Modifikasi Boiler 6,5 Ton- Fuel Biomass  Fiber Sawit  ke Modullating Bejo Gas Burner

Modifikasi Boiler 6,5 TonFuel Biomass  Fiber Sawit Ke  Modullating Bejo Gas Burner di PT Megah Putra Sejahtera Makassar

 

Latar Belakang Modifikasi Boiler

PT Megah Putra Sejahtera Makassar melakukan modifikasi boiler kapasitas 6,5 ton/jam dari sistem pembakaran berbahan bakar cangkang sawit (Palm Kernel Shell/PKS) menjadi gas alam (Natural Gas). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi energi, menjaga stabilitas produksi, serta mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan.

Sebelumnya, penggunaan bahan bakar cangkang memerlukan sistem penanganan bahan bakar yang cukup kompleks, mulai dari penyimpanan, pengangkutan, hingga pembuangan abu hasil pembakaran. di samping itu , kualitas cangkang yang tidak selalu seragam dapat memengaruhi kestabilan proses pembakaran dan tekanan steam yang dihasilkan boiler.

Oleh karena itu, perusahaan memilih melakukan konversi ke sistem pembakaran gas menggunakan BEJO Gas Burner Modulating yang mampu mengatur kapasitas pembakaran secara otomatis sesuai kebutuhan beban steam. Dengan demikian, proses pembakaran menjadi lebih bersih, efisien, dan mudah dikendalikan.

Selain meningkatkan efisiensi pembakaran, proyek modifikasi ini juga bertujuan untuk mengurangi biaya perawatan boiler, menekan downtime produksi, serta meningkatkan keandalan sistem pembangkit steam. Pada akhirnya, konversi dari cangkang ke gas diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi operasional PT Megah Putra Sejahtera Makassar melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi jangka panjang.

Spesifikasi Burner Gas yang Digunakan

Pada proyek modifikasi boiler kapasitas 6,5 ton di PT Megah Putra Sejahtera Makassar, sistem pembakaran menggunakan BEJO Gas Burner tipe Modulating yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran yang efisien, stabil, dan responsif terhadap perubahan beban steam. Burner ini mampu mengatur kapasitas pembakaran secara otomatis melalui pengendalian rasio udara dan bahan bakar yang presisi.

Selain itu, teknologi modulating memungkinkan burner beroperasi pada berbagai tingkat kapasitas tanpa harus sering ON-OFF. Oleh karena itu, konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat, tekanan steam lebih stabil, dan umur komponen burner maupun boiler dapat lebih panjang.

Di sisi lain, desain combustion head yang modern menghasilkan pencampuran gas dan udara yang optimal sehingga nyala api lebih stabil dan pembakaran lebih sempurna. Akibatnya, emisi gas buang menjadi lebih rendah serta memenuhi kebutuhan industri yang mengutamakan efisiensi energi dan lingkungan kerja yang lebih bersih.

Dengan dukungan sistem kontrol otomatis, sensor pengaman lengkap, serta kemampuan pengaturan kapasitas yang fleksibel, BEJO Gas Burner menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan performa boiler sekaligus mendukung operasional pabrik yang lebih andal dan efisien.

Keuntungan Konversi dari Cangkang ke Gas

Konversi boiler dari bahan bakar cangkang sawit ke gas alam memberikan berbagai keuntungan bagi operasional pabrik. Proses pembakaran gas berlangsung lebih sempurna dan menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar padat. Selain itu, tidak diperlukan lagi sistem penanganan bahan bakar, conveyor, maupun pembuangan abu yang memerlukan biaya dan tenaga kerja tambahan.

Di sisi lain, penggunaan BEJO Gas Burner Modulating memungkinkan pengaturan kapasitas pembakaran secara otomatis sesuai kebutuhan steam. Oleh karena itu, konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien dan tekanan steam dapat dijaga lebih stabil. Dengan demikian, kualitas produksi meningkat dan risiko gangguan proses dapat diminimalkan.

Lebih lanjut, ruang bakar dan pipa boiler menjadi lebih bersih karena tidak ada penumpukan kerak maupun residu pembakaran cangkang. Akibatnya, frekuensi cleaning dan maintenance dapat dikurangi sehingga biaya perawatan menjadi lebih rendah. Bahkan, downtime produksi yang disebabkan oleh perawatan boiler juga dapat ditekan secara signifikan.

Dengan demikian , sistem pembakaran gas menawarkan kemudahan operasi, efisiensi energi yang lebih baik, Selanjutnya  lingkungan kerja yang lebih bersih, serta keandalan boiler yang lebih tinggi untuk mendukung kegiatan produksi jangka panjang.

Harapan Hasil Setelah Dimodifikasi ke BEJO Gas Burner

Setelah modifikasi boiler  dengan kapasitas 6,5 ton dari bahan bakar  cangkang sawit menjadi BEJO Gas Burner Modulating, dengan demikian PT Megah Putra Sejahtera Makassar diharapkan bisa  memperoleh peningkatan efisiensi operasional yang signifikan.

Pertama, efisiensi pembakaran menjadi lebih tinggi karena rasio udara dan bahan bakar dapat dikontrol secara presisi sesuai kebutuhan beban steam. Sdisamping itu, kualitas steam yang dihasilkan menjadi lebih stabil sehingga proses produksi dapat berjalan lebih konsisten.

Di sisi lain, pengoperasian boiler menjadi lebih sederhana karena tidak lagi memerlukan penanganan bahan bakar padat, sistem conveyor, maupun pembuangan abu hasil pembakaran. Akibatnya, lingkungan kerja menjadi lebih bersih dan kebutuhan tenaga operasional dapat berkurang.

Selanjutnya, biaya perawatan boiler diperkirakan menurun karena ruang bakar, pipa api, dan area sekitar boiler terbebas dari penumpukan residu cangkang. Dengan demikian, frekuensi cleaning dan downtime untuk maintenance dapat ditekan.

Tidak hanya itu, emisi asap dan debu juga berkurang secara signifikan sehingga membantu perusahaan memenuhi standar lingkungan yang lebih baik. Sementara itu, sistem burner modulating memungkinkan respon terhadap perubahan beban berlangsung lebih cepat dan akurat.

Pada akhirnya, area boiler menjadi lebih rapi karena tidak memerlukan gudang penyimpanan cangkang maupun peralatan handling bahan bakar. Oleh karena itu, keandalan operasi meningkat dan risiko gangguan produksi akibat masalah bahan bakar dapat diminimalkan.

Kesimpulan

Dengan penerapan BEJO Gas Burner Modulating, PT Megah Putra Sejahtera Makassar diharapkan memperoleh sistem pembangkit steam yang lebih efisien, bersih, mudah dioperasikan, serta mampu mendukung produktivitas pabrik secara berkelanjutan.

Fire Tube Boiler kapasitas 6,5 ton per jam berbahan bakar cangkang kelapa sawit yang akan dimodifikasi menjadi gas burner industri"
Burner dan boiler biomassa kapasitas 6,5 ton/jam yang akan dimodifikasi menjadi sistem pembakaran gas menggunakan burner modulating.
Gambar 1. Kondisi Existing Boiler Biomassa Kapasitas 6 Ton/Jam yang Akan Dimodifikasi Menjadi Sistem Gas Burner Industri.

Modifikasi boiler 7 ton menggunakan Bejo Burner di PT Arbe Chemindo Cikarang
Referensi proyek modifikasi boiler 7 ton menggunakan BEJO Burner gas modulating dengan sistem gas train dan kontrol otomatis.
Contoh Gambar  Referensi Proyek Modifikasi Boiler 7 Ton Menggunakan BEJO Burner Gas Modulating di PT Arbe Chemindo Cikarang.

Contoh Gambar & Video Referensi

Proyek modifikasi boiler 7 ton menggunakan BEJO Burner Gas Modulating di PT Arbe Chemindo Cikarang sebagai solusi peningkatan efisiensi pembakaran dan keandalan sistem steam boiler industri. Pada proyek ini dilakukan penggantian sistem pembakaran lama menjadi burner gas modulating yang mampu mengatur kapasitas api secara otomatis sesuai kebutuhan beban steam.

Video di bawah menampilkan proses instalasi, commissioning, pengaturan gas train, setting rasio udara dan bahan bakar, serta optimasi pembakaran menggunakan flue gas analyzer. Hasil modifikasi memberikan pembakaran yang lebih bersih, respons tekanan steam yang lebih stabil, pengurangan biaya perawatan, serta peningkatan efisiensi energi dibandingkan sistem pembakaran sebelumnya.

Proyek retrofit seperti ini banyak diterapkan pada industri makanan dan minuman, kimia, tekstil, kertas, kelapa sawit, serta manufaktur yang membutuhkan suplai steam kontinu dengan konsumsi bahan bakar yang lebih ekonomis dan emisi yang lebih rendah.

Modifikasi Boiler Cangkang Menjadi Gas pada Fire Tube Boiler 6,5 Ton/Jam

Modifikasi boiler cangkang menjadi gas merupakan salah satu solusi yang banyak dipilih industri untuk meningkatkan efisiensi operasional, menurunkan biaya perawatan, serta menghasilkan proses pembakaran yang lebih bersih dan terkendali. Pada studi kasus ini, PT Megah Putra Sejahtera – Makassar berencana melakukan konversi sistem pembakaran dari bahan bakar biomassa cangkang kelapa sawit (Palm Kernel Shell/PKS) menjadi bahan bakar gas alam menggunakan gas burner industri berkapasitas besar.

Boiler yang digunakan merupakan Fire Tube Boiler kapasitas 6,5 ton steam per jam yang sebelumnya mengandalkan sistem pembakaran biomassa lengkap dengan hopper bahan bakar, feeding screw, furnace, dust collector, ducting, serta sistem ID Fan dan FD Fan. Seiring meningkatnya tuntutan efisiensi produksi dan kemudahan operasional, penggunaan gas burner menjadi pilihan yang lebih modern karena mampu menghasilkan pembakaran yang stabil, respons cepat, dan emisi yang lebih rendah.

Kondisi Existing Fire Tube Boiler 6,5 Ton/Jam

Berdasarkan hasil evaluasi awal, boiler existing masih menggunakan sistem pembakaran cangkang yang membutuhkan area penyimpanan bahan bakar, sistem pengumpanan otomatis, penanganan abu pembakaran, serta perawatan rutin pada ruang bakar dan area heat transfer. Sistem ini memang mampu menghasilkan energi panas yang besar, namun memerlukan tenaga operasional yang lebih banyak serta pengawasan yang lebih intensif dibandingkan sistem pembakaran gas.

Seelanjut nya , kualitas pembakaran biomassa sangat dipengaruhi oleh kadar air cangkang, ukuran bahan bakar, kondisi grate, dan distribusi udara pembakaran. Ketika kualitas bahan bakar berubah, tekanan steam yang dihasilkan juga dapat mengalami fluktuasi sehingga mempengaruhi stabilitas proses produksi.

Alasan Konversi Boiler Biomassa ke Gas

Konversi boiler biomassa ke gas memberikan berbagai keuntungan baik dari sisi operasional maupun teknis. Dengan menggunakan gas burner industri, proses pembakaran menjadi lebih presisi karena suplai bahan bakar dan udara dikontrol secara otomatis oleh sistem kontrol burner.

  • Tekanan steam lebih stabil.
  • Start-up boiler lebih cepat.
  • Tidak menghasilkan abu pembakaran.
  • Mengurangi pekerjaan cleaning furnace.
  • Mengurangi biaya maintenance.
  • Mengurangi kebutuhan operator bahan bakar.
  • Pembakaran lebih bersih dan ramah lingkungan.
  • Efisiensi boiler meningkat.

Selain keuntungan di atas, penggunaan gas alam juga memungkinkan perusahaan melakukan otomatisasi sistem pembakaran sehingga pengoperasian boiler menjadi lebih sederhana dan aman.

Keunggulan Bejo Gas Burner Modulating untuk Boiler Industri

Untuk aplikasi Fire Tube Boiler 6,5 ton/jam, penggunaan gas burner modulating sangat direkomendasikan dibandingkan burner tipe ON-OFF atau two-stage. Sistem modulating memungkinkan kapasitas burner menyesuaikan kebutuhan steam secara otomatis sehingga tekanan boiler tetap stabil pada berbagai kondisi beban.

Gas burner modulating bekerja menggunakan servo motor yang mengatur bukaan damper udara dan katup gas secara proporsional. Dengan metode ini, rasio udara dan bahan bakar selalu berada pada kondisi optimum sehingga menghasilkan efisiensi pembakaran yang lebih tinggi.

Keuntungan utama burner modulating antara lain:

  • Menghemat konsumsi gas.
  • Mengurangi siklus start-stop burner.
  • Meningkatkan umur pakai komponen.
  • Mengurangi thermal shock pada boiler.
  • Menjaga tekanan steam lebih stabil.
  • Meningkatkan efisiensi pembakaran.

Kapasitas Burner Gas untuk Boiler 6,5 Ton/Jam

Berdasarkan perhitungan kebutuhan panas steam dan efisiensi boiler, kapasitas burner yang dibutuhkan untuk menghasilkan steam 6,5 ton/jam berada pada kisaran 5.500 hingga 6.000 kW atau setara sekitar 5.000.000 kcal/jam.

Pemilihan kapasitas burner yang tepat sangat penting karena burner yang terlalu kecil akan menyebabkan boiler lambat mencapai tekanan kerja, sedangkan burner yang terlalu besar dapat menyebabkan overshoot tekanan dan pembakaran menjadi kurang stabil.

Untuk menjaga fleksibilitas operasional, kapasitas burner harus mempertimbangkan faktor keamanan (safety factor), kemungkinan peningkatan beban produksi, serta efisiensi pembakaran aktual di lapangan.

Estimasi Konsumsi Gas Boiler 6,5 Ton/Jam

Konsumsi gas boiler ditentukan oleh kapasitas burner, efisiensi boiler, tekanan steam, serta kualitas gas yang digunakan. Berdasarkan nilai kalor rata-rata gas alam, kebutuhan gas untuk boiler kapasitas 6,5 ton/jam diperkirakan berada pada kisaran:

Estimasi Konsumsi Gas :
520 – 580 Nm³/Jam

Nilai tersebut merupakan estimasi awal dan dapat berubah sesuai kondisi aktual di lapangan, kualitas feed water, temperatur air umpan, serta hasil tuning pembakaran menggunakan flue gas analyzer.

Rekomendasi Sistem Gas Burner Industri

Untuk proyek modifikasi boiler cangkang menjadi gas pada Fire Tube Boiler 6,5 ton/jam, direkomendasikan menggunakan gas burner modulating industri lengkap dengan sistem keselamatan pembakaran sesuai standar industri.

  • Gas Burner Modulating 5.500–6.000 kW.
  • Gas Train Lengkap.
  • Pressure Regulator.
  • Double Safety Solenoid Valve.
  • Low & High Gas Pressure Switch.
  • Flame Safeguard System.
  • Burner Control Panel.
  • Air Pressure Switch.
  • Commissioning dan Combustion Tuning.
  • Training Operator.

Kesimpulan Studi Engineering Modifikasi Boiler ke Gas

Hasil perhitungan awal menunjukkan bahwa Fire Tube Boiler kapasitas 6,5 ton/jam membutuhkan burner gas dengan kapasitas sekitar 5.500–6.000 kW atau setara ±5.000.000 kcal/jam. Penggunaan gas burner modulating menjadi solusi terbaik untuk menghasilkan tekanan steam yang stabil, efisiensi pembakaran tinggi, konsumsi gas yang optimal, serta kemudahan operasional dibandingkan sistem pembakaran biomassa cangkang.

Melalui perencanaan engineering yang tepat, modifikasi boiler biomassa ke gas dapat meningkatkan produktivitas, menurunkan biaya maintenance, serta mendukung operasi industri yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.

 

🔥 Pembakaran Lebih Bersih dan Ramah Lingkungan

Penggunaan gas burner industri menghasilkan proses pembakaran yang jauh lebih bersih dibandingkan bahan bakar biomassa cangkang. Sistem pembakaran gas tidak menghasilkan abu, kerak pembakaran, maupun debu halus yang biasanya menumpuk pada furnace, pipa boiler, dan area sekitar boiler.

Dengan berkurangnya residu pembakaran, biaya cleaning boiler menjadi lebih rendah, area kerja menjadi lebih bersih, serta risiko penurunan efisiensi akibat fouling pada permukaan perpindahan panas dapat diminimalkan.

  • Tidak menghasilkan abu pembakaran.
  • Tidak memerlukan sistem pembuangan abu.
  • Mengurangi debu di area produksi.
  • Emisi partikulat lebih rendah.
  • Lingkungan kerja lebih bersih dan aman.

⚡ Start-Up Boiler Lebih Cepat

Salah satu keuntungan terbesar modifikasi boiler cangkang menjadi gas adalah waktu start-up yang jauh lebih singkat. Burner gas mampu menghasilkan nyala api secara instan tanpa menunggu proses pembakaran bahan bakar padat seperti cangkang atau biomassa.

Dengan sistem kontrol otomatis, boiler dapat mencapai tekanan kerja lebih cepat sehingga waktu produksi menjadi lebih efisien dan konsumsi energi saat start-up dapat ditekan.

  • Api terbentuk dalam hitungan detik.
  • Tekanan steam lebih cepat tercapai.
  • Mengurangi waktu idle produksi.
  • Meningkatkan produktivitas pabrik.
  • Mempermudah proses start dan stop boiler.

📈 Efisiensi Pembakaran Lebih Tinggi

Gas burner modulating menggunakan teknologi kontrol pembakaran modern yang mampu mengatur rasio udara dan bahan bakar secara otomatis sesuai kebutuhan beban boiler. Sistem ini menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna dan stabil pada berbagai kondisi operasi.

Dibandingkan sistem pembakaran biomassa, burner gas memiliki respon yang lebih cepat terhadap perubahan beban steam sehingga efisiensi boiler dapat dipertahankan pada kondisi optimum.

  • Rasio udara dan bahan bakar lebih presisi.
  • Nyala api lebih stabil.
  • Mengurangi pemborosan energi.
  • Meningkatkan efisiensi boiler.
  • Mengurangi konsumsi bahan bakar.

🛡️ Sistem Keselamatan Burner Sesuai Standar Industri

Burner gas industri dilengkapi berbagai perangkat keselamatan (safety devices) untuk memastikan proses pembakaran berjalan aman dan terkendali. Seluruh sistem bekerja secara otomatis untuk mendeteksi kondisi abnormal dan menghentikan suplai gas apabila terjadi gangguan.

Sistem keselamatan ini sangat penting untuk melindungi boiler, operator, dan fasilitas produksi dari risiko kegagalan pembakaran maupun kebocoran gas.

  • Flame Safeguard Controller.
  • UV Scanner atau Ionization Flame Detector.
  • Low Gas Pressure Switch.
  • High Gas Pressure Switch.
  • Air Pressure Switch.
  • Double Safety Solenoid Valve.
  • Emergency Shutdown System.
  • Automatic Alarm & Interlock.

Mengapa Banyak Industri Beralih ke Gas Burner?

Selain meningkatkan efisiensi operasional, penggunaan gas burner pada boiler industri mampu menurunkan biaya maintenance, meningkatkan kestabilan tekanan steam, mengurangi downtime akibat cleaning furnace, serta mendukung target pengurangan emisi perusahaan. Oleh karena itu, konversi boiler biomassa menjadi boiler gas menjadi salah satu investasi yang banyak dipilih oleh industri manufaktur, makanan, kimia, tekstil, hingga pengolahan kelapa sawit.

 

Data Dasar Perhitungan

ParameterNilai
Kapasitas Boiler6,5 Ton Steam/Jam
Kapasitas Steam6.500 kg/jam
Jenis BoilerFire Tube Boiler
Tekanan Operasi8 – 10 Bar
Temperatur Feed Water80°C
Efisiensi Boiler85%
Bahan Bakar BaruGas Alam / CNG

Rumus Fisika Perhitungan Beban Panas Boiler

Energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan steam dihitung berdasarkan perbedaan entalpi antara steam jenuh dan air umpan.

Q = m × (hg − hfw)

Keterangan:

  • Q = Energi steam (kJ/jam)
  • m = Kapasitas steam (kg/jam)
  • hg = Entalpi steam jenuh (kJ/kg)
  • hfw = Entalpi air umpan (kJ/kg)

Asumsi Data Operasi

  • Kapasitas Steam = 6.500 kg/jam
  • Entalpi Steam Jenuh = 2.780 kJ/kg
  • Entalpi Feed Water 80°C = 335 kJ/kg

 = 6.500 × (2.780 − 335)

= 15.892.500 kJ/jam

Energi steam = 4.414 kW

Beban Panas Steam = ± 4.414 kW


Perhitungan Kapasitas Burner Gas

Karena efisiensi boiler tidak mencapai 100%, maka kapasitas burner harus lebih besar dari kebutuhan panas steam.

Q Burner = Q Steam ÷ Efisiensi Boiler

 

Burner = 4.414 ÷ 0,85

Energi steam Burner = 5.193 kW

Untuk menjaga performa saat beban puncak dan mengantisipasi penurunan efisiensi akibat fouling, ditambahkan safety margin sebesar 10%.

5.193 × 110%

= 5.712 kW

Rekomendasi Kapasitas Burner : 5.500 – 6.000 kW

Konversi ke satuan kcal/jam:

5.712 × 860

= 4.912.320 kcal/jam


Estimasi Konsumsi Gas Alam / CNG

Nilai kalor rata-rata gas alam:

  • 1 Nm³ = 35,8 MJ
  • 1 Nm³ = 9,94 kWh

Konsumsi Gas = 5.712 ÷ 9,94

= 574 Nm³/Jam

Konsumsi aktual dapat berubah tergantung:

  • Tekanan steam operasi
  • Kualitas gas
  • Kondisi boiler
  • Kualitas feed water
  • Nilai O₂ hasil tuning pembakaran
  • Beban steam aktual

Tabel Ringkasan Perhitungan

ParameterNilai
Kapasitas Boiler6,5 Ton/Jam
Kapasitas Steam6.500 kg/jam
Tekanan Operasi8 – 10 Bar
Beban Panas Steam4.414 kW
Efisiensi Boiler85%
Kapasitas Burner5.500 – 6.000 kW
Kapasitas kcal/jam± 5.000.000 kcal/jam
Konsumsi Gas520 – 580 Nm³/jam

Modulating BEJO Gas Burner 6000 kW untuk Boiler 6-7 TPH

GAMBAR MODULATING BEJO GAS BURNER 6000 kW UNTUK BOILER 6–7 TPH
Grafik kapasitas dan area kerja BEJO RS510–RS610 Gas Burner sebagai referensi pemilihan burner untuk proyek modifikasi boiler 6 ton hingga 7 ton per jam. Cocok untuk retrofit boiler cangkang ke gas dengan kebutuhan panas sekitar 5.000.000 kcal/jam.

 

BEJO Burner RS 610/M MZ untuk Modifikasi Boiler 6,5 Ton/Jam

BEJO Burner RS 610/M MZ merupakan dual fuel burner industri tipe modulating yang dirancang untuk aplikasi Steam Boiler, Thermal Oil Heater, Hot Water Boiler, Furnace, Dryer, dan berbagai sistem pemanas industri berkapasitas besar. Burner ini mampu menggunakan bahan bakar Natural Gas, CNG, LNG, maupun Solar (HSD) sehingga memberikan fleksibilitas tinggi terhadap kebutuhan operasional industri.

Pada proyek modifikasi boiler cangkang menjadi gas di PT Megah Putra Sejahtera Makassar, BEJO Burner RS 610/M MZ menjadi salah satu pilihan yang ideal karena memiliki kapasitas hingga 6.300 kW atau setara dengan 5.418.000 kcal/jam. Kapasitas tersebut sangat sesuai untuk Fire Tube Boiler kapasitas 6,5 ton steam per jam yang membutuhkan pembakaran stabil, efisien, dan responsif terhadap perubahan beban steam.

Spesifikasi Teknis BEJO Burner RS 610/M MZ

ParameterSpesifikasi
ModelBEJO Burner RS 610/M MZ
Tipe BurnerDual Fuel Burner
Mode OperasiModulating Proportional
Bahan BakarNatural Gas, CNG, LNG, Solar (HSD)
Kapasitas Minimum820 kW
Kapasitas Maksimum6.300 kW
Kapasitas Maksimum± 5.418.000 kcal/jam
Turndown Ratio7,68 : 1
Kontrol KapasitasServo Motor Modulating
Ignition SystemElectronic High Voltage Ignition
Flame DetectionUV Scanner / Ionization Probe
Power Supply380V / 3 Phase / 50Hz
Combustion Air FanHigh Pressure Centrifugal Fan
EmisiLow NOx
AplikasiSteam Boiler, Thermal Oil Heater, Hot Water Boiler, Furnace, Dryer

Perhitungan Kapasitas Burner

Kapasitas panas maksimum burner dapat dihitung dengan mengkonversi satuan kW ke kcal/jam menggunakan faktor konversi 860.

Kapasitas Maksimum

6.300 kW × 860

= 5.418.000 kcal/jam

Kapasitas Minimum

820 kW × 860

= 705.200 kcal/jam

Turndown Ratio

6.300 ÷ 820

= 7,68 : 1

Turndown ratio sebesar 7,68 : 1 memungkinkan burner beroperasi secara stabil pada beban rendah maupun tinggi tanpa sering mengalami siklus ON-OFF. Oleh karena itu, tekanan steam dapat dijaga lebih stabil dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien.

Komponen Utama BEJO Burner RS 610/M MZ

  • Heavy Duty Burner Body
  • Stainless Steel Combustion Head
  • High Efficiency Combustion Air Fan
  • Servo Motor Modulating
  • Air Damper Control System
  • Gas Butterfly Valve
  • Oil Pump Unit
  • Electronic Ignition Transformer
  • Flame Safeguard Controller
  • UV Flame Scanner
  • Air Pressure Switch
  • Low Gas Pressure Switch
  • High Gas Pressure Switch
  • Double Safety Solenoid Valve
  • Burner Control Panel
  • Modulating Controller

Sistem Keselamatan Pembakaran

Selain menghasilkan pembakaran yang efisien, BEJO Burner RS 610/M MZ juga dilengkapi berbagai perangkat keselamatan yang dirancang untuk melindungi burner, boiler, dan operator selama proses operasi.

  • Flame Safeguard Controller
  • UV Scanner Flame Detector
  • Low Gas Pressure Switch
  • High Gas Pressure Switch
  • Air Pressure Switch
  • Double Safety Solenoid Valve
  • Emergency Shutdown System
  • Automatic Alarm & Interlock

Kesesuaian untuk Boiler 6,5 Ton/Jam

Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan panas Fire Tube Boiler kapasitas 6,5 ton steam per jam, kebutuhan burner berada pada kisaran 5.500 hingga 6.000 kW. Dengan kapasitas maksimum mencapai 6.300 kW, BEJO Burner RS 610/M MZ memiliki cadangan kapasitas yang cukup untuk mengantisipasi fluktuasi beban steam dan menjaga kestabilan operasi boiler.

ParameterNilai
Kapasitas Boiler6,5 Ton Steam/Jam
Kebutuhan Burner5.500 – 6.000 kW
Kapasitas RS 610/M MZ820 – 6.300 kW
Status✔ Sangat Cocok

Keunggulan BEJO Burner RS 610/M MZ

  • Tekanan steam lebih stabil.
  • Efisiensi pembakaran lebih tinggi.
  • Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
  • Turndown ratio besar hingga 7,68 : 1.
  • Mengurangi frekuensi start-stop burner.
  • Meningkatkan umur pakai boiler.
  • Mengurangi thermal shock pada boiler.
  • Emisi lebih rendah dan ramah lingkungan.
  • Mudah diintegrasikan dengan sistem kontrol boiler.
  • Cocok untuk operasi industri 24 jam.

Konsultasi BEJO Burner RS 610/M MZ

PT Indira Mitra Boiler
Industrial Heating System Specialist

☎ (021) 352 95874
📱 WhatsApp : 0813-8866-6204 (Ratman Bejo)

🌐 www.burner.co.id
🌐 www.indiramitraboiler.co.id

Supply, Installation, Commissioning, Combustion Tuning, Spare Part dan After Sales Service Seluruh Indonesia.

 

Lingkup Modifikasi Boiler Cangkang Menjadi  Bejo Gas Burner yang Direkomendasikan

Untuk memastikan proses konversi berjalan aman, efisien, dan menghasilkan performa boiler yang optimal, pekerjaan modifikasi tidak hanya sebatas pemasangan burner gas. Diperlukan evaluasi sistem pembakaran existing, modifikasi furnace, pemasangan sistem keselamatan gas, hingga commissioning dan training operator.

No

Item Pekerjaan

Deskripsi Pekerjaan

1

Survey & Engineering Evaluation

Pemeriksaan kondisi boiler existing meliputi kapasitas steam, dimensi furnace, kondisi refractory, ruang bakar, cerobong, ID Fan, FD Fan, panel kontrol, serta kebutuhan gas. Hasil survey digunakan sebagai dasar desain modifikasi dan pemilihan kapasitas burner yang sesuai.
2

Pembongkaran Sistem Biomassa Existing

Pembongkaran hopper cangkang, feeding screw, grate system, ash handling system, serta komponen pembakaran biomassa yang sudah tidak digunakan. Area kerja dibersihkan untuk persiapan pemasangan sistem gas burner baru.
3

Modifikasi Front Furnace

Pembuatan burner mounting plate, penyesuaian opening furnace, perbaikan refractory apabila diperlukan, serta penguatan struktur area burner agar mampu menahan beban dan temperatur operasi burner gas kapasitas besar.
4

Supply & Installation Gas Burner

Pengadaan dan pemasangan gas burner modulating kapasitas ±5.500–6.000 kW lengkap dengan combustion head, servo motor, ignition system, flame monitoring system, dan automatic combustion control.
5

Gas Train System

Pemasangan sistem gas train sesuai standar industri yang terdiri dari manual valve, gas filter, pressure regulator, pressure gauge, low gas pressure switch, high gas pressure switch, double safety solenoid valve, vent valve, dan leak test point.
6

Burner Control Panel

Pembuatan dan pemasangan panel kontrol burner untuk mengatur urutan start-up, ignition, flame monitoring, alarm system, interlock safety, modulating control, serta komunikasi dengan pressure controller boiler.
7

Integrasi dengan Sistem Boiler Existing

Pengkabelan dan integrasi burner dengan pressure switch, pressure transmitter, level control, ID Fan, FD Fan, emergency stop, dan sistem keselamatan boiler yang sudah ada sehingga seluruh sistem dapat bekerja secara otomatis.
8

Sistem Keselamatan Pembakaran

Pemasangan flame safeguard system untuk memastikan suplai gas akan tertutup otomatis apabila terjadi kegagalan api, tekanan gas tidak normal, gangguan udara pembakaran, atau kondisi tidak aman lainnya.
9

Combustion Tuning & Flue Gas Analysis

Setting rasio udara dan bahan bakar menggunakan Flue Gas Analyzer untuk mendapatkan nilai O₂, CO₂, CO, dan excess air yang optimal sehingga efisiensi pembakaran tinggi dan konsumsi gas lebih hemat.
10

Cold Commissioning

Pemeriksaan seluruh wiring, fungsi panel kontrol, sequence burner, sistem safety, motor fan, valve gas, sensor, serta simulasi alarm sebelum burner dinyalakan.
11

Hot Commissioning

Pengujian pembakaran aktual menggunakan gas, pengecekan kestabilan api, kapasitas burner, respon modulating, temperatur furnace, tekanan boiler, serta performa sistem secara keseluruhan.
12

Steam Load Test

Pengujian boiler pada berbagai beban produksi untuk memastikan burner mampu memenuhi kebutuhan steam dan menjaga tekanan kerja secara stabil selama operasi.
13

Training Operator

Pelatihan operator meliputi prosedur start-up, shutdown, reset alarm, pemeriksaan harian, troubleshooting dasar, serta prosedur emergency shutdown agar sistem dapat dioperasikan dengan aman.
14

Dokumentasi & As Built Drawing

Penyerahan wiring diagram, P&ID sederhana, manual operasi burner, manual perawatan, checklist commissioning, dan dokumentasi hasil pekerjaan.
15

After Sales Service

Dukungan teknis setelah commissioning berupa konsultasi operasional, ketersediaan spare part, kunjungan teknisi apabila diperlukan, serta bantuan setting burner untuk menjaga performa pembakaran tetap optimal.

Manfaat yang Diperoleh Setelah Modifikasi ke Gas Burner

  • Tekanan steam lebih stabil.
  • Boiler lebih cepat mencapai tekanan kerja.
  • Tidak ada abu pembakaran dan handling cangkang.
  • Mengurangi biaya cleaning furnace.
  • Mengurangi downtime perawatan.
  • Pembakaran lebih bersih dan ramah lingkungan.
  • Konsumsi energi lebih terkendali.
  • Sistem operasi lebih otomatis.
  • Meningkatkan efisiensi boiler.
  • Mengurangi kebutuhan tenaga kerja pada area bahan bakar.

Kesimpulan Engineering Modifikasi Boiler Cangkang Menjadi Gas Burner 6,5 Ton/Jam

Berdasarkan hasil analisis teknis dan perhitungan kebutuhan panas boiler, dapat disimpulkan bahwa Fire Tube Boiler kapasitas 6,5 ton steam per jam milik PT Megah Putra Sejahtera membutuhkan input energi pembakaran sekitar 5.193 kW untuk menghasilkan kapasitas steam sesuai kebutuhan produksi. Nilai tersebut diperoleh dari perhitungan beban panas steam berdasarkan kapasitas boiler, tekanan operasi, temperatur feed water, serta efisiensi boiler yang digunakan dalam studi ini.

Untuk menjaga performa boiler dalam berbagai kondisi operasi serta mengantisipasi penurunan efisiensi akibat fouling, perubahan beban produksi, dan faktor operasional lainnya, maka diberikan safety margin sebesar 10%. Dengan demikian kapasitas burner yang direkomendasikan berada pada rentang 5.500 hingga 6.000 kW atau setara dengan sekitar 5.000.000 kcal/jam.

Rekomendasi Kapasitas Gas Burner untuk Boiler 6,5 Ton/Jam

Pemilihan kapasitas burner yang tepat merupakan faktor penting dalam keberhasilan proyek modifikasi boiler cangkang menjadi gas. Burner yang terlalu kecil akan menyebabkan boiler membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tekanan kerja dan berpotensi tidak mampu memenuhi kebutuhan steam saat beban puncak. Sebaliknya, burner yang terlalu besar tanpa sistem kontrol yang tepat dapat menyebabkan tekanan steam tidak stabil serta meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Oleh karena itu, untuk aplikasi Fire Tube Boiler 6,5 ton/jam direkomendasikan menggunakan gas burner modulating yang mampu menyesuaikan kapasitas pembakaran secara otomatis sesuai kebutuhan steam aktual di lapangan.

Spesifikasi Burner yang Direkomendasikan

  • Kapasitas Burner : 5.500 – 6.000 kW
  • Setara : ±5.000.000 kcal/jam
  • Jenis Burner : Gas Burner Modulating
  • Bahan Bakar : Natural Gas (NG), CNG atau LNG
  • Kontrol Kapasitas : Modulating Proportional
  • Estimasi Konsumsi Gas : 520 – 580 Nm³/Jam
  • Aplikasi : Fire Tube Steam Boiler 6,5 Ton/Jam

Keunggulan Penggunaan Bejo Gas Burner Modulating

Dibandingkan sistem pembakaran biomassa cangkang, penggunaan gas burner modulating memberikan berbagai keuntungan yang signifikan baik dari sisi efisiensi energi maupun kemudahan operasional.

  • Tekanan steam lebih stabil pada berbagai beban produksi.
  • Respon pembakaran lebih cepat terhadap perubahan kebutuhan steam.
  • Konsumsi gas lebih efisien karena rasio udara dan bahan bakar dikontrol otomatis.
  • Mengurangi frekuensi start-stop burner.
  • Meningkatkan umur pakai boiler dan komponen pembakaran.
  • Tidak menghasilkan abu dan debu pembakaran.
  • Mengurangi pekerjaan cleaning furnace dan area boiler.
  • Menurunkan biaya maintenance jangka panjang.
  • Mengurangi emisi partikulat dan meningkatkan kebersihan area produksi.

Sistem Keselamatan Gas Burner Industri yang Direkomendasikan

Pada proyek modifikasi boiler cangkang menjadi gas, aspek keselamatan merupakan prioritas utama. Seluruh sistem burner harus dilengkapi perangkat proteksi dan interlock otomatis untuk mencegah risiko kebocoran gas, kegagalan pembakaran, ledakan furnace, maupun kerusakan peralatan. Berikut fungsi masing-masing komponen keselamatan yang direkomendasikan.

1. Flame Safeguard Controller (Burner Management System)

Flame Safeguard Controller merupakan otak dari sistem keselamatan burner yang bertugas mengawasi seluruh urutan pembakaran mulai dari pre-purge, ignition, flame monitoring, hingga shutdown. Apabila terdeteksi kondisi tidak normal, controller akan menghentikan proses pembakaran dan menutup suplai gas secara otomatis.

  • Mengontrol urutan start-up burner.
  • Mengawasi proses ignition.
  • Memastikan api terbentuk dengan benar.
  • Menutup suplai gas saat terjadi kegagalan api.
  • Menyimpan kode alarm dan fault history.

2. UV Scanner atau Flame Detector

UV Scanner atau Flame Detector berfungsi mendeteksi keberadaan api di dalam furnace. Sensor ini memastikan bahwa gas hanya dapat mengalir apabila nyala api benar-benar terdeteksi.

Jika api padam karena gangguan tekanan gas, masalah ignition, atau faktor lainnya, sistem akan segera memerintahkan penutupan katup gas untuk mencegah akumulasi gas di dalam furnace.

  • Mendeteksi nyala api secara real-time.
  • Mencegah penumpukan gas di ruang bakar.
  • Memberikan sinyal flame ON atau flame OFF.
  • Meningkatkan keamanan operasi burner.

3. Low Gas Pressure Switch

Low Gas Pressure Switch berfungsi memonitor tekanan gas minimum yang masuk ke burner. Apabila tekanan gas turun di bawah batas yang ditentukan, burner akan berhenti secara otomatis untuk menghindari pembakaran tidak sempurna.

  • Mendeteksi tekanan gas terlalu rendah.
  • Mencegah flame instability.
  • Mengurangi risiko flame failure.
  • Melindungi komponen burner.

Contoh setting umum:

  • Gas Pressure Normal : 200 mbar
  • Alarm Low Pressure : 150 mbar

4. High Gas Pressure Switch

High Gas Pressure Switch berfungsi melindungi sistem burner dari tekanan gas yang terlalu tinggi. Tekanan gas berlebih dapat menyebabkan pembakaran tidak stabil dan merusak komponen gas train.

  • Mendeteksi over pressure gas.
  • Melindungi regulator dan valve.
  • Mencegah kerusakan combustion head.
  • Menjaga kestabilan nyala api.

Contoh setting:

  • Tekanan Operasi : 200 mbar
  • Trip High Pressure : 250 mbar

5. Air Pressure Switch

Air Pressure Switch berfungsi memonitor tekanan udara pembakaran yang dihasilkan oleh blower burner. Sistem burner hanya diizinkan menyala apabila suplai udara mencukupi.

Apabila blower mengalami gangguan atau aliran udara tidak mencukupi, burner akan berhenti secara otomatis.

  • Memonitor aliran udara pembakaran.
  • Mencegah pembakaran tidak sempurna.
  • Menjaga rasio udara dan bahan bakar.
  • Meningkatkan efisiensi pembakaran.

6. Double Safety Solenoid Valve

Double Safety Solenoid Valve merupakan katup pengaman utama pada gas train yang terdiri dari dua katup otomatis. Kedua valve akan membuka saat burner beroperasi dan menutup secara otomatis ketika terjadi alarm atau burner shutdown.

Sistem dua valve digunakan untuk memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan satu valve tunggal.

  • Menutup suplai gas secara otomatis.
  • Mencegah kebocoran gas menuju burner.
  • Memenuhi standar keselamatan industri.
  • Terintegrasi dengan Flame Safeguard Controller.

7. Gas Pressure Regulator

Gas Pressure Regulator berfungsi menjaga tekanan gas tetap stabil sesuai kebutuhan burner meskipun terjadi fluktuasi tekanan dari jaringan gas atau sistem CNG.

  • Menstabilkan tekanan gas.
  • Meningkatkan kualitas pembakaran.
  • Mengurangi fluktuasi api.
  • Melindungi gas train dan burner.

Tanpa regulator yang tepat, burner dapat mengalami flame instability dan peningkatan konsumsi bahan bakar.

8. Emergency Shutdown System (ESD)

Emergency Shutdown System merupakan sistem penghentian darurat yang dapat diaktifkan secara manual maupun otomatis ketika terjadi kondisi berbahaya.

Saat tombol ESD ditekan, seluruh sistem burner akan berhenti dan suplai gas akan tertutup secara otomatis.

Rekomendasi Lingkup Pekerjaan Modifikasi Boiler Cangkang Menjadi Gas

Keberhasilan proyek modifikasi boiler biomassa menjadi boiler gas tidak hanya ditentukan oleh pemilihan burner yang tepat, tetapi juga oleh kualitas engineering, instalasi, integrasi sistem kontrol, serta proses commissioning yang dilakukan. Oleh karena itu, proyek konversi harus dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari tahap survey hingga pelatihan operator agar sistem dapat beroperasi secara aman, efisien, dan andal dalam jangka panjang.

1. Survey Lapangan dan Engineering Evaluation

Tahap pertama adalah melakukan survey lapangan untuk mengumpulkan data teknis boiler existing dan mengevaluasi kelayakan modifikasi ke sistem pembakaran gas.

Pada tahap ini dilakukan pemeriksaan terhadap:

  • Kapasitas steam boiler.
  • Tekanan kerja boiler.
  • Dimensi furnace dan ruang bakar.
  • Kondisi refractory existing.
  • Kapasitas ID Fan dan FD Fan.
  • Kondisi cerobong dan ducting.
  • Sistem kontrol existing.
  • Ketersediaan sumber gas.
  • Kebutuhan steam aktual pabrik.

Hasil engineering evaluation digunakan sebagai dasar penentuan kapasitas burner, desain gas train, serta ruang lingkup modifikasi yang diperlukan.

2. Pembongkaran Sistem Pembakaran Biomassa Existing

Setelah desain modifikasi disetujui, sistem pembakaran biomassa yang sudah tidak digunakan akan dibongkar untuk memberikan ruang bagi pemasangan sistem burner gas.

Komponen yang umumnya dibongkar meliputi:

  • Hopper cangkang.
  • Feeding screw.
  • Grate system.
  • Ash conveyor.
  • Ash handling equipment.
  • Ducting yang tidak digunakan.
  • Peralatan pendukung pembakaran biomassa.

Tahap ini juga mencakup pembersihan area kerja dan persiapan lokasi instalasi burner baru.

3. Modifikasi Furnace dan Burner Mounting

Karena karakteristik pembakaran gas berbeda dengan biomassa, diperlukan penyesuaian pada area furnace agar nyala api burner dapat berkembang secara sempurna dan aman.

Lingkup pekerjaan meliputi:

  • Pembuatan burner mounting plate.
  • Pemotongan atau modifikasi front door boiler.
  • Penyesuaian diameter burner opening.
  • Perbaikan refractory apabila diperlukan.
  • Penguatan struktur mounting burner.
  • Pemeriksaan volume ruang bakar.

Desain furnace yang tepat sangat berpengaruh terhadap efisiensi pembakaran dan umur pakai refractory.

4. Pemasangan Gas Burner Industri

Tahap utama proyek adalah pemasangan gas burner industri sesuai hasil perhitungan kapasitas panas boiler.

Untuk boiler 6,5 ton/jam direkomendasikan menggunakan:

  • Gas Burner Modulating.
  • Kapasitas 5.500 – 6.000 kW.
  • Setara ±5.000.000 kcal/jam.
  • Sistem kontrol proportional.
  • Automatic ignition system.
  • Flame safeguard system.

Burner akan dipasang dan disesuaikan dengan dimensi furnace agar distribusi api merata dan stabil.

5. Instalasi Gas Train System

Gas train merupakan sistem distribusi dan pengaman bahan bakar gas sebelum masuk ke burner.

Komponen yang umumnya digunakan meliputi:

  • Manual shut off valve.
  • Gas filter.
  • Pressure regulator.
  • Pressure gauge.
  • Low gas pressure switch.
  • High gas pressure switch.
  • Double safety solenoid valve.
  • Vent valve.
  • Leak test point.

Gas train berfungsi menjaga tekanan gas tetap stabil sekaligus memberikan perlindungan apabila terjadi gangguan sistem.

6. Pembuatan dan Instalasi Panel Kontrol Burner

Panel kontrol burner berfungsi sebagai pusat kendali seluruh proses pembakaran dan sistem keselamatan.

Fungsi utama panel meliputi:

  • Automatic start-up sequence.
  • Ignition control.
  • Modulating control.
  • Alarm monitoring.
  • Safety interlock.
  • Emergency shutdown.
  • Display status burner.

Panel dirancang agar operator dapat mengoperasikan sistem dengan mudah dan aman.

7. Integrasi dengan Sistem Boiler Existing

Seluruh sistem burner baru harus terintegrasi dengan sistem kontrol boiler yang sudah ada agar dapat bekerja secara sinkron.

Integrasi dilakukan dengan:

  • Pressure switch boiler.
  • Pressure transmitter.
  • Level control boiler.
  • ID Fan dan FD Fan.
  • Emergency stop system.
  • Alarm panel existing.

Integrasi yang baik akan menghasilkan operasi boiler yang lebih stabil dan aman.

8. Combustion Tuning Menggunakan Flue Gas Analyzer

Setelah burner terpasang, dilakukan proses combustion tuning untuk memperoleh efisiensi pembakaran terbaik.

Parameter yang dianalisa antara lain:

  • O₂ (Oxygen).
  • CO₂ (Carbon Dioxide).
  • CO (Carbon Monoxide).
  • Excess Air.
  • Flue Gas Temperature.

Tujuan tuning adalah memperoleh pembakaran sempurna dengan konsumsi gas serendah mungkin.

9. Cold Commissioning dan Hot Commissioning

Commissioning dilakukan dalam dua tahap untuk memastikan seluruh sistem bekerja sesuai desain.

Cold Commissioning

  • Pemeriksaan wiring.
  • Pemeriksaan sensor.
  • Pemeriksaan panel kontrol.
  • Simulasi alarm.
  • Pengujian interlock.

Hot Commissioning

  • Test ignition burner.
  • Test api kecil dan api besar.
  • Pemeriksaan tekanan gas.
  • Pemeriksaan kestabilan api.
  • Pengujian sistem modulating.

10. Steam Load Test

Steam Load Test dilakukan untuk memastikan burner mampu memenuhi kebutuhan steam aktual pabrik.

Pengujian meliputi:

  • Kapasitas steam maksimum.
  • Stabilitas tekanan boiler.
  • Respon modulating burner.
  • Konsumsi gas aktual.
  • Efisiensi pembakaran.

Data hasil pengujian digunakan sebagai dasar penerimaan akhir proyek.

11. Training Operator dan Maintenance Personnel

Setelah commissioning selesai, operator dan tim maintenance akan mendapatkan pelatihan mengenai pengoperasian dan perawatan sistem burner.

Materi training meliputi:

  • Prosedur start-up boiler.
  • Prosedur shutdown boiler.
  • Pembacaan alarm burner.
  • Reset fault burner.
  • Perawatan berkala burner.
  • Pemeriksaan sistem gas train.
  • Emergency shutdown procedure.
  • Troubleshooting dasar.

Pelatihan yang baik akan membantu menjaga keandalan sistem dan memperpanjang umur pakai peralatan.

Hasil yang Diharapkan Setelah Modifikasi Boiler ke Gas

  • Tekanan steam lebih stabil.
  • Start-up boiler lebih cepat.
  • Efisiensi pembakaran meningkat.
  • Konsumsi energi lebih terkendali.
  • Tidak ada abu pembakaran.
  • Biaya maintenance lebih rendah.
  • Operasional boiler lebih otomatis.
  • Emisi lebih bersih dan ramah lingkungan.
  • Keandalan sistem meningkat.
  • Produktivitas pabrik lebih tinggi.

 

Kesimpulan Akhir Modifikasi Boiler Biomassa Menjadi Gas

Berdasarkan hasil studi engineering awal, penggunaan Gas Burner Modulating kapasitas 5.500–6.000 kW merupakan solusi yang paling sesuai untuk proyek modifikasi boiler cangkang menjadi gas pada Fire Tube Boiler 6,5 ton/jam. Sistem ini mampu memberikan efisiensi pembakaran yang lebih tinggi, tekanan steam yang lebih stabil, konsumsi energi yang lebih terkendali, serta biaya operasional dan maintenance yang lebih rendah dibandingkan sistem pembakaran biomassa konvensional.

Dengan dukungan gas train lengkap, flame safeguard system, panel kontrol otomatis, combustion tuning, commissioning, dan training operator, boiler dapat beroperasi secara aman, efisien, dan andal untuk mendukung kebutuhan produksi jangka panjang.

Konsultasi Modifikasi Boiler ke Gas Burner

PT Indira Mitra Boiler
Industrial Heating System Specialist

☎ (021) 352 95874
📱 WhatsApp 0813-8866-6204 (Ratman Bejo)

🌐 www.indiramitraboiler.co.id
🌐 www.burner.co.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top