Apa Itu Thermal Oil Heater dan Fungsinya dalam Industri
Thermal Oil Heater (TOH) merupakan sistem pemanas tidak langsung yang menggunakan media oli panas untuk mentransfer energi panas ke proses produksi. Sistem ini banyak digunakan pada industri kelapa sawit, makanan, kimia, tekstil, hingga manufaktur karena mampu menghasilkan suhu tinggi secara stabil dan efisien.
Data Dasar Perhitungan Pemanasan CPO
- Produk : Crude Palm Oil (CPO)
- Kapasitas : 4.500 Kg (4,5 Ton)
- Suhu Awal : 30°C
- Suhu Target : 100°C
- Kenaikan Suhu (ΔT) : 70°C
- Kebutuhan Energi : ±172.000 Kcal
Perhitungan Kebutuhan Energi Thermal Oil Heater
Untuk menentukan kapasitas Thermal Oil Heater yang dibutuhkan, langkah pertama adalah menghitung total energi panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu CPO hingga mencapai suhu proses yang diinginkan.
Rumus Perhitungan Energi Panas
Q = m × Cp × ΔT
Dimana:
- Q = Energi panas (Kcal)
- m = Massa produk (Kg)
- Cp = Kalor jenis CPO
- ΔT = Selisih suhu (°C)
Thermal Oil Heater Kapasitas 50.000 Kcal/Jam
Thermal Oil Heater dengan kapasitas 50.000 Kcal/Jam merupakan pilihan yang ekonomis untuk aplikasi pemanasan CPO dengan kebutuhan proses yang tidak terlalu mendesak. Berdasarkan perhitungan kebutuhan energi sebesar 172.000 Kcal, kapasitas ini membutuhkan waktu sekitar 3,4 jam untuk menaikkan suhu 4,5 ton CPO dari 30°C hingga mencapai 100°C. Waktu pemanasan yang relatif lebih lama membuat kapasitas ini lebih cocok digunakan pada tangki penyimpanan atau storage tank yang berfungsi menjaga viskositas minyak tetap stabil sebelum dipindahkan ke proses berikutnya.
Keuntungan utama
penggunaan Thermal Oil Heater 50.000 Kcal/Jam adalah biaya investasi awal yang lebih rendah serta konsumsi bahan bakar yang lebih hemat. Selain itu, sistem ini memiliki beban operasi yang ringan sehingga umur komponen seperti burner, pompa thermal oil, dan pipa pemanas dapat lebih panjang. Kapasitas ini juga cocok digunakan pada industri kecil hingga menengah yang tidak memiliki target produksi tinggi. Namun, apabila proses membutuhkan pemanasan cepat atau pengisian tangki dilakukan secara berulang dalam satu hari, kapasitas ini mungkin kurang ideal karena waktu pemanasannya relatif lama.
Thermal Oil Heater Kapasitas 100.000 Kcal/Jam
Thermal Oil Heater berkapasitas 100.000 Kcal/Jam sering dianggap sebagai pilihan paling seimbang antara investasi, konsumsi energi, dan kecepatan pemanasan. Dengan kapasitas ini, waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan 4,5 ton CPO dari suhu 30°C ke 100°C hanya sekitar 1,7 jam. Waktu tersebut sudah cukup memenuhi kebutuhan sebagian besar industri pengolahan minyak sawit, makanan, dan kimia yang memerlukan pemanasan produk secara berkala.
Kapasitas 100.000 Kcal/Jam memberikan
fleksibilitas yang baik karena mampu menghasilkan panas yang cukup besar tanpa menyebabkan biaya operasional yang terlalu tinggi. Dalam aplikasi tangki CPO, heater ini dapat digunakan baik untuk pemanasan awal maupun untuk menjaga suhu penyimpanan agar tetap berada pada rentang yang diinginkan. Selain itu, kapasitas ini juga cocok dipadukan dengan burner tipe ON-OFF maupun modulating sehingga kontrol suhu dapat dilakukan secara lebih akurat. Dari sisi ekonomi, Thermal Oil Heater 100.000 Kcal/Jam sering menjadi rekomendasi utama karena mampu memberikan waktu pemanasan yang cepat dengan biaya investasi yang masih tergolong efisien.
Thermal Oil Heater Kapasitas 150.000 Kcal/Jam
Untuk kebutuhan produksi yang lebih tinggi, Thermal Oil Heater berkapasitas 150.000 Kcal/Jam menawarkan waktu pemanasan yang jauh lebih singkat, yaitu sekitar 1,15 jam. Kapasitas ini sangat cocok digunakan pada fasilitas industri yang membutuhkan suplai panas cepat agar proses produksi tidak mengalami hambatan. Dengan waktu pemanasan yang lebih pendek, kapasitas ini mampu meningkatkan produktivitas karena produk dapat segera mencapai suhu operasi yang diperlukan.
Selain mempercepat proses pemanasan, Thermal Oil Heater 150.000 Kcal/Jam juga memiliki cadangan kapasitas panas yang lebih besar untuk mengatasi kehilangan panas akibat kondisi lingkungan, kualitas isolasi yang kurang baik, atau perubahan beban proses secara mendadak. Dalam praktiknya, kapasitas ini sering digunakan pada tangki penyimpanan berkapasitas besar, heat exchanger, serta proses pemanasan kontinu yang membutuhkan kestabilan suhu tinggi. Walaupun biaya investasi dan konsumsi bahan bakarnya lebih tinggi dibandingkan unit 100.000 Kcal/Jam, peningkatan produktivitas yang diperoleh sering kali mampu memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar dalam jangka panjang.
Thermal Oil Heater Kapasitas 200.000 Kcal/Jam
Thermal Oil Heater dengan kapasitas 200.000 Kcal/Jam merupakan pilihan ideal untuk aplikasi yang membutuhkan pemanasan sangat cepat. Berdasarkan kebutuhan energi sebesar 172.000 Kcal, kapasitas ini mampu mencapai suhu target 100°C dalam waktu kurang dari satu jam. Kecepatan pemanasan tersebut memberikan keuntungan besar pada industri yang memiliki siklus produksi ketat dan membutuhkan respons pemanasan secara cepat dan konsisten.
Kapasitas 200.000 Kcal/Jam biasanya digunakan pada pabrik dengan volume produksi tinggi, fasilitas pengolahan minyak sawit skala besar, industri kimia, maupun sistem pemanasan tangki yang beroperasi secara terus-menerus. Dengan daya panas yang besar, heater mampu mempertahankan suhu proses secara stabil meskipun terjadi fluktuasi beban produksi. Namun demikian, kapasitas yang lebih besar juga memerlukan investasi awal yang lebih tinggi, termasuk ukuran burner, pompa sirkulasi, dan sistem perpipaan yang lebih besar. Oleh karena itu, pemilihan kapasitas ini sebaiknya dilakukan apabila kebutuhan produksi memang menuntut waktu pemanasan yang sangat cepat dan tingkat utilisasi peralatan yang tinggi.
Perbandingan Kapasitas Thermal Oil Heater dan Waktu Pemanasan
Dari hasil simulasi dapat terlihat hubungan yang sangat jelas antara kapasitas Thermal Oil Heater dan waktu pemanasan yang dibutuhkan. Semakin besar kapasitas heater yang digunakan, semakin singkat waktu yang diperlukan untuk mencapai suhu target. Thermal Oil Heater 50.000 Kcal/Jam membutuhkan waktu sekitar 3,4 jam, sementara kapasitas 100.000 Kcal/Jam membutuhkan sekitar 1,7 jam. Pada kapasitas 150.000 Kcal/Jam waktu pemanasan turun menjadi sekitar 1,15 jam, sedangkan kapasitas 200.000 Kcal/Jam mampu mencapai target suhu dalam waktu kurang dari satu jam.
pemilihan Thermal Oil Heater
Walaupun kapasitas yang lebih besar memberikan kecepatan pemanasan yang lebih baik, pemilihan Thermal Oil Heater tidak boleh hanya berdasarkan waktu pemanasan saja. Faktor lain seperti biaya investasi, konsumsi bahan bakar, frekuensi operasi, target produksi, serta potensi pengembangan kapasitas di masa depan juga perlu dipertimbangkan. Untuk aplikasi pemanasan 4,5 ton CPO, kapasitas 100.000 Kcal/Jam sering menjadi pilihan paling ekonomis karena mampu memberikan keseimbangan antara efisiensi energi dan waktu pemanasan. Sementara itu, kapasitas 150.000 hingga 200.000 Kcal/Jam lebih sesuai untuk industri yang mengutamakan kecepatan proses dan produktivitas tinggi.
“`
Tabel Perbandingan Kapasitas Thermal Oil Heater dan Waktu Pemanasan
| Kapasitas Heater | Estimasi Waktu Pemanasan |
|---|---|
| 50.000 Kcal/Jam | 3,4 Jam |
| 100.000 Kcal/Jam | 1,7 Jam |
| 150.000 Kcal/Jam | 1,15 Jam |
| 200.000 Kcal/Jam | 0,86 Jam |
Rekomendasi Burner untuk Thermal Oil Heater CPO
Pemilihan burner harus disesuaikan dengan kapasitas Thermal Oil Heater yang digunakan. Untuk aplikasi pemanasan CPO 4,5 ton, burner dengan sistem ON-OFF maupun modulating dapat digunakan tergantung kebutuhan kontrol suhu dan efisiensi bahan bakar.
Rekomendasi BEJO BT18 LR
BEJO BT18 LR merupakan salah satu pilihan burner yang cocok untuk Thermal Oil Heater kapasitas 100.000 Kcal/Jam karena memiliki performa pembakaran stabil, efisiensi tinggi, serta biaya investasi yang ekonomis.
Keuntungan Menggunakan Thermal Oil Heater untuk Pemanasan CPO
- Suhu pemanasan stabil hingga 300°C.
- Tidak memerlukan tekanan tinggi seperti boiler uap.
- Efisiensi energi lebih baik.
- Biaya perawatan lebih rendah.
- Cocok untuk tangki penyimpanan dan proses produksi CPO.
Kesimpulan Analisa Kapasitas Thermal Oil Heater
Berdasarkan kebutuhan energi sebesar 172.000 Kcal untuk memanaskan 4,5 ton CPO dari 30°C ke 100°C, Thermal Oil Heater kapasitas 100.000 Kcal/Jam menjadi pilihan yang paling ekonomis dengan waktu pemanasan sekitar 1,7 jam. Apabila dibutuhkan waktu pemanasan lebih cepat, kapasitas 150.000 hingga 200.000 Kcal/Jam dapat dipertimbangkan sesuai target produksi dan kebutuhan operasional.
Analisa Kapasitas Thermal Oil Heater Berdasarkan Target Waktu Pemanasan
Video ini menampilkan sistem BEJO Thermal Oil Heater 600 MCalyang digunakan sebagai sumber panas untuk kebutuhan proses industri. Terlihat rangkaian utama yang terdiri dari burner, ruang bakar, coil thermal oil, pompa sirkulasi, panel kontrol, dan jalur perpipaan thermal oil. Sistem ini dirancang untuk menghasilkan temperatur tinggi secara stabil dengan tekanan operasi yang relatif rendah dibandingkan boiler steam. Prinsip kerjanya adalah burnermembakar bahan bakar untuk memanaskan thermal oil di dalam coil heater. Thermal oil yang telah mencapai temperatur kerja kemudian dipompa menuju peralatan proses seperti tangki CPO, heat exchanger, rotary dryer, oven, maupun mesin produksi lainnya. Setelah melepas panas, thermal oil kembali ke heater untuk dipanaskan ulang sehingga membentuk sistem sirkulasi tertutup. Keunggulan sistem thermal oil heater adalahmampu mencapai temperatur hingga 250–300°C tanpa memerlukan tekanan tinggi, sehingga lebih aman, efisien, Semakin singkat target waktu pemanasan, semakin besar kapasitas Thermal Oil Heater yang dibutuhkan. Untuk tangki CPO 4,5 ton dengan kebutuhan energi sekitar 172.000 kcal, kapasitas heater yang direkomendasikan berada pada rentang 50.000–100.000 kcal/jam untuk mendapatkan keseimbangan terbaik antara investasi awal, konsumsi bahan bakar, dan waktu pemanasan. Pada aplikasi industri kelapa sawit, kapasitas 100.000 kcal/jam sering menjadi pilihan paling ekonomis karena mampu mencapai temperatur target dalam waktu relatif cepat tanpa menyebabkan oversizing pada sistem burner, pompa thermal oil, heating coil, dan tangki ekspansi. |
|---|
Keterangan:
Total energi yang diperlukan untuk memanaskan 4,5 ton CPO dari 30°C hingga 100°C adalah sekitar 172.000 kcal. Tabel di atas menunjukkan kapasitas Thermal Oil Heater yang direkomendasikan berdasarkan target waktu pemanasan, termasuk faktor keamanan (Safety Factor) sebesar 20% untuk mengantisipasi heat loss pada tangki, pipa, dan heating coil.
BEJO BT18 LR memiliki kapasitas sekitar 180.000 kcal/jam sehingga secara teoritis mampu memasok kebutuhan panas seluruh tanki dalam waktu sekitar satu jam.
“`html

Thermal Oil Heater 100.000 Kcal dan Tangki CPO Kapasitas 4,5 Ton
Sistem pemanas menggunakan Thermal Oil Heater kapasitas 100.000 Kcal/jam untuk memanaskan Crude Palm Oil (CPO) pada tangki berkapasitas 4,5 ton. Sistem ini menghasilkan distribusi panas yang merata, menjaga temperatur CPO tetap stabil, meningkatkan efisiensi energi, serta mendukung proses produksi yang aman dan berkelanjutan.
Namun pada praktik lapangan, waktu pemanasan akan lebih lama karena adanya:
- Heat transfer dari thermal oil ke coil.
- Heat transfer dari coil ke CPO.
- Stratifikasi temperatur dalam tanki.
- Kehilangan panas ke lingkungan.
- Sirkulasi alami atau agitasi CPO.
Dalam kondisi lapangan yang baik, waktu aktual biasanya berkisar 1,5 hingga 3 jam untuk mencapai suhu 100°C.
Perhitungan Konsumsi Solar Burner BEJO BT18 LR
| Target Waktu | Output Heater | Konsumsi Solar / Jam | Total Solar |
|---|---|---|---|
| 1 Jam | 180.000 kcal/jam | 18 Liter | 18 Liter |
| 2 Jam | 90.000 kcal/jam | 9 Liter | 18 Liter |
| 4 Jam | 45.000 kcal/jam | 4,5 Liter | 18 Liter |
| 6 Jam | 30.000 kcal/jam | 3 Liter | 18 Liter |
| 10 Jam | 18.000 kcal/jam | 1,8 Liter | 18 Liter |
Secara teoritis energi yang dibutuhkan untuk memanaskan 4,5 ton CPO dari 30°C menjadi 100°C adalah sekitar 172.000 kcal. Oleh karena itu total konsumsi solar relatif sama, sedangkan yang berubah adalah laju pembakaran dan waktu yang diperlukan untuk mencapai temperatur target.
Parameter | Nilai Rekomendasi |
|---|---|
| Diameter Tanki | 2 – 2,5 Meter |
| Tinggi Cairan | 1,5 – 2 Meter |
| Material Coil | Carbon Steel SCH40 |
| Ukuran Coil | 1½ Inch |
| Panjang Coil Minimum | 25 Meter |
| Panjang Coil Ideal | 35 Meter |
| Jumlah Layer Coil | 3 – 4 Layer |
| Jarak Antar Coil | 150 mm |
| Suhu Thermal Oil | 280 – 300°C |
| Pressure Design | 6 Bar |
Pada banyak kasus, burner berkapasitas besar tidak mampu bekerja optimal karena coil terlalu pendek sehingga energi panas dari thermal oil tidak terserap secara maksimal oleh CPO.
Kondisi Tangki | Heat Loss | Efisiensi Sistem | Rekomendasi |
|---|---|---|---|
| Tanpa Insulasi | 25 – 35% | Rendah | Tidak Disarankan |
| Rockwool 25 mm | 15 – 20% | Cukup | Aplikasi Ringan |
| Rockwool 50 mm | 8 – 12% | Baik | Standar Industri |
| Rockwool 75 mm | 5 – 8% | Sangat Baik | Kapasitas Besar |
Rekomendasi Engineering PT Indira Mitra Boiler
Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan panas, kapasitas tangki, serta target waktu pemanasan, sistem yang paling ekonomis untuk aplikasi tangki CPO kapasitas 4,5 ton adalah menggunakan Thermal Oil Heater 100.000 kcal/jam yang dipadukan dengan Burner BEJO BT18 LR. Konfigurasi ini mampu memberikan keseimbangan antara investasi awal, konsumsi bahan bakar, dan kecepatan pemanasan sehingga cocok digunakan pada sebagian besar industri kelapa sawit.
Kontrol Temperatur yang Stabil
Selain memiliki kapasitas yang memadai, burner dapat dioperasikan secara otomatis menggunakan digital thermostat controller. Dengan sistem kontrol tersebut, temperatur thermal oil dan temperatur CPO dapat dipertahankan pada nilai yang diinginkan secara lebih stabil. Oleh karena itu, konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien dan umur peralatan dapat lebih panjang.
Rekomendasi Untuk Pemanasan Cepat
Namun demikian, apabila perusahaan membutuhkan waktu pemanasan kurang dari 3 jam, maka kapasitas heater dapat ditingkatkan menjadi 180.000 kcal/jam. Pada kondisi tersebut disarankan menggunakan heating coil minimal 35 meter, pompa sirkulasi thermal oil yang sesuai kapasitas, serta insulasi Rockwool 50 mm agar perpindahan panas berlangsung lebih optimal.
Optimasi Efisiensi Sistem
Selain pemilihan kapasitas heater, efisiensi sistem juga dipengaruhi oleh desain coil, kualitas insulasi, ukuran pipa, dan kapasitas pompa sirkulasi. Oleh sebab itu, seluruh komponen harus dirancang secara terpadu agar panas dari thermal oil dapat ditransfer secara maksimal ke dalam CPO tanpa kehilangan energi yang berlebihan.
Kesimpulan Engineering
Dengan kombinasi desain yang tepat antara thermal oil heater, burner, heating coil, pompa sirkulasi, dan sistem insulasi, proses pemanasan CPO dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan ekonomis. Dengan demikian, produktivitas pabrik dapat meningkat, biaya operasional dapat ditekan, dan kualitas produk CPO tetap terjaga selama proses penyimpanan maupun distribusi.
Parameter | Nilai |
|---|---|
| Kapasitas Tanki | 4,5 Ton |
| Temperatur Awal | 30°C |
| Temperatur Target | 100°C |
| Lokasi | Outdoor |
| Insulasi | Rockwool 50 mm |
| Sistem Pemanas | Thermal Oil Heater |
Kebutuhan panas total untuk memanaskan 4,5 ton CPO dari 30°C menjadi 100°C adalah sekitar 172.000 kcal.
Parameter | 50.000 kcal | 100.000 kcal | 180.000 kcal |
|---|---|---|---|
| Estimasi Waktu Pemanasan | 3,4 Jam | 1,7 Jam | 1 Jam |
| Konsumsi Solar | 5 Liter/Jam | 10 Liter/Jam | 18 Liter/Jam |
| Investasi Awal | Rendah | Sedang | Tinggi |
| Kebutuhan Ruang | Kecil | Sedang | Besar |
| Cocok Untuk | Tanki Kecil | Tanki Menengah | Multi Tanki |
| Parameter | Steam Coil | Thermal Oil Coil |
|---|---|---|
| Temperatur Maksimum | 180°C | 300°C |
| Korosi | Tinggi | Rendah |
| Tekanan Operasi | 6 – 10 Bar | 1 – 3 Bar |
| Efisiensi Sistem | 70 – 80% | 85 – 92% |
| Maintenance | Tinggi | Rendah |
| Konsumsi Air | Ada | Tidak Ada |
| Risiko Water Hammer | Tinggi | Tidak Ada |
| Umur Peralatan | Menengah | Lebih Panjang |
| Biaya Operasional | Lebih Tinggi | Lebih Rendah |
| Aplikasi Tangki CPO | Cukup Baik | Sangat Direkomendasikan |
Pengaruh Temperatur Terhadap Viskositas CPO
CPO memiliki viskositas tinggi pada temperatur ruang sehingga sulit dipompa.
Pemanasan akan menurunkan viskositas dan mempercepat proses transfer produk.
Penelitian menunjukkan pemanasan CPO dapat meningkatkan karakteristik aliran dan mengurangi hambatan pemompaan.
Pengaruh Temperatur Terhadap Viskositas CPO
|
|---|
Kesalahan Desain Yang Sering Terjadi Pada Tangki Crude Palm Oil
- Burner terlalu besar tetapi coil terlalu kecil.
- Tidak menggunakan expansion tank.
- Tidak memasang air vent pada titik tertinggi.
- Tidak menggunakan flow switch thermal oil.
- Tidak menginsulasi tanki dan pipa.
- Tidak memasang PT100 pada outlet dan return thermal oil.
- Menggunakan pompa yang terlalu kecil.
- Tidak menyediakan bypass line maintenance.
Kesimpulan terakhir
Untuk tangki CPO 4,5 ton, direkomendasikan Menggunakan Thermal Oil Heater 100.000 kcal/jam hingga 180.000 kcal/jam, include burner BEJO BT18 LR, heating coil 30–40 meter SCH40 1½ inch, di lengkapi pompa thermal oil high temperature, expansion tank, PT100 digital control, serta insulasi rockwool 50 mm.
Konfigurasi tersebut mampu memberikan pemanasan cepat, konsumsi bahan bakar lebih hemat, kualitas CPO lebih terjaga, dan umur peralatan lebih panjang.
Penyimpanan CPO umumnya dijaga pada kisaran 40–60°C untuk menjaga kualitas dan mencegah kristalisasi, sedangkan pemanasan lebih tinggi dilakukan saat proses khusus atau transfer tertentu.
Mengapa Kapasitas Thermal Oil Heater Harus Dihitung dengan Benar?
Pemilihan kapasitas Thermal Oil Heater yang tepat merupakan faktor penting dalam keberhasilan proses pemanasan industri. Banyak perusahaan hanya berfokus pada suhu akhir yang ingin dicapai tanpa memperhitungkan massa produk, target waktu pemanasan, kehilangan panas, dan efisiensi sistem secara keseluruhan. Akibatnya, kapasitas heater yang dipilih sering kali terlalu kecil sehingga proses produksi menjadi lambat, atau terlalu besar sehingga investasi awal dan biaya operasional meningkat.
Dalam aplikasi pemanasan CPO, minyak nabati, bahan kimia, aspal, dan berbagai produk industri lainnya, kapasitas Thermal Oil Heater harus mampu menyediakan energi panas yang cukup sesuai kebutuhan proses. Selain kapasitas heater, performa burner juga sangat berpengaruh terhadap kecepatan transfer panas dan konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu, pemilihan burner yang tepat menjadi bagian penting dalam desain sistem pemanas industri yang efisien dan ekonomis.
Baca juga: Burner untuk Thermal Oil Heater: SOP, Maintenance dan Troubleshooting
Hubungan Kapasitas Burner dengan Waktu Pemanasan CPO
Semakin besar kapasitas burner yang digunakan, semakin cepat energi panas dapat ditransfer ke thermal oil dan selanjutnya ke produk yang dipanaskan. Namun kapasitas burner tidak boleh dipilih hanya berdasarkan asumsi. Perhitungan harus mempertimbangkan kebutuhan energi aktual, efisiensi sistem, kapasitas heat exchanger, serta faktor kehilangan panas pada pipa, tangki, dan peralatan pendukung lainnya.
Pada studi kasus pemanasan 4,5 ton CPO dari suhu 30°C menuju 100°C, total energi yang dibutuhkan mencapai sekitar 172.000 kcal. Dengan mengetahui target waktu pemanasan, kapasitas burner dapat ditentukan secara lebih akurat. Untuk kebutuhan pemanasan cepat dan suhu yang stabil, umumnya digunakan burner modulating yang mampu menyesuaikan kapasitas pembakaran sesuai beban panas yang dibutuhkan.
Baca juga: Burner BEJO BT55LR untuk Thermal Oil Heater dan Boiler Industri
Keuntungan Menggunakan Burner Modulating pada Thermal Oil Heater
Burner modulating menawarkan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan burner ON-OFF konvensional. Sistem ini mampu mengatur kapasitas pembakaran secara otomatis sesuai kebutuhan panas proses. Ketika suhu mendekati target, burner akan menurunkan kapasitas secara bertahap sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat dan suhu proses menjadi lebih stabil.
Dalam industri minyak sawit, makanan, tekstil, kimia, dan manufaktur, penggunaan burner modulating pada Thermal Oil Heater dapat membantu meningkatkan kualitas produk sekaligus mengurangi biaya operasional. Selain itu, umur burner, pompa thermal oil, dan komponen sistem lainnya juga menjadi lebih panjang karena frekuensi start-stop burner berkurang secara signifikan.
Baca juga: Perhitungan Burner BTN55GC Modulating untuk Rotary Dryer Industri
Rekomendasi Thermal Oil Heater untuk Pemanasan CPO
Untuk aplikasi pemanasan CPO kapasitas 4,5 ton, pemilihan Thermal Oil Heater harus mempertimbangkan target waktu pemanasan, suhu operasi, jenis bahan bakar, serta kebutuhan produksi harian. Dalam banyak aplikasi industri, Thermal Oil Heater dengan kapasitas 100.000 kcal/jam hingga 200.000 kcal/jam sudah mampu memberikan performa yang baik untuk proses pemanasan skala kecil hingga menengah.
Sistem pemanas yang dirancang dengan benar akan menghasilkan distribusi panas yang merata, konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, serta menjaga kualitas produk tetap stabil selama proses berlangsung. Oleh karena itu, perhitungan kapasitas heater dan burner sebaiknya dilakukan berdasarkan data aktual proses, bukan hanya berdasarkan perkiraan kapasitas tangki.
Baca juga: Burner Boiler Industri BEJO untuk Berbagai Aplikasi Pemanasan
PT Indira Mitra Boiler
📞 Phone : (021) 352 95874
🟢 WhatsApp : 0813 8866 6204
📧 Email : info@indira.co.id
🌐 Website : https://burner.co.id
🌐 Website : https://indiramitraboiler.co.id
