Series / Dual Fuel Burner | Cocok untuk furnace dan thermal oil heater kapasitas besar |
| 10.000.000 – 20.000.000 kcal/jam | ± 11.600 – 23.200 | Multi BEJO Burner System | Disarankan menggunakan burner paralel atau sistem modulating |
| Di atas 20.000.000 | Di atas ± 23.200 | Custom BEJO Burner Management System | Membutuhkan engineering detail, gas train, panel kontrol, dan safety interlock |
Jika crude oil 5000 ton adalah kapasitas batch, maka kebutuhan burner harus dihitung berdasarkan target waktu pemanasan. Namun, jika 5000 ton adalah kapasitas per hari, maka perhitungan harus menggunakan laju aliran ton/jam. Untuk hasil yang aman, PT Indira Mitra Boiler perlu menghitung ulang berdasarkan data aktual seperti suhu awal,suhu target, waktu pemanasan, jenis crude oil, efisiensi furnace, dan kondisi ruang bakar.
Rumus Fisika Efisiensi Furnace dan Perhitungan Kehilangan Panas
Efisiensi furnace adalah perbandingan antara panas yang benar-benar diserap oleh fluida proses dengan total energi panas yang masuk dari proses pembakaran bahan bakar. Dalam aplikasi industri,rumus ini penting untuk mengetahui apakah furnace bekerja secara efisien atau masih banyak panasyang hilang melalui gas buang, dinding furnace, radiasi, konduksi, dan kebocoran sistem.
1. Rumus Utama Efisiensi Furnace
η = ( Qout / Qin ) × 100%
| Simbol | Nama Parameter | Satuan | Keterangan |
|---|---|---|---|
| η | Efisiensi furnace | % | Persentase energi panas yang berhasil dimanfaatkan oleh fluida proses. |
| Qout | Panas yang diserap fluida proses | kJ/jam atau kW | Panas berguna yang diterima crude oil, thermal oil, udara proses, atau material yang dipanaskan. |
| Qin | Total energi masuk | kJ/jam atau kW | Total energi dari pembakaran bahan bakar dan udara pembakaran. |
2. Rumus Panas yang Diserap Fluida Proses
Qout = m × Cp × ΔT
| Simbol | Arti | Satuan | Penjelasan Engineering |
|---|---|---|---|
| m | Laju aliran massa fluida | kg/jam | Jumlah fluida proses yang dipanaskan setiap jam. |
| Cp | Panas jenis fluida | kJ/kg°C | Energi yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur 1 kg fluida sebesar 1°C. |
| ΔT | Selisih temperatur | °C | Perbedaan suhu keluar dan suhu masuk furnace. |
3. Rumus Total Energi Masuk dari Bahan Bakar
Qin = ṁfuel × LHV
| Simbol | Arti | Satuan | Keterangan |
|---|---|---|---|
| ṁfuel | Konsumsi bahan bakar | kg/jam, liter/jam, atau Nm³/jam | Jumlah bahan bakar yang digunakan furnace per jam. |
| LHV | Lower Heating Value | kJ/kg, kJ/liter, atau kJ/Nm³ | Nilai kalor bersih bahan bakar yang benar-benar tersedia untuk pembakaran. |
4. Rumus Kehilangan Panas Furnace
Qloss = Qflue gas + Qdinding + Qradiasi + Qlainnya
| Jenis Kehilangan Panas | Penyebab | Dampak | Solusi |
|---|---|---|---|
| Flue Gas Loss | Suhu gas buang terlalu tinggi melalui cerobong. | Energi panas terbuang dan efisiensi turun. | Setting excess air, cek burner, dan optimalkan heat transfer. |
| Wall Heat Loss | Panas hilang melalui dinding furnace. | Area sekitar furnace panas dan energi terbuang. | Perbaiki refractory, insulation, dan sealing furnace. |
| Radiation Loss | Radiasi panas dari body furnace ke lingkungan. | Efisiensi turun dan ruang kerja menjadi panas. | Tambahkan isolasi dan perbaiki lapisan pelindung panas. |
| Leakage Loss | Kebocoran udara atau gas panas. | Pembakaran tidak stabil dan konsumsi bahan bakar naik. | Periksa gasket, pintu inspeksi, ducting, dan chamber. |
5. Contoh Perhitungan Efisiensi Furnace
Misalnya sebuah furnace memanaskan crude oil dengan panas yang diserap sebesar 800.000 kJ/jam. Sementara itu, total energi dari pembakaran bahan bakar yang masuk
ke furnace adalah 1.000.000 kJ/jam.
η = 80%
Dari perhitungan tersebut, efisiensi furnace adalah 80%. Artinya, 80% energi panas berhasil diserap oleh fluida proses, sedangkan 20% sisanya hilang melalui flue gas, dinding furnace,radiasi, dan faktor kehilangan panas lainnya.
6. Hubungan Efisiensi Furnace dengan Pemilihan Burner
Burner memiliki peran besar dalam menentukan efisiensi furnace. Jika rasio udara dan bahan bakar tidak tepat, maka pembakaran menjadi tidak sempurna. Selain itu, excess air yang terlalu tinggi dapat membawa panas keluar melalui cerobong sehingga flue gas loss meningkat.
| Kondisi Burner | Dampak ke Furnace | Solusi BEJO Burner |
|---|---|---|
| Api kuning dan tidak stabil | Pembakaran tidak sempurna dan emisi meningkat. | Lakukan combustion tuning dan setting air-fuel ratio. |
| Excess air terlalu tinggi | Panas banyak terbuang melalui flue gas. | Gunakan kontrol damper dan burner modulating. |
| Kapasitas burner terlalu kecil | Suhu proses sulit tercapai. | Pilih kapasitas BEJO Burner sesuai heat load. |
| Kapasitas burner terlalu besar | Burner sering ON-OFF dan suhu tidak stabil. | Gunakan BEJO Modulating Burner untuk kontrol lebih presisi. |
Untuk meningkatkan efisiensi furnace, PT Indira Mitra Boiler merekomendasikan pemilihan kapasitas BEJO Burner yang sesuai, setting pembakaran yang benar, pengecekan refractory,inspeksi flue gas, serta commissioning berkala agar konsumsi bahan bakar lebih hemat dan proses produksi lebih stabil.
Prinsip Kerja Dryer Industri
Rotary dryer bekerja dengan cara memutar material di dalam drum sambil dialiri udara panas. Udara panas tersebut berasal dari burner yang membakar bahan bakar seperti gas, solar, atau dual fuel. Dengan demikian, panas yang stabil akan membantu menurunkan kadar air material secara bertahap.
Namun, apabila burner terlalu kecil, temperatur sulit tercapai. Sebaliknya, jika burner terlalu besar tanpa kontrol yang tepat, produk dapat terlalu kering, gosong, atau kualitasnya tidak merata.
Permasalahan Umum pada Sistem Dryer Industri
Banyak pabrik mengalami konsumsi bahan bakar yang tinggi akibat burner yang tidak sesuai kapasitas. Selain itu, distribusi panas yang tidak merata dapat menyebabkan kualitas produk tidak konsisten.
| Masalah di Lapangan | Penyebab Umum | Dampak Produksi | Solusi Engineering |
|---|---|---|---|
| Suhu dryer tidak stabil | Kapasitas burner tidak sesuai atau kontrol suhu kurang presisi | Produk terlalu basah atau terlalu kering | Gunakan burner dengan kapasitas tepat dan temperature controller |
| Konsumsi bahan bakar boros | Rasio udara dan bahan bakar tidak tepat | Biaya operasi meningkat | Lakukan commissioning dan combustion tuning |
| Api tidak stabil | Tekanan bahan bakar berubah-ubah atau nozzle kotor | Burner mudah lockout | Cek filter, nozzle, pressure regulator, dan damper udara |
| Produk tidak merata keringnya | Distribusi panas tidak merata di dalam drum | Kualitas produk tidak konsisten | Atur airflow, suhu inlet, suhu outlet, dan posisi burner |
Analisa Kebutuhan Panas pada Rotary Dryer
Kebutuhan panas pada rotary dryer dipengaruhi oleh kapasitas material, kadar air awal, target kadar air akhir, suhu inlet, suhu outlet, dan efisiensi perpindahan panas. Karena itu, perhitungan kapasitas burner harus disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan.
Sebagai acuan awal, semakin besar kapasitas material yang dikeringkan, maka semakin besar pula kebutuhan panas yang diperlukan. Selain itu, material dengan kadar air tinggi membutuhkan energi lebih besar untuk proses evaporasi.
Perhitungan Kapasitas Burner untuk Dryer
Dalam perhitungan awal, kapasitas burner dapat diperkirakan berdasarkan kebutuhan panas proses. Namun demikian, hasil akhir tetap perlu divalidasi melalui data aktual seperti kapasitas produksi, kadar air, jenis material, dan desain dryer.

Studi Kasus Lapangan pada Rotary Dryer
Pada salah satu aplikasi dryer industri, masalah utama yang sering ditemukan adalah suhu inlet sulit stabil dan konsumsi bahan bakar tinggi. Setelah dilakukan pemeriksaan, penyebabnya bukan hanya dari burner, tetapi juga dari setting udara, tekanan bahan bakar, kondisi nozzle, dan sistem kontrol temperatur.
Selain itu, beberapa sistem dryer masih menggunakan burner dengan kapasitas yang tidak sesuai. Akibatnya, burner bekerja terlalu berat atau terlalu sering ON-OFF. Dengan demikian, umur komponen menjadi lebih pendek dan konsumsi bahan bakar menjadi tidak efisien.
|
|---|
Solusi Menggunakan BEJO Burner
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PT Indira Mitra Boiler merekomendasikan penggunaan BEJO Gas Burner atau BEJO Oil Burner yang disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas panas dryer.
BEJO Burner dapat digunakan untuk berbagai aplikasi seperti rotary dryer, oven dryer, hot air generator, thermal oil heater, steam boiler, furnace, dan sistem pemanas industri lainnya. Selain itu, sistem dapat dilengkapi dengan panel kontrol suhu, gas train, pressure switch, safety interlock, dan commissioning oleh teknisi berpengalaman.
Alternatif Rekomendasi Burner BEJO DB Series di peruntukan untuk Burner Kapasitas Industri Besar:
BEJO DB Series dapat menjadi alternatif yang tepat untuk aplikasi industri berkapasitas besar yang membutuhkan sistem pembakaran dual fuel, kontrol modulating, serta kemampuan beroperasi pada beban panas tinggi. Selain itu, seri ini dirancang untuk menghasilkan nyala api yang stabil sehingga proses pemanasan dapat berlangsung lebih efisien dan konsisten. Dengan demikian, type DB Series sangat cocok digunakan pada furnace industri, thermal oil heater, boiler kapasitas besar, rotary dryer, asphalt plant, maupun berbagai sistem pemanas proses lainnya. Oleh karena itu, pemilihan burner yang sesuai dengan kebutuhan heat load akan membantu meningkatkan efisiensi energi, menjaga kualitas produk, dan mengurangi biaya operasional jangka panjang.
| Tipe BEJO DB Series | Range Kapasitas kW | Setara kcal/jam | Bahan Bakar | Sistem Kontrol | Aplikasi Utama | Catatan Engineering |
|---|---|---|---|---|---|---|
| DB6 | ± 1.400 – 4.000 | ± 1.204.000 – 3.440.000 | Gas / Solar / Dual Fuel | Progressive atau Modulating | Thermal oil heater, oven dryer besar, rotary dryer, furnace kecil | Cocok untuk pabrik yang membutuhkan fleksibilitas bahan bakar dan kontrol suhu lebih stabil. |
| DB10 | ± 3.000 – 7.000 | ± 2.580.000 – 6.020.000 | Gas / Light Oil / Heavy rude | Modulating + Servo Control | Boiler besar, hot air generator, dryer kapasitas tinggi, furnace proses | Disarankan untuk beban panas menengah-besar dengan kebutuhan pembakaran lebih presisi. |
| DB16 | ± 2.600 – 12.000 | ± 2.236.000 – 10.320.000 | Natural Gas / Fuel Oil | Full Modulating | Furnace, refinery heater, thermal oil heater besar, boiler industri | Alternatif kapasitas besar dengan sistem atomisasi oil dan kontrol pembakaran otomatis. |
| DB20 | ± 5.000 – 16.000 | ± 4.300.000 – 13.760.000 | Gas / Solar / Heavy Crude / Dual Fuel | Modulating + BMS | Crude oil heater, furnace besar, boiler kapasitas tinggi, proses kontinyu | Membutuhkan desain gas train, oil skid, safety interlock, dan panel burner management system. |
| DB Custom | Menyesuaikan heat load | Custom sesuai kebutuhan proses | Gas, solar, heavy oil, atau kombinasi | Custom BMS + PLC/HMI | Proyek khusus, multi burner, furnace refinery, dryer raksasa | Perlu perhitungan detail berdasarkan tekanan ruang bakar, suhu proses, efisiensi, dan jenis bahan bakar. |
BEJO DB Series direkomendasikan ketika kebutuhan panas sudah masuk kelas besar dan membutuhkan dual fuel operation. Untuk hasil akurat, kapasitas burner harus dihitung dari heat load aktual, target temperatur, jenis bahan bakar, tekanan gas, kebutuhan oil flow, tekanan ruang bakar, serta sistem safety yang digunakan.
PT Indira Mitra Boiler
Supply BEJO DB Series • Dual Fuel Burner • Gas Train • Oil System • BMS Panel • Service & Commissioning
Ratman Bejo
WA: 0813-8866-6204
Pengalaman Implementasi PT Indira Mitra Boiler
Berdasarkan pengalaman Kami dalam menangani oven dryer, rotary dryer, thermal oil heater, dan steam boiler di berbagai industri Indonesia, pemilihan kapasitas burner yang tepat sangat mempengaruhi efisiensi bahan bakar dan stabilitas proses produksi.
Selain supply unit burner, PT Indira Mitra Boiler juga menyediakan jasa instalasi, commissioning, training operator, spare part burner, serta perawatan berkala. Oleh karena itu, pelanggan tidak hanya mendapatkan produk, tetapi juga dukungan engineering untuk menjaga performa sistem pemanas.
SOP Operasi dan Maintenance Burner Dryer
Pemeriksaan Sebelum Start Burner
- Pastikan suplai bahan bakar tersedia dan tekanannya stabil.
- Periksa kondisi panel kontrol dan sistem safety interlock.
- Cek filter bahan bakar, nozzle, ignition electrode, dan flame sensor.
- Pastikan blower dan damper udara bekerja normal.
- Pastikan area dryer aman dari material mudah terbakar.
Pemeriksaan Saat Burner Beroperasi
- Monitor suhu inlet dan outlet dryer secara berkala.
- Pastikan nyala api stabil dan tidak berwarna terlalu kuning.
- Periksa tekanan bahan bakar pada pressure gauge.
- Amati kemungkinan getaran, suara tidak normal, atau lockout.
- Catat konsumsi bahan bakar untuk evaluasi efisiensi.
Maintenance Berkala
- Bersihkan filter bahan bakar secara rutin.
- Periksa dan ganti nozzle apabila spray sudah tidak halus.
- Bersihkan photocell atau flame sensor dari debu dan jelaga.
- Cek ignition transformer dan kabel ignition.
- Lakukan combustion tuning secara berkala.
Studi Kasus Engineering Rotary Dryer Tepung Menggunakan BEJO Burner
Sebagai contoh, sebuah pabrik pengolahan tepung membutuhkan sistem rotary dryer untuk menurunkan kadar air produk secara konsisten. Selain itu, perusahaan ingin mengurangi konsumsi bahan bakar sekaligus menjaga stabilitas temperatur selama proses produksi berlangsung.
Data Operasional Lapangan
| Parameter | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Kapasitas Dryer | 3 Ton/Jam | Produksi tepung kontinyu |
| Kadar Air Awal | 25% | Material masuk rotary dryer |
| Kadar Air Akhir | 12% | Target produk jadi |
| Suhu Inlet | 180°C | Udara panas masuk dryer |
| Suhu Outlet | 90°C | Udara keluar dryer |
| Jam Operasi | 20 Jam/Hari | Operasi hampir kontinyu |
Permasalahan yang Ditemukan
Pada awal inspeksi ditemukan bahwa temperatur inlet sering berubah-ubah.
Akibatnya, kualitas produk tidak konsisten dan sebagian material masih memiliki kadar air yang tinggi.
Selain itu, konsumsi bahan bakar meningkat karena burner bekerja pada kondisi yang tidak optimal.
| Temuan | Dampak Produksi | Risiko Operasional |
|---|---|---|
| Api burner tidak stabil | Pengeringan tidak merata | Kualitas produk turun |
| Damper udara tidak tepat | Pembakaran kurang sempurna | BBM lebih boros |
| Nozzle mulai aus | Spray bahan bakar tidak merata | Flame tidak stabil |
| Kontrol suhu tidak presisi | Suhu naik turun | Produk over drying |
Analisa Heat Load Dryer
Berdasarkan evaluasi proses pengeringan, kebutuhan panas aktual diperkirakan berada pada rentang 500–700 kW. Oleh karena itu, kapasitas burner harus mampu menyediakan panas secara stabil tanpa sering mengalami ON-OFF.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Kebutuhan Panas | ± 600 kW |
| Setara kcal/jam | ± 516.000 kcal/jam |
| Bahan Bakar | Natural Gas |
| Mode Operasi | Modulating |
Rekomendasi BEJO Burner
Setelah dilakukan perhitungan heat load dan evaluasi lapangan, PT Indira Mitra Boiler
merekomendasikan penggunaan BEJO BTN55GC Modulating Gas Burner.
Dengan demikian, temperatur dapat dikontrol lebih presisi sesuai kebutuhan proses pengeringan.
| Peralatan | Rekomendasi | Fungsi |
|---|---|---|
| Burner | BEJO BTN55GC | Sumber panas utama |
| Temperature Controller | PID Digital | Kontrol suhu otomatis |
| Gas Train | Lengkap Safety Valve | Keamanan suplai gas |
| Pressure Switch | Air & Gas | Proteksi sistem |
| Flame Monitoring | Photocell / UV Sensor | Deteksi nyala api |
Hasil yang Diharapkan Setelah Commissioning
Setelah combustion tuning dilakukan, pembakaran menjadi lebih sempurna.
Sementara itu, temperatur dryer dapat dipertahankan pada rentang yang lebih stabil sehingga kualitas produk meningkat.
| Sebelum Perbaikan | Sesudah Commissioning |
|---|---|
| Suhu fluktuatif | Suhu lebih stabil |
| Konsumsi bahan bakar tinggi | Lebih efisien |
| Produk tidak seragam | Kualitas lebih konsisten |
| Burner sering lockout | Operasi lebih andal |
| Downtime tinggi | Produktivitas meningkat |
Kesimpulan Studi Kasus
Berdasarkan pengalaman implementasi sistem dryer industri, pemilihan kapasitas burner yang tepat,setting udara dan bahan bakar yang akurat, serta commissioning yang benar memiliki pengaruh besar terhadap efisiensi energi.Selain itu, dukungan spare part dan layanan teknis juga menjadi faktor penting untuk menjaga kontinuitas produksi.Oleh karena itu, penggunaan BEJO Burner yang disesuaikan dengan heat load aktual dapat membantu meningkatkan performa dryer sekaligus menekan biaya operasional jangka panjang.
Kesimpulan
Rotary dryer membutuhkan sumber panas yang stabil agar proses pengeringan berjalan konsisten. Namun, stabilitas tersebut hanya dapat dicapai apabila kapasitas burner sesuai, instalasi benar, dan commissioning dilakukan dengan tepat.Dengan menggunakan BEJO Burner, pabrik dapat menyesuaikan kapasitas pemanas berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan. Selain itu, dukungan service, spare part, dan engineering dari kami membantu sistem dryer bekerja lebih efisien, aman, dan mudah dirawat.Supply
PT Indira Mitra Boiler
Industrial Heating System Specialist
Office:Emerald Residence Sepatan Ruko 8i, Kosambi Tangerang
Phone: (021) 352 95874
WhatsApp : +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
Workshop : Tangerang – Indonesia
Website : www.indiramitraboiler.co.id
Website : www.burner.co.id
Email : info@indira.co.id | idmratman@gmail.com
YouTube : https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia
