BEJO B-BT17G & B-BT17GR/GC Gas Burner 58–168 kW untuk Industrial Heating System

BEJO B-BT17G & B-BT17GR/GC Gas Burner 58–168 kW untuk Industrial Heating System

Catalog Bejo-BT.pdf fuel Gas

BEJO B-BT30 gas burner untuk sistem pemanas industri
BEJO B-BT30; konfigurasi kontrol dan gas train mengikuti spesifikasi unit yang dipesan.

BEJO B-BT17G dan BEJO B-BT17GR/GC merupakan pilihan industrial gas burner untuk berbagai aplikasi pemanasan yang membutuhkan suplai panas stabil, pengoperasian praktis, serta konstruksi burner yang sesuai untuk sistem pembakaran gas industri.

Dengan rentang kapasitas termal mulai dari 58 kW hingga 168 kW, burner ini dapat digunakan pada berbagai peralatan pemanas seperti boiler, hot water boiler, oven industri, furnace, air heater, drying system, thermal process equipment, dan aplikasi pemanasan lainnya.

Dalam sistem pemanasan industri, burner mempunyai fungsi yang sangat penting karena burner merupakan perangkat yang mengubah energi bahan bakar menjadi energi panas melalui proses pembakaran yang terkontrol. Pemilihan burner tidak hanya berdasarkan kapasitas kW, tetapi juga perlu mempertimbangkan jenis bahan bakar gas, tekanan gas, kebutuhan udara pembakaran, ruang bakar, sistem kontrol, temperatur operasi, dan karakteristik peralatan yang dipanaskan.

BEJO menghadirkan B-BT17G serta B-BT17GR/GC sebagai bagian dari solusi gas combustion system untuk kebutuhan industri.

Mengenal BEJO B-BT17G dan B-BT17GR/GC

Pada aplikasi industrial heating, setiap mesin membutuhkan karakteristik pembakaran yang berbeda. Boiler membutuhkan burner yang mampu menghasilkan panas secara stabil pada ruang bakar. Oven membutuhkan distribusi panas yang sesuai dengan proses produksi. Furnace membutuhkan burner dengan karakteristik flame yang cocok dengan temperatur dan geometri ruang bakar.

Karena itu, burner harus dipilih sebagai bagian dari keseluruhan sistem, bukan hanya berdasarkan angka kapasitas.

BEJO B-BT17G dan B-BT17GR/GC berada pada kelas burner gas dengan kapasitas termal yang sesuai untuk aplikasi pemanasan skala kecil hingga menengah.

Berdasarkan data katalog yang diberikan:

ModelRentang Kapasitas TermalCatu DayaDaya Motor Fan
B-BT17G69–168 kW230 V, 50 Hz0,15 kW
B-BT17GR/GC58–168 kW230 V, 50 Hz0,15 kW

Perbedaan rentang kapasitas tersebut perlu diperhatikan ketika melakukan pemilihan burner untuk mesin tertentu.

Untuk aplikasi dengan kebutuhan panas yang berada di sekitar kapasitas minimum burner, engineer perlu memastikan bahwa kapasitas minimum burner masih sesuai dengan kebutuhan minimum thermal load dari equipment.

Fungsi Gas Burner pada Sistem Pemanasan Industri

Gas burner adalah perangkat pembakaran yang dirancang untuk menghasilkan api dari bahan bakar gas dan udara pembakaran.

Secara sederhana, prosesnya terdiri dari beberapa tahap:

  1. Gas masuk menuju sistem burner.
  2. Udara pembakaran disuplai oleh fan.
  3. Sistem kontrol mengatur proses start.
  4. Burner melakukan proses purge sesuai desain sistem.
  5. Ignition menghasilkan sumber penyalaan.
  6. Gas dan udara membentuk campuran pembakaran.
  7. Flame terbentuk di combustion chamber.
  8. Flame safeguard memonitor keberadaan api.
  9. Burner mempertahankan proses pembakaran sesuai kebutuhan panas.

Pada sistem industri, proses tersebut harus dilakukan secara terkontrol karena pembakaran gas berkaitan langsung dengan keselamatan operasi.

Burner yang baik bukan hanya menghasilkan api, tetapi harus menghasilkan pembakaran yang stabil, aman, dan sesuai dengan kebutuhan thermal equipment.

Kapasitas 58–168 kW dan 69–168 kW

Salah satu informasi paling penting ketika memilih gas burner adalah kapasitas thermal output.

Pada BEJO B-BT17G, rentang yang tercantum adalah:

69–168 kW

Sedangkan B-BT17GR/GC:

58–168 kW

Artinya burner dapat digunakan pada berbagai kebutuhan panas dalam rentang kerja tersebut, dengan konfigurasi dan setting yang harus disesuaikan dengan aplikasi aktual.

Sebagai gambaran:

58 kW ≈ 49.900 kcal/h

69 kW ≈ 59.300 kcal/h

168 kW ≈ 144.500 kcal/h

Konversi tersebut menggunakan pendekatan:

1 kW ≈ 860 kcal/h

Nilai aktual kebutuhan bahan bakar tetap bergantung pada efisiensi pembakaran, nilai kalor gas, excess air, tekanan gas, dan kondisi operasi equipment.

Mengapa Pemilihan Kapasitas Burner Harus Tepat?

Kesalahan memilih kapasitas burner dapat menyebabkan masalah pada sistem pemanasan.

Jika burner terlalu kecil, burner mungkin tidak mampu memenuhi thermal load.

Akibatnya:

  • waktu pemanasan menjadi lebih lama;
  • temperatur target sulit tercapai;
  • burner dapat bekerja terus-menerus pada kapasitas tinggi;
  • proses produksi dapat terganggu;
  • thermal equipment tidak bekerja pada kondisi optimal.

Sebaliknya, burner yang terlalu besar juga tidak selalu lebih baik.

Burner yang oversized dapat menyebabkan:

  • temperatur naik terlalu cepat;
  • burner sering start-stop;
  • thermal cycling meningkat;
  • kontrol temperatur menjadi kurang stabil;
  • konsumsi energi dapat menjadi kurang optimal;
  • komponen equipment mengalami beban termal yang tidak diperlukan.

Karena itu, pemilihan burner harus berdasarkan heat load aktual, bukan sekadar memilih kapasitas terbesar.

BEJO B-BT17G untuk Boiler

Salah satu aplikasi penting gas burner adalah steam boiler dan hot water boiler.

Pada boiler, burner berfungsi menghasilkan panas yang kemudian ditransfer ke air melalui heat transfer surface.

Untuk steam boiler, energi panas digunakan untuk menghasilkan uap.

Untuk hot water boiler, energi panas digunakan untuk menaikkan temperatur air.

BEJO B-BT17G dapat dipertimbangkan untuk aplikasi boiler dengan kebutuhan thermal capacity yang berada dalam rentang burner.

Namun, pemilihan akhir harus mempertimbangkan:

  • kapasitas boiler;
  • steam production;
  • operating pressure;
  • jenis gas;
  • gas pressure;
  • furnace geometry;
  • combustion chamber dimensions;
  • boiler efficiency;
  • burner mounting;
  • chimney atau stack;
  • combustion control.

Untuk retrofit boiler, engineer juga perlu memeriksa kondisi furnace dan burner mounting sebelum menentukan model.

Gas Burner untuk Hot Water Boiler

Selain steam boiler, gas burner banyak digunakan pada hot water boiler.

Sistem hot water boiler digunakan pada berbagai industri, antara lain:

  • food processing;
  • laundry;
  • hotel;
  • rumah sakit;
  • chemical processing;
  • textile;
  • rubber;
  • palm oil;
  • manufacturing;
  • commercial heating.

Kebutuhan thermal load hot water boiler dapat berubah mengikuti proses produksi.

Karena itu, sistem kontrol burner harus dirancang agar mampu mengikuti kebutuhan panas.

Dalam aplikasi seperti ini, BEJO gas burner dapat menjadi salah satu pilihan untuk sistem pemanasan yang menggunakan natural gas atau bahan bakar gas sesuai spesifikasi burner.

Gas Burner untuk Industrial Oven

Industrial oven membutuhkan sistem pemanasan yang mampu menjaga temperatur proses.

Contoh penggunaannya antara lain:

  • curing oven;
  • drying oven;
  • baking oven;
  • coating oven;
  • paint oven;
  • heat treatment;
  • industrial heating chamber.

Pada oven, desain flame dan posisi burner harus diperhatikan.

Tidak semua burner cocok dipasang langsung pada setiap oven.

Engineer perlu menentukan:

Burner capacity → combustion chamber → heat transfer → exhaust → temperature control

Jika kapasitas burner terlalu besar dibandingkan oven, temperatur dapat meningkat secara agresif.

Jika terlalu kecil, oven akan membutuhkan waktu lama untuk mencapai operating temperature.

Gas Burner untuk Furnace

Furnace merupakan aplikasi lain yang membutuhkan perhatian khusus.

Furnace dapat bekerja pada temperatur tinggi sehingga pemilihan burner tidak hanya melihat kapasitas.

Hal yang perlu dianalisis meliputi:

  • furnace temperature;
  • refractory;
  • combustion chamber volume;
  • flame length;
  • flame pattern;
  • heat distribution;
  • burner mounting;
  • exhaust system;
  • combustion air;
  • gas pressure.

Untuk furnace tertentu, burner dapat menggunakan direct flame atau konfigurasi lain sesuai desain thermal equipment.

Karena itu, sebelum melakukan penggantian burner, data furnace sebaiknya dikumpulkan terlebih dahulu.

Gas Burner untuk Drying System

Pada industri, gas burner juga digunakan untuk menghasilkan udara panas pada drying system.

Contohnya:

  • food dryer;
  • agricultural dryer;
  • biomass dryer;
  • grain dryer;
  • rotary dryer;
  • cabinet dryer;
  • industrial drying chamber.

Pada aplikasi dryer, kebutuhan panas sangat dipengaruhi oleh:

  • kadar air material;
  • feed rate;
  • temperatur inlet;
  • temperatur outlet;
  • airflow;
  • residence time;
  • humidity;
  • exhaust airflow.

Dengan demikian, pemilihan burner harus dilakukan berdasarkan heat balance sistem.

Daya Motor Fan 0,15 kW

Salah satu data penting pada model yang diberikan adalah:

Fan motor power: 0,15 kW

Motor fan mempunyai fungsi menyediakan udara pembakaran untuk proses combustion.

Udara pembakaran sangat penting karena pembakaran gas membutuhkan oksigen.

Secara sederhana:

Fuel Gas + Air → Heat + Combustion Products

Jika udara terlalu sedikit, pembakaran dapat menjadi tidak sempurna.

Jika udara terlalu banyak, temperatur flame dapat turun dan excess air meningkat.

Oleh sebab itu, rasio gas dan udara harus diatur dengan benar.

Daya motor fan 0,15 kW merupakan salah satu parameter teknis burner, tetapi bukan satu-satunya parameter untuk menentukan performa pembakaran.

Engineer tetap perlu memperhatikan:

  • combustion air volume;
  • fan pressure;
  • gas pressure;
  • burner head;
  • gas train;
  • damper;
  • combustion chamber pressure;
  • draft system.

Catu Daya 230 V 50 Hz

BEJO B-BT17G dan B-BT17GR/GC menggunakan:

230 V, 50 Hz

Catu daya ini merupakan spesifikasi penting untuk instalasi.

Sebelum burner dipasang, teknisi perlu memastikan bahwa sumber listrik tersedia dan sesuai dengan spesifikasi.

Panel kontrol juga perlu diperiksa agar kompatibel dengan burner.

Pemeriksaan listrik biasanya mencakup:

  • supply voltage;
  • frequency;
  • grounding;
  • protection;
  • circuit breaker;
  • control circuit;
  • emergency stop;
  • flame safeguard;
  • ignition system.

Untuk instalasi industri, grounding dan proteksi listrik harus mengikuti standar keselamatan yang berlaku pada fasilitas pengguna.

Sistem Gas Train

Gas burner tidak dapat bekerja hanya dengan burner body.

Sistem gas train juga merupakan bagian penting dari instalasi.

Secara umum, gas train dapat terdiri dari:

  • manual shut-off valve;
  • gas filter;
  • gas pressure regulator;
  • pressure switch;
  • automatic gas valve;
  • safety shut-off valve;
  • gas pressure monitoring;
  • connection piping.

Konfigurasi aktual tergantung pada desain burner, jenis gas, tekanan gas, regulasi setempat, dan kebutuhan safety system.

Gas train harus dipilih dan dipasang secara benar karena gas merupakan bahan bakar yang mudah terbakar.

Flame Safeguard pada Gas Burner

Keselamatan flame merupakan salah satu aspek terpenting dalam sistem gas burner.

Burner harus dapat mendeteksi apakah flame benar-benar terbentuk.

Jika flame gagal terbentuk, sistem kontrol harus menghentikan suplai bahan bakar sesuai desain safety sequence.

Pada burner industri, flame detection dapat menggunakan sistem sensor yang sesuai dengan desain burner.

Fungsi utamanya adalah:

Detect flame → Confirm flame → Maintain combustion

Jika flame hilang, sistem harus merespons sesuai safety logic.

Pre-Purge Sebelum Ignition

Sebelum proses ignition, ruang bakar umumnya membutuhkan proses purge sesuai desain sistem.

Tujuannya adalah mengurangi kemungkinan adanya sisa gas di dalam combustion chamber sebelum penyalaan.

Urutan sederhana dapat digambarkan:

Start → Fan → Pre-Purge → Ignition → Gas Valve Open → Flame Detection → Run

Urutan aktual bergantung pada burner management system dan konfigurasi kontrol.

Untuk sistem industri, sequence tersebut sangat penting karena berhubungan langsung dengan keselamatan pembakaran.

Pentingnya Setting Gas dan Udara

Kinerja burner sangat dipengaruhi oleh setting gas dan udara.

Jika gas terlalu banyak dibandingkan udara:

  • combustion dapat menjadi tidak sempurna;
  • CO dapat meningkat;
  • flame dapat menjadi tidak stabil;
  • soot dapat terbentuk pada kondisi tertentu.

Jika udara terlalu banyak:

  • excess air meningkat;
  • heat loss melalui exhaust meningkat;
  • flame temperature dapat turun;
  • efisiensi thermal dapat menurun.

Karena itu commissioning burner sebaiknya dilakukan dengan pengukuran combustion.

Combustion Analysis

Setelah burner dipasang, combustion analysis sangat disarankan.

Parameter yang dapat diperiksa antara lain:

  • O₂;
  • CO;
  • CO₂;
  • flue gas temperature;
  • combustion efficiency;
  • draft;
  • gas pressure.

Data tersebut membantu teknisi menentukan apakah setting burner sudah sesuai.

Untuk aplikasi industri, combustion analyzer dapat digunakan untuk melakukan adjustment.

Target setting tidak boleh dibuat hanya berdasarkan warna flame.

Warna flame memang dapat memberikan indikasi awal, tetapi tidak menggantikan pengukuran instrumen.

Efisiensi Gas Burner

Efisiensi sistem pemanasan tidak hanya ditentukan oleh burner.

Beberapa faktor yang memengaruhi efisiensi antara lain:

  1. Burner combustion efficiency.
  2. Thermal efficiency equipment.
  3. Insulation.
  4. Exhaust temperature.
  5. Excess air.
  6. Heat transfer surface.
  7. Operating load.
  8. Control system.
  9. Heat losses.
  10. Maintenance.

Karena itu, mengganti burner saja belum tentu otomatis menghasilkan penghematan bahan bakar.

Sistem secara keseluruhan harus dianalisis.

Perhitungan Kebutuhan Gas

Secara sederhana, kebutuhan gas dapat diperkirakan menggunakan hubungan antara thermal input dan nilai kalor gas.

Misalnya burner mempunyai thermal input:

168 kW

Jika menggunakan gas dengan nilai kalor sekitar:

10 kWh/Nm³

maka kebutuhan teoritis gas:

168 ÷ 10 = 16,8 Nm³/h

Angka tersebut adalah pendekatan teoritis.

Kondisi aktual dapat berbeda karena:

  • heating value gas;
  • combustion efficiency;
  • excess air;
  • operating load;
  • gas pressure;
  • control strategy.

Karena itu, angka konsumsi aktual harus dihitung berdasarkan data gas yang digunakan.

BEJO B-BT17G untuk Retrofit Burner

Salah satu pasar penting gas burner adalah burner replacement dan retrofit.

Banyak perusahaan memiliki boiler atau furnace yang masih berfungsi tetapi burner lama mengalami masalah.

Contohnya:

  • burner sudah tua;
  • spare part sulit diperoleh;
  • ignition bermasalah;
  • flame tidak stabil;
  • konsumsi gas meningkat;
  • motor fan rusak;
  • gas valve bermasalah;
  • sistem kontrol sudah tidak optimal.

Dalam kondisi tersebut, retrofit burner dapat menjadi alternatif dibandingkan mengganti seluruh thermal equipment.

Namun retrofit harus dilakukan melalui engineering assessment.

Data yang Dibutuhkan untuk Penggantian Burner

Sebelum mengganti burner, sebaiknya kumpulkan:

1. Data equipment

  • Boiler capacity
  • Oven capacity
  • Furnace dimensions
  • Operating temperature
  • Operating pressure

2. Data burner lama

  • Model
  • Capacity
  • Fuel
  • Motor power
  • Electrical supply
  • Burner mounting

3. Data gas

  • Gas type
  • Gas pressure
  • Gas flow
  • Heating value

4. Data combustion chamber

  • Furnace dimensions
  • Burner throat
  • Flame tube
  • Refractory condition

5. Data exhaust

  • Stack diameter
  • Draft
  • Flue gas temperature
  • ID fan capacity

Data tersebut membantu engineer menentukan kompatibilitas burner.

Keunggulan Pendekatan BEJO Burner

BEJO Burner tidak hanya dapat diposisikan sebagai produk burner, tetapi sebagai bagian dari industrial combustion solution.

Dalam aplikasi industri, pelanggan sering membutuhkan lebih dari sekadar unit burner.

Mereka membutuhkan:

  • burner;
  • gas train;
  • control panel;
  • installation;
  • commissioning;
  • combustion setting;
  • spare parts;
  • troubleshooting;
  • maintenance.

Pendekatan seperti ini sangat penting karena burner merupakan bagian dari sebuah sistem.

BEJO Burner dan PT Indira Mitra Boiler

BEJO Burner dikembangkan sebagai bagian dari aktivitas PT Indira Mitra Boiler dalam bidang industrial heating system dan combustion equipment.

Layanan dapat mencakup kebutuhan:

Supply – Installation – Commissioning – Service – Spare Parts

untuk berbagai aplikasi industrial heating.

Dengan pengalaman lapangan, pemilihan burner dapat dikombinasikan dengan analisis terhadap thermal equipment yang digunakan pelanggan.

Hal ini penting terutama untuk proyek retrofit dan burner replacement.

Aplikasi BEJO B-BT17G

Secara umum, burner dengan kapasitas 58–168 kW dapat dipertimbangkan untuk berbagai aplikasi, seperti:

Boiler

Untuk steam atau hot water boiler dengan kebutuhan thermal input yang sesuai.

Oven

Untuk industrial oven dan heating chamber.

Furnace

Untuk furnace dengan desain combustion chamber yang kompatibel.

Dryer

Untuk sistem pengering industri.

Air Heater

Untuk menghasilkan udara panas.

Process Heater

Untuk proses pemanasan material atau fluida.

Industrial Heating

Untuk berbagai mesin produksi yang membutuhkan energi panas dari bahan bakar gas.

Faktor yang Menentukan Umur Burner

Umur burner tidak hanya bergantung pada kualitas unit.

Maintenance mempunyai pengaruh besar.

Beberapa komponen yang perlu diperiksa secara berkala:

  • ignition electrode;
  • flame sensor;
  • burner head;
  • fan;
  • motor;
  • gas valve;
  • pressure switch;
  • filter;
  • wiring;
  • control system.

Debu dan kotoran juga dapat memengaruhi performa burner.

Karena itu, preventive maintenance perlu dijadwalkan berdasarkan jam operasi dan kondisi lingkungan.

Maintenance Gas Burner

Maintenance sederhana dapat mencakup:

Harian

  • cek flame;
  • cek suara fan;
  • cek indikasi abnormal;
  • cek tekanan operasi.

Mingguan

  • pemeriksaan visual;
  • pemeriksaan burner head;
  • pemeriksaan area combustion.

Bulanan

  • pemeriksaan ignition;
  • pemeriksaan flame detector;
  • pemeriksaan electrical connection;
  • pemeriksaan gas train.

Periodik

  • combustion analysis;
  • cleaning;
  • inspection;
  • calibration;
  • replacement wear parts.

Interval aktual harus disesuaikan dengan kondisi dan jam operasi equipment.

Troubleshooting BEJO Gas Burner

Beberapa gangguan yang umum ditemukan pada gas burner antara lain:

Burner tidak start

Kemungkinan penyebab:

  • electrical supply tidak tersedia;
  • safety interlock aktif;
  • thermostat belum memberikan command;
  • pressure switch bermasalah;
  • control system mengalami fault.

Burner gagal ignition

Kemungkinan penyebab:

  • ignition electrode bermasalah;
  • ignition transformer bermasalah;
  • gas tidak masuk;
  • gas pressure tidak sesuai;
  • ignition setting tidak tepat.

Flame gagal terdeteksi

Kemungkinan:

  • flame sensor kotor;
  • posisi sensor tidak tepat;
  • flame tidak stabil;
  • wiring bermasalah.

Flame tidak stabil

Kemungkinan:

  • gas pressure tidak sesuai;
  • combustion air tidak sesuai;
  • burner head kotor;
  • draft furnace tidak sesuai;
  • burner tidak cocok dengan combustion chamber.

Troubleshooting harus dilakukan oleh teknisi yang memahami sistem combustion dan safety.

Mengapa Tidak Boleh Asal Membesarkan Burner?

Dalam praktik lapangan, terkadang pelanggan menganggap burner berkapasitas lebih besar pasti lebih bagus.

Anggapan tersebut tidak selalu benar.

Contohnya sebuah equipment membutuhkan sekitar 100 kW thermal input.

Memasang burner 300 kW tanpa mempertimbangkan control range, combustion chamber dan thermal load dapat menimbulkan masalah.

Burner ideal harus mempunyai kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan sistem.

Bigger is not always better.

Yang lebih penting adalah:

Correct capacity + stable combustion + proper control + safe operation.

Hubungan Burner dengan Thermal Oil Heater

Pada thermal oil heater, burner menghasilkan panas yang ditransfer ke thermal oil melalui heating coil.

Sistem ini memerlukan kontrol temperatur yang stabil.

Burner harus dapat mengikuti perubahan thermal load.

Untuk thermal oil heater, beberapa parameter yang penting antara lain:

  • thermal oil flow;
  • inlet temperature;
  • outlet temperature;
  • burner capacity;
  • furnace temperature;
  • exhaust temperature;
  • system pressure;
  • circulation pump.

Pemilihan burner harus memperhatikan konstruksi furnace thermal oil heater.

Gas Burner untuk Industrial Heating System

Industrial heating system merupakan istilah yang luas.

Sistem pemanasan industri dapat menggunakan:

  • gas burner;
  • oil burner;
  • dual fuel burner;
  • electric heater;
  • thermal oil heater;
  • steam boiler;
  • hot water boiler.

Gas burner mempunyai keuntungan berupa kemudahan pengaturan combustion dan kebersihan pembakaran apabila digunakan dengan sistem yang tepat.

Namun performa akhir tetap tergantung pada desain keseluruhan sistem.

Tabel Spesifikasi BEJO B-BT17G dan B-BT17GR/GC

ParameterB-BT17GB-BT17GR/GC
FuelGasGas
Thermal Capacity69–168 kW58–168 kW
Power Supply230 V / 50 Hz230 V / 50 Hz
Fan Motor0,15 kW0,15 kW
ApplicationIndustrial HeatingIndustrial Heating
BoilerYa, sesuai engineeringYa, sesuai engineering
OvenYaYa
FurnaceSesuai desainSesuai desain
DryerSesuai desainSesuai desain

Cara Memilih antara B-BT17G dan B-BT17GR/GC

Pemilihan kedua model tidak sebaiknya hanya berdasarkan nama model.

Gunakan kebutuhan thermal equipment sebagai dasar.

Jika kebutuhan minimum sistem berada di bawah 69 kW tetapi masih berada pada area 58 kW ke atas, B-BT17GR/GC dapat menjadi pilihan yang perlu dievaluasi.

Jika kebutuhan thermal load berada pada rentang 69–168 kW, B-BT17G juga dapat dipertimbangkan.

Namun final selection tetap harus memeriksa:

Fuel → Gas pressure → Thermal load → Furnace → Air requirement → Control → Safety

Keuntungan Menggunakan Gas sebagai Fuel

Gas banyak digunakan dalam industri karena dapat memberikan pembakaran yang relatif bersih apabila sistem combustion diatur dengan baik.

Beberapa keuntungan gas burner:

  • tidak membutuhkan storage tank minyak;
  • tidak membutuhkan preheating heavy oil;
  • combustion relatif bersih;
  • pengaturan kapasitas dapat dilakukan dengan sistem kontrol;
  • maintenance dapat lebih sederhana dibanding beberapa sistem oil burner;
  • cocok untuk berbagai industrial heating application.

Tetapi ketersediaan gas dan tekanan gas harus dipastikan sebelum instalasi.

BEJO Gas Burner sebagai Solusi Industri

BEJO Burner dapat digunakan sebagai salah satu solusi untuk kebutuhan:

Industrial Gas Burner

Boiler Burner

Oven Burner

Furnace Burner

Dryer Burner

Hot Water Boiler Burner

Industrial Heating Burner

Dengan dukungan engineering, burner dapat disesuaikan dengan kebutuhan equipment.

Hal yang paling penting adalah memastikan burner dan thermal equipment bekerja sebagai satu sistem.

FAQ BEJO B-BT17G & B-BT17GR/GC

Apa kapasitas BEJO B-BT17G?

B-BT17G memiliki rentang kapasitas termal 69–168 kW berdasarkan data katalog yang diberikan.

Berapa kapasitas B-BT17GR/GC?

B-BT17GR/GC memiliki rentang kapasitas 58–168 kW.

Berapa tegangan listrik burner?

Kedua model menggunakan 230 V, 50 Hz.

Berapa daya motor fan?

Daya motor fan yang tercantum adalah 0,15 kW.

Apakah burner dapat digunakan untuk boiler?

Ya, burner dapat digunakan pada boiler apabila kapasitas, furnace, gas pressure, burner mounting dan sistem kontrol sesuai.

Apakah dapat digunakan untuk oven?

Dapat dipertimbangkan untuk industrial oven dengan melakukan engineering assessment terhadap kebutuhan thermal dan combustion chamber.

Apakah dapat digunakan untuk dryer?

Ya, dapat dipertimbangkan untuk drying system selama heat load dan konfigurasi combustion sesuai.

Apakah burner bisa digunakan untuk retrofit?

Bisa, tetapi perlu dilakukan pemeriksaan terhadap burner lama, furnace, mounting, gas pressure, kapasitas dan sistem kontrol.

Apakah gas burner membutuhkan gas train?

Ya. Sistem gas train diperlukan sesuai desain burner dan persyaratan keselamatan instalasi.

Apakah commissioning diperlukan?

Sangat disarankan. Commissioning digunakan untuk memastikan ignition, flame stability, gas pressure, combustion air dan parameter pembakaran berada pada kondisi yang sesuai.

Studi Banding BEJO B-BT17G dan B-BT17GR/GC

Dalam memilih gas burner untuk kebutuhan industri, studi banding tidak cukup hanya melihat kapasitas maksimum. Faktor seperti kapasitas minimum, kesesuaian furnace, kebutuhan gas, sistem kontrol, kemudahan maintenance, ketersediaan spare part, dan dukungan teknisi juga harus diperhatikan.

ParameterBEJO B-BT17GBEJO B-BT17GR/GC
JenisGas BurnerGas Burner
Kapasitas69–168 kW58–168 kW
Supply listrik230 V / 50 Hz230 V / 50 Hz
Motor fan0,15 kW0,15 kW
AplikasiBoiler, oven, furnace, dryerBoiler, oven, furnace, dryer
Kapasitas minimum69 kW58 kW
Kapasitas maksimum168 kW168 kW
MaintenanceServiceableServiceable
Dukungan spare partReady spare PT Indira Mitra BoilerReady spare PT Indira Mitra Boiler

Perbedaan utama yang dapat menjadi perhatian engineer adalah kapasitas minimum.

B-BT17GR/GC mempunyai kapasitas minimum 58 kW, sedangkan B-BT17G mulai dari 69 kW. Untuk equipment dengan kebutuhan panas yang lebih rendah, rentang kapasitas minimum dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan model.

Namun apabila kebutuhan thermal equipment berada pada area yang sama, keputusan akhir sebaiknya tetap berdasarkan hasil engineering assessment.

Studi Kasus Penggunaan Gas Burner 58–168 kW

1 — Penggantian Burner Boiler

Salah satu aplikasi umum gas burner adalah penggantian burner pada boiler yang masih memiliki kondisi body dan heat transfer surface yang baik.

Permasalahan yang sering ditemukan pada burner lama antara lain:

  • burner sulit start;
  • ignition tidak stabil;
  • flame sering gagal;
  • spare part sulit diperoleh;
  • motor fan sudah mengalami penurunan performa;
  • gas valve mengalami gangguan;
  • sistem kontrol sudah berumur;
  • konsumsi bahan bakar meningkat.

Dalam kondisi seperti ini, mengganti seluruh boiler belum tentu diperlukan.

Salah satu alternatif adalah melakukan burner retrofit.

Engineer melakukan pemeriksaan:

Boiler → Furnace → Burner Mounting → Gas Pressure → Gas Train → Electrical Supply → Control System

Setelah data diperoleh, burner dengan kapasitas yang sesuai dapat dipilih.

Keuntungan pendekatan retrofit adalah pelanggan dapat mempertahankan equipment utama yang masih layak digunakan dan melakukan peningkatan pada sistem pembakaran.

 2 — Industrial Oven

Pada industrial oven, kebutuhan panas biasanya berubah sesuai siklus produksi.

Misalnya oven membutuhkan panas sekitar 100–140 kW pada kondisi produksi tertentu.

Burner dengan kapasitas maksimum 168 kW dapat menjadi kandidat untuk dievaluasi.

Namun engineer tidak hanya melihat angka 168 kW.

Perlu diperiksa:

  • volume oven;
  • temperatur kerja;
  • kebutuhan heat-up;
  • insulation;
  • exhaust;
  • fresh air;
  • sirkulasi udara;
  • burner mounting;
  • sistem temperature control.

Tujuannya adalah mendapatkan sistem pemanasan yang mampu mencapai temperatur target tanpa menyebabkan overheating.

3 — Dryer

Pada drying system, kebutuhan panas dipengaruhi oleh kadar air material.

Contohnya:

Material basah → Heating → Evaporation → Exhaust Moisture

Semakin tinggi kadar air, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk proses evaporasi.

Karena itu, pemilihan burner harus berdasarkan heat balance.

Data yang perlu diketahui antara lain:

  • kapasitas material;
  • moisture content awal;
  • moisture content akhir;
  • temperatur inlet;
  • temperatur outlet;
  • airflow;
  • waktu pengeringan.

Setelah heat load diketahui, kapasitas burner dapat ditentukan.

4 — Burner Replacement karena Spare Part Sulit

Ini merupakan salah satu masalah yang cukup sering terjadi pada equipment industri.

Mesin masih bisa digunakan, tetapi burner mengalami masalah.

Ketika pelanggan mencari spare part, masalahnya adalah:

“Barang tidak ready.”

Akibatnya downtime dapat menjadi panjang.

Untuk industri, downtime dapat menimbulkan kerugian karena produksi berhenti.

Karena itu, ketersediaan spare part merupakan bagian penting dalam pemilihan burner.

Ready Spare Part PT Indira Mitra Boiler

Salah satu nilai tambah yang dapat ditawarkan untuk BEJO Burner adalah dukungan ready spare part melalui PT Indira Mitra Boiler.

Artinya pelanggan tidak hanya membeli burner.

Pelanggan juga mendapatkan dukungan untuk kebutuhan:

Burner → Spare Part → Service → Maintenance → Troubleshooting

Ketersediaan spare part menjadi penting terutama untuk perusahaan yang menggunakan burner sebagai bagian dari proses produksi yang berjalan setiap hari.

Beberapa komponen burner yang secara umum menjadi perhatian dalam maintenance antara lain:

  • ignition electrode;
  • flame detector;
  • ignition transformer;
  • motor fan;
  • fan impeller;
  • gas valve;
  • pressure switch;
  • control component;
  • gasket;
  • burner head;
  • filter;
  • electrical component.

Ketersediaan aktual setiap spare part mengikuti stok PT Indira Mitra Boiler pada saat pemesanan.

Mengapa Ready Spare Part Penting?

Bayangkan sebuah pabrik mengalami burner failure pada pukul 10 pagi.

Jika spare part tersedia, teknisi dapat segera melakukan:

Diagnosis → Penggantian Part → Testing → Commissioning → Production Restart

Sebaliknya, jika spare part harus menunggu indent yang panjang, downtime dapat berlangsung lebih lama.

Untuk perusahaan yang memiliki proses produksi continuous atau semi-continuous, perbedaan beberapa hari downtime dapat memberikan dampak finansial yang besar.

Karena itu, saat memilih burner, purchasing dan engineering sebaiknya tidak hanya bertanya:

“Berapa harga burnernya?”

Tetapi juga:

“Bagaimana dukungan spare part setelah burner dipasang?”

Studi Banding Berdasarkan Total Cost of Ownership

Harga pembelian awal bukan satu-satunya faktor.

Dalam industrial equipment dikenal konsep Total Cost of Ownership (TCO).

Secara sederhana:

TCO = Harga Pembelian + Installation + Energy + Maintenance + Spare Parts + Downtime

Burner yang murah tetapi sulit mendapatkan spare part dapat menghasilkan biaya yang lebih besar dalam jangka panjang.

Sebaliknya, burner dengan dukungan service dan spare part yang baik dapat membantu perusahaan menjaga reliability equipment.

Karena itu, BEJO Burner + PT Indira Mitra Boiler dapat diposisikan bukan hanya sebagai supplier unit, tetapi sebagai partner untuk kebutuhan combustion system.

 Downtime dan Spare Part

Misalnya sebuah boiler digunakan untuk proses produksi.

Jika burner berhenti dan produksi ikut berhenti, perusahaan mengalami:

  • kehilangan jam produksi;
  • tenaga kerja tetap berjalan;
  • target produksi tertunda;
  • delivery dapat terganggu;
  • biaya restart;
  • kemungkinan kerugian pelanggan.

Dengan adanya spare part yang tersedia, waktu perbaikan dapat ditekan dibandingkan harus menunggu seluruh komponen dari luar negeri atau supplier dengan lead time panjang.

Inilah mengapa ready spare part merupakan nilai tambah dalam pengadaan burner industri.

Supply & Service PT Indira Mitra Boiler

PT Indira Mitra Boiler menyediakan supply dan service BEJO Gas Burner untuk berbagai kebutuhan industrial heating system di Indonesia. Layanan tidak hanya mencakup pengadaan burner, tetapi juga instalasi, commissioning, combustion adjustment, maintenance, troubleshooting, spare part, hingga retrofit burner.

Dengan pendekatan engineering, pemilihan dan penyesuaian burner dilakukan berdasarkan kebutuhan aktual thermal equipment, kapasitas pemanasan, jenis bahan bakar, tekanan gas, kebutuhan udara pembakaran, serta kondisi furnace atau combustion chamber.

Layanan BEJO Gas Burner dapat diterapkan pada berbagai equipment industri seperti industrial boiler, thermal oil heater, hot water boiler, oven, furnace, dryer, asphalt heating system, incinerator, dan industrial heating equipment lainnya.

1. Supply BEJO Gas Burner

PT Indira Mitra Boiler menyediakan BEJO Gas Burner untuk berbagai aplikasi pemanasan industri.

Pemilihan burner tidak hanya berdasarkan kapasitas kW, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan thermal equipment secara keseluruhan, termasuk kapasitas heat input, jenis gas, operating pressure, combustion chamber, kebutuhan turndown, dan sistem kontrol.

BEJO Gas Burner dapat digunakan untuk aplikasi seperti:

  • Industrial Boiler
  • Steam Boiler
  • Hot Water Boiler
  • Thermal Oil Heater
  • Industrial Oven
  • Industrial Furnace
  • Dryer
  • Incinerator
  • Asphalt Heating System
  • Process Heating System
  • Other Industrial Heating Equipment

Pengadaan burner dapat disesuaikan dengan kebutuhan new installation, replacement burner, burner upgrade maupun retrofit existing equipment.

2. Spare Part Burner

Ketersediaan spare part gas burner merupakan bagian penting dalam menjaga kontinuitas operasional thermal equipment.

PT Indira Mitra Boiler mendukung kebutuhan spare part untuk maintenance, replacement dan troubleshooting burner.

Spare part dapat mencakup komponen seperti:

  • Gas valve
  • Gas pressure switch
  • Air pressure switch
  • Ignition transformer
  • Ignition electrode
  • Flame detector
  • Flame sensor
  • Control unit
  • Burner motor
  • Fan motor
  • Servo motor
  • Damper
  • Gas train components
  • Solenoid valve
  • Filter gas
  • Burner nozzle dan combustion components
  • Electrical components
  • Control panel components

Pemilihan spare part dilakukan berdasarkan tipe burner, sistem kontrol dan kebutuhan aplikasi agar penggantian komponen dapat dilakukan secara tepat.

3. Burner Installation

PT Indira Mitra Boiler menyediakan jasa instalasi gas burner pada berbagai thermal equipment.

Instalasi dapat meliputi pemasangan burner pada:

  • Boiler
  • Thermal Oil Heater
  • Hot Water Boiler
  • Oven
  • Furnace
  • Dryer
  • Incinerator
  • Asphalt heating system
  • Process heating equipment

Pekerjaan instalasi dapat mencakup pemasangan burner, burner mounting, gas train, connection gas line, electrical connection, control system, combustion air system dan komponen pendukung lainnya sesuai desain dan kondisi equipment.

Sebelum burner dioperasikan, sistem instalasi perlu diperiksa untuk memastikan hubungan mekanikal, gas, electrical dan safety system berada dalam kondisi yang sesuai.

4. Burner Commissioning

Setelah proses instalasi selesai, commissioning gas burner dilakukan untuk memastikan burner dapat beroperasi sesuai kebutuhan thermal equipment.

Commissioning dapat mencakup pemeriksaan:

  • Burner start sequence
  • Ignition sequence
  • Flame detection
  • Gas pressure
  • Combustion air
  • Safety interlock
  • Flame failure protection
  • High-low gas pressure protection
  • Air pressure protection
  • Operating sequence
  • Control system
  • Burner modulation

Commissioning sangat penting terutama pada burner yang dipasang pada equipment baru maupun burner replacement pada existing boiler, furnace, oven, dryer atau thermal oil heater.

5. Combustion Adjustment

Combustion adjustment merupakan salah satu bagian penting dalam pengoperasian gas burner.

Pengaturan dilakukan untuk mendapatkan keseimbangan antara gas fuel dan combustion air sehingga proses pembakaran dapat berlangsung secara stabil dan sesuai dengan karakteristik equipment.

Adjustment dapat meliputi:

  • Gas pressure adjustment
  • Combustion air adjustment
  • Burner damper adjustment
  • Servo/damper setting
  • Low fire setting
  • High fire setting
  • Flame stability adjustment
  • Air-fuel ratio adjustment
  • Burner modulation adjustment

Dalam kondisi tertentu, hasil combustion adjustment juga dapat dievaluasi menggunakan alat ukur combustion analyzer untuk mengetahui parameter pembakaran seperti O₂, CO₂, CO dan flue gas temperature.

Tujuannya adalah mendapatkan pembakaran yang stabil, aman dan efisien sesuai kondisi aktual equipment.

6. Burner Service & Maintenance

PT Indira Mitra Boiler menyediakan service dan maintenance gas burner untuk membantu menjaga reliability thermal equipment.

Service burner dapat dilakukan sebagai preventive maintenance maupun corrective maintenance.

Pekerjaan dapat meliputi:

  • Inspection burner
  • Cleaning burner
  • Inspection ignition system
  • Inspection flame detector
  • Inspection gas valve
  • Inspection gas pressure switch
  • Inspection air pressure switch
  • Inspection motor dan fan
  • Inspection combustion head
  • Inspection electrical system
  • Checking safety interlock
  • Checking flame stability
  • Combustion adjustment
  • Troubleshooting burner

Maintenance yang dilakukan secara berkala dapat membantu mengurangi risiko burner trip, ignition failure, unstable flame, incomplete combustion dan unexpected shutdown.

7. Burner Retrofit

Burner retrofit merupakan solusi untuk equipment yang masih layak digunakan tetapi membutuhkan peningkatan atau penggantian sistem burner.

PT Indira Mitra Boiler dapat membantu melakukan evaluasi teknis terhadap burner existing sebelum menentukan konfigurasi burner pengganti.

Retrofit dapat dilakukan pada:

  • Existing boiler
  • Thermal oil heater
  • Hot water boiler
  • Oven
  • Furnace
  • Dryer
  • Incinerator
  • Process heating system

Evaluasi retrofit dapat mempertimbangkan:

  • Existing burner capacity
  • Required heat input
  • Fuel type
  • Gas pressure
  • Combustion chamber
  • Furnace back pressure
  • Combustion air requirement
  • Existing control system
  • Safety interlock
  • Burner mounting dimension
  • Existing gas train
  • Electrical system
  • Required operating range

Dengan pendekatan retrofit yang tepat, penggantian burner tidak selalu harus disertai penggantian seluruh thermal equipment.

Integrated Burner Service

PT Indira Mitra Boiler dapat mendukung kebutuhan pelanggan mulai dari supply burner hingga after-sales service.

Rangkaian layanan dapat mencakup:

Supply → Spare Part → Installation → Commissioning → Combustion Adjustment → Maintenance → Troubleshooting → Retrofit

Pendekatan ini memberikan keuntungan bagi pengguna karena kebutuhan burner dapat ditangani dalam satu rangkaian layanan engineering.

BEJO Gas Burner untuk Industrial Heating System

BEJO Gas Burner dapat digunakan sebagai bagian dari sistem pembakaran pada berbagai aplikasi industrial heating system.

Dalam menentukan burner, kapasitas burner tidak hanya dilihat dari angka kW. Faktor seperti kebutuhan heat load, operating temperature, furnace volume, combustion chamber, pressure drop, fuel pressure, combustion air dan operating cycle perlu diperhatikan.

Karena itu, pemilihan burner sebaiknya dilakukan berdasarkan data aktual equipment dan kebutuhan proses.

PT Indira Mitra Boiler dapat membantu kebutuhan BEJO Gas Burner supply, installation, commissioning, combustion adjustment, service, spare part dan burner retrofit untuk kebutuhan industri di Indonesia.

Mengapa Memilih Supply & Service PT Indira Mitra Boiler?

Beberapa kebutuhan pelanggan yang dapat didukung meliputi:

  • Supply BEJO Gas Burner
  • Industrial gas burner replacement
  • Burner spare part
  • Burner installation
  • Burner commissioning
  • Combustion adjustment
  • Burner maintenance
  • Burner troubleshooting
  • Burner retrofit
  • Boiler burner service
  • Thermal oil heater burner service
  • Furnace burner service
  • Oven burner service
  • Dryer burner service

Dengan dukungan engineering dan technical service, pemilihan burner dapat disesuaikan dengan aplikasi dan kondisi equipment di lapangan.

Konsultasi BEJO Gas Burner

Jika perusahaan Anda membutuhkan gas burner untuk boiler, thermal oil heater, oven, furnace, dryer, incinerator atau industrial heating system, kebutuhan teknis sebaiknya dievaluasi terlebih dahulu sebelum menentukan tipe dan kapasitas burner.

Data yang dapat disiapkan antara lain:

  • Jenis equipment
  • Kapasitas equipment
  • Required heat input
  • Jenis bahan bakar gas
  • Gas pressure
  • Operating temperature
  • Existing burner type
  • Existing burner capacity
  • Combustion chamber dimension
  • Foto burner existing
  • Foto nameplate equipment
  • Kondisi gas train dan control panel

Data tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan konfigurasi BEJO Gas Burner dan kebutuhan installation maupun retrofit.

PT Indira Mitra Boiler

Industrial Heating System Specialist

Supply & Service:
BEJO Gas Burner • Oil Burner • Dual Fuel Burner • Boiler • Thermal Oil Heater • Industrial Heating System • Burner Spare Part • Burner Service • Burner Retrofit

Sales: Ratman Bejo
WhatsApp: 0813-8866-6204
Website: burner.co.id

PT Indira Mitra Boiler siap mendukung kebutuhan supply, installation, commissioning, combustion adjustment, maintenance, troubleshooting dan retrofit industrial burner untuk berbagai kebutuhan industri di Indonesia.

Kesimpulan Studi Banding

Dari studi banding tersebut dapat dilihat bahwa B-BT17G dan B-BT17GR/GC mempunyai kapasitas maksimum yang sama, yaitu 168 kW, tetapi berbeda pada kapasitas minimum.

B-BT17G: 69–168 kW

B-BT17GR/GC: 58–168 kW

Pemilihan model sebaiknya disesuaikan dengan thermal load aktual equipment.

Selain spesifikasi teknis, perusahaan juga perlu mempertimbangkan service, maintenance, spare part dan response time

Dengan pendekatan Supply, Installation, Commissioning, Service dan Spare Parts, BEJO Burner melalui PT Indira Mitra Boiler dapat menjadi partner untuk kebutuhan industrial combustion dan heating system.

BEJO BURNER — Industrial Combustion Solutions

Supply & Service by PT Indira Mitra Boiler

Sales Ratman Bejo
WhatsApp: 0813-8866-6204

Website: burner.co.id

Scroll to Top