Burner Industri Dual Fuel Efisiensi Tinggi untuk Steam Boiler, Thermal Oil Heater, dan Sistem Pemanas Proses
BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner merupakan burner industri berkinerja tinggi yang dirancang untuk beroperasi menggunakan Diesel Oil (Solar/HSD) maupun Gas Alam seperti PGN, CNG, LNG, dan LPG. Kemampuan dual fuel memberikan fleksibilitas operasional yang tinggi sehingga pengguna dapat memilih bahan bakar secara otomatis maupun manual sesuai ketersediaan pasokan dan biaya operasional.
Dirancang untuk pengoperasian industri secara 24 jam non-stop, burner ini menghasilkan pembakaran yang stabil, efisiensi termal tinggi, emisi rendah, serta keandalan tinggi untuk berbagai aplikasi seperti Steam Boiler, Thermal Oil Heater, Hot Water Boiler, Furnace, Oven Industri, Rotary Dryer, dan berbagai sistem pemanas proses lainnya.

BEJO RLS130 BLU DUAL FUEL BURNER
Spesifikasi Teknis
| Item | Spesifikasi |
|---|---|
| Model | BEJO BURNER RLS130 BLU |
| Tipe Burner | Dual Fuel Burner |
| Bahan Bakar | Diesel Oil (Solar/HSD) & Gas Alam |
| Pilihan Gas | PGN, CNG, LNG, LPG |
| Kapasitas Pembakaran | 465 – 1.395 kW |
| Output Panas | ± 400.000 – 1.200.000 kcal/jam |
| Sistem Operasi | Two Stage |
| Sistem Penyalaan | Automatic Electronic Ignition |
| Deteksi Api | UV Flame Detector |
| Pengaturan Udara | Servo Motor Air Damper |
| Emisi | Low NOx Class III (BLU) |
| Catu Daya | 3 Phase 380–400 Volt, 50 Hz |
| Tingkat Proteksi | IP44 |
| Aplikasi | Steam Boiler, Thermal Oil Heater, Furnace, Hot Water Boiler, Rotary Dryer |
Fitur Utama
- Sistem Dual Fuel (Diesel Oil & Gas Alam).
- Efisiensi pembakaran tinggi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.
- Emisi rendah Low NOx Class III (BLU) sehingga lebih ramah lingkungan.
- Sistem penyalaan otomatis (Electronic Ignition).
- Deteksi nyala api menggunakan UV Flame Detector.
- Desain combustion head yang menghasilkan pembakaran stabil.
- Electronic Burner Management System.
- Sistem pengaman otomatis (Automatic Safety Shutdown).
- Perawatan mudah dengan komponen yang mudah diakses.
- Dirancang untuk operasi industri secara terus-menerus selama 24 jam.
Instrumentasi Gas Train
Gas Train merupakan rangkaian komponen pengatur, pengaman, dan pengendali aliran gas yang dipasang sebelum burner. Sistem ini berfungsi untuk mengatur tekanan gas, menyaring kotoran, memantau kondisi operasi, serta menghentikan suplai gas secara otomatis apabila terjadi kondisi yang tidak aman.
Penggunaan gas train merupakan bagian penting dari sistem pembakaran industri untuk memastikan burner bekerja dengan aman, stabil, efisien, dan sesuai standar keselamatan.
1. Manual Ball Valve (Shut-Off Valve)
Manual Ball Valve merupakan katup pembuka dan penutup aliran gas yang dioperasikan secara manual. Komponen ini dipasang pada sisi awal gas train sebagai titik isolasi utama antara sumber gas dan sistem burner.
kegunaan
- Membuka dan menutup aliran gas secara manual.
- Mengisolasi seluruh sistem gas train dari sumber gas.
- Digunakan saat pekerjaan perawatan (maintenance), inspeksi, commissioning, maupun penggantian komponen.
- Berfungsi sebagai katup darurat (Emergency Isolation Valve) apabila diperlukan penghentian suplai gas secara manual.
Cara Kerja
Katup menggunakan bola (ball) berlubang di bagian dalam.
Posisi Handle Sejajar Pipa (OPEN)
Lubang pada ball sejajar dengan arah aliran gas sehingga gas dapat mengalir menuju gas train.
Posisi Handle Tegak Lurus Pipa (CLOSED)
Ball berputar 90° sehingga menutup jalur aliran gas dan menghentikan suplai menuju burner.
Kondisi Operasi Normal
Pada saat burner beroperasi, Manual Ball Valve harus berada pada posisi:
OPEN
(Posisi handle sejajar dengan arah pipa)
Sehingga aliran gas dapat mengalir menuju seluruh rangkaian gas train.
Saat Maintenance
Sebelum melakukan pekerjaan seperti:
- Membersihkan Gas Filter
- Mengganti Pressure Switch
- Mengganti Solenoid Valve
- Mengganti Regulator
- Mengganti Pressure Gauge
- Servis Burner
- Pemeriksaan Kebocoran
Manual Ball Valve wajib ditutup terlebih dahulu agar tidak ada gas yang masuk ke sistem.
Setelah katup ditutup, tekanan gas yang masih tersisa di dalam gas train harus dibuang melalui titik uji (test port) atau prosedur pelepasan tekanan yang sesuai sebelum pembongkaran dilakukan.
Fungsi Manual Ball Valve
- Membuka dan menutup aliran gas dengan cepat (¼ putaran).
- Konstruksi sederhana dan andal.
- Kehilangan tekanan (pressure drop) sangat kecil saat katup terbuka penuh.
- Mudah dioperasikan dan dirawat.
- Memberikan isolasi gas yang rapat untuk meningkatkan keselamatan.
Pemeriksaan Berkala
Untuk menjaga keandalan sistem, Manual Ball Valve sebaiknya diperiksa secara berkala meliputi:
- Kondisi handle dan mekanisme putar.
- Kebocoran pada body dan sambungan.
- Kemudahan membuka dan menutup katup.
- Kondisi seal dan packing.
- Korosi atau kerusakan akibat lingkungan operasi.
Peran dalam Sistem Keselamatan
Walaupun pengoperasiannya dilakukan secara manual, Manual Ball Valve merupakan komponen keselamatan pertama pada Gas Train. Katup ini memungkinkan operator mengisolasi sumber gas dengan cepat saat terjadi pekerjaan pemeliharaan, keadaan darurat, atau sebelum dilakukan pemeriksaan sistem.
Dengan fungsi sebagai katup isolasi utama, Manual Ball Valve membantu memastikan seluruh rangkaian Gas Train dan burner dapat dikerjakan dalam kondisi aman, sekaligus mendukung keandalan dan keselamatan sistem pembakaran industri.
3. Pressure Gauge (Tekanan Gas Masuk)
Pressure Gauge (Inlet) merupakan alat ukur yang dipasang pada sisi masuk (upstream) gas train untuk memantau tekanan gas dari sumber sebelum melewati filter dan regulator. Informasi tekanan ini sangat penting untuk memastikan bahwa suplai gas memenuhi kebutuhan operasi burner.
Dengan mengetahui tekanan gas secara langsung, operator dapat melakukan pemeriksaan awal apabila burner mengalami gangguan, sehingga proses commissioning maupun troubleshooting menjadi lebih cepat dan akurat.
Fungsi
Menampilkan Tekanan Gas Supply
Pressure Gauge menunjukkan tekanan gas yang berasal dari sumber seperti:
- PGN (Pipa Gas Alam)
- CNG (Compressed Natural Gas)
- LNG (Liquefied Natural Gas)
- LPG (Liquefied Petroleum Gas)
Memudahkan Operator Memantau Tekanan Aktual
Operator dapat mengetahui apakah tekanan gas berada dalam rentang operasi yang direkomendasikan sebelum burner dijalankan.
Membantu Proses Commissioning
Saat instalasi awal, Pressure Gauge digunakan untuk memastikan tekanan gas sesuai dengan spesifikasi burner sebelum dilakukan proses penyalaan.
Membantu Troubleshooting
Pressure Gauge memudahkan teknisi mengidentifikasi penyebab gangguan apabila burner mengalami trip, flame failure, atau pembakaran tidak stabil.
Contoh Tekanan Gas
PGN (Natural Gas)
Umumnya berada pada kisaran:
20–300 mbar
tergantung jaringan distribusi dan sistem regulator.
CNG
Tekanan sangat tinggi pada tabung penyimpanan, kemudian diturunkan melalui regulator sehingga tekanan menuju gas train sesuai dengan kebutuhan burner.
Apabila Tekanan Terlalu Rendah
Jika tekanan gas turun di bawah batas operasi burner, dapat terjadi:
- Burner sulit start.
- Api tidak stabil.
- Flame Failure.
- Burner Lock-Out.
- Kapasitas pembakaran menurun.
Keuntungan
- Monitoring tekanan gas secara real-time.
- Memudahkan commissioning.
- Mempercepat proses troubleshooting.
- Menjaga burner bekerja pada tekanan yang sesuai.
- Membantu meningkatkan keselamatan sistem pembakaran.
4. Gas Filter
Gas Filter merupakan komponen yang berfungsi menyaring partikel padat dan kontaminan dari aliran gas sebelum memasuki Gas Pressure Regulator dan Double Safety Solenoid Valve. Komponen ini berperan penting dalam menjaga kebersihan sistem gas train sehingga seluruh instrumentasi dapat bekerja dengan baik dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.
Fungsi
Gas Filter menyaring berbagai kontaminan seperti:
- Debu
- Karat
- Serpihan pipa
- Kerak
- Partikel logam
- Kotoran lain yang terbawa aliran gas
Dengan demikian, gas yang masuk ke regulator dan burner menjadi lebih bersih.
Manfaat Gas Filter
- Melindungi Gas Pressure Regulator.
- Melindungi Solenoid Valve.
- Melindungi Pressure Switch.
- Menjaga kestabilan tekanan gas.
- Menjaga kualitas pembakaran tetap optimal.
- Mengurangi risiko kerusakan komponen.
Dampak Jika Filter Kotor
Apabila Gas Filter tersumbat, maka dapat menyebabkan:
- Penurunan tekanan gas (Pressure Drop).
- Burner sulit menyala.
- Api menjadi tidak stabil.
- Flame Failure.
- Solenoid Valve bekerja lebih berat.
- Regulator lebih cepat rusak.
- Burner sering mengalami trip.
Perawatan (Maintenance)
Untuk menjaga performa burner, Gas Filter perlu:
- Dibersihkan secara berkala.
- Diganti apabila elemen filter sudah rusak.
- Diperiksa saat preventive maintenance sesuai jam operasi atau rekomendasi pabrikan.
Keuntungan
- Memperpanjang umur regulator.
- Memperpanjang umur solenoid valve.
- Menjaga tekanan gas tetap stabil.
- Mengurangi biaya perawatan.
- Meningkatkan keandalan sistem pembakaran.
5. Gas Pressure Regulator
Gas Pressure Regulator merupakan komponen utama pada Gas Train yang berfungsi mengurangi dan menstabilkan tekanan gas dari sumber menjadi tekanan kerja yang dibutuhkan oleh burner. Regulator memastikan tekanan gas tetap konstan meskipun tekanan dari jaringan distribusi mengalami fluktuasi.
Fungsi
Menurunkan Tekanan Gas
Regulator mengurangi tekanan gas dari sumber menjadi tekanan operasi burner.
Contoh:
Tekanan Masuk : 250 mbar
↓
Tekanan Keluar : 20 mbar
atau sesuai kebutuhan burner.
Menjaga Tekanan Tetap Stabil
Walaupun tekanan supply berubah, regulator mempertahankan tekanan keluaran agar proses pembakaran tetap stabil.
Menjamin Kualitas Pembakaran
Tekanan gas yang stabil menghasilkan rasio udara dan bahan bakar yang tepat sehingga efisiensi pembakaran tetap tinggi.
Keuntungan
- Nyala api lebih stabil.
- Pembakaran lebih sempurna.
- Efisiensi bahan bakar meningkat.
- Mengurangi emisi.
- Menjaga burner bekerja sesuai kapasitas.
Apabila Regulator Rusak
Gangguan yang dapat terjadi antara lain:
- Api terlalu besar.
- Api terlalu kecil.
- Burner sering trip.
- Flame Failure.
- Pembakaran tidak sempurna.
- Konsumsi bahan bakar meningkat.
- Emisi gas buang bertambah.
Pemeriksaan Berkala
Regulator perlu diperiksa secara berkala meliputi:
- Tekanan inlet.
- Tekanan outlet.
- Kebocoran diaphragm.
- Kebersihan internal.
- Stabilitas tekanan.
6. Pressure Gauge Setelah Regulator (Outlet Pressure Gauge)
Pressure Gauge (Outlet) dipasang setelah Gas Pressure Regulator untuk menunjukkan tekanan gas yang telah direduksi sebelum memasuki burner. Tekanan inilah yang digunakan sebagai acuan utama dalam proses penyetelan burner dan pengendalian kualitas pembakaran.
Fungsi
Menampilkan Tekanan Kerja Burner
Pressure Gauge menunjukkan tekanan gas aktual yang masuk menuju burner setelah melalui regulator.
Membantu Setting Burner
Tekanan ini digunakan saat melakukan:
- Setting tekanan gas.
- Penyetelan rasio udara dan bahan bakar.
- Kalibrasi menggunakan combustion analyzer.
Commissioning
Pada saat commissioning, teknisi memastikan tekanan outlet sesuai dengan spesifikasi burner agar pembakaran berjalan optimal.
Troubleshooting
Pressure Gauge memudahkan analisis apabila terjadi:
- Burner trip.
- Flame Failure.
- Api tidak stabil.
- Perubahan kapasitas pembakaran.
Keuntungan
- Memastikan regulator bekerja dengan benar.
- Memudahkan penyetelan burner.
- Menjaga kestabilan pembakaran.
- Membantu proses analisis gangguan.
- Meningkatkan efisiensi dan keamanan sistem pembakaran.
Peran dalam Sistem Gas Train
Pressure Gauge setelah regulator merupakan indikator tekanan kerja burner. Nilai tekanan yang ditampilkan menjadi acuan utama bagi teknisi saat commissioning, penyetelan, maupun pemeliharaan, sehingga burner dapat menghasilkan nyala api yang stabil, efisiensi pembakaran tinggi, dan operasi yang aman
10. Valve Proving System (VPS) (Opsional)
Valve Proving System (VPS) merupakan perangkat keselamatan tambahan yang digunakan untuk memeriksa kekedapan (tightness) dari Double Safety Solenoid Valve sebelum burner melakukan proses penyalaan. Sistem ini umumnya dipasang pada burner berkapasitas besar atau pada instalasi yang mensyaratkan tingkat keselamatan lebih tinggi.
VPS bekerja secara otomatis sebelum proses pre-purge dan ignition dimulai. Apabila terdeteksi adanya kebocoran pada salah satu katup solenoid, sistem akan membatalkan proses start-up dan burner tidak akan diizinkan beroperasi.
Fungsi
Memeriksa Kekedapan Double Safety Solenoid Valve
Valve Proving System memastikan bahwa:
- Valve 1 menutup rapat.
- Valve 2 menutup rapat.
Sebelum burner dinyalakan.
Mendeteksi Kebocoran Katup
VPS memonitor perubahan tekanan pada ruang di antara kedua solenoid valve.
Apabila tekanan berubah akibat adanya kebocoran internal, VPS akan mengirimkan sinyal kegagalan kepada Burner Management System (BMS).
Menghentikan Proses Start-Up
Jika hasil pengujian menunjukkan adanya kebocoran:
- Burner tidak akan melakukan Pre-Purge.
- Solenoid Valve tetap tertutup.
- Burner masuk kondisi Lock-Out.
- Alarm ditampilkan pada panel kontrol.
Tujuan Penggunaan
Valve Proving System digunakan untuk:
- Memastikan kedua solenoid valve bekerja dengan baik.
- Mencegah kebocoran gas menuju ruang bakar saat burner tidak beroperasi.
- Mencegah akumulasi gas sebelum proses penyalaan.
- Mengurangi risiko ledakan akibat gas yang belum terbakar.
- Meningkatkan tingkat keselamatan sistem pembakaran.
Cara Kerja VPS
- Burner menerima perintah Start.
- Burner Management System mengaktifkan Valve Proving System.
- VPS memeriksa kekedapan Valve 1 dan Valve 2.
- Apabila kedua valve dinyatakan rapat, burner melanjutkan proses Pre-Purge.
- Setelah seluruh interlock keselamatan terpenuhi, proses Ignition dimulai.
- Apabila terdeteksi kebocoran, burner tidak akan menyala dan sistem masuk ke mode Lock-Out.
Keuntungan Valve Proving System
- Memastikan Double Safety Solenoid Valve benar-benar kedap sebelum start.
- Mengurangi risiko kebocoran gas.
- Mencegah akumulasi gas di ruang bakar.
- Meningkatkan keselamatan operator dan peralatan.
- Mendukung kepatuhan terhadap standar keselamatan pembakaran industri.
- Mengurangi risiko kerusakan akibat kegagalan sistem katup.
Pemeriksaan Berkala
Untuk memastikan VPS bekerja dengan baik, lakukan:
- Pengujian fungsi Valve Proving System.
- Pemeriksaan sensor tekanan.
- Pengujian waktu respon sistem.
- Pemeriksaan kebocoran Double Safety Solenoid Valve.
- Kalibrasi sesuai rekomendasi pabrikan.
Valve Proving System merupakan lapisan perlindungan tambahan yang memberikan verifikasi otomatis terhadap kondisi katup gas sebelum burner dinyalakan. Dengan memastikan tidak ada kebocoran pada sistem, VPS meningkatkan keselamatan operasi dan mengurangi risiko kecelakaan akibat akumulasi gas di ruang bakar.
11. Burner Gas Inlet
Burner Gas Inlet merupakan titik masuk gas dari Gas Train menuju sistem pembakaran di dalam burner. Setelah melewati seluruh rangkaian pengaman dan pengatur tekanan pada Gas Train, gas akan memasuki burner melalui saluran ini untuk selanjutnya dicampur dengan udara pembakaran dan dibakar di dalam combustion head.
Burner Gas Inlet menjadi penghubung antara sistem distribusi gas dan sistem pembakaran, sehingga kualitas tekanan gas pada titik ini sangat menentukan stabilitas nyala api dan efisiensi pembakaran.
Fungsi
Menyalurkan Gas ke Sistem Pembakaran
Burner Gas Inlet menerima gas yang telah:
- Disaring oleh Gas Filter.
- Direduksi tekanannya oleh Gas Pressure Regulator.
- Diverifikasi oleh Pressure Switch.
- Dilewatkan melalui Double Safety Solenoid Valve.
Selanjutnya gas dialirkan menuju combustion head.
Menghasilkan Campuran Udara dan Gas
Di dalam burner, gas dicampurkan dengan udara pembakaran menggunakan sistem pencampuran yang dirancang secara presisi sehingga menghasilkan pembakaran yang stabil dan efisien.
Komponen di Dalam Burner
Setelah gas memasuki burner, proses pembakaran melibatkan beberapa komponen utama, yaitu:
Butterfly Valve
Mengatur jumlah gas yang masuk sesuai kebutuhan kapasitas burner sehingga aliran gas dapat dikendalikan secara presisi.
Gas Nozzle
Mengarahkan gas menuju combustion head dengan pola aliran yang dirancang untuk menghasilkan pencampuran yang optimal dengan udara pembakaran.
Combustion Head
Merupakan ruang pencampuran antara udara dan gas sebelum proses pembakaran berlangsung. Desain combustion head sangat menentukan kestabilan nyala api, efisiensi pembakaran, dan tingkat emisi.
Ignition Electrode
Menghasilkan percikan listrik bertegangan tinggi untuk menyalakan campuran udara dan gas pada saat proses start-up burner.
UV Flame Detector
Mendeteksi keberadaan nyala api setelah proses penyalaan. Jika api tidak terdeteksi atau padam selama operasi, sistem akan segera menghentikan suplai bahan bakar dan mengaktifkan mode Lock-Out.
Proses Pembakaran
Urutan proses setelah gas memasuki burner adalah sebagai berikut:
- Gas masuk melalui Burner Gas Inlet.
- Butterfly Valve mengatur debit gas.
- Udara pembakaran dialirkan oleh blower melalui Air Damper.
- Gas dan udara bercampur di dalam Combustion Head.
- Ignition Electrode menghasilkan percikan api.
- Campuran gas dan udara terbakar.
- UV Flame Detector memastikan nyala api stabil.
- Burner beroperasi sesuai kapasitas yang dibutuhkan.
Keuntungan Desain Burner
- Pencampuran udara dan gas lebih homogen.
- Nyala api lebih stabil.
- Efisiensi pembakaran lebih tinggi.
- Emisi gas buang lebih rendah.
- Respon cepat terhadap perubahan beban.
- Pembakaran aman dengan pengawasan Flame Detector secara terus-menerus.
Dengan desain Burner Gas Inlet, Butterfly Valve, Gas Nozzle, dan Combustion Head yang terintegrasi, BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner mampu menghasilkan proses pembakaran yang stabil, efisien, aman, dan andal, sehingga sangat sesuai untuk berbagai aplikasi pemanas industri yang beroperasi secara kontinu.
Urutan Kerja (Sequence of Operation) Gas Train BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner
Berikut adalah urutan kerja sistem Gas Train mulai dari proses start hingga burner beroperasi normal.
1. Manual Ball Valve Dibuka
Operator membuka Manual Ball Valve (Shut-Off Valve) sehingga suplai gas dari sumber (PGN, CNG, LNG, atau LPG) dapat mengalir menuju gas train.
Fungsi:
- Menghubungkan sumber gas ke sistem burner.
- Digunakan sebagai katup isolasi saat maintenance atau keadaan darurat.
2. Gas Mengalir Melalui Flexible Anti-Vibration Joint
Gas melewati Flexible Joint yang berfungsi menyerap getaran dari burner maupun perpipaan.
Fungsi:
- Mengurangi vibrasi.
- Mengkompensasi pemuaian pipa.
- Melindungi regulator dan valve dari tegangan mekanis.
3. Tekanan Gas Masuk Dipantau oleh Pressure Gauge
Gas kemudian melewati Pressure Gauge (Inlet) untuk mengetahui tekanan suplai gas sebelum memasuki regulator.
Fungsi:
- Menampilkan tekanan gas dari sumber.
- Memudahkan pemeriksaan saat commissioning dan troubleshooting.
4. Gas Disaring oleh Gas Filter
Sebelum memasuki regulator, gas melewati Gas Filter.
Fungsi:
- Menyaring debu, karat, kerak, dan partikel asing.
- Melindungi regulator, pressure switch, dan solenoid valve dari kerusakan.
- Menjaga kualitas pembakaran tetap stabil.
5. Gas Pressure Regulator Menurunkan Tekanan
Setelah disaring, gas masuk ke Gas Pressure Regulator.
Fungsi:
- Menurunkan tekanan gas dari tekanan supply menjadi tekanan kerja burner.
- Menjaga tekanan tetap stabil walaupun tekanan dari sumber berubah.
Contoh:
- Tekanan masuk : 250 mbar
- Tekanan keluar : 20–30 mbar (sesuai setting burner)
6. Tekanan Keluar Dipantau oleh Pressure Gauge
Tekanan setelah regulator dibaca oleh Pressure Gauge (Outlet).
Fungsi:
- Memastikan regulator bekerja dengan baik.
- Menjadi acuan saat proses setting burner menggunakan combustion analyzer.
7. Minimum & Maximum Gas Pressure Switch Memverifikasi Tekanan
Sebelum burner diizinkan menyala, sistem akan memeriksa tekanan gas menggunakan:
- Minimum Gas Pressure Switch
- Maximum Gas Pressure Switch
Minimum Pressure Switch
- Burner tidak akan start apabila tekanan terlalu rendah.
Maximum Pressure Switch
- Burner tidak akan start apabila tekanan terlalu tinggi.
Apabila tekanan berada dalam batas aman, burner akan melanjutkan proses penyalaan.
8. Burner Melakukan Pre-Purge
Sebelum pembakaran dimulai, blower burner akan bekerja untuk melakukan Pre-Purge.
Fungsi:
- Membersihkan ruang bakar dari sisa gas atau uap bahan bakar.
- Memastikan ruang bakar aman sebelum proses penyalaan.
Tahapan ini merupakan salah satu fitur keselamatan paling penting pada burner modern.
9. Double Safety Solenoid Valve Membuka
Setelah seluruh interlock keselamatan terpenuhi, Double Safety Solenoid Valve membuka secara otomatis.
Fungsi:
- Mengalirkan gas menuju burner.
- Dua buah valve bekerja secara seri sehingga apabila salah satu gagal menutup, valve lainnya tetap memberikan perlindungan.
10. Ignition Electrode Menghasilkan Percikan Api
Ignition Transformer mengirim tegangan tinggi ke Ignition Electrode sehingga muncul percikan api.
Fungsi:
- Menyalakan campuran gas dan udara pada combustion head.
11. UV Flame Detector Memverifikasi Nyala Api
Setelah api terbentuk, UV Flame Detector segera mendeteksi keberadaan nyala api.
Fungsi:
- Mengirim sinyal ke Burner Control Box bahwa pembakaran berhasil.
- Jika api tidak terdeteksi dalam waktu yang ditentukan, sistem langsung menghentikan suplai bahan bakar dan burner masuk kondisi Lock-Out.
12. Burner Beroperasi Normal
Setelah seluruh proses di atas berhasil, burner memasuki mode operasi normal.
Selama burner beroperasi, sistem akan terus memonitor:
- Tekanan gas
- Tekanan udara pembakaran
- Keberadaan nyala api
- Posisi servo damper
- Kinerja solenoid valve
- Sistem kontrol burner
Apabila salah satu parameter berada di luar batas aman, Burner Management System (BMS) akan segera menghentikan pembakaran, menutup katup bahan bakar, dan mengaktifkan mode Lock-Out untuk melindungi burner, boiler, dan operator.
Diagram Alur Operasi Gas Train
Manual Ball Valve │ ▼ Flexible Anti-Vibration Joint │ ▼ Pressure Gauge (Inlet) │ ▼ Gas Filter │ ▼ Gas Pressure Regulator │ ▼ Pressure Gauge (Outlet) │ ▼ Minimum & Maximum Pressure Switch │ ▼ Pre-Purge Blower │ ▼ Double Safety Solenoid Valve │ ▼ Ignition Electrode │ ▼ UV Flame Detector │ ▼ Burner Normal OperationUrutan kerja ini memastikan bahwa burner hanya akan menyala apabila tekanan gas sesuai, sistem pembakaran aman, dan seluruh perangkat keselamatan (Safety Interlock) telah memberikan izin operasi, sehingga menghasilkan pembakaran yang efisien, stabil, dan aman untuk aplikasi industri.
Seluruh komponen tersebut bekerja untuk mengatur tekanan gas, menyaring kotoran, memonitor kondisi operasi, serta menghentikan suplai gas secara otomatis apabila terjadi kondisi yang tidak aman.
Sistem Bahan Bakar Diesel Oil (HSD)
Saat beroperasi menggunakan Diesel Oil (Solar/HSD), BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner dilengkapi dengan sistem bahan bakar bertekanan tinggi yang dirancang untuk menghasilkan atomisasi sempurna, pembakaran stabil, efisiensi tinggi, dan emisi yang rendah.
Komponen Sistem Bahan Bakar Diesel Oil
1. Oil Tank (Tangki Solar)
Merupakan tempat penyimpanan bahan bakar diesel sebelum dialirkan ke burner.
Fungsi:
- Menyimpan cadangan bahan bakar.
- Menjaga kontinuitas suplai solar selama burner beroperasi.
- Dilengkapi dengan suction line dan return line menuju burner.
2. Oil Filter
Solar dari tangki terlebih dahulu melewati Oil Filter.
Fungsi:
- Menyaring debu, pasir, karat, lumpur, dan partikel asing.
- Melindungi oil pump dan nozzle dari keausan.
- Menjaga kualitas pembakaran tetap stabil.
Jika filter tersumbat:
- Tekanan solar menurun.
- Burner sulit menyala.
- Api tidak stabil.
- Burner dapat mengalami lock-out.
3. Oil Pump
Oil Pump merupakan pompa gear bertekanan tinggi yang terpasang pada burner.
Fungsi:
- Menghisap solar dari tangki.
- Meningkatkan tekanan solar hingga tekanan kerja burner.
- Menyalurkan solar menuju nozzle melalui solenoid valve.
Keunggulan:
- Debit bahan bakar stabil.
- Tekanan konstan.
- Mendukung atomisasi yang sempurna.
4. Oil Pressure Control
Sistem ini mengatur tekanan bahan bakar sebelum masuk ke nozzle.
Fungsi:
- Menjaga tekanan solar tetap sesuai spesifikasi burner.
- Menghasilkan kapasitas pembakaran yang stabil.
- Memudahkan proses penyetelan (commissioning).
Apabila tekanan terlalu rendah atau terlalu tinggi, kualitas pembakaran akan menurun dan efisiensi burner berkurang.
5. Oil Solenoid Valve
Merupakan katup elektromagnetik yang dikendalikan oleh Burner Control Box.
Fungsi:
- Membuka aliran solar saat burner mendapat izin menyala.
- Menutup aliran solar secara otomatis saat burner berhenti atau terjadi gangguan.
Keunggulan:
- Respon sangat cepat.
- Mencegah kebocoran bahan bakar.
- Meningkatkan keselamatan sistem pembakaran.
6. Flexible Oil Hose
Menghubungkan oil pump dengan sistem suplai bahan bakar.
Fungsi:
- Menyalurkan solar menuju burner.
- Menyerap getaran dari pompa.
- Memudahkan proses pemasangan dan perawatan.
7. Oil Nozzle
Nozzle merupakan komponen utama yang menentukan kualitas pembakaran.
Fungsi:
- Mengubah solar bertekanan menjadi kabut (mist) dengan butiran sangat halus.
- Mengatur kapasitas bahan bakar sesuai kebutuhan burner.
- Membentuk pola semprotan yang optimal untuk pembakaran.
Nozzle yang bersih akan menghasilkan nyala api yang stabil, sedangkan nozzle yang aus atau tersumbat dapat menyebabkan asap hitam, konsumsi bahan bakar meningkat, dan efisiensi pembakaran menurun.
8. Atomizing System
Sistem atomisasi bekerja bersama oil pump dan nozzle.
Fungsi:
- Memecah solar menjadi partikel sangat halus.
- Memperbesar luas permukaan bahan bakar yang bercampur dengan udara.
- Mempercepat proses pembakaran.
- Menghasilkan nyala api yang bersih dan stabil.
Keuntungan atomisasi yang baik:
- Pembakaran lebih sempurna.
- Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
- Emisi asap lebih rendah.
- Efisiensi panas lebih tinggi.
- Umur ruang bakar dan boiler lebih panjang.
Urutan Kerja Sistem Diesel Oil
1. Solar dihisap dari Oil Tank
Solar dialirkan dari tangki menuju burner melalui pipa hisap.
↓
2. Oil Filter Menyaring Kotoran
Seluruh partikel dan kontaminan disaring agar tidak merusak komponen burner.
↓
3. Oil Pump Meningkatkan Tekanan
Pompa menaikkan tekanan solar hingga mencapai tekanan kerja yang dibutuhkan.
↓
4. Oil Pressure Control Menstabilkan Tekanan
Tekanan bahan bakar diatur agar sesuai dengan kapasitas pembakaran burner.
↓
5. Burner Melakukan Pre-Purge
Blower membersihkan ruang bakar sebelum proses penyalaan dimulai.
↓
6. Oil Solenoid Valve Membuka
Katup solenoid membuka secara otomatis sehingga solar bertekanan dapat mengalir menuju nozzle.
↓
7. Oil Nozzle Melakukan Atomisasi
Solar diubah menjadi kabut halus (fine mist) melalui nozzle sehingga mudah bercampur dengan udara pembakaran.
↓
8. Ignition Electrode Memercikkan Api
Elektroda penyalaan menghasilkan percikan listrik tegangan tinggi untuk menyalakan campuran udara dan bahan bakar.
↓
9. UV Flame Detector Mendeteksi Nyala Api
Sensor UV memastikan nyala api telah terbentuk dengan baik. Jika api tidak terdeteksi dalam waktu yang ditentukan, burner akan menghentikan suplai bahan bakar dan masuk ke mode Lock-Out.
↓
10. Burner Beroperasi Normal
Setelah api stabil, burner beroperasi sesuai kapasitas yang dibutuhkan. Selama operasi, sistem terus memantau tekanan bahan bakar, kualitas nyala api, dan seluruh perangkat keselamatan untuk memastikan pembakaran tetap efisien dan aman.
Kelebihan BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner
3. Mengurangi Downtime Produksi
Salah satu keunggulan utama BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner adalah kemampuannya beroperasi menggunakan dua jenis bahan bakar, yaitu Diesel Oil (Solar/HSD) dan Gas Alam (PGN, CNG, LNG, atau LPG). Fleksibilitas ini memungkinkan industri tetap menjalankan proses produksi meskipun terjadi gangguan pada salah satu sumber bahan bakar.
Apabila pasokan gas mengalami gangguan, tekanan gas menurun, atau terjadi penghentian sementara dari jaringan distribusi, burner dapat segera dialihkan untuk menggunakan solar sebagai bahan bakar alternatif. Sebaliknya, ketika suplai gas kembali normal, sistem dapat kembali menggunakan gas sehingga operasional tetap berjalan dengan efisien.
Kemampuan ini sangat penting bagi industri yang beroperasi secara 24 jam dan tidak dapat menghentikan proses produksi karena keterbatasan pasokan energi.
Manfaat Mengurangi Downtime Produksi
- Menjamin kontinuitas proses produksi tanpa gangguan.
- Mengurangi risiko kerugian akibat penghentian operasi.
- Fleksibilitas memilih bahan bakar sesuai ketersediaan dan biaya operasional.
- Meminimalkan waktu henti (downtime) akibat gangguan pasokan gas.
- Meningkatkan keandalan sistem pembakaran pada aplikasi industri kritis.
- Mendukung produktivitas dan efisiensi operasional pabrik.
Dengan kemampuan Dual Fuel, BEJO BURNER RLS130 BLU memberikan solusi pembakaran yang lebih fleksibel, andal, dan siap menghadapi perubahan kondisi pasokan energi di lapangan.
4. Efisiensi Pembakaran Tinggi
BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner dirancang untuk menghasilkan pembakaran dengan efisiensi tinggi melalui kombinasi combustion head berpresisi tinggi, sistem atomisasi bahan bakar yang optimal, serta pengaturan udara pembakaran secara otomatis. Ketiga sistem ini bekerja secara terpadu untuk menghasilkan pencampuran udara dan bahan bakar yang homogen sehingga proses pembakaran berlangsung lebih sempurna.
Pembakaran yang efisien memungkinkan energi panas dari bahan bakar dimanfaatkan secara maksimal dengan kehilangan panas yang lebih rendah. Hasilnya adalah konsumsi bahan bakar yang lebih hemat, temperatur proses yang lebih stabil, dan emisi gas buang yang lebih rendah dibandingkan sistem pembakaran yang tidak terkontrol.
Selain itu, burner dilengkapi dengan servo motor air damper dan Burner Management System (BMS) yang secara otomatis mengatur rasio udara dan bahan bakar sesuai kebutuhan beban. Pengaturan ini menjaga kualitas pembakaran tetap optimal pada setiap kondisi operasi.
Keuntungan Efisiensi Pembakaran Tinggi
- Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
- Efisiensi termal meningkat sehingga lebih banyak energi panas dimanfaatkan untuk proses produksi.
- Temperatur pembakaran lebih stabil.
- Distribusi panas lebih merata pada ruang bakar.
- Mengurangi pembentukan asap hitam dan jelaga.
- Emisi gas buang lebih rendah.
- Memperpanjang umur boiler dan burner karena pembakaran lebih bersih.
- Menurunkan biaya operasional dalam jangka panjang.
Dengan teknologi pembakaran modern, BEJO BURNER RLS130 BLU mampu memberikan efisiensi energi yang tinggi, performa pembakaran yang stabil, serta biaya operasional yang lebih ekonomis, menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai aplikasi pemanas industri yang membutuhkan keandalan dan produktivitas tinggi.
bil.
5. Nyala Api Stabil
BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner dirancang dengan combustion head berperforma tinggi dan sistem pengaturan udara (Air Damper Control) yang mampu menghasilkan pencampuran udara dan bahan bakar secara optimal. Kombinasi ini memastikan nyala api tetap stabil, merata, dan efisien pada seluruh rentang kapasitas pembakaran, baik saat beroperasi pada beban rendah maupun beban maksimum.
Stabilitas nyala api merupakan faktor penting dalam sistem pembakaran industri karena berpengaruh langsung terhadap efisiensi panas, konsumsi bahan bakar, kualitas emisi, serta umur pakai boiler dan burner. Dengan kontrol pembakaran yang presisi, burner mampu mempertahankan karakteristik api yang konsisten meskipun terjadi perubahan beban atau fluktuasi tekanan bahan bakar.
Teknologi Pembakaran yang Stabil
BEJO BURNER RLS130 BLU menggunakan beberapa teknologi untuk menjaga kestabilan nyala api, antara lain:
- Combustion Head yang dirancang untuk menghasilkan pencampuran udara dan bahan bakar secara homogen.
- Servo Motor Air Damper yang mengatur jumlah udara pembakaran secara presisi sesuai kebutuhan beban.
- Burner Management System (BMS) yang mengontrol urutan pembakaran dan memantau kondisi operasi secara terus-menerus.
- UV Flame Detector yang memastikan nyala api tetap stabil selama burner beroperasi.
- Pengaturan tekanan bahan bakar yang konsisten melalui Gas Pressure Regulator atau Oil Pump sehingga karakteristik api tetap terjaga.
Manfaat Nyala Api yang Stabil
Nyala api yang stabil memberikan berbagai keuntungan dalam proses industri, antara lain:
- Pembakaran lebih sempurna sehingga efisiensi termal meningkat.
- Konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat.
- Distribusi panas lebih merata pada ruang bakar.
- Temperatur proses lebih stabil sehingga meningkatkan kualitas produk.
- Mengurangi pembentukan asap hitam dan emisi gas buang.
- Meminimalkan risiko flame failure atau api padam saat operasi.
- Mengurangi beban kerja komponen burner sehingga memperpanjang umur pakai peralatan.
Performa pada Berbagai Kondisi Beban
BEJO BURNER RLS130 BLU mampu mempertahankan kestabilan pembakaran pada berbagai kondisi operasi, meliputi:
- Start-Up dengan proses penyalaan yang aman dan terkendali.
- Beban Rendah (Low Fire) untuk mempertahankan temperatur atau tekanan proses.
- Beban Menengah (Medium Fire) saat kebutuhan panas meningkat.
- Beban Maksimum (High Fire) ketika diperlukan kapasitas pembakaran penuh.
Transisi antar tingkat beban berlangsung halus sehingga mengurangi fluktuasi temperatur dan tekanan pada sistem pemanas.
Keunggulan Stabilitas Pembakaran
- Nyala api stabil pada seluruh rentang kapasitas burner.
- Pencampuran udara dan bahan bakar lebih homogen.
- Efisiensi pembakaran tinggi dengan konsumsi bahan bakar yang lebih rendah.
- Temperatur proses lebih konsisten.
- Emisi lebih rendah berkat pembakaran yang lebih sempurna.
- Mengurangi risiko trip akibat flame failure.
- Cocok untuk aplikasi industri dengan kebutuhan operasi kontinu dan beban yang berubah-ubah.
Dengan desain combustion head yang optimal, sistem kontrol udara yang presisi, serta Burner Management System yang cerdas, BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner mampu menghasilkan nyala api yang stabil, efisien, dan andal, sehingga mendukung proses produksi yang berkesinambungan dengan kualitas pembakaran yang tinggi.
6. Emisi Rendah (Low NOx)
BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner mengadopsi teknologi BLU (Low NOx Class III) yang dirancang untuk menghasilkan proses pembakaran dengan emisi Nitrogen Oxides (NOx) yang lebih rendah dibandingkan burner konvensional. Teknologi ini membantu industri mengurangi dampak lingkungan sekaligus mendukung pemenuhan persyaratan emisi yang semakin ketat.
NOx merupakan salah satu gas hasil pembakaran yang terbentuk akibat reaksi antara nitrogen dan oksigen pada temperatur tinggi. Apabila emisi NOx tidak dikendalikan, gas ini dapat berkontribusi terhadap pencemaran udara, pembentukan hujan asam, dan penurunan kualitas lingkungan.
Melalui desain combustion head, pengaturan rasio udara dan bahan bakar yang presisi, serta sistem kontrol pembakaran elektronik, BEJO BURNER RLS130 BLU menghasilkan nyala api yang lebih stabil dengan distribusi panas yang merata. Kondisi ini membantu menekan pembentukan NOx tanpa mengurangi efisiensi pembakaran maupun kapasitas burner.
Cara Kerja Teknologi Low NOx
Teknologi BLU mengurangi pembentukan emisi NOx dengan cara:
- Mengoptimalkan pencampuran udara dan bahan bakar.
- Menghasilkan distribusi nyala api yang lebih merata.
- Mengendalikan temperatur pembakaran agar tidak terlalu tinggi.
- Menjaga rasio udara dan bahan bakar tetap optimal pada setiap tingkat beban.
- Mengurangi titik panas (hot spot) di dalam ruang bakar yang menjadi penyebab utama terbentuknya NOx.
Dengan metode tersebut, proses pembakaran menjadi lebih bersih, efisien, dan ramah lingkungan.
Manfaat Emisi Rendah
Penggunaan burner dengan teknologi Low NOx memberikan berbagai keuntungan, antara lain:
- Mengurangi emisi Nitrogen Oxides (NOx).
- Meningkatkan kualitas udara di lingkungan kerja.
- Mendukung kepatuhan terhadap regulasi emisi industri yang berlaku.
- Mengurangi dampak lingkungan dari proses pembakaran.
- Menjaga efisiensi pembakaran tetap tinggi tanpa mengorbankan performa.
- Membantu perusahaan menerapkan proses produksi yang lebih berkelanjutan.
Keunggulan Teknologi BLU
- Low NOx Class III.
- Pembakaran lebih bersih dan stabil.
- Efisiensi termal tinggi.
- Emisi gas buang lebih rendah dibandingkan burner konvensional.
- Cocok untuk penggunaan Diesel Oil (HSD) maupun Gas Alam.
- Mendukung operasi industri yang mengutamakan efisiensi energi dan kepatuhan terhadap standar lingkungan.
Solusi Pembakaran Ramah Lingkungan
Dengan menggabungkan teknologi Low NOx (BLU), sistem kontrol pembakaran yang presisi, serta desain combustion head berperforma tinggi, BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner mampu menghasilkan pembakaran yang lebih bersih, efisien, dan stabil. Teknologi ini menjadikannya pilihan yang tepat bagi industri yang ingin meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi dampak lingkungan melalui sistem pembakaran yang modern dan bertanggung jawab.
7. Sistem Keselamatan Lengkap
BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner dilengkapi dengan sistem keselamatan (Safety System) yang dirancang sesuai standar pembakaran industri untuk melindungi operator, boiler, burner, serta seluruh sistem pembakaran. Seluruh perangkat keselamatan bekerja secara otomatis melalui Burner Management System (BMS) yang terus memantau kondisi operasi sebelum, selama, dan setelah proses pembakaran berlangsung.
Apabila terdeteksi kondisi yang berpotensi membahayakan, sistem akan segera menghentikan proses pembakaran, menutup suplai bahan bakar, dan mengaktifkan mode Lock-Out untuk mencegah kerusakan peralatan maupun risiko kecelakaan.
Perangkat Keselamatan Burner
UV Flame Detector
UV Flame Detector berfungsi mendeteksi keberadaan nyala api menggunakan sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh api pembakaran.
Fungsi:
- Memastikan api benar-benar menyala.
- Mengirim sinyal ke Burner Management System.
- Menghentikan burner apabila nyala api padam (Flame Failure).
- Mencegah akumulasi bahan bakar di ruang bakar.
Double Safety Solenoid Valve
Burner menggunakan dua buah katup solenoid yang bekerja secara seri.
Fungsi:
- Membuka aliran gas hanya saat burner mendapat izin operasi.
- Menutup suplai bahan bakar secara otomatis apabila burner berhenti.
- Memberikan perlindungan ganda terhadap kebocoran gas.
- Meningkatkan keamanan sistem pembakaran.
Minimum Gas Pressure Switch
Perangkat ini memonitor tekanan gas minimum sebelum burner diizinkan beroperasi.
Fungsi:
- Mendeteksi tekanan gas terlalu rendah.
- Mencegah burner menyala apabila tekanan gas tidak mencukupi.
- Menghindari pembakaran tidak sempurna dan flame failure.
Maximum Gas Pressure Switch
Perangkat ini memonitor tekanan gas maksimum setelah regulator.
Fungsi:
- Mendeteksi tekanan gas berlebih.
- Menghentikan burner apabila tekanan melebihi batas yang telah ditentukan.
- Melindungi combustion head dan ruang bakar dari pembakaran berlebihan.
Minimum Air Pressure Switch
Sensor ini memonitor tekanan udara dari blower pembakaran.
Fungsi:
- Memastikan suplai udara pembakaran mencukupi.
- Mencegah burner menyala apabila blower gagal bekerja.
- Menjamin rasio udara dan bahan bakar tetap ideal.
Automatic Flame Failure Shutdown
Apabila api padam saat burner sedang beroperasi, sistem akan langsung melakukan penghentian otomatis.
Fungsi:
- Menutup seluruh katup bahan bakar.
- Menghentikan proses pembakaran dalam hitungan detik.
- Mencegah akumulasi gas atau solar yang belum terbakar di ruang bakar.
Automatic Lock-Out Protection
Setelah terjadi gangguan keselamatan, burner akan masuk ke mode Lock-Out.
Fungsi:
- Menghentikan seluruh operasi burner.
- Mencegah burner melakukan penyalaan ulang secara otomatis.
- Mengharuskan operator atau teknisi melakukan pemeriksaan sebelum proses reset dilakukan.
Electronic Burner Control
Electronic Burner Control merupakan pusat pengendali seluruh sistem pembakaran.
Fungsi:
- Mengontrol urutan start-up burner.
- Mengatur proses pre-purge dan ignition.
- Memantau flame detector, pressure switch, dan air pressure switch.
- Mengendalikan pembukaan dan penutupan solenoid valve.
- Menampilkan status operasi serta kode alarm apabila terjadi gangguan.
Cara Kerja Sistem Keselamatan
Seluruh perangkat keselamatan bekerja secara berurutan sebagai bagian dari Burner Management System (BMS).
- Sistem memeriksa tekanan gas dan tekanan udara.
- Burner melakukan proses Pre-Purge untuk membersihkan ruang bakar.
- Setelah seluruh interlock aman, solenoid valve membuka.
- Ignition electrode menghasilkan percikan api.
- UV Flame Detector memastikan nyala api telah terbentuk.
- Burner mulai beroperasi dan seluruh sensor terus melakukan pemantauan selama operasi berlangsung.
Apabila salah satu sensor mendeteksi kondisi tidak normal, sistem akan langsung:
- Menutup suplai gas atau solar.
- Menghentikan proses pembakaran.
- Mengaktifkan mode Lock-Out.
- Menampilkan alarm atau kode kesalahan pada panel kontrol.
Kondisi yang Menyebabkan Burner Trip
Sistem keselamatan akan menghentikan burner secara otomatis apabila terjadi salah satu kondisi berikut:
- Tekanan gas terlalu rendah.
- Tekanan gas terlalu tinggi.
- Tekanan udara blower tidak mencukupi.
- Nyala api tidak terdeteksi.
- Api padam saat burner beroperasi.
- Gangguan pada sistem kontrol elektronik.
- Kegagalan proses penyalaan (Ignition Failure).
- Gangguan catu daya listrik.
- Perintah Emergency Stop dari sistem kontrol.
Manfaat Sistem Keselamatan
- Melindungi operator dari risiko kebakaran dan ledakan.
- Mencegah akumulasi bahan bakar yang tidak terbakar di ruang bakar.
- Menjaga boiler dan burner tetap aman selama operasi.
- Mengurangi risiko kerusakan akibat pembakaran yang tidak sempurna.
- Meningkatkan keandalan sistem pembakaran untuk operasi 24 jam.
- Memenuhi kebutuhan standar keselamatan pada aplikasi pembakaran industri.
- Mengurangi downtime melalui sistem diagnosis dan proteksi otomatis.
Dengan kombinasi UV Flame Detector, Double Safety Solenoid Valve, Pressure Switch, Air Pressure Switch, Automatic Flame Failure Shutdown, Automatic Lock-Out Protection, dan Electronic Burner Control, BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner memberikan tingkat keselamatan yang tinggi sehingga proses pembakaran berlangsung aman, stabil, efisien, dan andal untuk berbagai aplikasi industri.
8. Perawatan Mudah
BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner dirancang dengan konstruksi monoblock yang mengintegrasikan seluruh komponen utama dalam satu unit yang ringkas dan mudah diakses. Desain ini mempermudah proses inspeksi, pembersihan, penyetelan, maupun penggantian komponen tanpa harus membongkar keseluruhan sistem burner, sehingga waktu perawatan menjadi lebih singkat dan efisien.
Akses yang mudah ke komponen seperti combustion head, ignition electrode, UV flame detector, oil nozzle, oil pump, air damper, servo motor, pressure switch, dan burner control box memungkinkan teknisi melakukan pemeriksaan rutin dengan cepat. Hal ini membantu menjaga performa pembakaran tetap optimal serta mengurangi risiko gangguan selama operasi.
Perawatan berkala juga menjadi lebih sederhana karena sebagian besar komponen dapat dijangkau dari bagian depan atau samping burner. Waktu shutdown untuk pekerjaan servis menjadi lebih singkat sehingga produktivitas pabrik tetap terjaga.
Keunggulan Desain Monoblock
- Seluruh komponen utama terintegrasi dalam satu unit yang kompak.
- Akses mudah ke komponen internal untuk inspeksi dan servis.
- Mempercepat proses pemasangan, commissioning, dan perawatan.
- Mengurangi waktu pembongkaran saat penggantian suku cadang.
- Mempermudah penyetelan udara dan bahan bakar untuk menjaga efisiensi pembakaran.
- Meminimalkan waktu henti (downtime) selama kegiatan pemeliharaan.
Kemudahan Pemeliharaan
BEJO BURNER RLS130 BLU mendukung program preventive maintenance maupun corrective maintenance, antara lain:
- Pemeriksaan dan pembersihan Oil Nozzle.
- Pembersihan Combustion Head.
- Pemeriksaan Ignition Electrode dan penyetelan celah elektroda.
- Pengujian UV Flame Detector.
- Pembersihan atau penggantian Gas Filter dan Oil Filter.
- Pemeriksaan Oil Pump dan tekanan bahan bakar.
- Pemeriksaan Gas Pressure Regulator.
- Pengujian Minimum & Maximum Pressure Switch.
- Pengujian Double Safety Solenoid Valve.
- Kalibrasi rasio udara dan bahan bakar menggunakan Combustion Analyzer.
- Pemeriksaan fungsi Burner Management System (BMS) dan seluruh Safety Interlock.
Manfaat bagi Industri
Dengan desain yang mudah dirawat, BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner memberikan berbagai keuntungan bagi pengguna industri, antara lain:
- Waktu perawatan lebih singkat.
- Biaya pemeliharaan lebih rendah.
- Downtime produksi dapat diminimalkan.
- Umur pakai burner lebih panjang.
- Efisiensi pembakaran tetap terjaga sepanjang masa operasi.
- Keandalan sistem meningkat melalui inspeksi dan servis yang lebih mudah.
Desain monoblock yang praktis, dikombinasikan dengan akses komponen yang mudah dan prosedur perawatan yang sederhana, menjadikan BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner sebagai solusi ideal untuk industri yang membutuhkan keandalan tinggi, biaya operasional rendah, serta kemudahan dalam pemeliharaan rutin maupun servis berkala.
9. Suku Cadang Mudah Diperoleh
Salah satu keunggulan BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner adalah ketersediaan suku cadang (spare parts) yang lengkap dan mudah diperoleh. Hal ini memudahkan proses pemeliharaan rutin maupun perbaikan apabila diperlukan, sehingga waktu henti (downtime) akibat penggantian komponen dapat diminimalkan dan kontinuitas produksi tetap terjaga.
Sebagai produk yang dirancang untuk aplikasi industri, BEJO BURNER didukung oleh jaringan penyediaan suku cadang serta layanan purna jual yang memastikan komponen pengganti tersedia sesuai spesifikasi teknis burner.
Komponen Suku Cadang Utama
Oil Nozzle
Mengatur kapasitas dan pola penyemprotan bahan bakar solar sehingga menghasilkan atomisasi yang optimal dan pembakaran yang efisien.
Ignition Electrode
Menghasilkan percikan api tegangan tinggi untuk memulai proses penyalaan campuran bahan bakar dan udara.
UV Flame Detector
Mendeteksi keberadaan nyala api secara real-time dan memberikan sinyal ke Burner Management System (BMS) untuk memastikan proses pembakaran berlangsung aman.
Oil Pump
Menghisap dan menaikkan tekanan bahan bakar solar menuju nozzle sehingga menghasilkan tekanan kerja yang stabil.
Gas Pressure Regulator
Mengatur tekanan gas agar sesuai dengan kebutuhan burner serta menjaga kestabilan tekanan selama operasi.
Minimum & Maximum Pressure Switch
Memantau tekanan gas dan memberikan sinyal penghentian operasi apabila tekanan berada di luar batas aman yang telah ditentukan.
Double Safety Solenoid Valve
Mengontrol aliran gas secara otomatis dan menutup suplai bahan bakar dengan cepat apabila terjadi kondisi abnormal atau burner berhenti beroperasi.
Air Pressure Switch
Memastikan blower menghasilkan tekanan udara pembakaran yang mencukupi sebelum proses penyalaan dimulai.
Servo Motor Air Damper
Mengatur bukaan damper udara sehingga rasio udara dan bahan bakar tetap optimal pada setiap tingkat kapasitas pembakaran.
Burner Control Box
Mengendalikan seluruh urutan operasi burner, termasuk pre-purge, ignition, flame monitoring, safety interlock, dan proses lock-out apabila terjadi gangguan.
Keuntungan Ketersediaan Spare Parts
- Suku cadang asli tersedia lengkap untuk kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan.
- Proses penggantian komponen lebih cepat sehingga mengurangi downtime produksi.
- Mempermudah pelaksanaan preventive maintenance dan corrective maintenance.
- Menjaga performa pembakaran tetap optimal sepanjang umur burner.
- Meningkatkan keandalan sistem dan memperpanjang usia pakai peralatan.
- Mengurangi biaya operasional jangka panjang karena komponen mudah diperoleh dan diganti.
Dengan dukungan spare parts yang lengkap, layanan teknis yang profesional, serta ketersediaan komponen utama, BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner memberikan nilai tambah bagi industri yang membutuhkan keandalan tinggi, kemudahan perawatan, dan kontinuitas produksi tanpa gangguan.
10. Kompatibel dengan Sistem Otomasi Industri
BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner dirancang untuk mendukung kebutuhan otomasi industri modern dengan kemampuan integrasi ke berbagai sistem kontrol dan monitoring. Hal ini memungkinkan burner beroperasi secara otomatis, aman, efisien, serta mudah dipantau dari ruang kontrol maupun sistem pengawasan terpusat.
Dengan sistem kontrol elektronik yang andal, burner dapat berkomunikasi dengan berbagai perangkat otomasi sehingga seluruh proses pembakaran, mulai dari penyalaan, pengaturan beban, pemantauan nyala api, hingga sistem keselamatan dapat dikendalikan secara terintegrasi.
Kompatibel dengan Berbagai Sistem Kontrol
Burner Management System (BMS)
Burner Management System mengendalikan seluruh urutan operasi burner secara otomatis, meliputi:
- Pre-Purge
- Ignition Sequence
- Flame Monitoring
- Fuel Changeover (Gas ↔ Diesel)
- Safety Interlock
- Automatic Shutdown
- Lock-Out Protection
- Alarm & Diagnostic
Sistem ini memastikan burner hanya beroperasi apabila seluruh kondisi keselamatan telah terpenuhi.
Boiler Control Panel
Burner dapat dihubungkan dengan panel kontrol boiler untuk mengatur operasi berdasarkan kebutuhan tekanan uap, temperatur air panas, atau temperatur thermal oil.
Fungsi utama:
- Start/Stop otomatis
- Kontrol tekanan steam
- Kontrol temperatur
- Monitoring alarm
- Indikasi status burner
PLC (Programmable Logic Controller)
BEJO BURNER RLS130 BLU dapat diintegrasikan dengan berbagai merek PLC industri, seperti:
- Siemens
- Schneider Electric
- Omron
- Mitsubishi Electric
- Allen-Bradley (Rockwell Automation)
- Delta
- ABB
Melalui PLC, burner dapat menjadi bagian dari sistem otomasi pabrik sehingga mudah diintegrasikan dengan pompa, katup, blower, conveyor, maupun peralatan proses lainnya.
SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition)
Integrasi dengan sistem SCADA memungkinkan operator melakukan pemantauan dan pengendalian burner secara real-time dari ruang kontrol.
Data yang dapat dimonitor antara lain:
- Status burner (Running / Standby / Lock-Out)
- Tekanan gas
- Tekanan solar
- Temperatur proses
- Tekanan boiler
- Status flame detector
- Posisi damper udara
- Alarm dan histori gangguan
- Jam operasi burner (Running Hours)
SCADA juga memudahkan analisis performa dan pemeliharaan berbasis data (predictive maintenance).
Building Management System (BMS)
Untuk aplikasi pada gedung komersial, rumah sakit, hotel, pusat perbelanjaan, dan fasilitas umum lainnya, burner dapat diintegrasikan dengan Building Management System (BMS) sehingga seluruh sistem utilitas dapat dipantau dalam satu platform.
Fungsi integrasi meliputi:
- Monitoring status burner
- Kontrol sistem air panas
- Alarm keselamatan
- Monitoring konsumsi energi
- Pengelolaan utilitas gedung secara terpusat
Keuntungan Integrasi Otomasi
- Operasi burner berlangsung sepenuhnya otomatis.
- Monitoring kondisi burner secara real-time.
- Respon cepat terhadap alarm dan gangguan sistem.
- Mempermudah proses troubleshooting dan diagnosis kerusakan.
- Meningkatkan efisiensi pembakaran dan penghematan energi.
- Mengurangi risiko kesalahan pengoperasian oleh operator.
- Mendukung sistem Industry 4.0 dan digitalisasi pabrik.
- Memudahkan pencatatan data operasional untuk analisis performa dan perencanaan pemeliharaan.
Dengan kemampuan integrasi ke Burner Management System (BMS), Boiler Control Panel, PLC, SCADA, dan Building Management System, BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner menjadi solusi pembakaran modern yang mendukung otomasi industri, peningkatan keselamatan, efisiensi energi, serta pengendalian proses secara cerdas dan terintegrasi.
11. Keandalan untuk Operasi Industri 24 Jam
BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan industri yang beroperasi secara kontinu selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu (24/7). Dengan konstruksi yang kokoh, sistem kontrol elektronik yang andal, serta komponen pembakaran berkualitas tinggi, burner ini mampu memberikan performa yang stabil dan konsisten dalam berbagai kondisi operasi.
Burner dilengkapi dengan Burner Management System (BMS) yang secara otomatis mengontrol seluruh proses pembakaran, mulai dari pre-purge, proses penyalaan (ignition), pemantauan nyala api (flame monitoring), pengaturan suplai bahan bakar, hingga sistem keselamatan (safety interlock). Seluruh parameter operasi dipantau secara terus-menerus untuk memastikan proses pembakaran berlangsung aman, efisien, dan sesuai kebutuhan beban.
Penggunaan UV Flame Detector, Double Safety Solenoid Valve, Minimum dan Maximum Pressure Switch, serta Electronic Control Box memberikan tingkat keamanan yang tinggi. Apabila terdeteksi kondisi abnormal seperti kehilangan nyala api, tekanan gas tidak sesuai, gangguan suplai udara, atau kegagalan sistem pembakaran, burner akan secara otomatis menghentikan suplai bahan bakar dan masuk ke mode Lock-Out, sehingga melindungi boiler, burner, dan operator dari potensi bahaya.
Selain keandalannya, desain burner yang mudah diakses juga mempermudah proses inspeksi, pembersihan, dan perawatan berkala. Hal ini membantu mengurangi waktu henti (downtime), mempercepat pekerjaan servis, serta menjaga performa burner tetap optimal dalam jangka panjang.
Keunggulan Operasi Kontinu
- Dirancang untuk operasi industri 24 jam non-stop (24/7).
- Performa pembakaran stabil pada berbagai tingkat beban.
- Mampu beroperasi menggunakan Diesel Oil (HSD) maupun Gas Alam sesuai kebutuhan.
- Sistem kontrol otomatis menjaga pembakaran tetap efisien dan aman.
- Safety interlock lengkap untuk melindungi peralatan dan operator.
- Respon cepat terhadap gangguan melalui sistem Automatic Lock-Out.
- Mengurangi downtime produksi berkat keandalan sistem dan kemudahan perawatan.
- Komponen berkualitas tinggi dengan umur pakai yang panjang.
- Cocok untuk industri yang menuntut kontinuitas produksi dan efisiensi energi tinggi.
Dengan kombinasi keandalan mekanis, kontrol pembakaran yang presisi, sistem keselamatan yang lengkap, serta fleksibilitas penggunaan dua jenis bahan bakar, BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner menjadi solusi ideal bagi industri yang membutuhkan operasi tanpa henti, produktivitas tinggi, dan biaya operasional yang efisien.
12. Aplikasi Industri yang Luas
BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai industri yang memerlukan sistem pembakaran dengan efisiensi tinggi, pengoperasian yang andal, serta fleksibilitas penggunaan bahan bakar Diesel Oil (HSD) maupun Gas Alam (PGN, CNG, LNG, LPG). Dengan kapasitas hingga 1.395 kW, burner ini dapat diaplikasikan pada berbagai peralatan pemanas proses industri berikut.
Steam Boiler
Digunakan sebagai sumber panas untuk menghasilkan uap bertekanan pada industri makanan, minuman, tekstil, kimia, farmasi, kertas, rumah sakit, hingga pembangkit energi.
Fire Tube Boiler
Sangat cocok untuk boiler pipa api berkapasitas kecil hingga menengah yang membutuhkan pembakaran stabil, efisiensi tinggi, dan pengoperasian yang mudah.
Water Tube Boiler
Mampu memenuhi kebutuhan boiler pipa air berkapasitas besar yang beroperasi pada tekanan tinggi dengan sistem pembakaran yang aman dan efisien.
Thermal Oil Heater
Digunakan sebagai sumber panas pada sistem pemanas fluida termal yang bekerja hingga temperatur sekitar 350°C tanpa memerlukan tekanan tinggi.
Hot Water Boiler
Ideal untuk menghasilkan air panas pada industri, gedung komersial, hotel, rumah sakit, laundry, serta sistem pemanas sentral.
Rotary Dryer
Menyuplai energi panas untuk proses pengeringan berbagai material seperti pasir silika, pupuk, tepung tapioka, pakan ternak, biomassa, kayu, agregat, mineral, dan produk pertanian lainnya.
Hot Air Generator
Menghasilkan udara panas secara langsung untuk proses pengeringan, curing, coating, oven industri, hingga ruang pengering berbagai produk manufaktur.
Furnace
Digunakan pada berbagai tungku industri untuk proses peleburan logam, pemanasan material, forging, annealing, maupun proses perlakuan panas lainnya.
Oven Industri
Sesuai untuk oven pengering, baking oven, curing oven, powder coating oven, paint drying oven, serta berbagai aplikasi pemanasan industri.
Heat Treatment Furnace
Memberikan kontrol temperatur yang presisi untuk proses hardening, tempering, annealing, normalizing, stress relieving, dan perlakuan panas logam lainnya.
Asphalt Heating System
Digunakan sebagai sumber panas pada Asphalt Mixing Plant (AMP), pemanas tangki aspal, bitumen storage tank, serta thermal oil heater untuk industri aspal.
Industri yang Menggunakan BEJO BURNER RLS130 BLU
Industri Makanan dan Minuman
Untuk proses memasak, sterilisasi, pasteurisasi, evaporasi, pengeringan, dan produksi makanan maupun minuman.
Industri Kelapa Sawit
Digunakan pada steam boiler, thermal oil heater, hot water system, refinery, kernel dryer, hingga proses pemanasan Crude Palm Oil (CPO).
Industri Kimia
Menyediakan energi panas untuk reaktor, tangki pencampur, heat exchanger, evaporator, dan berbagai proses kimia lainnya.
Industri Farmasi
Digunakan pada boiler steril, sistem HVAC, clean steam, drying oven, serta berbagai proses produksi yang membutuhkan kontrol temperatur yang akurat.
Industri Tekstil
Untuk proses dyeing, finishing, drying, heat setting, stenter machine, dan kebutuhan steam proses lainnya.
Industri Kertas
Menyuplai panas pada proses pulping, drying cylinder, steam boiler, serta proses finishing produk kertas.
Industri Kayu dan Furniture
Digunakan pada kiln dryer, veneer dryer, plywood, MDF, particle board, dan oven pengering kayu.
Industri Cat dan Powder Coating
Sebagai sumber panas untuk curing oven, powder coating line, paint drying oven, serta proses finishing permukaan.
Industri Otomotif
Digunakan pada paint baking oven, heat treatment furnace, washing system, dan berbagai proses manufaktur komponen otomotif.
Industri Semen dan Material Bangunan
Cocok untuk rotary dryer, hot air generator, serta sistem pemanas material seperti pasir, agregat, gypsum, dan bahan bangunan lainnya.
Industri Pertambangan
Digunakan pada proses pengeringan mineral, pemanasan slurry, serta berbagai aplikasi furnace dan rotary dryer.
Industri Pengolahan Biomassa
Menyuplai energi panas untuk pengeringan wood pellet, serbuk kayu, sekam padi, palm kernel shell (PKS), dan berbagai bahan bakar biomassa lainnya.
Studi Kasus: Konversi Steam Boiler dari Solar ke Dual Fuel Menggunakan BEJO BURNER RLS130 BLU
Latar Belakang
Sebuah perusahaan manufaktur yang mengoperasikan Steam Boiler 2 Ton/jam menggunakan Diesel Oil (Solar/HSD) sebagai bahan bakar utama menghadapi kenaikan biaya operasional akibat fluktuasi harga solar. Di sisi lain, fasilitas pabrik telah memiliki jaringan Gas Alam (PGN) yang lebih ekonomis, namun perusahaan tetap membutuhkan bahan bakar cadangan apabila terjadi gangguan pasokan gas.
Untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menjaga kontinuitas produksi, perusahaan memutuskan mengganti burner lama dengan BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner, yang mampu beroperasi menggunakan Gas Alam maupun Solar dalam satu unit burner.
Permasalahan
Sebelum dilakukan penggantian burner, perusahaan menghadapi beberapa kendala:
- Biaya operasional tinggi akibat penggunaan solar sebagai bahan bakar utama.
- Risiko penghentian produksi apabila terjadi keterlambatan pasokan solar.
- Tidak tersedia sistem cadangan apabila suplai gas terganggu.
- Pembakaran kurang stabil sehingga konsumsi bahan bakar relatif tinggi.
- Emisi gas buang masih cukup tinggi.
Solusi
PT Indira Mitra Boiler merekomendasikan pemasangan BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner lengkap dengan sistem Gas Train, Oil System, dan Burner Management System (BMS).
Spesifikasi Sistem
- Burner : BEJO BURNER RLS130 BLU
- Kapasitas : 465–1.395 kW
- Bahan Bakar :
- Gas Alam (PGN)
- Diesel Oil (HSD)
- Sistem Operasi : Two Stage
- Sistem Keselamatan : Double Safety Valve, Pressure Switch, UV Flame Detector
- Kontrol : Burner Management System (BMS)
Implementasi
Tahapan pekerjaan meliputi:
- Instalasi burner baru.
- Pemasangan Gas Train lengkap.
- Instalasi sistem perpipaan solar.
- Pengujian kebocoran gas.
- Commissioning burner.
- Pengaturan rasio udara dan bahan bakar menggunakan combustion analyzer.
- Pengujian operasi pada mode Gas dan Solar.
Hasil
Setelah commissioning selesai, burner dapat beroperasi dengan baik menggunakan kedua jenis bahan bakar.
Saat jaringan PGN tersedia, boiler beroperasi menggunakan gas sehingga biaya energi menjadi lebih ekonomis.
Apabila terjadi gangguan tekanan gas atau pekerjaan pemeliharaan jaringan PGN, operator dapat mengalihkan operasi ke solar sehingga produksi tetap berjalan tanpa menghentikan boiler.
Nyala api menjadi lebih stabil karena tekanan gas dikontrol oleh Gas Pressure Regulator dan suplai udara diatur secara otomatis oleh Servo Air Damper.
Manfaat yang Diperoleh
- Fleksibilitas menggunakan dua jenis bahan bakar.
- Produksi tetap berjalan meskipun terjadi gangguan pasokan gas.
- Efisiensi pembakaran meningkat.
- Temperatur steam lebih stabil.
- Pengoperasian burner lebih aman berkat sistem Safety Interlock.
- Emisi gas buang lebih rendah dengan teknologi Low NOx.
- Downtime produksi dapat diminimalkan.
- Biaya operasional lebih terkendali karena dapat memilih bahan bakar yang paling ekonomis.
Kesimpulan
Penggunaan BEJO BURNER RLS130 BLU Dual Fuel Burner memberikan solusi pembakaran yang fleksibel, aman, dan efisien bagi industri yang membutuhkan operasi tanpa henti. Dengan kemampuan beroperasi menggunakan Gas Alam maupun Diesel Oil, burner ini mampu menjaga kontinuitas produksi sekaligus memberikan keleluasaan dalam memilih sumber energi yang paling ekonomis sesuai kondisi operasional.
Solusi Pembakaran untuk Berbagai Industri
Dengan teknologi Dual Fuel (Diesel Oil & Gas Alam), efisiensi pembakaran tinggi, emisi rendah, serta sistem keselamatan yang lengkap, BEJO BURNER RLS130 BLU merupakan solusi ideal untuk berbagai aplikasi pemanas industri yang membutuhkan keandalan operasional, fleksibilitas bahan bakar, efisiensi energi, dan performa pembakaran yang konsisten.
PT Indira Mitra Boiler
Industrial Heating System Specialist
Office:Emerald Residence Sepatan Ruko 8i, Kosambi Tangerang
Phone: (021) 352 95874
WhatsApp : +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
Workshop : Tangerang – Indonesia
Website : www.indiramitraboiler.co.id
Website : www.burner.co.id
Email : info@indira.co.id | idmratman@gmail.com
YouTube : https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia
