Perhitungan Efisiensi Furnace Industri: Analisis Heat Loss dan Flue Gas

Analisa Sistem Dryer, Destilator Industri dan Pemilihan Burner yang Tepat

Dalam industri modern, sistem dryer dan destilator memiliki peran penting dalam proses pengeringan, pemisahan, serta pengolahan berbagai bahan baku dan produk akhir. Kinerja kedua sistem tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan menghasilkan panas yang stabil, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan proses. Oleh karena itu, pemilihan burner yang tepat menjadi faktor utama dalam mencapai efisiensi energi, kualitas produk, serta biaya operasional yang lebih rendah.

Burner berfungsi sebagai sumber energi panas yang mengubah bahan bakar menjadi energi termal untuk mendukung proses pengeringan maupun distilasi. Setiap aplikasi memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari kebutuhan temperatur, kapasitas produksi, jenis bahan bakar, hingga sistem kontrol yang digunakan. Kesalahan dalam memilih burner dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar berlebih, ketidakstabilan suhu, penurunan kualitas produk, serta meningkatnya biaya perawatan.

Dokumen ini disusun untuk memberikan analisis teknis mengenai sistem dryer dan destilator industri serta kriteria pemilihan burner yang sesuai dengan kebutuhan proses. Pembahasan mencakup kebutuhan panas, jenis burner, efisiensi pembakaran, sistem kontrol, dan faktor operasional lainnya. Dengan memahami aspek-aspek tersebut, perusahaan dapat menentukan solusi pembakaran yang optimal guna meningkatkan produktivitas, efisiensi energi, dan keandalan operasi industri secara berkelanjutan.

Diagram perhitungan efisiensi furnace industri yang menunjukkan aliran energi pembakaran, panas yang diserap crude oil, kehilangan panas melalui flue gas, serta heat loss pada dinding furnace.
Diagram perhitungan efisiensi furnace industri berdasarkan neraca energi pembakaran. Gambar menunjukkan hubungan antara panas yang diserap fluida proses (crude oil), panas yang terbuang melalui gas buang (flue gas), dan kehilangan panas melalui dinding furnace untuk menentukan efisiensi termal sistem pemanas.

 

 

High Temperature Furnace Process Menggunakan BEJO Burner Series

Video ini menjelaskan proses pemanasan temperatur tinggi (High Temperature Furnace Process) menggunakan BEJO Burner Series yang dirancang untuk aplikasi furnace industri,thermal oil heater, oven dryer, rotary dryer, heat treatment furnace, serta berbagai proses pemanasan yang membutuhkan kontrol temperatur presisi dan pembakaran yang stabil.

Pada sistem ini, burner berfungsi menghasilkan energi panas melalui proses pembakaran gas atau bahan bakar cair yang kemudian ditransfer ke ruang bakar furnace. Temperatur tinggi yang dihasilkan digunakan untuk proses pemanasan material, pengeringan, perlakuan panas logam (heat treatment),pemanasan crude oil, hingga proses manufaktur yang memerlukan suhu stabil dalam jangka waktu lama.

Komponen Utama Sistem High Temperature Furnace

  • BEJO Burner Series dengan sistem pembakaran efisien.
  • Blower udara pembakaran untuk menjaga rasio udara dan bahan bakar.
  • Gas Train atau Oil System sesuai jenis bahan bakar.
  • Burner Management System (BMS) untuk keamanan operasi.
  • Temperature Controller dan PLC untuk kontrol suhu otomatis.
  • Furnace Chamber dengan refractory tahan temperatur tinggi.

Keunggulan BEJO Burner Series untuk Furnace Industri

  • Nyala api stabil pada temperatur tinggi.
  • Efisiensi pembakaran lebih baik.
  • Mudah diintegrasikan dengan sistem kontrol otomatis.
  • Dapat menggunakan gas, solar, atau dual fuel.
  • Cocok untuk operasi kontinyu 24 jam.
  • Emisi lebih rendah dengan setting pembakaran yang tepat.

Aplikasi High Temperature Furnace

BEJO Burner Series banyak digunakan pada furnace industri untuk proses heat treatment,forging, aluminium melting, steel heating, ceramic kiln, thermal oil heater, crude oil heater, boiler industri, serta berbagai aplikasi yang membutuhkan panas tinggi secara kontinyu dan terkontrol.

Rekomendasi Engineering

Pemilihan kapasitas burner harus disesuaikan dengan kebutuhan panas proses,volume ruang bakar, temperatur target, jenis bahan bakar, dan efisiensi sistem.
Dengan perhitungan heat load yang tepat, konsumsi bahan bakar dapat ditekan,temperatur lebih stabil, dan umur peralatan menjadi lebih panjang.

PT Indira Mitra Boiler
Supply BEJO Burner Series • Burner Management System • Gas Train • Service & Commissioning
Ratman Bejo
📞 WA 0813-8866-6204

Perhitungan Panas Furnace Crude Oil 5000 Ton dalam Satuan kcal dan kW

Perhitungan ini digunakan untuk mengubah kebutuhan panas furnace dari satuan Btu menjadi kcal dan kW. Dalam aplikasi industri, konversi ini penting agar kapasitas burner,
kebutuhan bahan bakar, serta efisiensi furnace dapat dianalisis dengan lebih mudah.

1. Data Dasar Perhitungan

ParameterNilaiSatuanKeterangan
Massa crude oil5000 ton5.000.000 kgBasis perhitungan massa crude oil
Cp crude oil± 1,824kJ/kg°CKonversi dari 0,4356 Btu/lb°F
Suhu masuk crude oil235,4°F113°CTemperatur awal crude oil
Suhu keluar crude oil643,87°F339,9°CTemperatur keluar furnace
ΔT± 226,9°CSelisih suhu keluar dan masuk

2. Rumus Panas yang Diserap Crude Oil

Rumus:
Q = m × Cp × ΔT
SimbolArtiSatuanNilai pada Studi Kasus
QPanas yang dibutuhkan crude oilkJHasil perhitungan
mMassa crude oilkg5.000.000 kg
CpPanas jenis crude oilkJ/kg°C1,824 kJ/kg°C
ΔTSelisih temperatur°C226,9°C

3. Hasil Perhitungan Panas Crude Oil 5000 Ton

Q = 5.000.000 kg × 1,824 kJ/kg°C × 226,9°C
Q = 2.069.592.000 kJ
Hasil KonversiNilaiSatuanKeterangan
Total panas2.069.592.000kJEnergi panas total untuk menaikkan suhu crude oil
Total panas494.600.000kcalKonversi dari kJ ke kcal
Total panas575.000kWhEnergi total dalam satuan listrik panas

4. Jika Proses Pemanasan Dilakukan dalam Waktu Tertentu

Untuk menentukan kapasitas burner dalam kW atau kcal/jam, total panas harus dibagi
dengan waktu pemanasan. Oleh karena itu, semakin cepat target waktu pemanasan, semakin besar kapasitas burner yang dibutuhkan.

Target  Pemanasan/ jamKebutuhan Panas kWhSetara kWSetara kcal/jamCatatan Engineering
24575.000  ÷ 24± 23.958± 20.605.000Membutuhkan burner kapasitas sangat besar atau multi burner
48575.000 k ÷ 48± 11.979± 10.302.000Cocok untuk proses pemanasan bertahap
72 j575.000  ÷ 72± 7.986± 6.868.000Beban burner lebih ringan dan kontrol lebih stabil

5. Konversi Data Furnace dari Btu/jam ke kcal/jam dan kW

Berdasarkan data perhitungan furnace, total panas masuk adalah 171.129.033,688 Btu/jam.
Nilai ini dapat dikonversi menjadi kcal/jam dan kW agar lebih mudah digunakan untuk pemilihan burner industri.

1 Btu/jam = 0,252164 kcal/jam
1 Btu/jam = 0,000293071 kW
ParameterNilai Btu/jamNilai kcal/jamNilai kW
Total panas masuk furnace171.129.033,688± 43.158.000± 50.153 kW
Efisiensi furnace84,0073%Efisiensi termalPerbandingan panas termanfaatkan terhadap panas masuk

6. Rumus Efisiensi Furnace

Efisiensi Furnace:
η = (Panas termanfaatkan ÷ Total panas masuk) × 100%
ParameterRumusFungsi
Total panas masukQin = bahan bakar × nilai kalorMenentukan energi total dari pembakaran
Panas termanfaatkanQuseful = m × Cp × ΔTMenentukan panas yang benar-benar diserap crude oil
Kehilangan panasQloss = Qflue gas + Qdinding + QradiasiMengetahui energi yang terbuang
Efisiensiη = Quseful / Qin × 100%Menilai kinerja furnace

7. Rekomendasi BEJO Burner untuk Kebutuhan Panas Besar

Kebutuhan Panas kcal/jamSetara kWRekomendasi SistemCatatan
5.000.000 – 10.000.000 kcal/jam± 5.800 – 11.600BEJO RS Series / Dual Fuel BurnerCocok untuk furnace dan thermal oil heater kapasitas besar
10.000.000 – 20.000.000 kcal/jam± 11.600 – 23.200Multi BEJO Burner SystemDisarankan menggunakan burner paralel atau sistem modulating
Di atas 20.000.000Di atas ± 23.200Custom BEJO Burner Management SystemMembutuhkan engineering detail, gas train, panel kontrol, dan safety interlock
Catatan Engineering:
Jika crude oil 5000 ton adalah kapasitas batch, maka kebutuhan burner harus dihitung berdasarkan target waktu pemanasan. Namun, jika 5000 ton adalah kapasitas per hari, maka perhitungan harus menggunakan laju aliran ton/jam. Untuk hasil yang aman, PT Indira Mitra Boiler perlu menghitung ulang berdasarkan data aktual seperti suhu awal,suhu target, waktu pemanasan, jenis crude oil, efisiensi furnace, dan kondisi ruang bakar.

 

Rumus Fisika Efisiensi Furnace dan Perhitungan Kehilangan Panas

Efisiensi furnace adalah perbandingan antara panas yang benar-benar diserap oleh fluida proses dengan total energi panas yang masuk dari proses pembakaran bahan bakar. Dalam aplikasi industri,rumus ini penting untuk mengetahui apakah furnace bekerja secara efisien atau masih banyak panasyang hilang melalui gas buang, dinding furnace, radiasi, konduksi, dan kebocoran sistem.

1. Rumus Utama Efisiensi Furnace

Efisiensi Furnace:
η = ( Qout / Qin ) × 100%
SimbolNama ParameterSatuanKeterangan
ηEfisiensi furnace%Persentase energi panas yang berhasil dimanfaatkan oleh fluida proses.
QoutPanas yang diserap fluida proseskJ/jam atau kWPanas berguna yang diterima crude oil, thermal oil, udara proses, atau material yang dipanaskan.
QinTotal energi masukkJ/jam atau kWTotal energi dari pembakaran bahan bakar dan udara pembakaran.

2. Rumus Panas yang Diserap Fluida Proses

Panas Diserap Fluida:
Qout = m × Cp × ΔT
SimbolArtiSatuanPenjelasan Engineering
mLaju aliran massa fluidakg/jamJumlah fluida proses yang dipanaskan setiap jam.
CpPanas jenis fluidakJ/kg°CEnergi yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur 1 kg fluida sebesar 1°C.
ΔTSelisih temperatur°CPerbedaan suhu keluar dan suhu masuk furnace.

3. Rumus Total Energi Masuk dari Bahan Bakar

Total Energi Masuk:
Qin = ṁfuel × LHV
SimbolArtiSatuanKeterangan
fuelKonsumsi bahan bakarkg/jam, liter/jam, atau Nm³/jamJumlah bahan bakar yang digunakan furnace per jam.
LHVLower Heating ValuekJ/kg, kJ/liter, atau kJ/Nm³Nilai kalor bersih bahan bakar yang benar-benar tersedia untuk pembakaran.

4. Rumus Kehilangan Panas Furnace

Total Kehilangan Panas:
Qloss = Qflue gas + Qdinding + Qradiasi + Qlainnya
Jenis Kehilangan PanasPenyebabDampakSolusi
Flue Gas LossSuhu gas buang terlalu tinggi melalui cerobong.Energi panas terbuang dan efisiensi turun.Setting excess air, cek burner, dan optimalkan heat transfer.
Wall Heat LossPanas hilang melalui dinding furnace.Area sekitar furnace panas dan energi terbuang.Perbaiki refractory, insulation, dan sealing furnace.
Radiation LossRadiasi panas dari body furnace ke lingkungan.Efisiensi turun dan ruang kerja menjadi panas.Tambahkan isolasi dan perbaiki lapisan pelindung panas.
Leakage LossKebocoran udara atau gas panas.Pembakaran tidak stabil dan konsumsi bahan bakar naik.Periksa gasket, pintu inspeksi, ducting, dan chamber.

5. Contoh Perhitungan Efisiensi Furnace

Misalnya sebuah furnace memanaskan crude oil dengan panas yang diserap sebesar 800.000 kJ/jam. Sementara itu, total energi dari pembakaran bahan bakar yang masuk
ke furnace adalah 1.000.000 kJ/jam.

η = ( 800.000 / 1.000.000 ) × 100%
η = 80%

Dari perhitungan tersebut, efisiensi furnace adalah 80%. Artinya, 80% energi panas berhasil diserap oleh fluida proses, sedangkan 20% sisanya hilang melalui flue gas, dinding furnace,radiasi, dan faktor kehilangan panas lainnya.

6. Hubungan Efisiensi Furnace dengan Pemilihan Burner

Burner memiliki peran besar dalam menentukan efisiensi furnace. Jika rasio udara dan bahan bakar tidak tepat, maka pembakaran menjadi tidak sempurna. Selain itu, excess air yang terlalu tinggi dapat membawa panas keluar melalui cerobong sehingga flue gas loss meningkat.

Kondisi BurnerDampak ke FurnaceSolusi BEJO Burner
Api kuning dan tidak stabilPembakaran tidak sempurna dan emisi meningkat.Lakukan combustion tuning dan setting air-fuel ratio.
Excess air terlalu tinggiPanas banyak terbuang melalui flue gas.Gunakan kontrol damper dan burner modulating.
Kapasitas burner terlalu kecilSuhu proses sulit tercapai.Pilih kapasitas BEJO Burner sesuai heat load.
Kapasitas burner terlalu besarBurner sering ON-OFF dan suhu tidak stabil.Gunakan BEJO Modulating Burner untuk kontrol lebih presisi.
Catatan Engineering:
Untuk meningkatkan efisiensi furnace, PT Indira Mitra Boiler merekomendasikan pemilihan kapasitas BEJO Burner yang sesuai, setting pembakaran yang benar, pengecekan refractory,inspeksi flue gas, serta commissioning berkala agar konsumsi bahan bakar lebih hemat dan proses produksi lebih stabil.

 

Prinsip Kerja Dryer Industri

Rotary dryer bekerja dengan cara memutar material di dalam drum sambil dialiri udara panas. Udara panas tersebut berasal dari burner yang membakar bahan bakar seperti gas, solar, atau dual fuel. Dengan demikian, panas yang stabil akan membantu menurunkan kadar air material secara bertahap.

Namun, apabila burner terlalu kecil, temperatur sulit tercapai. Sebaliknya, jika burner terlalu besar tanpa kontrol yang tepat, produk dapat terlalu kering, gosong, atau kualitasnya tidak merata.

Permasalahan Umum pada Sistem Dryer Industri

Banyak pabrik mengalami konsumsi bahan bakar yang tinggi akibat burner yang tidak sesuai kapasitas. Selain itu, distribusi panas yang tidak merata dapat menyebabkan kualitas produk tidak konsisten.

Masalah di LapanganPenyebab UmumDampak ProduksiSolusi Engineering
Suhu dryer tidak stabilKapasitas burner tidak sesuai atau kontrol suhu kurang presisiProduk terlalu basah atau terlalu keringGunakan burner dengan kapasitas tepat dan temperature controller
Konsumsi bahan bakar borosRasio udara dan bahan bakar tidak tepatBiaya operasi meningkatLakukan commissioning dan combustion tuning
Api tidak stabilTekanan bahan bakar berubah-ubah atau nozzle kotorBurner mudah lockoutCek filter, nozzle, pressure regulator, dan damper udara
Produk tidak merata keringnyaDistribusi panas tidak merata di dalam drumKualitas produk tidak konsistenAtur airflow, suhu inlet, suhu outlet, dan posisi burner

Analisa Kebutuhan Panas pada Rotary Dryer

Kebutuhan panas pada rotary dryer dipengaruhi oleh kapasitas material, kadar air awal, target kadar air akhir, suhu inlet, suhu outlet, dan efisiensi perpindahan panas. Karena itu, perhitungan kapasitas burner harus disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan.

Sebagai acuan awal, semakin besar kapasitas material yang dikeringkan, maka semakin besar pula kebutuhan panas yang diperlukan. Selain itu, material dengan kadar air tinggi membutuhkan energi lebih besar untuk proses evaporasi.

Perhitungan Kapasitas Burner untuk Dryer

Dalam perhitungan awal, kapasitas burner dapat diperkirakan berdasarkan kebutuhan panas proses. Namun demikian, hasil akhir tetap perlu divalidasi melalui data aktual seperti kapasitas produksi, kadar air, jenis material, dan desain dryer.

Kapasitas Dryer Ton/JamEstimasi Kebutuhan Panas kWRekomendasi BEJO BurnerAplikasi
1 Ton200–300BEJO FS20 Gas BurnerDryer kecil, oven dryer, pengering makanan
2 T350–500BEJO BTN30GC / BTN55GCRotary dryer menengah dan hot air generator
3 T500–700BEJO BTN55GC Modulating Gas BurnerDryer tepung, dryer pakan, dryer powder
5 T800–1200BEJO RS100 / RS130 Gas BurnerRotary dryer kapasitas besar
Di atas 5 Ton/JamMenyesuaikan heat balanceBEJO RS Series / Dual Fuel BurnerDryer industri besar dan proses kontinyu

 

Jet Burner High Velocity Combustion System BEJO Burner Series untuk furnace industri, thermal oil heater, boiler, dan rotary dryer
Gambar. Jet Burner High Velocity Combustion System BEJO Burner Series dengan kapasitas 500 kW–10.000 kW untuk aplikasi boiler, furnace industri, thermal oil heater, oven dryer, dan rotary dryer.

Studi Kasus Lapangan pada Rotary Dryer

Pada salah satu aplikasi dryer industri, masalah utama yang sering ditemukan adalah suhu inlet sulit stabil dan konsumsi bahan bakar tinggi. Setelah dilakukan pemeriksaan, penyebabnya bukan hanya dari burner, tetapi juga dari setting udara, tekanan bahan bakar, kondisi nozzle, dan sistem kontrol temperatur.

Selain itu, beberapa sistem dryer masih menggunakan burner dengan kapasitas yang tidak sesuai. Akibatnya, burner bekerja terlalu berat atau terlalu sering ON-OFF. Dengan demikian, umur komponen menjadi lebih pendek dan konsumsi bahan bakar menjadi tidak efisien.

Kondisi Sebelum PerbaikanDampakSolusi BEJO BurnerHasil yang Diharapkan
Burner terlalu kecilSuhu target lama tercapaiUpgrade kapasitas BEJO Burner sesuai heat loadProses pengeringan lebih cepat
Burner terlalu besar tanpa modulasiSuhu naik turun dan produk tidak stabilGunakan BEJO Modulating Gas BurnerTemperatur lebih presisi
Setting udara tidak tepatApi kuning dan boros bahan bakarCombustion tuning dan setting air-fuel ratioPembakaran lebih bersih dan efisien
Spare part sulit dicariDowntime lamaSiapkan spare part BEJO Burner ready stockMaintenance lebih cepat dan downtime berkurang

Solusi Menggunakan BEJO Burner

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PT Indira Mitra Boiler merekomendasikan penggunaan BEJO Gas Burner atau BEJO Oil Burner yang disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas panas dryer.

BEJO Burner dapat digunakan untuk berbagai aplikasi seperti rotary dryer, oven dryer, hot air generator, thermal oil heater, steam boiler, furnace, dan sistem pemanas industri lainnya. Selain itu, sistem dapat dilengkapi dengan panel kontrol suhu, gas train, pressure switch, safety interlock, dan commissioning oleh teknisi berpengalaman.

Alternatif Rekomendasi Burner BEJO DB Series  di peruntukan untuk Burner Kapasitas Industri  Besar:

BEJO DB Series dapat menjadi alternatif yang tepat untuk aplikasi industri berkapasitas besar yang membutuhkan sistem pembakaran dual fuel, kontrol modulating, serta kemampuan beroperasi pada beban panas tinggi. Selain itu, seri ini dirancang untuk menghasilkan nyala api yang stabil sehingga proses pemanasan dapat berlangsung lebih efisien dan konsisten. Dengan demikian, type DB Series sangat cocok digunakan pada furnace industri, thermal oil heater, boiler kapasitas besar, rotary dryer, asphalt plant, maupun berbagai sistem pemanas proses lainnya. Oleh karena itu, pemilihan burner yang sesuai dengan kebutuhan heat load akan membantu meningkatkan efisiensi energi, menjaga kualitas produk, dan mengurangi biaya operasional jangka panjang.

Tipe BEJO DB SeriesRange Kapasitas kWSetara kcal/jamBahan BakarSistem KontrolAplikasi UtamaCatatan Engineering
 DB6± 1.400 – 4.000± 1.204.000 – 3.440.000Gas / Solar / Dual FuelProgressive atau ModulatingThermal oil heater, oven dryer besar, rotary dryer, furnace kecilCocok untuk pabrik yang membutuhkan fleksibilitas bahan bakar dan kontrol suhu lebih stabil.
 DB10± 3.000 – 7.000± 2.580.000 – 6.020.000Gas / Light Oil / Heavy rudeModulating + Servo ControlBoiler besar, hot air generator, dryer kapasitas tinggi, furnace prosesDisarankan untuk beban panas menengah-besar dengan kebutuhan pembakaran lebih presisi.
 DB16± 2.600 – 12.000± 2.236.000 – 10.320.000Natural Gas / Fuel OilFull ModulatingFurnace, refinery heater, thermal oil heater besar, boiler industriAlternatif kapasitas besar dengan sistem atomisasi oil dan kontrol pembakaran otomatis.
 DB20± 5.000 – 16.000± 4.300.000 – 13.760.000Gas / Solar / Heavy Crude / Dual FuelModulating + BMSCrude oil heater, furnace besar, boiler kapasitas tinggi, proses kontinyuMembutuhkan desain gas train, oil skid, safety interlock, dan panel burner management system.
 DB CustomMenyesuaikan heat loadCustom sesuai kebutuhan prosesGas, solar, heavy oil, atau kombinasiCustom BMS + PLC/HMIProyek khusus, multi burner, furnace refinery, dryer raksasaPerlu perhitungan detail berdasarkan tekanan ruang bakar, suhu proses, efisiensi, dan jenis bahan bakar.
Catatan:
BEJO DB Series direkomendasikan ketika kebutuhan panas sudah masuk kelas besar dan membutuhkan dual fuel operation. Untuk hasil akurat, kapasitas burner harus dihitung dari heat load aktual, target temperatur, jenis bahan bakar, tekanan gas, kebutuhan oil flow, tekanan ruang bakar, serta sistem safety yang digunakan.

PT Indira Mitra Boiler
Supply BEJO DB Series • Dual Fuel Burner • Gas Train • Oil System • BMS Panel • Service & Commissioning
Ratman Bejo
WA: 0813-8866-6204

 

Pengalaman Implementasi PT Indira Mitra Boiler

Berdasarkan pengalaman Kami dalam menangani oven dryer, rotary dryer, thermal oil heater, dan steam boiler di berbagai industri Indonesia, pemilihan kapasitas burner yang tepat sangat mempengaruhi efisiensi bahan bakar dan stabilitas proses produksi.

Selain supply unit burner, PT Indira Mitra Boiler juga menyediakan jasa instalasi, commissioning, training operator, spare part burner, serta perawatan berkala. Oleh karena itu, pelanggan tidak hanya mendapatkan produk, tetapi juga dukungan engineering untuk menjaga performa sistem pemanas.

SOP Operasi dan Maintenance Burner Dryer

Pemeriksaan Sebelum Start Burner

  • Pastikan suplai bahan bakar tersedia dan tekanannya stabil.
  • Periksa kondisi panel kontrol dan sistem safety interlock.
  • Cek filter bahan bakar, nozzle, ignition electrode, dan flame sensor.
  • Pastikan blower dan damper udara bekerja normal.
  • Pastikan area dryer aman dari material mudah terbakar.

Pemeriksaan Saat Burner Beroperasi

  • Monitor suhu inlet dan outlet dryer secara berkala.
  • Pastikan nyala api stabil dan tidak berwarna terlalu kuning.
  • Periksa tekanan bahan bakar pada pressure gauge.
  • Amati kemungkinan getaran, suara tidak normal, atau lockout.
  • Catat konsumsi bahan bakar untuk evaluasi efisiensi.

Maintenance Berkala

  • Bersihkan filter bahan bakar secara rutin.
  • Periksa dan ganti nozzle apabila spray sudah tidak halus.
  • Bersihkan photocell atau flame sensor dari debu dan jelaga.
  • Cek ignition transformer dan kabel ignition.
  • Lakukan combustion tuning secara berkala.

Studi Kasus Engineering Rotary Dryer Tepung Menggunakan BEJO Burner

Sebagai contoh, sebuah pabrik pengolahan tepung membutuhkan sistem rotary dryer untuk menurunkan kadar air produk secara konsisten. Selain itu, perusahaan ingin mengurangi konsumsi bahan bakar sekaligus menjaga stabilitas temperatur selama proses produksi berlangsung.

Data Operasional Lapangan

ParameterNilaiKeterangan
Kapasitas Dryer3 Ton/JamProduksi tepung kontinyu
Kadar Air Awal25%Material masuk rotary dryer
Kadar Air Akhir12%Target produk jadi
Suhu Inlet180°CUdara panas masuk dryer
Suhu Outlet90°CUdara keluar dryer
Jam Operasi20 Jam/HariOperasi hampir kontinyu

Permasalahan yang Ditemukan

Pada awal inspeksi ditemukan bahwa temperatur inlet sering berubah-ubah.
Akibatnya, kualitas produk tidak konsisten dan sebagian material masih memiliki kadar air yang tinggi.
Selain itu, konsumsi bahan bakar meningkat karena burner bekerja pada kondisi yang tidak optimal.

TemuanDampak ProduksiRisiko Operasional
Api burner tidak stabilPengeringan tidak merataKualitas produk turun
Damper udara tidak tepatPembakaran kurang sempurnaBBM lebih boros
Nozzle mulai ausSpray bahan bakar tidak merataFlame tidak stabil
Kontrol suhu tidak presisiSuhu naik turunProduk over drying

Analisa Heat Load Dryer

Berdasarkan evaluasi proses pengeringan, kebutuhan panas aktual diperkirakan berada pada rentang 500–700 kW. Oleh karena itu, kapasitas burner harus mampu menyediakan panas secara stabil tanpa sering mengalami ON-OFF.

ParameterNilai
Kebutuhan Panas± 600 kW
Setara kcal/jam± 516.000 kcal/jam
Bahan BakarNatural Gas
Mode OperasiModulating

Rekomendasi BEJO Burner

Setelah dilakukan perhitungan heat load dan evaluasi lapangan, PT Indira Mitra Boiler
merekomendasikan penggunaan BEJO BTN55GC Modulating Gas Burner.
Dengan demikian, temperatur dapat dikontrol lebih presisi sesuai kebutuhan proses pengeringan.

PeralatanRekomendasiFungsi
BurnerBEJO BTN55GCSumber panas utama
Temperature ControllerPID DigitalKontrol suhu otomatis
Gas TrainLengkap Safety ValveKeamanan suplai gas
Pressure SwitchAir & GasProteksi sistem
Flame MonitoringPhotocell / UV SensorDeteksi nyala api

Hasil yang Diharapkan Setelah Commissioning

Setelah combustion tuning dilakukan, pembakaran menjadi lebih sempurna.
Sementara itu, temperatur dryer dapat dipertahankan pada rentang yang lebih stabil sehingga kualitas produk meningkat.

Sebelum PerbaikanSesudah Commissioning
Suhu fluktuatifSuhu lebih stabil
Konsumsi bahan bakar tinggiLebih efisien
Produk tidak seragamKualitas lebih konsisten
Burner sering lockoutOperasi lebih andal
Downtime tinggiProduktivitas meningkat

Kesimpulan Studi Kasus

Berdasarkan pengalaman implementasi sistem dryer industri, pemilihan kapasitas burner yang tepat,setting udara dan bahan bakar yang akurat, serta commissioning yang benar memiliki pengaruh besar terhadap efisiensi energi.Selain itu, dukungan spare part dan layanan teknis juga menjadi faktor penting untuk menjaga kontinuitas produksi.Oleh karena itu, penggunaan BEJO Burner yang disesuaikan dengan heat load aktual dapat membantu meningkatkan performa dryer sekaligus menekan biaya operasional jangka panjang.

Kesimpulan

Rotary dryer membutuhkan sumber panas yang stabil agar proses pengeringan berjalan konsisten. Namun, stabilitas tersebut hanya dapat dicapai apabila kapasitas burner sesuai, instalasi benar, dan commissioning dilakukan dengan tepat.Dengan menggunakan BEJO Burner, pabrik dapat menyesuaikan kapasitas pemanas berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan. Selain itu, dukungan service, spare part, dan engineering dari kami  membantu sistem dryer bekerja lebih efisien, aman, dan mudah dirawat.Supply

PT Indira Mitra Boiler
Industrial Heating System Specialist
Office:Emerald Residence Sepatan Ruko 8i, Kosambi Tangerang
Phone: (021) 352 95874
WhatsApp : +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
Workshop : Tangerang – Indonesia
Website : www.indiramitraboiler.co.id
Website : www.burner.co.id
Email : info@indira.co.id | idmratman@gmail.com
YouTube : https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top